
Karna merasa sangat letih telah melayani nafsu mas David yang katanya sudah ditahan semenjak kita berpacaran membuat semalam bukan hanya ronde kedua sesuai perkataannya. Ternyata masih ada adik ronde kedua yang membuat aku terpaksa terus mengiyakan ajakannya karna mas David benar benar tidak mengizinkanku tidur.
Mulai dari diatas ranjang, berdiri dipojokan, diapit di dinding, bahkan saat aku berusaha lari ke kamar mandi karna mas David tak sengaja menumpahkannya didalam dirikupun dia tetap mengejarku kedalam kamar mandi dan menuntaskan hasratnya.
Sampai akhirnya mas David mengalah saat dia memintaku untuk naik keatas tubuhnya tapi tidak digubris olehku karna sudah merasa sangat letih. Bahkan tubuhku diangkat paksa olehnya, dia juga memasukkan miliknya kedalam diriku tapi aku tetap diam bahkan menidurkan diri diatasnya. Sampai akhirnya kita tertidur dalam posisi masih dalam penyatuan.
Alarm ponselku berbunyi yang menandakan hari sudah berganti, malam telah pudar berganti dengan mentari pagi tapi itu tidak menunjukan adanya pergerakan dari diriku untuk bangkit dari tidur nyenyakku.
"Sayaang.. bangun yuk"
Usik seseorang dengan mengelus punggungku yang terasa begitu dingin.
"Claraaa.. bangun sayang sudah pagi"
Dia terus berusaha membangunkan dengan mengelus setiap inci tubuhku dari kepala hingga...
Melliza: "Aaaaa.. Jangan mesum mas DAVIIIID" kataku langsung mengomeli mas David yang asik mengelus elus kedua pantatku.
David: "Ah! sayang.. kau. kau membangunkannya lagi"
Aku langsung mengangkat kepalaku yang berbantalan pada dadanya karna aku masih berada diatas tubuhnya. Aku melihat kearah wajah mas David yang sedang senyum jumawah.
David: "Sayaang.. dia...
Melliza: "TIDAK!" jawabku langsung memotong bicaranya yang belum selesai.
David: "Tapi kamu membangunkannya jadi kamu juga yang harus menidurkannya Clara" katanya menggodaku dengan menggerak gerakkan tubuhku agar bergesekan dengan miliknya.
Melliza: "Mas! aku capek mas" kataku sedikit memohon sembari menidurkan kembali tubuhku disampingnya dengan memunggunginya.
Mas David diam tak menjawab, lalu sebuah tangan dengan possessivenya memeluk perutku dari samping supaya punggungku menempel pada dadanya.
David: "Bagaimana semalam? Apa Clara puas?" bisiknya lembut.
Mataku langsung terbuka menatap cermin yang memang langsung memantulkan gambaran aku yang tengah berada dipelukannya didalam selimut.
Puas dia bilang? batinku masih memperhatikan mas David yang sedang mengecupi tengkukku.
David: "Mas semalam tidak membuat Clara kecewa kan? mas sekuat tenaga semalam agar Clara tidak mengeluh karna telah menjadi istri mas"
Melliza: "Yang seharusnya tanya puas atau tidak itu aku mas David, bukan kamu" sahutku lalu berbalik kearahnya.
David: "Mas puas ko sayang" sahutnya yang diiringi dengan senyum penuh kelegaan.
Melliza: "Hanya puas? semalam mas membuat aku tidur jam 2 loh mas, JAM 2!" sahutku langung dengan menunjukan jari angka 2 dihadapan wajahnya.
David: "Maaf ya sayang.. niatan awal mas hanya ingin sekali melakukannya tapi setiap mas mencapai kenikmatan didalam dirimu rasanya tidak ada rasa puas sedikitpun hingga mas ingin terus menjamah tubuhmu lagi lagi dan lagi" terangnya yang langsung memeluk tubuhku.
Hangat
Kata yang menjelaskan apa yang sedang aku rasakan didalam dekapannya.
David: "Lagi yaa?" bisiknya lembut yang merusak suasana disaat aku sedang menikmati kehangatan tubuhnya.
Aku langsung melepaskan pelukannya dan mendorong tubuhnya.
David: "Tidak jadi deh" mas David langsung membatalkan niatannya saat aku menatapnya dengan tatapan tidak suka.
Aku terus menatapnya dengan intens, memperhatikan setiap gerakan tubuhnya, alur nafasnya yang membuat dadanya naik turun perlahan, dan senyumannya yang begitu menawan saat dia juga tengah menatapku.
Melliza: "Mas?"
__ADS_1
David: "Iya istruku yang teramat aku cintai" sahutnya dengan sedikit meledekku.
Melliza: "Sejak kapan.. sejak kapan mas mencintaiku?" tanyaku yang sebenarnya pertanyaan ini sudah bersemayam dipikirkanku sejak pertama mas David menyatakan perasaanya padaku.
Senyuman mas David semakin merekah seiring dengan tanganya yang bergerak meraih tubuhku kembali agar dapat dia dekap.
David: "Entah" Jawabnya singkat yang membuat aku langsung melepaskan pelukannya.
Melliza: "Jangan bilang mas David nikahin aku hanya karna aku masih perawan?"
David: "Bisa dibilang itu juga alasan pokoknya" jawabnya langsung tanpa memikirkan lawan bicaranya yang sudah mulai emosi.
Melliza: "Oh gitu?! ya sudah aku minta diceraikan sekarang! toh mas David sudah mendapatkan apa yang mas David inginkan" aku langsung bergerak menjauh darinya dan menutup rapat rapat tubuhku meski sudah sepenuhnya terlihat oleh mas David.
