Diburu Nikah

Diburu Nikah
Bab 21


__ADS_3

"Natasya tolong kamu layani dan antar makanan meja No. 18 ya, soalnya pelayan yang bagian melayani ada yang tidak masuk hari ini, dan sekarang juga sudah lumayan sepi, nanti saya kasih bonus buat kamu karena ini bukan tugas kamu" kata manager Natasya.


"Baik pak manager" Natasya dengan senang hati melakukannya.


'Lumayan dapat bonus'


Natasya segera mengambil buku menu menuju ke meja No 18.


"Permisi tuan, ini buku men....."


"Nak Cha Cha" seru Bambang.


"Kakek" seru Natasya.


Natasya yang melihat Bambang dan Yongki segera menyalami mereka berdua.


"Kamu kerja di sini?" tanya Bambang


"Iya kek"


"Ayo sini duduk, kita makan bareng sama kakek dan Yongki"


"Maaf kakek, Cha Cha lagi bekerja" tolak Natasya halus.


Bambang tau, Natasya pasti tidak mau makan karena dia adalah pegawai di sini.


"Ray sini" panggil Bambang pada tangan kanannya.


"Iya tuan"


"Tolong kamu urus semua ya"


"Baik tuan, silahkan nona duduk terus, biar saya yang mengurus semuanya"


"Ah tidak u....."


"Sini duduk" Bambang segera bangun dan menarik Natasya agar mau duduk di sana.


"Tapi kek"


"Tidak ada tapi tapian, kakek tidak menyangka kamu bekerja disini, sekarang kita makan bersama ok"


"Tapi kek jika Cha Cha duduk saat lagi bertugas nanti Cha Cha di marahin sama manager"


"Natasya kamu duduk aja ya, kamu makan bersama sama pak Bambang, biar Shila yang akan melayani kalian makan"


Tiba tiba manajer Natasya datang dan juga ikutan menyuruh Natasya makan. Natasya bertambah tidak enak.


"Tapi pak...."


"Kamu tenang aja Natasha, bonus kamu nggak akan hilang kok, kamu temani pak Bambang makan ya, Shila layani mereka dengan baik ya" setelah mengatakan itu pak manager langsung pergi ke belakang lagi.


"Maaf tuan, mau pesan apa" tanya Shila ke Bambang dan Yongki tapi mengabaikan Natasya. Bahkan Shila dengan genit melirik ke arah Yongki. Siapa yang tidak kenal dengan Yongki dan keluarganya, keluarga No satu seasia.


"Pelayan kami pesan ini, ini dan ini ya" Bambang memilih beberapa menu, termasuk juga punya Natasya dan Yongki, Bambang yakin jika Natasya segan untuk memesan sedangkan Yongki sudah kesal karena pelayan itu tidak sopan dan berdiri dekat dekat dengan Yongki.


"Baik tuan, apa tuan ini mau pesan lagi" Shila makin memepet Yongki.

__ADS_1


"Shila itu saja pesanan nya ya" Natasya mencoba menjawab pertanyaan untuk Yongki, muka Yongki seakan mau melahap meja karena terlalu kesal.


Shila berdecak kesal karena Natasya yang menjawab padahal dia berharap Yongki akan menjawabnya.


"Kalau begitu tunggu sebentar ya tuan" Shila segera pergi dari sana.


"Jadi kamu kerja di sini, tapi bukannya sebagai koki ya?" tanya Bambang.


"Iya kek, kebetulan ada kawan kami yang nggak masuk, jadi manager menyuruh Cha Cha untuk bantu di depan, kan lumayan kek bisa dapat bonus" kata Natasya senang saat menyebut bonus.


"Oh begitu, kakek senang melihat kamu di sini"


"Cha Cha juga senang kek"


Ring ring ring


Tiba tiba Hp Bambang bergetar ada panggilan masuk, Bambang segera mengangkat nya.


"Ya hallo"


"Oke baik saya akan segera ke sana"


"Siapa kek" tanya Yongki.


"Ini tiba tiba ada klien yang mau bertemu"


"Tapi kita telah pesan makan makanannya kek"


"Yongki kamu makan saja sama nak Cha Cha ya, kakek harus segera pergi, nanti kakek akan makan bersama klien"


"Cha Cha kakek duluan ya, soalnya kakek ada urusan mendadak, padahal tadi kakek ingin sekali ngobrol ngobrol sama kamu"


"Baiklah, kakek pergi duku, ingat nak Cha Cha haru habiskan makanan yang kakek pesan, Yongki kamu pasti kan nak Cha Cha makan ya"


"Baik kakek"


Bambang segera pergi dari sana di ikuti dengan Ray. Setelah kepergian Bambang suasana jadi canggung.


