Diburu Nikah

Diburu Nikah
Bab 38. Pertunangan


__ADS_3

Natasya sekarang sudah bersama teman temannya.


"Kalian enak bisa di sini, tadi aku untuk bernafas aja susah, Herry tolong kamu ambilin minuman sama makanan dong, aku lapar ni, jika aku ke sana takut di seret lagi," suruh Natasya.


Natasya tidak mau pergi sendiri, mending dia di sini aja. Dia tadi kapok ikut sama Bambang, jika tau dia tidak dilepaskan maka dia akan memilih tidak mengandeng Bambang masuk.


Herry tanpa berkata langsung pergi mengambil makanan buat Natasya.


"Kamu tidak apa apa Natasya?" tanya Angel khawatir.


"Aku lagi kenapa napa, perut aku sudah dari tadi berbunyi," kata Natasya sambil memegang perut.


Natasya berharap agar Herry segera balik dan membawa makanan yang banyak.


"Tapi Natasha apa kamu tidak sayang memberikan gaun dan perhiasan sama mereka, ini kan tidak murah," ujar Dimas tiba tiba.


Tadi dimas sempat bertanya, kenapa Aura bisa mengenakan gaun dan aksesoris lainnya yang terlihat mewah. Aura dengan senang bercerita kepada Dimas tentang semua ini Natasya yang memberikan, termasuk Angel dan Melati.


Aura yang mendengarnya langsung mencubit keras Dimas. Bagaimana nanti jika Natasya berubah pikiran, kan dia sudah terlanjur suka apa yang dia pakai. Tau gitu Aura menyesal cerita kepada Dimas.


Sedangkan Dimas hanya menghela nafas dan mengelus bekas cubitan Aura. Jika dia kembali bicara pasti Aura akan mencubitnya lagi. Dia jadi menyesal bertanya kepada Natasya.


"Memangnya kenapa? lagian waktu dulu aku masih bekerja sebagai pengantar makanan dan tidak sengaja menabrak restoran lain, sampai kerusakannya menimbulkan kerugian yang besar, mereka rela berpatungan membantu aku. Jika tidak ada mereka, pasti saat itu aku sudah ada di penjara karena tidak sanggup membayar kerusakannya. Jadi apa salahnya sekarang jika aku mendapat rejeki juga ikut bagi bagi sama mereka," terang Natasya.


Natasya mengenang kembali kejadian itu. Kejadian yang tidak bisa dia lupakan. Padahal saat itu Natasya belum terlalu dekat sama mereka bertiga. Tapi mereka rela menghabiskan tabungan mereka buat menolong Natasya.


Sebenarnya saat itu bukan salah Natasya. Saat Natasya lagi membawa motor untuk mengantar makanan, tiba tiba ada Nenek Nenek yang menyebrang jalan saat sudah dekat jaraknya dengan Natasya. Karena Natasya kaget, dia membanting stir ke arah kiri dan menabrak jendela restoran yang ada di dekatnya. Banyak barang yang hancur terutama jendela yang terbuat dari kaca.


Saat itu untung tidak ada korban luka selain dia yang mengalami lecet di beberapa bagian tempat. Sang pemilik restoran menuntut Natasya ganti rugi atas kerusakan semuanya atau dia akan di penjara. Natasya yang membayangkan kembali kejadian itu jadi terharu dengan sikap temannya ini.


Angel, Aura dan Melati segera memeluk Natasya. Berkat kejadian itulah yang membuat mereka menjadi akrab dan bisa dekat dengan Rangga dan lainnya. Natasya dulu di sekolah sering menyendiri karena dia tidak PD.


"Kami tau saat itu bukan karena kesalahan kamu," ujar Melati.

__ADS_1


"Iya, kami melihat sendiri Nenek itu yang menyebrang tiba tiba," sahut Aura.


"Saat itu, Nenek itu menyebrang karena anak yang mengawasinya lagi beli minuman, ternyata Nenek itu sudah kembali ke masa anak anak. Satu sisi Nenek itu juga tidak bersalah," sambung Angel.


Mereka bertiga melakukan pelukan teletabies.


"Udah ah kalian meluk meluknya, kalian sudah di lihat sama orang lain tu," kata Bimo.


"Kamu ini merusak suasana kami aja," cibir Aura.


Mereka mengakhiri acara pelukannya, karena memang benar beberapa orang sedang memperhatikan mereka.


