
"Kenapa Mama bertingkah aneh dari tadi?" tanya Rangga curiga.
"Aneh kenapa?" sahut Melisa acuh tak acuh.
"Mama dari tadi senyam-senyum sendiri tidak jelas. Pasti Mama ada sesuatu ni," tiduh Rangga.
"Kamu ini ganggu mood Mama saja. Sana lanjut makan, kalau tidak mau makan lagi sana pergi," usir Melisa.
Rangga tidak menjawab perkataan Melisa lagi. Dia lanjut makan dengan mata tidak lepas dari sang mama. Dia belum menyelesaikan sarapan paginya.
"Betul apa yang dikatakan sama Rangga Ma. Chacha juga merasa jika Mama sedikit aneh malam ini," sambung Natasya.
"Perasaan... Mama setiap waktu aneh, bukan hanya malam ini saja," potong Rangga.
"Rangga!" tegur Melisa menekan nada suara.
"Iya Ma, iya. Rangga yang salah lagi dan salah lagi and salah lagi," ucap Rangga dengan bernada.
"Jadi kenapa dari tadi Mama tersenyum-senyum terus?" tanya Yongki tidak kalah penasaran dengan tingkah mamanya.
Yongki ada suatu firasat dengan mood sang mama. Dia menebak jika mamanya punya suatu rencana, belum pernah Melisa melayani Yongki dan Natasya berlebihan seperti malam itu.
"Tidak kok, Mama tidak apa-apa."
"...."
Mereka diam tidak menjawab perkataan Melisa. Mereka semakin curiga.
"Jadi, apa Mama tidak boleh bahagia?" sambung Melisa karena tidak ada respon.
"Bukan begitu Ma. Yongki hanya penasaran saja apa yang membuat Mama sesenang itu," balas Yongki.
"Oh itu, Mama ada kabar bahagia untuk kamu dan Chacha," sahut Melisa.
"Kabar bahagia?" tanya Yongki dan Natasya berbarengan.
"Mama dan Papa sudah berdiskusi berdua. Mama dan Papa sudah memutuskan kalian bisa pindah ke rumah kalian sendiri. Kalian pasti ingin menghabiskan waktu berdua. Dulu Mama yang tidak peka dengan masa pengantin baru kalian. Yah… walaupun sudah telat, kalian masih bisa menikmati masa pengantin baru," ujar Melisa.
"Uhuk… uhuk… uhuk…."
__ADS_1
Yongki dan Tasya terbatuk mendengar pernyataan Melisa. Mereka sangat terkejut dan kaget. Mereka tidak pernah berpikir jika Melisa mau mengizinkan mereka pindah. Apalagi alasan Melisa tentang pengantin baru yang membuat mereka malu sendiri. Mereka sudah bukan pengantin baru lagi. Usia pernikahan mereka sudah berjalan beberapa bulan.
Tidak jauh beda dengan reaksi Yongki dan Natasya, Rangga juga ikut terkejut. Rangga yang sedang makan tersedak makanan. Dia berusaha memukul dadanya agar makanan turun. Setelah itu, dia buru-buru minum air.
"Sayang, kamu tidak apa-apa?" tanya Melisa khawatir.
Disela batuk, Yongki dengan cepat mengambil dan menyodorkan sebuah gelas kepada Natasya. Natasya menyambut gelas itu dan langsung minum.
"Kalau makan pelan-pelan dong. Kenapa kalian bisa batuk sih," ujar Melisa tanpa bersalah.
"Kami terbatuk gara-gara omongan Mama," sahut Yongki.
"Kok, salah Mama?"
"Habis Mama bilang pengantin baru. Kami sudah menikah beberapa bulan Ma."
"Bagi Mama kalian masih pengantin baru."
"Ma, sudah," lerai Natasha yang tersipu malu.
"Iya sayang," balas Melisa.
"Kan dulu kamu minta izin untuk tinggal di rumah sendiri. Sekarang Mama akan memberikan izin keoada kalian."
"Kenapa Mama sekarang berubah pikiran?" tanya Yongki curiga.
"Itu…." Melisa memutar otak untuk mencari alasan. Dia tidak menyangka jika Yongki akan bertanya alasan dia berubah pikiran. Melisa pikir Natasya dan Yongki akan langsung setuju. Melisa tidak mau jika rencana dia agar cepat punya cucu diketahui oleh mereka.
