Diburu Nikah

Diburu Nikah
Bab 52. Berangkat


__ADS_3

'Siapa cewek ini.' 


Herrry mengernyitkan alisnya, gadis yang ada di depannya ini tidak asing bagi dia tapi Herry lupa pernah bertemu di mana. 


"Jangan bilang kalau kamu sudah lupa sama aku?" 


Herry masih dalam mode berpikir.


"Aku ini Safira, teman kamu waktu masa kecil. Kita sering main bersama," kata Safira dengan senang dan bersemangat.


Safira segera memeluk Herry dengan erat. Dia senang bisa berjumpa lagi dengan Herry. Herry masih memproses siapa gadis yang memeluknya. Herry tidak menolak atau menerima pelukan itu. 


Melati yang melihatnya jadi cemburu.


"Apakah kamu masih tidak?" 


Safira melepaskan pelukannya dari Herry karena Herry tidak merespon. Safira memutarkan matanya melihat ingatan Herry yang super lamban. 


"Helikopter," kata Safira datar. 


"Jadi kamu itu si gendut," teriak Herry keras.


Kali ini Herrry sudah bisa mengingat siapa gadis yang memeluknya tadi. Karena hanya Safira yang selalu memanggil dia helikopter dan Herry selalu memanggil Safira si gendut. 


Rangga dan lainnya takjub dengan Herry yang dengan lantang memanggil seseorang gadis gendut dengan suara keras. 


"Kenapa kamu masih manggil aku gendut sih. Sekarang aku sudah jadi gadis yang cantik dan langsing," kata Safira sambil mengibaskan rambutnya.


Wajar saja jika Herry tidak lagi mengenal Safira. Safira dukuya adalah gadis yang montok dengan pipi yang penuh. 


"Jadi beneran kamu ini si gendut?" tanya Herry lagi.


"Kenapa kamu masih manggil aku si gendut," protes Safira cemberut.


Herry tertawa melihat Safira yang Cemberut. 


"Maaf maaf, aku tidak akan memang kamu si gendut lagi. Sekarang kamu sudah langsing begini, kamu sangat cantik," puji Herry. 


Melati yang mendengar Herry memuji cewek yang di depannya dia jadi semakin cemburu. Melati segera meninggalkan mereka semua. Melati tidak sanggup jika harus melihat Herry terus bermesraan sama Safira.


"Melati tunggu," panggil Angel yang melihat Melati langsung pergi tanpa pamit.


Aura juga menyusul Melati. Merekabtau jika selama ini melati juga suka sama Herry. Tapi karena Bimo kakak sepupunnya yang keras kepala Melati mengalah. 


Herry menatap tidak mengerti kenapa mereka pergi tiba-tiba. 


"Kenapa mereka pergi?" tanya Heri kepada Bimo, Dimas dan Rangga.

__ADS_1


Rangga dan Dimas tersenyum berkedut mendengar pertanyaan Herry. Ingin sekali rasanya mereka melempar Herry ke kolam renang. Bagaimana bisa Herry mengatakan begitu saja jika cewek lain lebih cantik di depan orang yang Herry taksir sendiri. 


"Siapa dia?" tanya Bimo pada Herry.


"Aah kenalkan ini namanya Safira, dia adalah…," ucapan Herry terputus sama ucaapn Safira. 


"Kenalkan aku Safira teman kecilnya," kata Safira. 


"Herry, tapi aku tidak pernah melihat dia. Kita sudah berteman dari kecil," ujar Rangga. 


"Aku memang tidak pernah menceritakan Safira sama kamu. Karena bagi aku dia orangnya sangat menyebalkan, bagaimana tidak menyebalkan jika dia sering bully aku. Dia hanya mampir ke rumah aku berapa kali dalam sebulan atau setahun selebihnya tidak ada. Kami juga sudah lama tidak bertemu," terang Herry. 


Safira mencubit pinggang Herry dengan keras. Secaravtidak sengaja Herry sdah menjatuhkan martabat dia.


"Aduuuh… apaan sih." Herry mengaduh kesakitan. 


"Jadi aku ini menyebalkan," kata Safira ngambek. 


"Kamu itu memang menyebalkan saat kecil. Kamu itu selalu mengerjai aku dan merebut apa yang aku pegang," kata Herry.


Buakkk


Safira memukul kepala Herry pakai tas yang dia gunakan.


"Kenapa kamu masih gak peka sampai sekarang sih," kata Safira, setelah berkata seoerti itu Safira meninggalkan Herry dan lainya.


Beberapa langkah Safira berjalan tapi dia kembali lagi.


"Ngomong sama kamu memang bikin aku emosian. Sekarang aku minta nomor HP kamu," pinta Safira. 


