
Para undang sudah mulai berdatangan. Bambang dan Melisa membuat acara pernikahan di hotel yang sama saat sekolah Natasya melakukan malam perpisahan.
Natasya di dalam kamar sudah siap di hias. Entah kenapa sekarang dia menjadi ragu. Saat ini dia lagi sendiri di dalam kamar itu. Tanpa pikir panjang lagi Natasya malah lari dan kabur.
Natasya menyelinap diam diam. Dia sedikit kesusahan dengan high hill yang dia pakai. Natasya memilih turun menggunakan tangga. Baru turun satu lantai Natasya malah kesandung karena menginjak gaun yang dia pakai sendiri.
Natasya melihat kakinya yang terasa sakit, sepertinya kaki Natasya keseleo. Natasya mengutuk nasibnya yang sial. Natasya tidak bisa berjalan lagi. Dia memutuskan mencoba mengurut kakinya sendiri supaya merasa lebih enak lagi.
Di dalam kamar semua pada heboh mencari Natasya yang menghilang.
"Yongki gimana ini, kemana Nak Cha Cha, apa dia di culik?" tanya Melisa cemas.
"Yongki juga tidak tau Ma," jawab Yongki.
"Sebaiknya kita berpencar mencari Nak Cha Cha, mungkin saja dia belum jauh dari sini," usul Bambang.
"Iya Rangga setuju, siapa tau Natasya masih ada di hotel ini," sahut Rangga.
Mereka mulai mencari Natasya, para pegawai hotel juga ikut mencari mereka. Tapi mereka menyembunyikan dari para undangan lain.
Mereka mencari ke setiap ruangan, wc dan tempat yang mungkin di datangi sama orang. Pencarian Natasya juga sampai ke lobi hotel dan parkiran.
Yongki tidak sengaja melihat pintu darurat yang terbuka. Yongki membuka pintu itu.
"Uhh."
Yongki mendengar suara gerangan orang kesakitan. Yongki mengikuti suara itu. Yongki menuruni tangga.
Natasya yang mendengar suara langkah melihat ke atas. Natasya sangat kaget melihat Yongki yang berada di atas tangga.
"Natasya!" seru Yongki khawatir.
Yongki buru buru turun.
"Kamu kenapa Natasya, apa yang terjadi?" tanya Yongki cemas.
Yongki melihat ke arah tangan Natasya yang memegang kakinya. Kaki Natasya tampak memerah karena Natasya menekannya terlalu keras.
"Kaki kamu keseleo?" tanya Yongki lagi.
Yongki berjongkok dan menarik kaki Natasya, Yongki membantu mengurutnya.
"Kalau keseleo jangan di tekan keras begini tapi harus di urut seperti ini," ujar Yongki.
Yongki dengan telaten mengurut kaki Natasya.
"Coba kamu gerakkan," suruh Yongki.
__ADS_1
Natasya mencoba menggerakkannya, kakinya sudah lebih mendingan dari tadi.
"Bagaimana masih terasa sakit?"
"Sudah mendingan Mas," jawab Natasya.
"Kalau sudah mendingan ayo kita kembali ke dalam, acaranya sebentar lagi mau di mulai," ajak Yongki.
Sebenarnya acaranya sudah tertunda hampir satu jam karena mereka sibuk mencari Natasya yang hilang.
Yongki segera berdiri dan mengulurkan tangannya buat Natasya.
"Maaf Mas, sepertinya pernikahan ini harus dibatalkan," kata Natasya melihat ke atas.
Natasya tidak menyambut tangan Mas Yongki.
Yongki kembali mensejajarkan muka mereka.
"Kenapa sekarang kamu jadi berubah pikiran Natasya, kalau memang kamu mau membatalkan Mas tidak masalah, biar Mas yang mengurus semuanya. Tapi dengan satu syarat, kamu harus memberikan kan alasan yang kuat buat Mas," ujar Yongki halus.
"Maafkan Natasya Mas, tapi di detik terakhir kita mau menikah Natasya jadi semakin ragu. Natasya tidak yakin menikah sama Mas," jawab Natasya memeluk kakinya.
"Apa yang membuat kamu tidak yakin?"
"Natasya dulu setuju karena Natasya merasa nyaman bisa di keluarga Mas. Jadi saat itu Natasya berharap jika sebelum kita menikah kita bisa saling mengenal dulu. Tapi sampai detik kita mau menikah Mas selalu saja sibuk sama pekerjaan Mas dan lupa sama Natasya. Kita jarang bertemu bagaimana kita saling menyukai Mas. Natasya tidak mau jika kita menikah tanpa saling suka," ungkap Natasya.
"Sekarang Mas ingin tanya lagi, bagaimana menurut Natasya tentang Mas. Apakah kamu sendiri suka dan mau nikah sama Mas?"
