Dr Clara

Dr Clara
Episode 19


__ADS_3

Sepulangnya dari Rumah Sakit aku langsung diajak kerumah mas David. Seperti pesan yang kemarin kemarin dia kirim bahwa seliburnya kerja aku harus menginap di rumahnya.


Tanpa membawa baju ganti atau persiapan apapun, karna mas David bilang bahwa dia sudah menyiapkan semua perlengkapanku disana. Jadi yang harus aku lakukan hanya menuruti apa perkataannya.


Melliza: "Rumah mas David kok sepi" kataku saat kita sudah memasuki rumahnya.


David: "Setiap hari memang seperti ini Clara"


Melliza: "Memangnya istri mas David kemana?" tanyaku mulai kepo ingin mengetahui sebenarnya ada apa dengan hubungan mas David dan mbak Vanessha.


David: "Entah" jawabnya cuek.


Aku terus memandangi keseliling, benar benar tidak ada satupun foto yang terpajang hanya ada 2 lukisan di rumah ini.


David: "Ayo ke kamar" katanya membuat aku celingukan ke kanan dan ke kiri.


Melliza: "Mas David ngajak aku?" jawabku polos.


David: "Ya iya lah Clara, memangnya ada siapa lagi"


Melliza: "Mau ngapain ke kamar ini masih sore mas" sahutku.


David: "Ya terus kalau masih sore kenapa? ada gitu larangan masuk kamar sebelum malam?"


Melliza: "Ya bukannya gitu"


David: "Mas ga akan apa apain kamu sekarang ko Clara, mas cuma mau kasih tunjuk kamu sesuatu"


Tidak mau apa apa sekarang? berarti nanti malam di apa apain dong batinku mulai menggila membayangkannya.


Melliza: "Loh mas ini!" aku syok melihat apa yang telah ditunjukan mas David padaku.


David: "Iya itu semua buat kamu sayang" katanya dengan mengecup keningku.


Melliza: "Apa tidak terlalu banyak mas?"


David: "Tidak itu untuk jaga jaga setiap kali kamu menginap disini" jawabnya dengan memelukku dari belakang.


Setiap kali?


Berarti masih ada lagi selanjutnya dong!


Aku masih mengerjap ngerjapkan mataku melihat isi lemari mas David. Lemari mas David berpintu kaca itu memiliki tempat tersendiri yang diisi dengan baju baju wanita. Mulai dari lingerie super sexy yang tergantung dengan rapih, bra dan CD senada yang tertata serta baju baju modis yang aku sukai dan masih ada lagi.


David: "Kamu mandi dulu gih, mas siapkan makan malam buat kamu. Clara mau makan apa?" katanya dengan mengecup ngecup manja leherku.


Melliza: "Apa aja deh mas asal jangan pake nasi" jawabku dengan mengelus tangannya yang memeluk perutku.


Serasa suami istri banget, padahal hubungannya hanya kekasih gelap alias pacar simpanan.


David: "Clara tidak bisa makan nasi atau gimana?" tanyanya dengan membalikkan tubuhku agar menghadap kearahnya.


Melliza: "Tidak ko mas, hanya saja nasi membuat gemuk aku tidak mau gemuk" jawabku.


David: "Tubuh kamu juga butuh asupan karbohidrat yang cukup Clara"


David: "Mas buatkan sup sama kentang goreng yah?" katanya menarik daguku agar melihat kearahnya.


Melliza: "Tapi kentang goreng banyak minyaknya mas, aku ga mauuu" beginilah aku jika diperlakuakan manja jadi manja beneran.


David: "Nanti mas lap pakai tisu minyak satu satu yah"


Melliza: "Ya sudah deh aku mandi dulu ya" kataku dan memasuki kamar mandinya.


Aku terkejut melihat pemandangan baru dikamar mandi mas David. Terdapat sabun dan shampo yang biasa aku pakai dan juga aku semakin tercengang melihat handuk yang layaknya tidak berada didalam kamar mandi seorang pria macho seperti mas David.


"Mas David memakai handuk warna pink?"


Ku ambil handuk itu, terlihat masih baru dan seketika aku tersenyum melihatnya. Sebuah tulisan bordir bercorak gold yang cukup jelas disalah satu ujung handuk itu.


CLARA


Satu kata itu yang tertulis dihanduk yang aku yakini itu adalah untukku.