Mas David nampak syok dengan prilakuku yang membebat tubuhku rapat dengan selimut, dia berusaha mendekat kearahku dan ingin menjangkau tubuhku.
Melliza: "GA MAS!!! Aku ga mau lagi disentuh olehmu, jangan mendekat!" bentakku dan terus berusa muncul hingga aku hampir terjungkal jika mas David tidak menarik tanganku.
David: "Hampir saja" gumamnya dalam pelukannya terhadapku yang begitu erat.
Melliza: "Lepas mas! LEPAS!!!" Aku terus berusaha melepaskan diri darinya.
David: "Sayang kamu salah paham"
Melliza: "Salah paham dibagian mana hah?!! nyatanya tadi mas David bilang sendiri bahwa mas menikahiku karna aku masih perawan kan!"
David: "Dengarkan penjelasan mas..
Melliza: "TIDAK MAU!" bentakku langsung memotongnya.
David: "Claraa..
Melliza: "Kamu jahat mas hiks.. kamu jahat" aku pun menangis dalam pelukannya.
Aku menangis di dadanya yang masih polos, meluapkan semua rasa kecewaku padanya dalam sebuah tangisan.
David: "Sayang.... Mas memang tidak tau pastinya sejak kapan mas mencintaimu" katanya lembut berusaha menengankan.
David: "Awal mas bertemu denganmu mas sudah kagum akan pendirianmu dalam cara berpakaian meski nantinya mungkin akan banyak pihak yang menentang penampilanmu yang tidak bisa disebut biasa dalam berprofesi dokter.. Mas kagum karna kamu langsung menampilkan wujud aslimu dan tidak menutup menutupinya dengan sifat sok polos dari cara berpakaian seperti kebanyakan wanita pada umumnya"
David: "Mas juga bingung kala itu antara kagum atau lebih terarah ke suka, saat Clara tiba tiba saja perhatian kepada mas dengan membawakan bekal untuk mas yang secara langsung dimasakan oleh tangan Clara sendiri.. jujur mas langsung menaruh hati padamu sayang"
Tangisku langung berhenti, aku mendongak dan melihat kearah wajahnya yang menampakan wajah sendu.
David: "Mas sadar jika mas terlalu berharap banyak padamu mungkin hanya akan membuat mas sakit hati nantinya. Mas selalu menekankan diri bahwa apa yang kamu lakukan hanyalah usahamu untuk terlihat baik dihadapan mas, agar kamu bisa dengan mudahnya melewati masa magangmu tanpa mendapat kesulitan dari dokter pembimbingmu yaitu mas sendiri"
Mas David berhenti tidak melanjutkan ucapannya, lalu dia menyeka bekas air mataku lembut.. sungguh, penuh dengan kelembutan.
David: "Mas bahagia saat kamu dengan telatennya masak untuk mas bahkan di hari liburmu juga"
Melliza: "Tapi kenapa waktu itu mas bentak aku memarahiku dan menghinaku?" selaku langsung.
David: "Karna mas tidak bisa diam lagi sayang.. Mas tidak mau kamu memasak lagi untuk mas meski sebenarnya mas sangat ingin kamu selalu melakukannya disetiap harinya"
Melliza: "Jujur saja deh mas, masakkanku tidak enak kan?"
CUP
David: "Enak sayang.. sangat enak, untuk pertama kalinya mas dimasakan oleh wanita yang ternyata memiliki perasaan yang sama seperti yang mas rasakan" penuturannya setelah mencium bibirku sekilas.
David: "Mungkin jika waktu itu mas tidak menegurmu..
__ADS_1
Melliza: "Bukan menegur mas! kamu menghina, mencela dan membentakku apa kamu tidak bisa bedakan itu?" mataku melotot karna merasa tidak terima akan ucapan mas David yang katanya hanya menegur.
David: "Maaf sayang.. tapi dengan itu mas juga tahu kalau sebenarnya kamu juga memiliki perasaan terhadap mas"
David: "Hanya saja saat mas mengetahui kamu juga memiliki perasaan yang sama terhadap mas, mas hampir saja kehilanganmu. Sikap mu yang langsung berubah dingin terhadap mas, tidak mau menatap mas dan terus berusaha menghindari mas berhasil membuat mas khawatir"
David: "Terlebih saat mas melihat kamu yang begitu akrab dengan dr. Arman membuat mas semakin ingin memilikimu. Mas hanya ingin kamu menjadi milik mas karna saat itu juga mas telah sadar bahwa mas memang sudah menaruh hati dan jatuh cinta pada dokter cantik yang selalu menjadi bahan pembicaraan baik itu kaum pria yang mengagumimu atau ibu ibu yang tidak suka akan penampilanmu"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Hai gaes sorry banget nih ya author baru up...
Kayanya besok besok bakal sedikit mengecewakan karna telat up soalnya author harus ngurus kerjaan yang lebih penting.
Jadi sorry ya buat readers setia dr. Clara
Nah ada sedikit pesan untuk readers dr. Clara dari gue selaku author.
Nih ya gue bukan tipe penulis yang suka mengemis!!
Yen panjenengane sampean sreg mbik novelku yo moco monggo, tapi nek ora seneng yo silahkan mundur alon alon nek ora pengin tak dupak.
Lo pikir gue ngetik kata sampai 1000 kata lebih cuma buat dapat celaan?
Woi sadar! lo punya bakat nulis lebih IYE dari gue?
__ADS_1
ndk.id