Setelah mendaoatkan no Herry, Safira segera meninggalkan mereka. Bimo menatap Herry dengan sangat tajam.


"Kenapa kamu menatapku seperti itu?" tanya Herry oada Bimo.


Bimo tidak menjawab pertanyaan Herry, dia meninggalkan Herry begitu saja. 


"Apaan sih," kata Herry pada angin berlalu. 


Dimas mendekat dan menepuk bahu Herry. 


"Sepertinya perjuangan kamu semakin berat bro," kata Dimas.


Kemudian Dimas berlalu mengikuti langkah Bimo. 


"Apa sih maksudnya?" tanya Herry kepada Rangga. 


"Selamat ya, sepertinya kamu akan semakin jauh dari apa yang kamu inginkan," sambung Rangga.

__ADS_1


Rangga juga mengikuti langkah Dimas. Herry semakin bingung dengan perkataan mereka bertiga. 


"Apa sih yang sebenarnya terjadi. Kenapa mereka aneh begitu, oh ya aku lupa, dari dulu mereka bertiga juga sudah aneh, hanya aku yang normal di sini," kata Herry bangga.


Herry juga mengikuti langkah mereka bertiga, dia tidak mau tinggal sendiri.


***


"Kamu kenapa?" tanya Yongki khawatir melihat Natasya beberapa kali memegang perut.


"Tidak apa-apa, mungkin ini karena aku sudah sangat lapar. Dari tadi siang Mama dan lainnya menyuruh Natasya untuk tidak makan, mereka takut bajunya bisa tidak memuat lagi," kata Natasya.


Yongki menggelengkan kepalanya mendengar perkataan Natasya. Mamanya kalau sudah punya keinginan sangat sulit untuk ditolak. Tapi kali ini mamanya sudah sedikit keterlaluan.


"Kita salaman sama beberapa tamu lagi ya. Setelah itu kita cari makan," ujar Yongki. 


Natasya menganggukkan kepalanya, karena tamu yang antri buat salaman tinggal sedikit lagi.


Setelah bersalaman sama para tamu yang tersisa, Yongki membawa Natasya untuk makan. Yongki tidak tega melihat Natasya yang dari tadi memegang perutnya.


***


Setelah acara selesai Yongki dan Natasya langsung berangkat ke tempat yang sudah disiapkan sama Yongki. Sebelum mereka pergi Melisa memberikan banyak pernah bagi mereka berdua.


"Yongki kamu jaga anak Mama dengan baik. Awas saja jika terjadi sesuatu sama Nak Cha Cha. Kamu yang akan Mama minta pertanggung jawab. Pokoknya Nak Cha Cha harus baik-baik saja setelah pulang. Kecuali jika kalian pulang sudah bertiga tidak apa-apa," kata Melisa. 


Natasya hanya tersenyum mendengar permintaan Melisa pada kalimat terakhirnya. Dia berharap semoga Melisa tidak menuntut dia untuk segera punya anak. 


"Iya Ma, Yongki janji akan menjaga Natasya dengan baik-baik. Apalagi Natasya sudah resmi menjadi istri Yongki, sudah seharusnya jika Yongki selalu menjaga Natasya," jawab Yongki.


"Aduh... Mama rasanya tidak mau berpisah sama kamu Nak Cha Cha. Maam pasti akan rindu sama kamu. Mama rasanya ingin ikut bersama kalian. Tapi Mama tahu jika Mama tidak mungkin ikut kalian pergi bulan madu, Mama tau batasnya," kata Melisa cemberut.


"Kamu yang baik-baik ya di sana. Jika Yongki berbuat jahat sama kamu, kamu jangan lupa segera hubungi Mama ya. Mama pasti akan langsung berangkat ke sana," tambah Melisa. 


"Iya Ma, Natasya janji akan menjaga diri Natasya dengan baik," jawaban Natasya. 


"Kalian di sana juga jangan lupa makan makanan yang sehat supaya kalian bisa segera memberikan Kakek cicit yang banyak," ucap Bambang.


"Kakek, kami ini baru mau pergi bulan madu. Kami ingin menikmati masa pernikahan kami dulu. Jika sudah rejeki nanti pasti akan memiliki anak," jawab Yongki.


"Tapi Kakek ingin segera mengendong cicit." 


"Iya, Mama juga ingin segera menggendong cucu." 


"Sudah sana kalian pergi, jika kalian masih mendengarkan perkataan Mama dan Kakek kalian, kalian tidak akan sampai pada tujuan," suruh Hartato.


Yongki segera membawa Natasya untuk masuk ke dalam mobil. Mobil yang mereka tumpang meninggalkan hotel tempat acara akad dan pernikahan mereka.

__ADS_1


Bersambung….


__ADS_2