
"Ma, apa boleh Natasya bertanya sesuatu sama Mama," tanya Natasya hati-hati.
"Apa yang ingin kamu tanyakan sayang. Kamu jangan sungkan sama Mana. Jika kamu ingin bertanya, tanya saja sama Mama," kata Melisa ramah.
"Itu… apa Mama kenal sama Amanda?" tanya Natasya.
Melisa mengernyitkan alisnya mendengar pertanyaan Natasya.
'Dari mana nak Cha Cha bisa mengenal Amanda. Pasti ada sesuatu hal yang terjadi. Kalau tidak, tidak mungkin nak Cha Cha bertanya tentang Amanda,' batin Melisa.
"Mengapa kamu tanya dia sayang?" tanya Melisa kembali.
"Gini Ma, saat kami liburan kemarin, kami bertemu dengan Amanda mantannya mas Yongki. Jadi Natasya hanya ingin tahu, apakah Mama mengenal Amanda?"
"Tentu Mama kenal siapa itu Amanda. Amanda itu mantan Yongki. Yongki tidak pernah menutupi apapun dari Mama. Entah kenapa walaupun saat itu Amanda merupakan gadis yang baik tapi Mama tidak terlalu menyukai dia. Mungkin naluri Mama tahu jika dia akan menyakiti anak Mama. Mama saat itu juga tidak merestui hubungan mereka berdua. Tapi kenapa Amanda bisa ada di sana ya?" tanya Melisa entah pada siapa.
"Chacha juga tidak Ma. Hati Chacha mengatakan jika Amanda memiliki niat yang buruk. Chacha bukan berfikir negatif Ma. Tapi mau bagaimana lagi, Amanda sudah tahu jika Chacha sama mas Yongki sudah menikah tapi Amanda masih juga mencoba merebut perhatian dari mas Yongki," kata Natasya.
"Kamu tidak salah sayang. Wajar jika kita mempertahankan suami kita sendiri. Kamu tenang saja sayang, jika nanti Amanda macam-macam biar Mama yang hadapi dia. Kamu tinggal duduk manis dan terima beresnya saja," ujar Melisa menenangkan Natasya.
"Terima kasih Ma, tapi Chacha juga harus bisa menghadapi sendiri. Chacha tidak mau merepotkan Mama dan lainnya. Biarkan Chacha berusaha sendiri dulu. Jika Chacha tidak sanggup lagi baru Chacha akan minta bantuan Mama."
"Baiklah sayang jika itu keputusanmu. Mama akan selalu mendukung semua keputusan kamu. Jika memang itu adalah yang terbaik," ucap Melisa.
"Terima kasih Ma," kata Natasya kemudian memeluk Melisa.
Melisa juga membalas pelukan Natasya.
"Sama-sama sayang. Sekarang kamu adalah anak Mama, sudah seharusnya seorang Mama menjaga anaknya sendiri."
***
"Mas ayo bangun, katanya hari ini Mas mau ke kantor pagi-pagi karena ada rapat," ujar Natasya sambil menggoyangkan badan Yongki yang masih tertidur pulas.
Natasha sudah dari tadi bangun. Natasya juga sudah selesai mandi dan berpakaian rap. Pagi hari ini Natasya mau masuk kuliah setelah libur selama satu minggu. Natasya tidak mau banyak bolos.
"Mas," pangil Natasya lagi karena tidak ada respon dari yang Yongki.
Natasya memutuskan turun dari kasur. Natasya memutar tubuhnya menuju ke arah jendela. Natasnya menyingkap gorden jendela tersebut. Sehingga sinar matahari masuk ke dalam kamar dan menganggu tidur Yongki.
Yongki yang silau karena sinar matahari membukakan mata dengan malas. Yongki melihat ke sekeliling. Yongki melihat Natasya yang berada di samping jendela. Yongki menutup mata kembali karena masih ngantuk. Yongki juga menarik selimut untuk menghalau sinar matahari.
__ADS_1
"Mas ayo bangun. Jangan tidur lagi," ujar Natasya berjalan mendekati Yongki.
"Emmm sudah jam berapa ini?" tanya Yongki dibalik selimut.
"Ini hampir jam tujuh Mas," jawab Natasya.
"Hah… jam tujuh," kata Yongki kaget.
Yongki segera menyibak selimut dengan kasar. Yongki bangkit dari tempat tidur dan berlari ke arah kamar mandi.
"Jangan buru-buru Mas," kata Natasya mengingat Yongki.
Yongki sudah menghilang di balik pintu kamar mandi. Sambil menunggu Yongki mandi Natasya membereskan tempat tidur mereka yang berantakan. Setelah membereskan tempat tidur Natasya membuka lemari untuk mengambil pakaian yang akan dipakai oleh Yongki.
Yongki keluar dari kamar mandi dengan tubuh yang setengah dan rambut yang sama sekali belum dilap.
