
Natasya terus saja berjalan ke arah luar tanpa menoleh lagi. Kali ini dia merasa sangat kesal, kenapa keluarga Rangga tidak mau mendengar pendapat dia sedikit pun.
"Natasya tunggu," panggil Yongki.
"Apa lagi sih Mas, Natasya sudah capek, Natasya mau pulang," kata Natasya dengan sedikit emosi.
Bagaimana dia tidak emosi jika keadaaan sudah begini.
"Mas antar ya," tawar Yongki.
Natasya mengiakan ajakan Yongki. Mereka memasuki mobil Yongki dan mulai keluar dari kediaman Sudirman.
"Kamu tidak apa apa Natasya?" tanya Yongki basa basi.
"Bagaimana Natasya tidak apa apa Mas, keluarga Mas sangat keterlaluan tau tidak. Semalam mereka mengumumkan pertunangan kita secara tiba tiba, tadi malah bilang kita akan menikah 2 bulan lagi tanpa persetujuan dari kita berdua" ujar Natasya dengan nada kesal.
"Jadi dimana masalahnya?" tanya Yongki lagi.
"Mas tanya di mana? Mas kita ini belum mengenal satu sama lain, bagaimana rumah tangga kita nanti jika kita tidak cocok," sahut Natasya gemas.
"Jadi kalau kita saling mengenal kamu setuju," ujar Yongki memastikan.
Natasya segera duduk tegap, jika di tanya begitu sama Mas Yongki langsung, Natasya jadi salah tingkah.
"Ya selama kita cocok kenapa tidak," jawab Natasya malu.
Natasya segera menoleh ke arah samping. Yongki hanya tersenyum kecil mendengar jawaban Natasya. Artinya Natasya tidak menolak dengan perjodohan mereka. Natasya hanya ingin saling mengenal dulu.
"Kamu sekarang mau kemana?" tanya Yongki.
"Natasya mau pulang saja Mas, soalnya nanti siang Natasya harus masuk kerja," jawab Natasya.
"Bagaimana kalau kita jalan jalan dulu sebelum kamu masuk kerja, kan katanya tadi mau saling kenal," tawar Yongki.
"Emmm baik," jawab Natasya grogi.
Berati ini artinya mereka akan pergi kencan. Natasya yang membayangkannya jadi malu sendiri.
"Bagusnya kita pergi kemana."
"Terserah Mas Yongki saja."
"Bagaimana kita ke taman itu saja, atau Natasya mau ke Mall, mau belanja mungkin," kata Yongki.
"Kita ke taman itu aja Mas, tempatnya lebih sejuk, kalau kita ke mall yang ada kepala Natasya makin pusing," ujar Natasya sambil memegang kepalanya.
Akhirnya mereka memutuskan pergi ke taman. Mereka mulai turun dari mobil. Mereka memasuki taman itu dengan suasana canggung. Natasya tidak tau mau tanya apa sedangkan Yongki memang tipe jarang bicara. Akhirnya selama 15 menit mereka putar putar hanya ada kesunyian. Mereka hanya melihat ke kiri dan ke kanan
Natasya yang mulai capek berjalan memilih duduk di bangku.
"Kamu sudah capek, sebentar ya Mas beli minum dulu," Yongki segera pergi cari minum.
"Ini mah sama aja kita pergi atau tidak. Mas Yongki tidak ada ngomong apapun," ujar Natasya pada angin lewat.
Beberapa saat kemudian Yongki datang dengan membawa dua botol minuman. Yongki menyerahkan satu botol pada Natasya. Suasana kembali hening.
__ADS_1
"Mas," panggil Natasya.
"Iya," jawab Yongki.
"Apa Mas tidak ada yang mau di tanyakan sama Natasya, gimana kita mau mengenal jika Mas tidak ada inisiatif buat tanya sama Natasya," ujar Natasya.
"Mas sudah tau semua tentang kamu, jadi Mas rasa tidak ada yang perlu ditanyakan lagi," jawab Yongki yakin.
Natasya menepuk jidatnya, pantes aja Yongki tidak menanyakan apapun, dia lupa jika keluarga sudirman pasti sudah menggali tentang dirinya
"Kalau begitu sekarang Natasya yang mau tanya," kata Natasya serius.
"Mas mantannya ada berapa?" Natasya mulai bertanya
"Kenapa itu yang kamu tanyakan pertama."
"Ya dong Mas, Natasya tidak mau menikah yang mempunyai banyak mantan," ujar Natasya mantap.
"Mas hanya memiliki dua mantan saja," jawab Yongki.
"Owh, terus kegiatan sehari hari Mas apa."
"Mas dari pagi sampai sore biasanya di kantor."
"Pasti membosankan," jawab Natasya acuh.
