
"Selamat malam Ayah, selamat malam sayang," setelah menyapa Bambang Melisa langsung memeluk dan mencium Natasya.
"Malam juga Ma," balas Natasya.
"Ayah, Melisa pinjam Cha Cha ya, Melisa mau kenalkan Cha Cha sama teman teman Melisa, Melisa juga mau pamer kalau Melisa sudah punya calon menantu," kata Melisa dengan jujur.
'Tuhkan bener perkiraan aku, mana Rangga tidak mau bantu lagi.'
Bambang yang merasa cukup memperkenalkan Natasya ke patnernya tidak masalah Melisa membawa Natasya. Yang menjadi masalah adlah Natasya sendiri, Natasya ini bukan barang antik yang perlu dipamerkan.
"Ayo sayang ikut Mama," ujar Melisa.
Melisa segera mengandeng Natasya ke arah teman temannya yang juga ikut hadir. Natasya menurut saja, dia berharap agar segera bisa menemukan waktu untuk kabur.
"Permisi semuanya," Melisa segera mengajak Natasya duduk di sampingnya.
"Siapa ini Sis?" tanya teman Melisa.
"Ini calon menantu aku, calonnya Yongki, gimana cantik kan," kata Melisa bangga.
Jika dulu Melisa hanya bisa diam saja saat teman temannya sedang memamerkan menantu bahkan cucu mereka, kini Melisa juga bisa melakukannya. Melisa hari ini merasa sangat senang bisa memperkenalkan Natasya kepada teman temannya.
"Cantik Sis," jawab beberapa orang seadanya.
"Jadi ini gadis yang menjadi buronan wartawan kemarin, pantes aja keluarga Sis menyembunyikan, cantik gini," tambah teman yang lain.
Melisa bangga teman temannya memuji betapa cantiknya Natasya.
"Kami tidak mau para wartawan tau siapa yang akan menjadi calon menantu kami, kami mau rahasiakan dulu sampai mereka menikah," jawab Melisa.
"Jadi ini yang namanya Natasya, Angel sering cerita tentang kamu, Tante ini Mama Angel," Donita memperkenalkan diri pada Natasya.
"Iya Tante."
"Bukankah anaknya Sis hari ini yang ikut malam kelulusan ya?" tanya teman Melisa yang lain.
"Iya, anak saya malam ini malam kelulusannya," jawab Donita.
__ADS_1
"Tapi kenapa bisa kenal sama calonnya Yongki?" sambung bertanya lagi.
"Natasya sama Angel itu memang temanan, mereka satu kelas," kini Melisa yang menjawab.
Natasya lebih memilih diam daripada ikut ngobrol sama Ibu Ibu sosialita ini.
"Berati dia masih sangat muda dong Sis, apa tidak kasihan Yongki anak Sis disandingkan sama dia, padahal Yongki sudah sangat matang, nanti Sis harus menunggu beberapa tahun lagi agar mereka bisa menikah, lebih baik cari saja yang seusia Yongki saja," kata Ibu itu memanasi Melisa.
Ibu itu ingin anaknya dijodohkan sama Yongki tapi Yongki malah tidak pernah melirik anaknya. Padahal anaknya itu bekerja satu kantor.
"Kan tidak apa apa mereka menikah muda, nanti Natasya bisa kuliah setelah menikah, iyakan sayang?" tanya Melisa meminta pendapat Natasya.
Natasya hanya mengiyakan pertanyaan Melisa. Melisa senang Natasya mengangguk.
"Nanti repot lho Sis, dia kan masih anak anak, belum dewasa, bagaimana dia bisa mengurus rumah tangga dan suaminya nanti," sambung Ibu itu lagi.
"Nak Cha Cha memang masih muda, tapi dia sudah dewasa. Dia sudah pandai mengurus rumah, dia tinggal sendiri di tempat tinggalnya. Lagian Nak Cha Cha ini juga seorang koki, dia sangat pandai masak. Pasti Yongki tidak akan kelaparan dan tidak makan makan siap saji terus karena istrinya tidak pandai masak," ujar Melisa sambil menyindir balik.
Melisa tadi memegang tangan Natasya, dia ingin calon anak menantunya tidak tersinggung sama omongan temannya. Melisa tidak tinggal diam saat Natasya disindir, dia juga membalas sindir balik anaknya yang hanya bisa berdandan saja.
"Jadi dia seorang Koki, sudah berapa cabang restorannya, pasti hebat sekali semuda ini sudah tinggal terpisah sama orangtua?"