__ADS_1


Aku kurang tau aku menghabiskan waktu berapa lama untuk ritual mandiku, tapi yang jelas pasti sangat lama karna sekarang mas David juga telah selesai dengan urusannya memasak.


Melliza: "Loh kok udah selesai, kan aku pengin bantuin mas David" kataku yang sedang berjalan kearahnya di dapur.


David: "Tidak usah Clara, ini sudah selesai kok" jawabnya tidak melihat kearahku dan lebih fokus membersihkan alat memasaknya.


Dia menoleh kearahku dan mulai berjalan mendekat.


David: "Kamu sangat cantik dan sexy sayang, mas suka" katanya yang mulai memeluk pinganku dan hendak menciumku.


Tapi sebelum itu terjadi aku mendorong wajahnya menjauh dari leherku.


Melliza: "Mas David bau, lengket lagi mandi gih" perintahku padanya.


David: "Mandiin yaaa" ledeknya dengan senyum mesumnya.


Melliza: "Mandi sendiri! kalau ga mau, nanti malam aku ga mau netein mas"


David: "Sudah mulai berani ngancem nih"


Melliza: "Iiiiih mas David jauh jauh ah, badan mas David lengket" kataku terus mendorong tubuhnya yang berusaha ingin memelukku.


David: "Habisnya mas David tidak tahan melihat ituuuu" sahutnya dengan tatapan mata menuju kemana lagi kalau bukan pada 2 benda kenyal yang terpasang di dadaku.


Melliza: "Iya nanti aku kasih, tapi mandi dulu"


David: "Ya sudah mas mandi nih" katanya dan hendak meninggalkan ku, tapi sebelum itu..


Melliza: "Aawww.. sakit mas DAVIIIID" pekikku karna sebelum mas David meninggalkan ku menuju kamarnya dia dengan kencangnya meremas dadaku.


Aku menyiapkan piring gelas juga sendok untuk makan kita nanti sembari menunggu mas David mandi. Aku dicicipi sedikit sup buatannya.


"eemmmm enak bangeeeet, kok mas David bisa pinter masak gini"


Ya ampun andai aku jadi istrinya, pasti aku akan bahagia banget. Mas David orangnya perhatian, pinter masak, bidangnya jadi dokter bedah juga tidak diragukan tapi kenapa mbak Vanessha masih mencari diluar yah? apa kekurangan mas David? pikiranku berkeliaran.


David: "Mas mandinya lama yah? maaf ya kamu pasti lapar nungguin mas mandi, kenapa tidak makan terlebih dulu" katanya yang sudah berdiri disampingku yang sedang duduk disalah satu kursi di meja makan.


Melliza: "Aku ingin makan berdua sama mas David" jawabku jujur.


Melliza: "Ya begitulah, kenapa harus ditanya" jawabku malu malu sambil mengambilkan nasi dipiringnya.


David: "Mas paling suka lihat kamu kalau lagi malu malu gini, sini mas cium dulu" dia mendekatkan wajahnya yang memang dekat karna duduk kita yang bersebelahan.


Melliza: "Mas ini di meja makan, cium nya nanti saja"


David: "Tapi kalau nanti minta lebih ya!" katanya menunjuk dengan jari telunjuk kanannya.


Melliza: "Iya!" sahutku sikat.


David: "Janji loh Clara tidak boleh menolak" katanya lagi menyakinkanku.


Melliza: "Iya mas David iyaaaa nanti aku kasih lebih, tapi sekarang makan dulu"


Mungkinkah sepasang suami istri akan begini sepeti yang aku dan mas David lakukan sekarang. Setelah acara makan selesai aku langsung digiring oleh mas David untuk masuk kamar.


Mas David duduk bersenderan pada kepala ranjang dengan bertelanjang dada dan aku?


Aku jelas dipaksa untuk duduk dipangkuannya dan terus menikmati perlakuan manisnya.


David: "Lihat sayang, dadamu merah semua"


Aku sudah tidak heran lagi dengan payudaraku yang dibuat terlihat aneh oleh mas David, bagiku itu sudah hal biasa yang dilakukannya.


David: "Clara?"


Melliza: "Emh.. apahhh?" sahutku masih menikmati sentuhannya.


David: "Apa kamu merasakan sesuatu?"


Melliza: "Merasakan apahh?" tanyaku balik karna merasa heran dengan pertanyaan mas David.


David: "Sesuatu yang mengganjal dibawah sana?"

