
"Natasya ayo bangun, kita sudah sampai," ujar Yongki.
Yongki membangunkan Natasya yang tertidur dalam perjalanan. Saat ini mereka sudah sampai di pulau yang sudah Yongki siapkan biaya bilang nadu mereka berdua. Natasya membuka matanya pelan-pelan.
"Sudah sampai Mas?" tanya Natasya.
"Iya kita sudah sampai," sahut Yongki.
"Ayo sekarang kita masuk," ajak Yongki.
Natasha menganggukkan kepalanya, ketika mau turun Natasya merasa perutnya kembali sakit. Dia sedikit meringis kesakitan.
"Ada apa Natasya?" tanya Yongki saat melihat Natasha memegang perutnya.
"Ah tidak apa-apa kok Mas," jawab Natasya.
Mereka berdua masuk ke dalam villa yang telah disiapkan sama Yongki jauh-jauh hari. Sepanjang menuju ke kamar, Natasya takjub dengan tempat itu. Tempat yang sangat indah. Sepanjang mata memandang banyak spot buat selfie.
Yongki membuka pintu kamar mereka berdua.
"Ayo masuk Natasya," kata Yongki.
Natasya memasuki kamar, dia kembali takjub dengan tempat yang akan mereka tempati beberapa hari ke depan.
"Bagaimana, kamu suka?" tanya Yongki.
"Iya Mas, Natasya sangat suka dan senang," sahut Natasya.
Natasya menelusuri kamar tersebut, kamar tersebut menghadap langsung ke arah pantai. Natasya meletakkan tangannya pada pembatas balkon, dia diam dan menutup mata untuk menikmati angin yang berhembus. Cuaca siang dengan matahari yang cerah membuat pemandangan di depan mata semakin takjub.
Yongki dari belakang mendekati Natasya, dia melingkar kedua tangannya di pinggang Natasya dan meletakkan wajahnya di samping kepala Natasya.
"Bagaimana bagus kan?" tanya Yongki lagi.
Natasya membukakan matanya saat tangan Yongki berada di pinggang dia. Natasya jadi tersipu dan malu.
"Iya Mas, sangat bagus," ujar Natasya pelan karena tersipu malu.
"Maafkan Mas jika dulu Mas jarang menghubungi kamu, karena Mas ingin menyiapkan ini semua buat kamu," kata Yongki.
Natasya menganggukkan kepalanya dengan pelan, dia memaklumi Yongki. Di sela kesibukan Yongki masih memikirkan semua ini. Natasya tidak mungkin menolak kenikmatan yang dia peroleh sekarang.
Yongki yang gemas dengan respon Natasya, dia mengecup sekilas pipi Natasya yang membuat muka Natasya semakin memerah. Yongki tersenyum kecil melihat itu. Yongki kembali iya menikmati suasana momen ini dan memeluk Natasya semakin erat untuk menyalurkan rasa sayang dia.
__ADS_1
Waktu berlalu begitu saja dengan Yongki yang masih tetap memeluk Natasya dari belakang.
"Mas," panggil Natasya.
"Emmm…," guman Yongki yang masih betah memeluk Natasya.
"Mas, Natasya mau mandi dulu," ujar Natasya.
Natasya masih canggung bila dekat dengan Yongki apalagi Yongki tidak melepaskan pelukannya dari tadi. Natasya juga tidak mungkin menolak, jadi kebetulan dia mau mandi juga.
Yongki melepaskan pelukannya. Yongki menganggukkan kepala sebagai persetujuan. Natasya segera mengambil handuk dan kabur ke kamar mandi dan tidak lupa membawa baju ganti.
Ketika Natasya masuk ke kamar mandi, dia kembali memegang perutnya yang terasa sedikit sakit.
"Ada apa ya, apa mungkin aku salah makan? kenapa dari kemarin perut aku terasa sakit?" tanya Natasya pada diri sendiri.
"Mungkin ini karena kecapekan atau karena Mama kemarin melarang aku makan biar baju pengantin tetap pa," jawab Natasya sendr.
Natasya memutuskan untuk segera mandi setelah rasa sakit itu hilang. Natasya mengganti pakaian di dalam kamar mandi, setelah selesai Natasya keluar kembali.
