Diburu Nikah

Diburu Nikah
Bab. 71 Pamer


__ADS_3

Sesuai dengan janji Melisa, Melisa mengajak teman-temannya rumah. Teman-teman Melisa sudah tiba. Mereka duduk di ruang tamu dengan nyaman. 


Seperti pada kumpulan ibu-ibu sosialita lainnya, mereka mulai menggosipkan artis terhot sampai dengan tetangga sebelah. Setelah itu mereka lanjut memamerkan kekayaan mereka, uang belanja dari suami masing-masing. 


Setelah berbicara beberapa lama, Melisa mempersilahkan mereka untuk makan siang. Mereka makan dengan begitu nikmat. Mereka bahkan tidak takut untuk menambah makanan. Biasanya mereka memikirkan berat badan mereka akan naik jika makan terlalu banyak. Mereka memuji masakan yang dibuat oleh Natasya. Mereka bertanya-tanya Melisa mendapatkan koki dari hotel berbintang mana. 


Melisa hanya tersenyum dengan menjawab dia akan memperkenalkan nanti. Melisa sengaja menyembunyikan supaya bisa membuat mereka penasaran. Mereka kembali lagi ke ruang keluarga setelah makan semua masakan Natasya.


"Jeng, mana nih janjinya. Katanya mau memperkenalkan kami sama koki yang memasak tadi," tanya mereka.


"Sebentar ya Jeng, saya panggilkan dulu," sahut Melisa.


"Jangan lama-lama ya Jeng."


"Hanya sebentar kok Jeng."


Melisa segera beranjak dari kursi menuju ke dapur. 


***


Saat ini Natasya sedang berada di dapur untuk membakar cake. Natasya terlalu fokus sama memasak sampai tidak mendengar langkah Melisa.


Hidung melisa bisa mencium bau cheese yang begitu kuat. Harum cheese membuat Melisa ingin segera mencicipi cake buatan Natasya. Melisa harus bersabar melihat adonan baru dituangkan ke dalam loyang.


Langkah Melisa semakin mendekat. Melisa memperhatikan Natasya yang masih fokus.  


"Sayang, bagaimana kerjaan kamu?" tanya Melisa.


"Ah… Mama ternyata. Ini Ma, ini sebentar lagi tinggal di masukkan ke dalam oven. Satu lagi hampir jadi," sahut Natasya menunjukkan sebuah loyang berisi adonan.


"Apa kamu bisa bertemu sama teman Mama sebentar? Teman Mama sedang mencari kamu," ujar Melisa.


"Boleh Ma, Natasya bisa. Sebentar ya Ma," sahut Natasya.


Natasya masukkan satu loyang lagi dalam oven. Melisa menatap cheese cake yang lagi dibuat oleh Natasya. Ketika oven dibuka, Melisa bisa mencium wangi cheese yang begitu menggoda. Wanginya lebih harum daripada adonan.


"Wangi cheese nya sangat enak," ucap Melisa tanpa sadar. 


"Ini karena menggunakan cheese dari luar negeri. Kualitas cheese lebih baik. Jadi wajar saja jika cake ini banyak diminati," ujar Natasya.


"Barang bagus memang tidak menipu," sahut Melisa.


"Ayo Ma, katanya mau bertemu sama teman Mama," ajak Natasya.


"Apa tidak apa-apa ditinggal. Nanti bisa hangus," kata Melisa takut tidak bisa mencicipi cake.


"Tidak apa-apa Ma. Ini bisa kita tunggu sekitar dua puluh sampai tiga puluh menit untuk matang," jawab Natasya.


"Baiklah, ayo kita pergi. Mama mau memperkenalkan anak menantu Mama kepada teman-teman Mama," ajak Melisa.


"Bukannya saat itu Mama sudah memperkenalkan Chacha ya Ma?" tanya Natasya.


"Ini teman Mama yang lain sayang. Hanya Donita, Mama Angel yang sama sayang," sahut Melisa.


***

__ADS_1


Melisa datang dengan menggenggam tangan Natasya. Semua tatapan terarah  kepada mereka berdua.


"Maaf ya jeng, saya lama," ucap Melisa.


"Iya jeng, tidak apa-apa."


"Melisa ini siapa?" tanya mereka. 


"Perkenalkan, ini menantu saya, Natasya," kata Melisa dengan bangga. 


"Wah... menantu jeng Melisa sangat cantik."


"Kemarin saat pernikahan kami tidak sempat mengobrol dengan menantu jeng."


"Jeng ini sudah diundang harus bersyukur. Saya saja tidak dapat undangan."


"Maaf ya, acara pernikahan kemarin sengaja kami buat tidak rame. Hanya mengundang keluarga dan petinggi perusahaan," kata Melisa tidak enak.


"Tidak apa jeng, kami maklum kok jeng."


"Kenapa acara pernikahan kemarin sangat tertutup sih jeng. Kan jeng ini bisa membuat pestanya selama tujuh hari tujuh malam."


"Apalagi jeng mau menikah kan anak pertama."


"Aduh jeng ini, seperti tidak tahu anak saya saja. Yongki itu tidak suka terlalu rame. Kan lucu jika di hari pernikahan malah pengantinnya yang tidak datang. Dia mau melepaskan masa bujang nya saja kami sudah senang jeng," canda Melisa.