"Mas Yongki dari tempat kerja ya" tanya Natasya basa basi, jika boleh memilih Natasya ingin segera pergi dari sana dan bergelut dengan wajan.


"Iya" jawab Yongki pendek.


Suasana makin terasa canggung karena Yongki hanya menjawab ya. Tidak lama kemudian Shila datang mengantarkan makanan, Shila segera meletakkan makanan, setelah meletakan semua pesanan Shila bahkan sempat menyisipkan sebuah memo berisi No hp Shila.


Setelah kepergian Shila, Yongki membuka memo itu terus menyimpannya balik di atas meja. Natasya tadi sempat melihat isi kertas tersebut.


"Pasti mas Yongki sering menerima yang beginian ya" canda Natasya.


"Perempuan memang merepotkan" jawab Yongki.


"Berati Natasya juga merepotkan dong, kan Natasya juga perempuan"


"Maksud mas Yongki nggak semuanya" sanggah Yongki.


"Iya ya, Natasya juga maklum kok, cowok setampan dan semapan seperti mas Yongki siapa yang nggak mau melirik sih"


"Ada kok yang nggak mau melirik"

__ADS_1


"Siapa mas, pasti cewek yang nggak mau melirik mas Yongki sudah katarak deh"


Mendengar ucapan Natasya, Yongki hanya tersenyum simpul.


"Sudah, ayo kita segera makan"


Akhirnya mereka segera makan dan membicarakan sesuatu yang membuat suasana tidak lagi canggung. Omongan mereka bahkan sangat menyambung. Mereka terus makan sambil berbicara sampai semua makan habis.


***


"Permisi saya mau menemui bos pemilik restoran ini" tanya Ray pada pak manager yang kebetulan berada di depan kasir.


"Ada apa ya pak kalau boleh tau"


"Ini kartu pengenal bos saya, jadi apa boleh saya bertemu dengan beliau sekarang"


Pak manager mengambil kartu nama tersebut, melihat atas nama Bambang Sudirman, pak manager kaget.


"Silahkan pak, kebetulan bos ada di dalam, mari ikut saya"


Pak manager menuntun Ray ke ruangan bos.


Tok tok tok


"Permisi bos, ada yang mau bertemu dengan bos" setelah menyapa, pak manager segera menyerahkan kartu nama tadi dan sang bos langsung melihat kartu nama tersebut.


"Oh silahkan duduk pak, apa ada yang bisa saya bantu" bos segera menyuruh Ray duduk melihat tamu ini sangat penting.


"Terima kasih pak, saya langsung saja ke intinya, saya adalah tangan kanan pak Bambang, jadi maksud saya ke sini adalah kami ingin membeli restoran ini"


"Maaf pak, tapi restoran ini tidak saya jual"


Ray segera menyerahkan cek dengan nominal yang sangat menggiurkan, bos segera melihat cek tersebut dengan mata yang berbinar.


"Baiklah, saya jual restoran ini, sekarang restoran ini milik bapak" pak bos segera mengalami tangan Ray.


'Wah mimpi apa aku semalam, dapat cek dengan harga 10x lipat dari harga restoran ini'


"Kalau begitu mulai detik ini restoran ini atas nama keluarga Sudirman, surat dan lainnya akan segera menyusul"


"Baik pak, bapak tenang saja, saya nggak buru buru kok" jawab bis dengan senyum lebar.


"Bos, kalau bos menjual restoran ini bagaimana nasib kami dan pegawai lainnya" protes sang manager, dia adalah orang yang sangat peduli dengan karyawan lain.


"Apakah anda manager di restoran ini"


"Iya pak"


"Mulai sekarang, pak manager bisa menjadi bos di sini, tapi jika bapak menyalah gunakan wewenang di sini maka bapak akan berhadapan dengan keluarga Sudirman"


"Apa, saya dia angkat menjadi bos?" tanya pak manager yang masih kaget.


"Iya, sekarang kamu ke meja No 18 dan suruh Natasya menemani pak Bambang makan bersama dan layani Natasya dengan baik"


"Ah baik pak, kalau begitu saya permisi dulu"


Pak manager segera pergi dan memanggil Shila, Ray dan pak bos lanjut membahas persoalan pemindahan restoran

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2