Diburu Nikah

Diburu Nikah
Bab 50. Flashback Part 3


__ADS_3

Yongki semakin hari semakin betah di kantor. Dia menyibukkan diri dengan pekerjaan untuk meluapkan emosinya. Dia kali ini bertekad akan bersungguh melupakan Natasya. Yongki akan pergi pagi sekali dan pulang larut. Semua keluarga Yongki cemas dan memperingati Yongki agar tidak lupa istirahat, tapi Yongki mengabaikan semua peringatan itu.


Mau dikata apa, jika takdir sudah berkata jodoh. Yongki kembali bertemu dengan Natasya di sebuah restoran saat dia sedang makan siang dengan klien. Yongki yang sudah terlanjur cocok sama makanan buatan Natasya sering mampir atau memesan makanan dari situ.


Yongki tidak pernah menyapa Natasya lagi karena Natasya yang begitu cuek sama kehadiran Yongki. Yongki yang bersikap dingin juga tidak pernah menyapa Natasya.


***


Hingga Pada suatu hari saat Yongki sedang makan siang bersama keluarganya, dia terkejut melihat Natasya dan teman Rangga yang satu lagi juga ikut bergabung sama mereka. Dia berusaha bersikap sebiasa mungkin, tapi di saat Natasya bersandar di bahunya dia membeku saking terkejutnya. 


Dia tidak menduga jika Natasya akan menempel padanya seperti ini. Yongki yang sedikit merasa risih karena kedekatannya dengan Natasya, dia  bisa mendengar suara jantungnya yang berdegup kencang. Yongki mencoba membangunkan Natasya dari bahunya. 


Tapi dia semakin kaget dengan keberanian Natasya yang memeluknya, dia kembali membeku dan meneguk air liurnya. Dia berusaha melepaskan pelukan Natasya, tapi saat Natasya melihat ke arahnya dia bisa merasakan nafas Natasya yang begitu panas. Yongki segera memegang dahi Natasya, ternyata Natasya memang dalam keadaan tidak sehat.


"Kamu demam," kata Yongki lagi.


"Natasya tidak sakit kok," jawab Natasya.


Yongki hanya menatap Natasya yang melepaskan pelukannya dan ingin meraih es krim pesanan dia. Tapi saat Melisa mencegah Natasya makan es krim, Natasha kembali memeluk Yongki lebih erat. 


Yongki bisa merasakan jantungnya seperti sedang naik roller coaster saat ini. Jantungnya berdetak tidak karuan karena ulah Natasya. Natasha menangis di dalam pelukan Yongki, Yongki yang sudah bisa menguasai rasa terkejutnya segera mengelus rambut Natasya dan membujuk Natasya agar berhenti menangis. 


Mereka akhirnya memutuskan untuk pulang dan membawa Natasya serta pulang ke rumah. Yongki membawa Natasya seperti sedang membawa koala. Melisa menyuruh Yongki meletakkan Natasya di kursi bagian belakang bersama dia suaminya. Sedangkan Yongki dan Rangga duduk di depan. 


***

__ADS_1


Ketika sampai di rumah Rangga dengan tanpa permisi menggendong Natasya di depan dan segera masuk ke dalam rumah. Rangga menganggap bahwa Natasya adalah temannya maka dia yang bertanggung jawab membawa Natasya.


Yongki melihat kepergian Rangga dengan tatapan tajam dan mengepalkan tangannya. Dia merasa cemburu melihat adiknya menggendong Natasya. Dia tidak rela dan menerima jika Rangga menyentuh Natasya. Yongki segera menyusun semuanya yang masuk ke dalam rumah dengan rasa cemburu berat. 


***


Setelah berpakaian rapi Yongki berencana ingin melihat keadaan Natasya, tapi niatnya diurungkan karena melihat Mamanya sedang ada di dalam kamar. Dia tidak mungkin melihat Natasha jika ada Mamanya ada, nanti Mamanya akan bertanya yang macam-macam. Yongki memutuskan untuk pergi dari sana. 


***


Pada Sore harinya mereka berempat ditambah dengan sang Kakek duduk di ruang santai. Yongki hanya mendengar percakapan antara Rangga dan Mamanya tentang Natasya. Mamanya begitu antusias mendengar tentang Natasya. Yongki memasangkan telinganya baik-baik mendengarkan apa yang Rangga dan Mamanya bicarakan. 


Tapi saat mendengar Mamanya mengatakan bahwa Mamanya akan menjodohkan dia dengan Natasya dia terkejut sampai terbatuk dengan air yang sedanh dia minum. Dia tidak menduga jika Mamanya akan menjodohkannya dengan Natasha. Yongki ingin membantah perkataan Mamanya karena dia tidak mungkin menerimanya secara langsung, harus ada tarik ulurnya biar yang lain tidak curiga jika dia sudah mencintai Natasya, malu dong.


Perkataan Yongki terpotong karena Natasya sudah turun dan mendekati ke arah mereka, Yongki bisa melihat betapa manjanya Natasya sama Kakek mereka. Yongki juga ingin Natasya bermanja seperti itu sama dia. Yongki kembali cemburu dengan sang Kakek.


