Diburu Nikah

Diburu Nikah
Bab 34. Memilih


__ADS_3

Setelah sampai di depan kontrakan Natasya. Mereka bertiga dengan semangat menarik Natasya. Mungkin jika ada pintu ajaib mereka lebih memilih pintu itu sejak dari mall.


"Natasya ayo cepat buka," suruh Aura.


"Gimana aku bisa buka, jika kalian berdua memegang kedua tangan aku," jawab Natasya.


Aura dan Angel segera melepaskan tangan Natasya tanpa rasa bersalah. Natasya segera mengambil kunci kontrakannya.


Natasya ingin membuka pintu tapi sudah keburu di rebut sama Angel. Angel segera membuka pintu dengan tidak saabr. Mereka bertiga segera masuk ke dalam dan meninggalkan Natasya di luar sendiri.


"Natasya ayo masuk, kenapa kamu masih di liar," ujar Aura.


Mereka memperlakukan Natasya, seolah Natasya adalah tamu dan mereka adalah tuan rumah.


"Yang jadi tuan rumah di sini siap sih," ketus Natasya.


Mereka bertiga cengar cengir tidak jelas.


"Tapi di mana gaun gaunnya, bahkan lemari saja tidak ada," ucap Melati.


Walaupun Melati dulu sudah pernah masuk dia tidak memperhatikan dengan detail.


"Kenapa kontrakan kamu jadi berubah begini," ujar Aura lagi.


Angel dan Aura melihat isi kontrakan Natasya yang sudah sangat berubah. Kontrakan Natasya dulunya tidak semewah ini.


"Ini semua kerjaan Mama Rangga, setelah aku pulang dari rumah Rangga saat sakit kemarin, kamarnya sudah berubah begini," sahut Natasya.


"Jika kalian ingin lihat gaunnya ada di dalam pintu itu, kalian buka aja, kuncinya ada di bawah pot bunga itu, aku akan buatkan minuman dulu buat kalian," setelah berkata begitu Natasya segera ke bagian dapur.


Aura langsung mengambil kuncinya dengan semangat.


Mereka bertiga memasuki ruangan tersebut. Mereka bertiga berdecak kagum melihat isi ruangan itu. Tanpa permisi dan tau malu mereka membuka setiap laci dan lemari yang ada di situ.


Mereka bisa melihat koleksi perhiasan, jam, gaun, sepatu, tas dan lainnya yang masih baru, bahkan masih ada label merk dan harga.


"Kalau ini namanya bukan lagi kamar, sudah jadi butik," ucap Angel tidak percaya.


"Gila, pantesan aja kita cari gaun terbaru sudah habis, semua keluaran terbaru sudah ada di sini, bener dugaan aku kalau Tante Melisa sudah memborong semua gaunnya," ucap Aura.


"Hei lihat, ini kayaknya baju yang mau di pakai sama Natasya saat perpisahan deh," seru Melati.


Mereka berdua mendekati Melati yang lagi melihat baju di sebuah patung manekin lengkap dengan tas, sepatu dan aksesoris lainnya.

__ADS_1


Mereka mulai melihat dengan teliti baju tersebut.


"Gaun ini memang bagus sih, tapi ini bukan yang paling mahal, ini harganya standar saja, yang mahal padahal yang warna baby pink yang ada di dalam lemari tadi," komen Aura.


Melati dan Angel yang tidak tau harga jika tidak melihat dari labelnya. Mereka langsung melihat harga baju itu dan membandingkan sama baju yang baby pink.


"Mungkin gaun ini dipilih karena lebih cocok sama kalung dan gelang yang di pakai sama Natasya, coba kalian perhatikan, di sini yang tidak ada hanya kalung dan gelang saja," Melati mencoba menebak saja.


"Bisa jadi sih," jawab mereka berdua.


"Gimana udah lihat lihatnya," ujar Natasya yang baru datang.


"Natasya boleh pinjam satuuu... aja, buat malam perpisahan, kamu kan tau kita belum dapat satu gaun pun," minta Aura dengan penuh harap.


Natasya melihat mereka bertiga yang berbinar.


"Kalian boleh pilih, masing masing satu ya buat kalian," kata Natasya.


"Benerkah?" tanya mereka memastikan lagi.