"Ini," ujar Herry.


Herry yang sudah siap mengambil makanan dan minuman segera menyerahkan makanan dan minuman tersebut pada Natasya. Natasya segera mengambil minuman dulu karena juga sangat haus. Natasya langsung menghabiskan minuman itu sekali minum.


"Woi sabar Natasya, tidak ada yang akan mengambil minuman kamu," tegur Rangga yang melihat betapa rakusnya dia minum.


"Entah kenapa aku punya firasat harus segera menghabiskannya," jawab Natasya.


"Natasya, memangnya kamu tidak gugup ya diperkenalkan sana sini sama Kakek aku," ujar Rangga.


Natasya hanya mengangkat bahu dan mulai makan suapan pertama.


"Wah sepertinya kamu sudah terbiasa dengan suasana ini ya" kata Herry tidak percaya.


"Bukan terbiasa, tapi stok syok aku sudah habis. Jika nanti sampai diumumkan aku akan ditunangkan sekarang aku jamin bakal pingsan berdiri," kata Natasya serius.


Tes tes tes....


Terdengar suara mic orang yang mau berbicara. Natasya mengabaikannya. Ia ingin makan suapan yang kedua.


"Selamat malam semuanya. Pada malam hari yang berbahagia ini saya akan menyampaikan sebuah kabar gembira dari keluarga kami, bahwa cucu saya Yongki pada malam ini akan bertunangan dengan Nak Cha Cha," Ujar Bambang memberi pengumuman.

__ADS_1


Natasya menjatuhkan sendok yang berisi makanan untuk suapan kedua tadi, saat ini Natasya sangat terkejut. Lampu tiba tiba menyorot ke arah Natasya.


Angel berinisiatif mengambil piring di tangan Natasya. Natasya sekarang bagai tubuh tanpa jiwa. Rangga segera mengandeng Natasya naik ke atas panggung. Semua keluarganya sudah ada di panggung.


Rangga bisa merasakan seluruh tubuh Natasya yang bergemetar. Mereka berjalan pelan ke arah panggung karena kaki Natasya sudah tidak sanggup berdiri lagi. Natasya berjalan dengan kaki yang lemas.


"Natasya bertahan ya," bisik Rangga.


Natasya melihat ke arah Rangga sambil menggeleng kecil. Tapi rangga tetap membantu Natasya berjalan ke arah panggung. Saat mereka sampai di atas panggung, Rangga menyerahkan Natasya kepada Mas Yongki.


Yongki bisa merasakan apa yang di rasakan Natasya. Dia juga terkejut sebenarnya, dia tidak menyangka keluarganya akan mengumumkan pertunangan mereka dengan cepat. Yongki segera memegang pinggang Natasya agar tidak jatuh.


Untung saja make up yang di gunakan Natasya sangat bagus sehingga bisa menutup wajah pucatnya sekarang.


Para tamu dan teman seangkatan Natasya mulai bergosip dan mencibir Natasya. Mereka tidak menyangka Kalau gadis seperti natasya yang akan menjadi istri pengusaha muda tersukses.


"Sayang ayo kemari," panggil Bambang senang.


Natasya dan Yongki sudah ada di tengah panggung. Melisa juga menghampiri sambil membawa kotak cincin. Melisa segera menyerahkan cincin pertama pada Yongki. Yongki segera melepaskan rangkulannya setelah memastikan Natasya bisa berdiri dengan benar.


"Tangan sayang," ujar Melisa.


Melisa segera mengambil tangan Natasya, mengangkatnya dan menyerahkan pada Yongki. Yongki segera menyematkan cincin tersebut. Kemudian Melisa mengambil cincin yang satunya lagi dan menyerahkan pada Natasya. Natasya dengan tangan gemetaran memasang kan cincin itu pada Yongki.


Suara tepuk tangan segera terdengar setelah acara penukaran cincin. Melisa dan bambang bisa melihat wajah pucat Natasya saat sudah dekat.


"Terima kasih semuanya, sebenarnya pada malam ini saya ada satu pengumuman lagi, tapi berhubung menantu kami ini kurang sehat akan kami sampaikan lain waktu saja," Bambang mengakhiri pengumumannya.


Mereka semua langsung menuju ke belakang panggung. Teman Natasya juga ikut ke sana.


Saat sampai di belakang panggung Natasya langsung pingsan.


"Wiiih pingsan beneran," ujar Herry.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2