Dr Clara

Dr Clara
Episode 30


__ADS_3

Karna merasa terintimidasi dengan tatapan tajam mas David, aku semakin menempel pada kak Bagas. Dan yang membuat lebih menyenangkan dalam permainan bakar bakaran api kecemburuan ini yaitu dengan sikap possessive kak Bagas yang memeluk pinggangku dihadapan semua tamu yang ada.


Ekspresi boleh datar tapi apa kabar hati didalam sana yang sudah berteriak minta dipadamkan batinku tertuju pada mas David.


Bagas: "Rara kamu tunggu disini sebentar yah, aku sepertinya melihat teman lama ku disana" pamitnya sebelum meninggalkan ku.


Melliza: "Ikuuut" sahutku manja membuat mas David melirikkan matanya.


Bagas: "Hanya sebentar tidak lama setelah itu aku akan kembali lagi" terangnya menyakinkanku.


Melliza: "Baiklah aku hanya takut nanti aku ditikam hewan buas" jawabku menyetujuinya.


Bagas: "Hahaha... tidak akan ada Rara, kamu ini ada ada saja"


Jelas ada, Om kesayanganmu itu siap menyergamku kapanpun jika aku lengah sedikit saja batinku.


Bagas: "Om David nitip calon pacarku ya om jangan samapai ada yang lecet"


Melliza: "Ah! tidak tidak perlu kan ada Mar..


Saat aku kembalikan badan tidak kutemui keberadaan Marsya dan pak Jonathan.


David: "Dengan senang hati keponakanku" sahut mas David penuh senyum bagaikan ancaman untukku.


Melliza: "Loh! Marsya sama pak Jonathan kema..na Kak Bagas?"


Aku semakin terkejut dengan ketidak adakan kak Bagas lagi didepanku. Punggungnya sudah kian menjauh dari posisiku sekarang berada.


David: "Jangan takut Clara, disini tidak ada hewan buas. Kekasihmu ini akan selalu melindungimu" bisiknya di telingaku membuat bulu kudukku merinding.


Aku berusaha menjauh dari mas David, berjalan membelah kerumunan para tamu dan berjalan cepat seolah tidak ingin terjangkau lagi oleh mas David.


Aku terus berjalan hingga tanpa ku sadari aku malah keluar dari kerumunan dan melangkah terus hingga menyisakan jalan menuju toilet umum.


Melliza: "Bersembunyi di toilet umum mungkin cara ampuh untuk menghindari mas David sampai nanti aku bersama kak Bagas lagi"


Tapi naasnya ide untuk bersembunyi di toilet adalah ide buruk bahkan sangat buruk saat mas David mengetahuinya.


Mas David mendorongku masuk kedalam toilet lalu menguncinya.


David: "Mau lari kemana lagi kamu Clara?"


Melliza: "Ma.. mm mas David?" kataku terbata bata.


David: "Ya sayang ini mas David mu, akhirnya kamu memanggil mas dengan sebutan itu lagi" mas David bergerak maju memojokkan ku sampai terbentur dinding toilet.

__ADS_1


Melliza: "Mas David mau apa? jangan mendekat mas" aku semakin takut saat tubuhku dikingkungj oleh kedua tangannya.


David: "Apalagi? Mas ingin menghukum kekasih mas yang mulai nakal tidak mau menurut lagi" jawabnya dengan senyuman menyeringai.


David: "Siapa yang mengizinkanmu menggunakan dress yang mempertunjukkan lekuk tubuhmu di depan pria lain Clara?" tiba tiba suaranya mendingin tanpa ekspresi.


Melliza: "Kita udah putus mas ingat itu" sahutku menyadarkannya.


David: "Tidak ada kata putus diantara kita Clara, sampai kapanpun itu"


David: "Kamu milik mas Clara, dan tubuh ini serta bibir..


Katanya terhenti saat ibu jarinya mengelus permukaan bibir bawahku.


Mas David langsung menempelkan bibirnya pada bibirku, awalnya hanya menyatukan tapi lama lama mas David menciumnya rakus penuh pemaksaan dan sangat brutal.


Melliza: "Stop mas!" kataku saat aku mendorong dadanya sekuat tenaga.


Mas David tidak perduli dia berusaha mendekat lagi kearahku tapi dengan sigap ke dua tanganku menghalaunya.


David: "Mas tidak ingin menyakitimu Clara, jadi jangan membantah keinginan mas" katanya menyingkirkan tanganku.


Melliza: "Cukup mas David! aku tidak mau, kamu dengar tidak? Aku tidak mau lagi menjadi pemuas nafsumu semata!"