"Mas Yongki mau mandi juga?" tanya Natasya ketika dia melihat Yongki yang sedang mengambil handuk.
"Iya, Mas mau mandi, sudah gerah dan lengket," sahut Yongki.
"Natasya, ada apa sama kamu?" tanya Yongki setelah duduk di samping Natasya.
"Tidak tahu Mas," kata Natasya di sela meringis.
"Apa kamu ada salah makan sesuatu atau ada asam lambung?" tanya Yongki.
"Sepertinya tidak ada yang salah makan jlMas," jawab Natasya.
Natasya kembali mengingat apa yang telah dia makan. Dia tidak makan sesuatu yang aneh. Kemudian Natasya teringat akan tamu bulanannya.
"Mas, hari ini tanggal berapa?" tanya Natasya.
"Kenapa kamu tanya tanggal hari ini. Bukankah kemarin hari pernikahan kita. Seharusnya kamu mengingatnya," ujar Yongki heran.
Natasya menepuk jidatnya, dia merasa bodoh sendiri. Natasya mulai menghitung menggunakan tangannya. Sekarang Natasya baru teringat kalau jika akhir bulan adalah waktu datangnya tamu bulanan dia datang.
"Eeesh…," Natasha kembali meringis saat perutnya terasa terlilit.
"Natasya perut kamu sakit lagi? aku panggilkan Dokter ya," kata Yongki cemas ketika Natasya kembali merintih kesakitan.
__ADS_1
"Natasya tidak apa-apa kok Mas," sahut Natasya.
"Bagaimana kamu bilang tidak apa-apa jika kamu dari tadi terus memegang perutnya kamu sambil merintih kesakitan."
"Ini bukan apa-apa kok Mas, ini hanya…."
"Kamu tunggu di sini pokoknya, Mas tetap akan panggilkan kamu Dokter," ujar Yongki sambil bangkit mau memanggil Dokter.
Natasya segera meraih tangan Yongki agar tidak menelepon dokter. Bisa malu sendiri jika Yongki benar-benar memanggil dokter.
"Tidak perlu Mas, sepertinya Natasya datang tamu bulanan," ujar Natasya tidak enak.
"Apa hubungannya tamu bulanan sama kamu sakit perut?" tanya Yongki yang tidak mengerti.
"Gini Mas, maksudnya tamu bulanan itu, itu adalah menstruasi," jawab Natasya sambil menggaruk pipinya yang tidak gatal.
Yongki yang tadinya khawatir dan cemas kini mukanya berubah menjadi daftar. Yongki merasa lucu jika bulan madu yang harus mereka nikmati berdua dengan romantis harus terhalang dengan Natasya yang datang tamu bulanan.
"Natasya minta maaf ya Mas," ujar Natasya merasa bersalah.
Yongki duduk lagi di samping Natasya.
"Ini bukan salah kamu, kita tidak pernah mengkonfirmasi hal itu. Lagian hal itu juga normal bagi perempuan," jawab Yongki menenangkan Natasya.
'Ini salah aku juga yang tidak memprediksi hal ini.'
"Eeessh…."
Natasya kembali merintih kesakitan. Perut Natasya kembali berdenyut dan terasa terlilit.
"Terus apa yang harus Mas lakukan agar kamu tidak kesakitan begini," ujar Yongki serba salah.
"Natasya tidak apa-apa kok Mas. Setiap ada tamu bulanan pasti akan terlihat seperti ini. Ini tidak akan lama, paling cepat akan hilang 12 jam dan paling lama akan hilang 24 jam. Selama Natasha tidak bergerak sedikitpun maka rasa sakitnya tidak akan terlalu sakit."
"Natasya, apa perlu Mas cari obat biar bisa menghilangkan rasa sakitnya?"
"Tidak perlu Mas, ini adalah hal yang yang alami. Tidak baik jika minum obat. Jika natasya tertidur rasa sakitnya akan hilang."
"Ya sudah kalau begitu, kamu istirahat saja di sini," ujar Mas Yongki.
Yongki duduk di samping Natasya sambil melihat Natasya yang meringkuk seperti kucing. Sesekali Yongki mengelus rambut Natasya yang membuat Natasya sedikit nyaman.
Bersambung….
__ADS_1