
Natasya memasukkan makanan ke mulutnya dan segera mengunyahnya dengan pelan sebelum dia bertanya lagi.
"Memangnya Amanda itu kenapa bisa putus dari Mas?" tanya Natasya penasaran.
Yongki menghela nafas mendengar pertanyaan Natasya. Dari sekian banyak pertanyaan kenapa harus tentang Amanda. Yongki meletakkan kembali peralatan yang dia gunakan.
"Natasya hanya ingin tahu bagaimana masa lalu Mas. Setidaknya Natasya bisa memperbaiki kesalahan yang dilakukan oleh mantan Mas agar tidak terulang kembali," ujar Natasya biar Yongki tidak salah paham.
"Dulu Mas sama dia tidak saling kenal. Mas sejak dulu sudah populer jadi banyak orang yang mendekati Mas."
Natasya menganggukkan kepalanya mendengar perkataan Yongki. Natasya jika satu sekolahan sama Yongki pasti juga akan tertarik sama Yongki.
"Tapi pada saat itu hanya Amanda yang cuek sama Mas, karena Mas penasaran sama dia akhirnya Mas mendekati dia. Amanda juga jarang bergaul sama siswa lain karena dia sering menyendiri. Lama kelamaan dari rasa penasaran Mas akhirnya mencintai dia. Mas mengajak dia pacaran saat itu, dia pernah beberapa kali menolak Mas. Mas dengan yakin membujuk dia sampai dia mau jadi pacar Mas."
"Pada saat itu kondisi Amanda berasal dari keluarga biasa saja. Mas meminta tolong kepada papa dan kakek untuk membantu bisnis papanya Amanda. Saat itu Mas tidak se jaya sekarang dan tetap membantu keluarga Amanda. Setelah keluarga Amanda jaya karena berkat bantuan keluarga Mas, sifat Amanda mulai berubah, dia mulai bergaul dengan orang-orang kaya lainnya sehingga dia salah pergaulan. Hingga pada suatu hari Mas melihat dia jalan sama laki-laki lain. Mas berusaha untuk meminta dia untuk menjelaskan semuanya tetapi dia malah menghindar dan meninggalkan Mas. Dia mengikuti keluarganya yang sudah sukses bahkan lebih sukses dari keluarga Mas keluar negeri tanpa pamit. Mas selalu berharap dia akan kembali dan berubah seperti semula."
"Apa Mas sekarang masih mengharapkan dia kembali?" tanya Natasya.
Natasya terdiam kembali sambil menggenggam sendoknya.
"Mas sudah bilang, jika Mas sudah tidak ada lagi perasaan sama dia. Jadi untuk apa masih mengharapkannya lagi," sahut Yongki.
"Mas tidak bohong sama Natasya kan?" tanya Natasya memastikan sekali lagi.
"Iya, Mas tidak bohong sama kamu."
Natasya percaya dengan apa yang dikatakan oleh Yongki.
"Sekarang apakah Mas boleh bertanya?" tanya Yongki.
"Apa yang ingin Mas tanyakan," kata Natasya sambil menyuapkan kembali makanan ke dalam mulutnya.
"Apakah Mas boleh tahu tentang mantan kamu?"
Natasya menurunkankembali sendok yang digunakan untuk makan.
"Tadi Mas sudah menceritakan tentang masa lalu Mas. Mas juga ingin tahu tentang masa lalu kamu," kata Yongki.
"Natasya juga memiliki seorang mantan."
"Bagaimana orangnya?" kenapa kalian bisa putus?" tanya Yongki.
"Kami putus karena kedua orang tua mantannya Natasya tidak setuju dengan hubungan kami karena Natasya anak yatim piatu dan Natasya bukan orang berada."
Yongki menganggukkan kepalanya, dia bisa menerima jawaban dari Natasya. Memang banyak orang memandang sebuah hubungan harus sesuai dengan status.
"Apa dia juga satu sekolahan sama kamu?"
"Dia tidak satu sekolahan sama Natasya."
__ADS_1
"Jadi dia satu sekolahan di kampung sama kamu," tanya Yongki lagi.
"Bukan juga Mas."
"Terus?"m
"Mantan Natasya itu orang kuliahan. Pada saat kami putus dia hampir menyelesaikan studinya. Setelah putus Natasya dapat undangan sekolah di sini."
Yongki menganggukkan kepalanya, dilihat dari sifat Natasya memang natasha lebih pantas menjalin hubungan dengan orang yang lebih dewasa daripada yang sebayanya.
Mereka kembali melanjutkan makan siangnya dengan menggantikan topik pembicaraan yang lebih ringan.
***
Setelah makan siang, Natasya dan Yongki memutuskan untuk berjalan-jalan sebentar. Mereka ingin menelusuri tempat tersebut.