"Sayang, kenapa kamu tidak membangunkan Mas dari tadi?" tanya Yongki.
"Chacha sudah dari tadi bangunin Mas. Tapi Mas yang susah dibangunkan," jawab Natasya.
Setelah pulang dari bulan madu mereka memutuskan memanggil Natasya dengan sebutan Chacha. Seperti panggilan Melisa kepada Natasya.
Natasha mendekati Yongki dan membantu Yongki mengeringkan rambut. Sedangkan Yongki mulai memakai pakaian. Setelah rambut Yongki kering Natasya meletakkan handuk basah ditempatnya.
"Iya Mas, Mas tidurnya terlalu lelap. Saat Chacha menyingkap gorden, Mas Yongki juga mau lanjut tidur kan," kata Natasya sambil menggantikan baju milik Yongki.
"Biasanya Mas tidak seperti itu kok. Biasanya Mas bangun jam lima pagi," ujar Yongki biar Natasya tidak menganggap Yongki kebo.
Natasya mengangguk kepala mengiyakan.
"Tapi kenapa selama tidur sama Chacha Mas sering bangun terlambat ya?" tanya Yongki pada diri sendiri.
"Jadi Mas mau bilang jika Chacha yang membuat Mas jadi kebo," ucap Natasya.
"Tidak bukan itu sayang. Mungkin karena dulu Mas hidup sendiri jadi tidur Mas tidak banyak. Sekarang sejak ada Chcha Mas jadi semakin mudah tidur karena nyaman," ujar Yongki.
"Mas bisa aja," jawab Natasya.
Natasya memasangkan dasi kepada Yongki. Setelah memastikan Yongki rapi, mereka berdua segera pergi ke ruang makan.
***
__ADS_1
Di ruang makan sudah ada Melisa Hartato dan Rangga. Sedangkan Bambang tidak ikut makan pagi bersama. Bambang sudah pergi ke luar kota karena ada acara dadajan.
"Akhirnya anak Mama turun juga. Dari tadi Mama sudah menunggu kalian berdua," ujar Melisa.
Melisa mendekati Natasya dan mengecup pipi kiri dan kanan. Melisa membimbing Natasya duduk dan mengabaikan Yongki.
"Ayo duduk sayang," suruh Melisa.
Yongki tanpa disuruh juga ikutan duduk. Melisa kalau sudah melihat Natasya pasti mengabaikan anak kandung sendiri.
Natasya mengambil piring Yongki dan menaruh sarapan pagi. Sedangkan Melisa tanpa disuruh dan dilarangvdengan senang hati menaruh sarapan Natasya. Melisa sudah menaruh makanan di piring Hartato.
Mereka mulai menikmati sarapan pagi dengan mendengar celoteh dari Melisa.
"Ma," panggil Yongki menghentikan perkataan Melisa.
"Iya Yongki," sahut Melisa.
"Ma, Yongki berniat untuk pindah dari sini bersama Natasya beberapa hari lagi," ujar Yongki.
Melisa menjatuhkan sendok yang dia pegang.
"Apa kata kamu?" tanya Melisa yang mengira jika dia salah mendengar.
"Mama tidak salah dengar. Yongki berencana untuk segera pindah ke rumah milik kami berdua. Yongki sudah jauh-jauh hari membeli sebuah rumah yang dekat dengan kampus Chacha," ulang Yongki.
"Tidak, Mama tidak akan pernah setuju!" teriak Melisa.
Bersambung….
Ternyata jadwal up novel ini harus dimajukan karena saya mendapat surat cinta dari pihak MT. Saya di harus kan up lagi jika tidak mau levelnya turun. Padahal saya niatnya mau up setelah NAD ada stok bab yang belum up atau tamat.
Jadi untuk kedepannya saya belum bisa memastikan kapan novel ini akan up rutin. Disela waktu luang akan saya usahakan up, jika nanti sudah ada stok up novel NAD Insyaallah akan up rutin. Karena dari dulu sampai sekarang sistem saya ketik sekarang up sekarang, tidak sempat stok bab.
Dan untuk novel ini tetap akan ada yang namanya orang ketiga. Tetapi orang ketiga di sini tidak sama seperti di novel lain. Saya mau nya mirip ke dunia nyata bukan sinetron. Saya ingin jika istri sah lebih kuat pendiriannya. Tidak akan langsung menangis atau mudah ditindas. Tidak selamanya istri akan selalu mengalah.
Penanya : Author ngomong apa sih?
Author : Entah. Yang jelas usir pelakor, wkwkwk.
Adanya pihak ketiga dalam novel ini agar cerita ini bisa berkembang dan tidak datar nanti, sehingga jalan cerita tidak membosankan. Jadi untuk pembaca harap memakluminya. Terima kasih.
__ADS_1