"Tidak kok jika kamu menikmati pekerjaannya."
"Natasya yakin akan membosankan, buktinya sekarang Natasya sudah bosan," sindir Natasya langsung.
"Udah ah Mas, Natasya mau pulang, mau siap siap ke restoran nanti Natasya di pecat," ujar Natasya yang sudah sangat jenuh.
Padahal Natasya sudah sangat bosan. Kalau sama teman temannya pasti sangat seru. Mereka selalu punya obrolan yang menarik buat di bahas. Sedangkan sama Yongki Natasya merasa seperti wartawan yang sedang menginterogasi orang yang lagi diterpa sama gosip yang hot.
Natasya segera berdiri, tapi tiba tiba Yongki menutup wajah Natasya menggunakan jaketny
"Apa apaan sih Mas," protes Natasya.
"Kamu jangan bergerak, ada wartawan di samping kiri," beritahu Yongki.
Natasya segera menegok, memang sedang ada wartawan.
"Ayo kita segera pergi," ajak Yongki.
Mereka segera meninggalkan tempat itu, mereka tidak mau akan ada banyak lagi wartawan yang akan datang.
Mobil Yongki kini sudah ada di depan kontrakan Natasya.
"Maafkan Mas jika Mas membuat kamu bosan, Mas memang bukan tipe yang romantis, tapi Mas berharap kamu tidak menolak pernikahan kita."
Natasya tanpa menjawab segera turun dari mobil dan naik ke lantai dua. Hati Natasya tadi mau copot. Natasha bisa melihat keseriusan di mata Yongki. Natasya segera masuk dan siap siap mau ke restoran.
***
Saat Natasya pulang dari kerja sambilan, Natasya melihat Angel, Aura dan Melati yang sudah ada di depan kontrakannya.
__ADS_1
"Kalian ngapain malam malam kesini," kata natasya sambil membuka pintu.
Mereka semua langsung masuk dan tidak lupa mengunci pintu.
"Kami mau nginap disini," ujat Melati.
Natasya melipat tangan di atas dadanya.
"Aku seperti mencium bau sesuatu yang tidak beres," ucap Natasya sambil menatap mereka satu satu.
"Kamu kok gitu sih, kami hanya ingin bertamu kok," jawab Aura.
"Kenapa bertamu malam malam begini," Natasya segera mengambil handuk untuk mandi.
"Sana kamu mandi dulu gih," suruh Angel.
"Ini juga mau mandi," ujar Natasha sambil masuk ke kamar mandi.
Setelah siap mandi Natasya melihat teman temanya yang sudah menata alas tidur dari selimut, di kontrakan Natasya hanya ada satu kasur yang muat di tempati bagi dua orang, jika orang tidurnya tidak rese.
"Natasya semalam gimana," tanya Aura kepo.
"Gimana apanya?" tanya Natasya balik.
"Kan semalam kamu pingsan terus di bawa pulang sana Yongki dan keluarga," sambung Angel.
"Terus," ujar Natasya yang belum paham inti ceritanya.
"Apa tidak terjadi suatu hal begitu," ujar Aura.
"Terjadi apanya, aku bangun ya besok pagi."
"Yah tidak seru ah, kami pikir ada sesuatu yang seru makanya mau nginap di sini," kata aura sambil membocorkan kenapa mereka mau menginap.
"Pantes aja hidung aku gatal dari tadi, ternyata memang tidak beres," sahut Natasya menatap temannya.
Mereka bertiga memang berharap mendapat informasi yang seru. Mereka sungguh kecewa bagaikan kalah main lotre.
"Tapi, Mama serta keluarga Rangga ingin aku dan Mas Yongki menikah dua bulan lagi," ujar Natasya akhirnya.
Natasya percaya sama mereka, jadi tidak masalah jika Natasya bercerita tentang masalah ini sama mereka.
Teman Natasya kembali bersemangat.
"Kalian tau, bahkan mereka sudah menyiapkan resepsi pernikahan tanpa kami ketahui."
"Wah suprise dong," sahut Aura.
"Ya suprise yang bikin aku jantungan, kalian bayangkan saja ya, kami ini baru beberapa kali tatap muka tapu mau dinikahkan aja, kayak mau main nikah nikahan aja."
"Jadi kamu menolaknya Natasya?" tanya Angel.
"Tadi aku sama Mas Yongki sepakat buat kenalan dulu, jika memang tidak cocok aku tidak bisa menerima pernikahan ini," ujar Natasya sambil menerawang.
Sepanjang malam suntuk mereka tetap lanjut membahas tentang perkembangan hubungan Natasya. Natasya sendiri juga lagi butuh teman curhat untuk masalahnya. Tanpa mengenal lelah mereka terus ngobrol sampai menjelang pagi.
__ADS_1
Bersambung....