"Kenapa kalian semua jadi belain Natasya semua, jangan bilang kalian serius mau jodohin Natasya sama Mas Yongki," ujar Rangga.


Yongki mencubit Rangga saat mengatakan katakan demikian. Respon Melisa begitu antusias mendengar perkataan Rangga, dia jadi keingat niatnya tadi. Yongki ingin kembali menyela, tapi Mama dengan berkata akan menjodohkan mereka, usulan itu juga didukung oleh Papa dan Kakek. Mereka membahas perjodohan itu tanpa mengajak ikut serta Yongki dan Natasya yang kembali tertidur lelap. Di dalam hati Yongki merasa senang jika dia bisa dijodohkan sama Natasha. Yongki bingung memberikan jempol buat sang Mama.


***


Yongki begitu kaget melihat berapa banyaknya uang yang dihabiskan Mamanya untuk membeli barang buat Natasha. Dia tidak menyangka jika Mamanya akan segitu loyal itu sama Natasya. Yongki tidak masalah berapa banyak uang yang dihabiskan buat keperluan Natasya, tapi Yongki yakin jika semua barang yang dibeli hanya keinginan sang Mama, bukan Natasya. 


Biasanya uang Yongki hanya dihabiskan oleh Mamanya saja. Sekarang Yongki merasa semangat untuk mencari uang buat masa depan mereka.

__ADS_1


***


Yongki yang sedang bicara dengan teman dan klien jadi terhenti saat mendengar pernyataan Bambang. Dia segera naik ke atas panggung, dia tidak menduga akan bertunangan dengan secepat ini dengan Natasya. 


Yongki bisa merasakan jika Natasya begitu gemetaran. Dia berusaha menahan tubuh Natasya agar tidak jatuh. Yongki segera mengajak Natasya ke arah belakang panggung, karena dia tahu jika Natasya sudah gemeteran sampai kaki dia lemas, tanpa dia sangka jika Natasya langsung pingsan. Pasti Natasya terlalu shock.


Setelah pertunangan itu Yongki segera menyuruh Putra mencari tempat yang bagus untuk bulan madu mereka. Soalnya dia ingin menyiapkan tempat yang istimewa. Apalagi Melisa ingin mereka segera menikah.


Putra dengan antusias membantu temannya itu. Kapan lagi dia bisa melihat Yongki dengan hidup penuh bergairah begini. Biasanya Yongki hanya bersikap dingin dan datar. Sekarang di sekeliling Yongki dia bisa merasakan suasana hangat. 


Dari beberapa pilihan yang diajukan sama Putra, Yongki lebih memilih tempat di daerah terpencil dengan suasana yang damai dan laut yang masih bersih dan bebas dari polusi. 


Kesibukannya Yongki dalam mengurus semua persiapan kejutannya buat Natasya sampai melupakan Natasya sendiri. Ditambah lagi dia sengaja mengurus semua bisnis dengan secepat mungkin dan merubah segala jadwal yang ada. Dia ingin mengambil cuti selama 7 hari penuh buat bulan madu mereka. Dia tidak mau bulan madu mereka diganggu oleh hal sekecil apapun.


Yongki juga menyuruh Putra untuk mencarikan sebuah tempat tinggal yang bagus. Yongki menyuruh Putra mencari perumahan yang memiliki halaman yang luas yang bisa diajak bermain anak-anak mereka nanti saat besar.


Putra yang mendengarnya hanya menggeleng-gelengkan kepala, dia tidak menyangka jika Bosnya yang dingin akan berpikiran sejauh itu. Padahal mereka belum menikah tapi Yongki sudah memikirkan anak dia yang tumbuh besar.


Pada hari pernikahan Yongki kembali terkejut dengan menghilangnya Natasya. Dia tidak menduga jika Natasya akan kabur. Dia tahu kalau selama ini jika Natasya mengharapkan mereka untuk saling mengenal terlebih dahulu. Yongki yang sengaja ingin menyiapkan kejutan buat Natasya tidak punya waktu untuk mereka berdua. Dia tidak mau jika kejutannya gagal, apalagi gagal menikah.


Yongki mencari Natasha ke seluruh penjuru gedung. Saat melihat ada pintu tangga darurat terbuka, entah kenapa hati Yongki menyuruhnya ke situ. Ternyata hati Yongki berkata benar,  Natasya ada di tangga darurat. Yongki segera mendekati Natasya, Yongki tidak menyangka jika Natasya akan memintanya untuk membatalkan pernikahan mereka.   


Yongki meminta penjelasan kepada Natasya kenapa membatalkan pernikahan mereka. Dia bersyukur jika ternyata Natasya tidak menolak pernikahan itu, dia hanya ragu dengan cinta Yongki saja. Karena tidak memiliki pilihan lagi, Yongki menceritakan apa yang sebenarnya dia rasakan kepada Natasya. Dia tidak mau Natasya kembali salah paham dan membahagiakan pernikahan mereka. 


Yongki menghela nafas saat Natasya mengatakan ingin melanjutkan pernikahan mereka setelah mendengar penjelasan dari Yongki. Yongki segera menggendong Natasya dan membawanya ke tempat acara yang sudah satu jam tertunda.

__ADS_1


Bersambung….


__ADS_2