Natasya malu sama pertanyaan Yongki.
'Kenapa Mas tanyanya blak blakan begini.'
Natasya menutup mukanya dengan telapak tangan. Yongki meraih tangan Natasya dan menjauhkan dari muka Natasya. Yongki bisa melihat Natasya yang malu malu kucing.
"Sekarang jawab pertanyaan Mas, karena jawaban Natasya yang akan memutuskan apa pernikahan ini akan Mas batalkan atau tidak," kata Yongki serius.
"Ah… itu Mas, menurut Natasya, mats orangnya baik, emm keren. Intinya jika boleh jujur Natasya mulai menyukai Mas," Jawab Natasya.
Kini muka Natasya sudah seperti kepiting rebus. Yongki yang mendengar jawaban Natasya merasa senang.
"Kalau itu jawaban Natasya ayo kita ke dalam, kita akan melanjutkan pernikahan ini."
"Mas…," tegur Natasya.
Yongki menghela nafas, seperti dia harus menceritakan hal itu sekarang.
"Natasya kamu belum mengerti maksud dari semua ini?"
__ADS_1
Natasya menggelengkan kepala karena memang dia tidak paham.
"Sekarang Mas akan jujur sama kamu, kamu dengerin Mas baik baik."
Natasya menganggukan kepalanya tanda mengerti.
"Sebenarnya Mas sudah menyukai kamu, tidak, maksudnya Mas, Mas sudah mencintai kamu jauh sebelum kamu datang ke rumah Mas."
Natasya kaget mendengarnya, dia tidak percaya. Natasya ingin bertanya tapi di tahan sama Yongki.
"Mas mencintai kamu sudah dari dua tahun yang lalu. Saat itu Mas tidak sengaja bertemu kamu. Mas jatuh cinta pada pandangan pertama sama kamu."
Natasya semakin kaget. Dua tahun yang lalu artinya saat dia mulai ke kota. Natasya yakin belum pernah melihat Mas Yongki saat itu.
"Kamu pasti tidak ingat, saat itu kamu perempuan pertama yang berani memarahi Mas, belum ada perempuan yang bersikap seperti kamu kepada Mas. Mas jatuh cinta sama kamu atas kebaikan kamu juga."
"Mas pernah mencoba mencari kamu lagi, saat itu Mas pikir kamu adalah seorang mahasiswi. Tapi saat Mas tau kamu teman sekelas Rangga, Mas merasa kecewa. Mas pikir Mas tidak bisa dekat sama kamu lagi karena kamu masih sekolah. Mas sangat senang saat Mama mau menjodohkan kita, saat di situlah Mas berpikir untuk mencoba mendekati kamu lagi supaya kamu juga bisa menyukai Mas. Tapi karena kesibukan Mas dan rencana Mas untuk masa depan kita yang membuat Mas lupa akan interaksi kita." Yongki menjelaskan panjang lebar.
Ini adalah kalimat terpanjang yang pernah Yongki katakan selain persentasi.
Natasya tidak tau harus menjawab bagaimana, Natasya tidak pernah berfikir bagaimana kedepannya. Tapi Mas Yongki sudah menyiapkan segalanya.
*Sekarang setelah mendengar jawaban dari Mas apa kamu mau melanjutkan pernikahan ini?" tanya Yongki lagi.
Natasya menganggukan malu malu.
Yongki memegang kepala Natasya, dia tadi hendak mencium kening Natasya.
"Nanti saja Mas cium kamu setelah kita sah menikahnya." ujar Yongki.
Tadi Yongki hampir tidak bisa menahan diri untuk mencium kening Natasya sangking senangnya.
"Mas senang jika kamu mau melanjutkan pernikahan ini. Artinya usaha Mas dalam menyiapkan kado pernikahan kita untuk kamu tidak akan sia sia." sambung Yongki.
Natasya merasa tersentuh, dia tidak tau harus bersyukur bagaimana lagi. Belum menikah saja Mas Yongki sudah mempertimbangkan segalanya buat masa depan mereka. Sekarang nikmat mana yang bisa Natasya tolak.
"Ayo kita ke tempat acara, semuanya sudah menunggu kita," ajak Yongki.
Natasya berdiri di bantu Yongki. Natasya hampir saja terjatuh jika Yongki tidak menahannya.
"Seperti kaki Natasya masih perih Mas," kata Natasya.
Tanpa abang aba, Yongki mengendong Natasya di depan. Yongki mengendong Natasya tanpa terasa beban, dia terus berjalan menaiki tangga satu persatu menuju ke tempat acara.
Natasya juga merangkul leher Yongki biar tidak terjatuh.
Bersambung….
__ADS_1