"Jadi kalian tidak mau pindah? Kalau tidak mau, ya sudah," sahut Melisa bersikap biasa dan melupakan perkataan dia tadi.
"Yongki sih senang-senang saja jika Papa dan Mama mengizinkan kami pindah. Yongki hanya ingin tahu saja kenapa Mama berubah pikiran."
"Kalau kamu mau pindah ya pindah saja. Tidak perlu tanya-tanya. Bisa-bisa nanti Mama berubah pikiran lagi."
"Mama yakin mengizinkan kami pindah, Ma?" tanya Natasya ikut ambil suara.
"Iya sayang. Kalian itu butuh waktu untuk berduaan. Selama ini kalian sibuk dengan aktivitas masing-masing. Kamu sibuk kuliah, sedangkan Mas Yongki sibuk kerja di kantor. Kalian hanya punya waktu sedikit untuk berdua. Apalagi jika di rumah kalian sering bersama keluarga. Nanti kapan kalian…." ucapan Melisa terputus. Melisa memukul bibirnya sebentar karena hampir saja keceplosan mengatakan keinginannya.
"Kapan apa, Ma?" tanya Natasha heran.
__ADS_1
"Ya… kapan kalian ada suasana romantis jika jarang bersama. Sudahlah, jadi kalian mau pindah atau tidak?" kata Melisa berdalih.
"Yongki mau saja Ma, jika Papa dan Mama sudah mengizinkan kami pindah," sahut Yongki.
"Jadi, kapan kalian akan pindah?" tanya Melisa tidak sabaran.
"Mama mau mengusir Mas Yongki sama Natasya ya," potong Rangga yang terus menyimak dari tadi.
"Kenapa kamu bertanya seperti itu?" sewot Melisa menatap Rangga tajam.
"Rangga hanya heran saja Ma, Mama bertanya seakan-akan Mama ingin segera mengusir Natasya dan Mas Yongki dari rumah ini dibanding mengizinkan mereka pindah," terang Rangga.
"Kamu ini ya," ujar Melisa yang ingin memukul Rangga.
Rangga segera mengambil langkah seribu sebelum tangan Melisa mencapainya. Dia sudah selesai makan. Walaupun penasaran tapi dia lebih memilih untuk menyelamatkan diri sendiri daripada kena jeweran tangan manis sang mama.
"Anak itu ya. Tingkahnya masih saja seperti itu. Mama heran, kenapa kamu betah bermain sama anak yang tidak becus itu, sayang," ujar Melisa duduk kembali.
"Kalau Chacha bukan teman Rangga, mungkin Chacha tidak akan pernah bertemu dengan Mas Yongki, Papa dan Mama," balas Natasya lembut menatap mereka satu persatu.
Yongki yang mendengar perkataan Natasya tangannya reflek mengelus rambut Natasya dengan pelan dan lembut. Yongki tidak tahu bagaimana mereka akan bersatu jika tidak ada Rangga.
"Syukur deh kalau anak itu ada gunanya juga. Memang benar jika tidak ada anak itu kamu belum tentu menjadi menantu kesayangan Mama," kata Melisa antara mengejek dan bangga kepada Rangga.
"Jadi, kalian kapan ingin pindah?" kata Hartato meluruskan kembali ke topik utama.
"Mungkin sekitar dua minggu lagi Pa. Minggu depan Yongki ada proyek ke luar kota, jadi tidak mungkin jika Natasya akan tinggal sendiri di rumah kami. Bagaimana menurut kamu, Cha?"
"Chacha terserah Mas saja. Mana yang lebih baik," balas Natasya.
"Ya sudah jika itu keputusan kalian. Nanti Mama akan bantu-bantu bereskan barang-barang kalian," kata Melisa menutup keputusan kepindahan Yongki dan Natasya.
Bersambung….
Adakah yang masih kangen sama cerita saya ini? Maaf jika up nya super lambat. Semoga kalian masih menunggu cerita ini sampai tamat. Rencana novel ini tidak akan panjang. Sekitar 20 bab lagi tamat.
Terus berikan dukungannya agar semakin giat up. Walaupun sekedar next, up, lanjut saja.
Terima kasih banyak.
__ADS_1