Mendengar penuturanku membuat wajah mas David kian merah padam dan aku mulai menyesali apa yang barusan aku katakan. Tidak seharusnya aku menentangnya disaat kondisi seperti ini, kondisi dimana aku yang menjadi mangsa.


David: "Mas sudah bilang kamu tidak boleh menggunakan baju seperti ini Clara apalagi bikini apa mas harus bertindak lebih agar kamu sadar bahwa kamu ini hanya milik mas seorang?!"


Setelah mengatakan itu mas David langsung merobek dressku dibagian tengah buah dada yang langsung membuat payudaraku keluar sempurna.


Melliza: "Aah! sakit mas" pekik ku saat mas David menggigit keras putingku.


Melliza: "Mas David aku mohon, ini sakit mas.. ahh"


Aku terus mengingatkannya bahwa yang mas David lakukan telah sangat menyakiti kedua payudaraku, mas David sangat brutal bahkan tidak mendengarkan rengekanku.


Melliza: "Sakit mas.. sakit"


David: "Ingatlah rasa sakit ini Clara, agar kamu ingat jika kamu dekat lagi dengan Bagas maka rasa sakit ini akan menyapamu kembali" katanya disela sela memberikan kiss marknya.


Melliza: "Mas David.. Aku mohon pelan sedikit ini sangat sakit mas" kataku mengelus kepala belakangnya.


Lama kelamaan gigitan mas David melembut, dia yang sedang duduk dipenutup Closet dengan aku yang berdiri dihadapannya membuat mas David leluasa memainkan payudaraku.


David: "Kau tau sayang? bayi besarmu ini sudah sangat kehausan, akhir akhir ini kamu melalaikan kewajibanmu untuk netein mas dipagi hari"

__ADS_1


Mas David ngedusel dusel disalah satu payudaraku, tangan kirinya meremas dada yang satunya sedangkan tangan kanannya bergerak turun menyelinap masuk kedalam CD ku.


David: "Kamu belum basah? Apa kamu sudah tidak terangsang lagi dengan sentuhan mas Clara?" katanya mendongak melihat aku yang sedang memejamkan mata merasakan setiap sentuhan kasarnya yang mulai menyiksa.


Karna aku tidak menjawab pertanyaannya membuat mas David salah paham akan kebungkamnku.


David: "Apa Bagas telah menyentuhmu? Apa dia sudah mencelupkan jarinya kesini atau jangan jangan batangnya telah masuk? Jawab CLARA?!"


Bagaiman mungkin mas David berfikir seperti itu, semurahan itukan aku dimatanya? selama ini aku hanya disentuh olehnya batinku tetap diam.


Melliza: "Aaah!" aku terperanjat saat jarinya memaksa masuk padahal jelas jelas milikku dibawah sana masih kering.


Melliza: "Sakiiit.. ah! sakit mas, udah mas udah"


Rengekanku berhasil membuat mas David menarik kembali jarinya dari dalam intiku.


David: "Duduklah" perintahnya lembut menyuruhku duduk menggantikannya.


Melliza: "Mas David mau apa?" tanyaku saat sudah duduk dengan melihat mas David yang sedang membuka pengait celananya.


David: "Dia sudah sangat merindukanmu Clara" jawabnya saat menurunkan retsleting celananya.


Kokoh satu kata yang dapat aku jabarkan saat untuk sekian lama tidak berjumpa dengan adek kecilnya mas David.


David: "Ayolah Clara dia sudah sangat ingin disentuh dan ingin diajak main olehmu" katanya menuntun tangan kananku menyentuh miliknya.


Ada rasa ragu tapi juga ingin melakukannya. Karna bagaimanapun aku sangat menyukai adek kecilnya mas David yang sangat menggairahkan meski kata mbak Vanessha miliknya mas David tidak begitu tangguh.


Kuusap perlahan kepalanya yang membuat mas David langsung melenguh kenikmatan.


David: "Ayo sayang jangan ragu, lakukan seperi biasanya"


Untuk sementara ini lebih baik menurut saja batinku.


David: "Aahhh Claraaa.. eeeemhh.. terus sayaang" aku mendongak melihat ekspresi mas David sekarang yang sedang gelisah karena gerakan tanganku.


David: "Claraaaa..uuhhh. Mas mencintaimu sayang.. ahh! iya. sangat mencintaimu" mas David terus merancau tanpa hentinya.


Aku terus melancarkan aksiku sampai tubuh mas David benar benar menegang hebat.


David: "Masukkan kemulutmu sayang" perintahnya menahan kocokan tanganku.


Melliza: "Tidak mau!" tolakku singkat.


David: "Masukkan kemulutmu secara suka rela atau mas memasukkannya ke vaginamu secara paksa"

__ADS_1


__ADS_2