__ADS_1


Melliza: "Heh?" aku masih belum mengerti.


David: "Adek kecilnya mas menegang hebat dibawah sana sayang, sangat tersiksa" bisiknya di telingaku yang membuatku sedikit panas.


Adek kecil? apa maksudnya mas David ituu..


Meski aku ini tidak pernah berhubungan lebih dengan para pria tapi aku ini dokter kandungan jelas aku mengerti sebutan sebutan seperti itu.


Melliza: "Aku ngantuk mas, aku tidur dulu yah" kataku yang mulai bangkit dari pangkuannya.


David: "Kamu harus tanggung jawab sayang, ini sangat menyiksa" dia menahan tubuhku agar tidak menjauh darinya.


Melliza: "Mas tapi kita..


David: "Ssttttth, mas tidak akan menyuruhmu untuk melayani hasrat mas. Tapi mas pengin kamu melihatnya dan sedikit bermain dengannya"


Melliza: "Aku ga bisa mas, aku ga bisa. Mas minta saja sama mbak Vanessha dia lebih berhak" sahutku dan berusaha melepas genggaman tangannya.


David: "Adek kecilnya mas inginya sama kamu Clara bukan sama yang lain"


Ya Tuhan apa yang harus aku lakukan?


Kabur?


Jelas jelas tadi mas David mengunci pintunya dan kuncinya disimpan entah dimana.


Saat otak aku yang sedang berkeliaran memikirkan suatu alasan tanpa aba aba mas David memasukan tangan kiriku kedalam celana pendek yang digunakannya.


David: "Bagaimana Clara?" tanyanya.


Aku mematung, suatu benda aneh yang untuk pertama kalinya tersentuh oleh telapak tanganku.


Keras, kokoh, besar dan panjang itu yang saat ini dirasakan oleh tangan kiriku.


David: "Sayang apa kamu suka?" tanyanya membuat aku melihat kearahnya dalam diam.


Aku masih diam dan merasakan milik mas David dalam genggaman tanganku tanpa berniat menggerakkannya.


Mas David mencium bibirku, melumatnya serta bertempur lidah denganku.


Hingga tanpa ku sadari mas David telah telanjang bulat tanpa celana yang tadi dikenakannya.


Ku amati dengan seksama miliknya karna jujur ini adalah pertama kali bagi Melliza melihat alat reproduksi pria yang sekarang sedang berada digengamannya.


David: "Sayang... coba kamu mainkan jangan hanya dilihat begitu"


Melliza: "Hah! Apa?"


David: "Kocok sayaaaang" katanya dengan menuntun tanganku mengocok adek kecilnya.


David: "Apa kamu belum pernah melakukannya Clara?" tanyanya heran mungkin karna aku terlalu kaku.


Melliza: "Jangankan melakukannya, melihat milik seorang pria ini adalah yang pertama" sahutku malu malu, padahal diusiaku yang seperti ini biasa wanita lain sudah memiliki banyak cerita seks dengan deretan mantannya.


David: "Benarkah ini yang pertama?" tanyanya dan aku hanya mengangguk malu.


Dia melepaskan tanganku dari miliknya dan berbisik di telingaku..


David: "Jika melihatnya saja ini baru pertama, berarti inimu masih disegel Clara?" bisiknya dengan mengelus elus sebuah harta yang selalu aku jaga diantara selangkanganku.


Aku langsung mendorong mas David yang sedang asik asiknya mengelus miss v ku dari luar CD yang aku kenakan.


Melliza: "Maksud mas David apa? Jelas aku masih perawan. Meski penampilanku terbuka tapi aku tetap menjaganya dengan baik, apa mas David tau mas David adalah orang pertama yang menciumku, memporakporandakan payudaraku dan sekarang mas berusaha mengusik mahkotaku. Aku tidak MAU!"


David: "Jadi mas yang pertama? terima kasih sayang" katanya dan memelukku.


Mas David melepaskan pelukannya dan turun dari ranjang berjalan menuju meja komputernya.


Mas David berbalik lagi dan berjalan menuju aku yang tengah duduk di ranjang sedang memperhatikannya lebih tepatnya tubuh polosnya dengan membawa laptopnya.


David: "Kemarilah Clara, kamu harus belajar"


Melliza: "Belajar apa?" tanyaku mendekatinya.

__ADS_1


David: "Belajar memainkan adek kecil mas agar puas"


__ADS_2