"Natasya tinggal sendiri karena dia seorang yatim piatu, dan dia bekerja sebagai karyawan bukan pemilik restoran," jelas Melisa.
Melisa tidak mau menyembunyikan status Natasya yang sekarang karena kedepan semua juga akan tau. Jadi biar saja semua orang tau status Natasya yang sekarang. Nanti Melisa dan keluarganya bisa mengangkat status Natasya, biar tidak ada yang menindas calon anak menantunya lagi.
"Ya ampun, ternyata selain miskin ternyata juga yatim piatu, adu Sis ini bagaimana sih, masak pilih calon menantu model begini. Pantes aja dia tinggal sendiri, takutnya dia menjadi anak yang nakal Sis. Mending Yongki sama anak saya saja, sudah jelas status dan juga anak baik baik."
Andai bukan di tempat umum, Melisa sudah membalikkan meja. Beraninya temannya ini menghina calon anak menantunya. Natasya jauh berkali kali lipat lebih baik dari pada anak temannya ini.
"Sudah dong Sis, jangan begitu. Semua orang berhak memilih siapa yang dia suka. Kita tidak bisa memilih siapa yang kita cintai," lerai Donita yang melihat Melisa mau melahap temannya itu.
Ibu itu tadi ingin menyaut lagi, tapi pas melihat mata Melisa yang sudah melotot dia tajam, nyalinya jadi menciut. Dia tidak mau membuat Melisa marah, bisa berakibat tidak baik sama keluarganya.
***
"Yongki kamu tidak mau membebaskan Nak Cha Cha dari Mamamu, kasihan Nak Cha Cha, dari tadi dia terus bersama Ayah dan juga Mama. Dia pasti juga ingin bersenang senang dengan teman temannya. Sana kamu jemput dia dan bawa ke teman temannya. Kalau kamu yang ambil pasti Mama kamu tidak keberatan," ujar Hartato kasihan sama Natasya.
__ADS_1
Setelah mendengar perkataan sang Papa, Yongki segera berjalan ke arah Mama.
"Permisi semuanya," sapa Yongki basa basi.
Ibu ibu yang melihat Yongki ikut terpana akan ketampanan Yongki. Walaupun mereka sudah tua boleh dong melihat asupan begini.
"Ma, apa Yongki boleh pinjam Natasya, Yongki mau memperkenalkan dia ke teman Yongki," pinta Yongki.
Yongki memberi kode kepada Natasya agar mau nurut.
"Ah silahkan, kalian memang butuh waktu untuk berdua, Mama sampai lupa sama kamu sangking senangnya," ujar Melisa yang sudah kembali moodnya melihat anaknya mau mengajak Natasya.
Natasya segera meraih tangan Yongki. Sudah dari tadi dia menunggu saat seperti ini. Akhirnya Natasya bisa bebas juga.
Saat menuju teman temannya Natasya berpaspasan sama teman Yongki yang tidak dia kenal.
"Jadi ini calon istri kamu, cantik sekali, kamu tega sekali tidak mengenalkan dia ke aku, padahal aku adalah teman terbaikmu. Perkenalkan saya Putra teman akrabnya Yongki," ujar putra pada Yongki, setelahnya dia beralih ke Natasya karena Yongki mengabaikannya.
Putra adalah satu satunya teman Yongki yang paling betah sama Yongki. Banyak orang yang tidak betah sama sikap dinginnya Yongki.
Belum Natasya mengangkat tangan, Yongki sudah menepiskan tangan putra. Putra segera mengusap tangannya yang sakit di tepuk sama Yongki.
"Tidak usah sok modus kamu."
Setelah berkata begitu Yongki segera membawa Natasya ke arah teman temannya. Natasya masih mengandeng Yongki.
"Cie yang lagi mesranya pakai gandengan tangan," goda Aura.
Natasya yang menyadari masih mengandeng Yongki seogere melepaskannya. Tadi dia segaja mengandeng Mas Yongki biar bisa cepat kabur dari Mama Melisa.
"Kenapa masih malu malu begitu," tambah Aura lagi.
Natasya semakin malu sama ucapan Aura. Pengen rasanya memasukkan Aura kedalam karung.
"Mas ke teman Mas dulu ya," pamit Yongki.
"Iya, terima kasih," balas Natasya.
__ADS_1
Yongki segera kembali ke tempat semula.
Bersambung....