"Mas Yongki bagaimana kalau kita kesana sebentar," tunjuk Natasya pada toko pernak-pernik.
"Ayo kita masuk," jawab Yongki.
ereka berdua memasuki tempat itu. Natasya berkeliling melihat beberapa pernak-pernik sebagai cendera mata. Mata Natasya tertuju pada aksesoris gantungan yang berbentuk macan dan hewan lainnya.
"Mas bagaimana ini? Lucu tidak?" tanya Natasya.
"Iya lucu," jawab Yongki karena dia menyenangkan Natasya.
Yongki adalah pria yang jantan, jadi dia tidak bisa menilai benda yang mana yang lucu. Dia hanya mengiyakan apa yang Natasya katakan.
"Iya bagus."
"Kalau yang ini keren tidak?"
"Iya keren," jawab Yongki
"Mas," tegur Natasya cemberut.
"Masak Mas dari tadi mengiyakan semua jawaban Natasya. Kan Natasya minta pendapat Mas."
"Yang kamu pilih semuanya bagus, jadi Mas hanya mengiyakan saja," jawab Yongki dengan beralasan.
"Jika kamu bingung ambil semuanya saja," tawar Yongki.
"Mas tidak boleh begitu, kita harus berhemat, tidak boleh boros. Memang iya Mas yang cari uang sendiri, tapi jika digunakan buat foya-foya akan habis juga Mas," tegur Natasya.
"Iya Mas salah, kalau begitu kamu pilih satu yang mana menurut kamu paling bagus. Kita beli satu saja," ujar Yongki kepada Natasya.
Natasya kembali menimbang mana yang akan dia beli. Natasya bingung mau memiih yang mana, sekarang dia bingung untuk memilih yang mana.
"Mas, boleh tidak jika Natasya beli ketiganya," pinta Natasya sambio menunjukkan tiga buah gantungan HP.
__ADS_1
'Tadi siapa yang minta dan melarang untuk tidak foya-foya. Tapi sekarang malah minta beli tiga,' batin Yongki.
"Iya boleh," jawab Yongki tanpa mempermasalahkan perkataan Natasya yang sebelummnya.
"Terima kasih Mas," kata Natasya senang dan sambil memeluk Yongki sebentar.
Kemudian dia menatap kembali tiga gantungan HP. Satu berbentuk macan, kucing dan serigala.
"Ayo kita bayar ke kasir Mas," ajak Natasya.
Setelah membayar yang dipilih, mereka keluar dari sana. Dalam perjalanan mereka kembali bertemu dengan Amanda. Amanda mendekati Yongki dan Natasya lagi.
"Yongki," panggil Amanda.
Natasya merasa was-was dengan kehadiran Amanda, dia tahu pasti Amanda mempunyai ide yang aneh-aneh. Amanda berjalan dengan pelan saat hampir mendekati Yongki dia berpura-pura jatuh. Amanda ingin menggapai tubuh Yongki dan tersenyum mengejek ke arah Natasya.
Natasya yang melihat senyum menghina Amanda, dia segera menarik tubuh Yongki sehingga Amanda jatuh tersungkur di tanah.
"Aduh…," Amanda mengaduh kesakitan.
Natasya, Yongki dan para pejalan kaki juga ikut tertawa melihat tingkah Amanda.
"Mbak kalau jalan yang hati-hati dong," kata salah satu pejalan kaki.
Amanda segera berdiri dengan cepat-cepat dan menghapus debu di tangan dan mukanya.
"Yongki," ujar Amanda dengan sok manja.
"Kenapa tadi kamu tidak menolong aku saat aku terjatuh," keluh Amanda.
"Kamu itu sudah besar, masao jalan saja masih terjatuh," ujar Yongki.
"Makanya Mbak, kalau jalan hati-hati dong. Kalau jalan lihat ke depan bukan ke laki orang," ujar Natasya.
"Untung saja tadi saya sempat menarik tubuh Mas Yongki, kalau tidak bisa ikutan terjatuh," sambung Natasya.
Amanda meremaskan kedua tangannya tidak terima.
'Sudah dua kali kamu menghina aku. Aku tidak akan pernah memaafkan kamu.'
"Aduh tanganku sakit, ini pasti terluka gara-gara terjatuh tadi," kata Amanda sambil menunjukkan kedua telapak tangan pada Yongki.
Natasya segera merogoh tasnya.
"Ini Mbak, kebetulan tadi Natasya membawanya sebagai jaga-jaga," ujar Natasya memberikan hansaplast ke tangan Amanda.
"Sudah ya Mbak, kami masih mau jalan-jalan. Mbak hati-hati kalau jalan-jalan," ujar Natasya.
Natasya segera menarik tangan Yongki dari sana. Yongki senang jika Natasya bisa menghadapi Amanda sendiri tanpa bantuannya.
__ADS_1
Bersambung....