"Kalian ini tidak sabaran untuk bicara. Apa jeng ini tidak lihat jika mereka belum duduk," tegur Donita.


"Aduh maaf jeng, kami sampai lupa."


"Baik Tante," sahut Natasya sopan.


Melisa mendudukkan Natasya di antara dia dan Donita.


"Jadi mana nih kokinya?" tanya ibu-ibu yang bertanya tadi.


"Nah, kalian ingin tahu kan siapa koki yang masak tadi?" tanya Melisa menggantungkan perkataan.


"Iya jeng," sahut mereka bersemangat.


"Koki itu adalah menantu saya. Bagaimana? Apa kalian puas dengan masakan menantu saya," ucap Melisa menepuk tangan Natasya dengan pelan.


"Apa maksud jeng?"


"Apa maksud jeng mau bilang jika itu masakan menantu jeng?"


"Jeng jangan bercanda. Kami tidak percaya."


"Iya jeng, masakan tadi adalah masakan kelas restoran berbintang." 


"Beneran jeng, tadi masakan menantu saya. Untuk apa saya berbohong sama jeng sekalian. Kalau kalian tidak percaya, kalian bisa bertanya sama jeng Donita. Dia sudah kenal menantu saya," ucap Melisa menaikan dagu.


Mereka serempak melihat ke arah Donita.


"Iya jeng, menantu jeng Melisa pintar memasak," bela Donita.

__ADS_1


"Masak sih jeng, kamu belajar di kelas mana bisa masa seperti itu?" tanya mereka pada Natasya. 


"Maaf Nyonya, saya tidak ikut kelas memasak. Saya memang suka memasak," sahut Natasya.


"Kamu jangan panggil kami nyonya dong, panggil Tante saja seperti manggil tante Donita."


"Iya Tante."


"Jadi kamu semuanya belajar sendiri?" 


"Iya Tante, saya belajar sendiri. Kemudian saya juga bekerja di restoran. Jadi bisa menambah ilmu Tante," sahut Natasya.


"Kamu masih muda sudah punya restoran sendiri," kata teman Melisa yang salah paham.


"Bukan Tante. Maksud saya, saya bekerja sama orang lain sebagai koki," ralat Natasya. 


"Maksudnya?"


"Menantu saya bekerja di restoran untuk menafkahi diri sendiri. Hebat kan menantu saya. Masih muda tapi bisa memenuhi kebutuhan sendiri," sahut Melisa.


"Jadi, dia ini bukan dari kalangan seperti kita?" tanya mereka memandang Natasya sebelah mata.


Mereka tidak suka bergaul dengan orang yang tidak sederajat. Wibawa mereka bisa jatuh.


"Memangnya kenapa kalau dia bukan kalangan atas seperti kita," tantang Melisa tidak suka. 


"Aduh jeng, jeng ini bagaimana sih. Bagaimana jeng bisa memilih menantu seperti dia." 


"Iya jeng, kita itu kalau punya menantu yang harus berkelas. Bisa membelikan kita barang mewah, bermerek," kata mereka terang-terangan.


"Buat apa menantu saya punya banyak uang jeng?" tanya Melisa menahan amarah.


"Jika dia tidak punya uang, nanti bisa-bisa uang nya anak jeng bisa dihabiskan sama dia."


"Wajar kalau dia menghabiskan uang suaminya. Itu uang dia juga. Kalau tidak, buat apa anak saya capek-capek cari uang jika tidak ada yang menghabiskan. Lagian siapa bilang anak menantu saya ini miskin. Kalian tahu  hotel tempat pernikahan mereka? Hotel yang baru itu?" tanya Melisa.


"Iya jeng. Hotel itu sekarang sangat berkembang pesat. Banyak orang yang mau menginap di sana."


"Di sana kualitasnya sangat bagus. Pelayanan juga baik. Tapi apa hubungan jeng?" tanya mereka tidak mengerti. 


"Asal kalian tahu ya, hotel itu adalah punya Natasya, menantu saya," kata Melisa membalas kata-kata temannya.


'Tidak boleh ada yang menghina menantu keluarga Sudirman. Jika ada yang berani berarti mereka mencari perkara sama keluarga Sudirman,' batin Melisa. 


Mereka serempak melihat ke arah Melisa. Mereka terkejut mendengar pernyataan Melisa. Termasuk Natasya yang terkejut mendengar perkataan Melisa. 


Natasya tidak bisa mengeluarkan kata-katanya. Natasya tidak tahu tentang perihal itu sama sekali. 


'Pasti Mama mengatakan ini agar Mama tidak malu punya menantu seperti saya,' batin Natasya sedih membayangkan 'kebohongan' Melisa.


Bersambung....


Jika ada bagian yang sama jangan lupa komentar nya. Cerita ini sudah lama hiatus jadi maaf bila ada yang tidak sambung atau terulang. Bukan disengaja. Nanti akan direvisi jika ada salah. sekalian perbaiki typo dan tanda baca yang salah.


Jangan lupa komentar dan like ya.

__ADS_1


__ADS_2