"Iya," jawab Natasya malas.


Mereka kalau ada maunya sudah seperti anak kucing minta dipungut saja.


"Tidak usah dikembalikan, buat kalian simpan aja, aku rasa Mama Melisa tidak akan marah, lagian sampai tahun depan belum tentu habis aku pakai," jawab Natasya.


"Kamu memang sahabat terbaik kami," ujar mereka bertiga sambil memeluk Natasya.


"Udah ah lepas, gerah tau," protes Natasya.


Mereka bertiga melepaskan pelukannya. Setelahnya Natasya segera ke arah sebuah lemari, Natasya mengambil gaun baby pink, gaun termahal yang dia miliki.


"Angel, coba kamu coba yang ini, gaun ini kayaknya sangat cocok buat kamu," suruh Natasya.


"Kamu serius Natasya," ujar Angel tidak percaya.


"Iya, ini silahkan di coba, lagian kamu juga pacarnya Rangga, artinya calon menantu Mama Melisa juga, jadi tidak masalah jika kamu yang pakai baju ini. Kamu kan sangat suka warna pink sedangkan aku tidak suka warna pink," sahut Natasya.


Angel yang mendengarnya merasa sangat senang, kapan dia bisa pakai baju semahal begini. Walaupun dia orang berada juga, dia terlalu sayang sama uang untuk harga sebuah gaun yang setinggi langit.


Angel segera mengambil dan menggantikan bajunya.


"Natasya buat kami mana," protes Aura.

__ADS_1


"Kalian pilih aja sendiri, kecuali baju yang ada di manekin ya, soalnya Mama Rangga ingin aku pakai yang itu," kata Natasya.


"Siap bos," salam hormat Aura dan Melati.


Mereka segera mencari baju yang sesuai dengan selera mereka. Sedangkan Natasya segera pergi kebagian perhiasan. Natasya segera mengambil satu set perhiasan yang pernah Mama Melisa beli barengan sama kalung yang dipakai Natasya.


Angel sudah memakai baju baby pink tersebut. Aura dan Melati juga sudah siap memilih gaun mereka. Aura memilih warna hijau dan Melati warna ungu.


"Natasya aku pilih gaun hijau yang ini ya," ujar Aura yang sudah siap memakai gaun warna hijau.


"Iya boleh, Angel coba kamu pakai perhiasan ini, perhiasan ini cocok sekali sama gaun yang kamu pakai, sama sama baby pink," suruh Natasya lagi.


"Kenapa hanya Angel saja yang di kasih, sedangkan kami tidak," protes Aura lagi.


"Apa karena Angel akan jadi saudara ipar kamu ya," tambah melati.


Natasya menghela nafas kasar, Aura jika tentang fashion gini baru protes tidak adil.


"Sana kalian pilih sendiri aja," ujar Natasya akhirnya.


"Bener ni," ucap Aurat berbinar.


"Iya."


"Tidak di kembalikan lagi kan sama seperti gaunnya," tambah Aura.


Ini yang dinamakan kasih hati minta jantung.


"Iya ya," jawab Natasya malas.


Aura segera berlari mencari perhiasan yang cocok. Padahal kalau tidak lagi juga bisa, kan ruangan ini tidak luas.


"Apa tidak apa apa Natasya? kamu sudah memberikan kami gaun, sekarang malah perhiasan," tanya Melati yang sungkan.


"Tidak apa apa kok, lagian aku yakin, besok Mama Rangga akan beli yang baru lagi jika ada barang baru yang masuk. Aku larang beli Mama Rangga tetap beli juga, dan Mama Rangga juga bukan orang pelit, daripada jadi barang simpenan mending kalian pakai aja," jawab Natasya simple.


"Melati kami juga sana pilih perhiasannya, sekalian kalian bisa ambil tasnya juga, tapi kalau untuk sepatunya kalian harus beli sendiri, karena ukuran kaki aku yang paling kecil diantara kita, kalian pasti tidak muat," tambah Natasya.


"Baiklah Natasya," Melati juga menyusul Aura.


Natasya segera menyerahkan perhiasan yang dia pegang buat Angel. Angel memakainya di bantu sama Natasya.


"Tuh kan cocok," kata Natasya.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2