
Melliza: "Mas David! sudah sampai disini saja, mas langsung pulang saja" kataku mengekorinya yang berjalan cepat didepanku dengan membawa kantong plastik ditangan kanannya.
Mas David tidak menjawab dia bahkan tidak menengok kebelang dimana aku berjalan terseok seok mengikuti langkah kaki panjangnya.
Tapi sikap cuek mas David langsung berubah saat kita mulai memasuki lift. Dengan cepat tanganku ditariknya dan dipepet olehnya di pojokan depan tombol angka yang menunjukan sebuah lantai.
Mas David semakin possessive dengan menarik pinggulku agar lebih dekat dengannya.
Mulai deh kumat possessivenya batinku hafal dengan tingkahnya.
David: "Tolong matanya dijaga, jangan menatap istri orang berlebihan seperti itu kalau tidak ingin mendapat kepalan tangan yang mendarat dimata anda yang kurang ajar itu" kata mas David pada salah satu pria dari 3 pria yang berada satu lift dengan kita.
"Oh! maaf saya kira mbak ini bukan istrinya mas nya" belanya yang baru saja mendapat peringatan dari suami possessiveku ini.
"Iya saya kira mbak cantik ini keponakan anda.. maafkan saya dan teman saya ini" timpal temanya dengan sedikit mengangguk merasa bersalah.
Langsung mode diam kan kamu mas David dibilang aku ini kelihatan kaya keponakanmu dari pada terlihat seperti istrimu batinku menatap kearahnya yang diam menatap kearah depan dengan ekspresi datarnya.
Sungguh selepas keluar dari pedagang kaki lima sampai saat ini kita baru masuk apartemen mood mas David lagi acak adul berantakan ditambah kejadian tadi didalam lift makin sewot saja mukanya.
Melliza: "Ini sudah malam.. Mas David ga pulang?" tanyaku sembari menutup pintu.
David: "Ga! mau malam pengantenan" sahutnya cepat dengan meletakan nasi gorengku diatas meja.
Aku terdiam mencoba menelaah perkataan mas David barusan.
David: "Duduk sinih!" perintahnya menunjuk dengan arah pandangannya pada kursi makan di sebelahnya.
Ga tau kenapa aku juga ga bisa nolak perintahnya, rasanya melihat mas David yang sekarang harus sangatlah berhati hati dalam mengambil tindakan. Jika sampai aku semakin memperkeruh keadaan mungkin mas David akan langsung melancarkan aksinya diatas ranjang, tapi kalau aku menurut apa katanya mungkin masih ada toleransi agar tidak melakukannya malam ini karna bagaimanapun aku sama sekali belum memiliki persiapan untuk melakukan hal yang bahkan belum pernah terpikirkan olehku sebelumnya.
David: "Kamu bisa tidak sih Clara penampilanmu ini diubah sedikit" katanya saat menyendokan nasi goreng hendak menyuapiku.
Melliza: "Di.. ubah seperti apa?" jawabku dengan masih mengunyah nasi goreng buatannya.
DEG
Ya ampuun.. ini ga salah masakannya mas David?
Tapi tadi aku melihatnya sendiri ko mas David memang memasaknya sendiri bahkan tanpa bantuan dari si mamang nasgor.
__ADS_1
Aku kira masakannya bakal menghancurkan makan malam dengan menu idamanku tapi nyatanya rasanya bahkan lebih enak dari si mamang nasgor jadi bikin nagih.
David: "Bisa tidak Clara berpenampilan menyesuaikan mas?" tanyanya langsung saat mau menyuapkan sesendok lagi kedalam mulutku.
Melliza: "Maksudnya?" aku masih bingung dengan perkataannya.
David: "Clara jangan terlalu berpenampilan modis seperti ini, bisa kan?"
Aku mulai paham dengan perkataannya yang pasti penyebabnya karna kejadian tadi.
Melliza: "Jadi mas David mau aku menyesuaikan berpenampilan agar setara dengan mas David?"
David: "Iya" jawabnya santai.
Melliza: "Dan terlihat seperti tante tante?" tanyaku tidak suka.
David: "Tidak seperti tante tante juga Clara"
Melliza: "Terus kalau tidak seperti tante tante apa? nenek nenek?"
David: "Mas serius Clara" jawabnya sambil menaruh sendok ditangannya.
Melliza: "Aku juga serius" sahutku tak mau kalah darinya.
Melliza: "Kalau ada yang harus merubah penampilan itu seharusnya mas David yang menyesuaikan penampilanku, bukan malah aku yang harus menuakan umurku dari cara penampilanku" protesku.
David: "Ok kalau Clara tidak mau merubah penampilan, tapi bisa tidak kalau ada pria lain Clara itu langsung nempel ke mas tidak usah menunggu mas menarik Clara dulu"
Melliza: "Mas David.. cemburu?" tanyaku mengangkat alis sebelah.
David: "Ya!" jawabnya singkat penuh penekanan.
Melliza... Melliza pake ditanya suamimu ini cemburu atau tidak, tanpa bertanya juga sudah kelihatan mas David ini kepalanya kemebul asap.
Melliza: "Harusnya mas David bersyukur.. berarti aku ini cantiknya diatas rata rata sampai semua pasang mata pria melihatku, tertarik padaku, aku juga sexy, berkulit putih, tinggi....
David: "Nih a.. nih aaa" mas David langsung mengisi mulutku dengan sesendok penuh nasi goreng dan jangan lupakan wajah datarnya yang tidak suka akan ucapanku barusan.
David: "Jangan lupa! Kamu yang cantik diatas rata rata dan sexy ini adalah Clara istrinya mas" katanya sambil melotot kearahku.
__ADS_1
Aduuh suamiku ini yah selain over protektif, possessive kenapa masih diembel embel sifat cemburuan sih kan semakin tersiksa aku nya batinku.
David: "Udah ayo!" mas David bangkit dan menarik tanganku.
Melliza: "E..e.e.e.eee mau kemana ini aku belum habis makannya mas" kataku tidak rela meninggalkan nasi gorengku yang enak.
David: "Ga usah dihabisi nanti muntah" jawabnya ketus.
Melliza: "Mas pelan sedikit dong.. sakit tangan aku" omelku padanya yang menarik pergelangan tanganku kuat.
Mas David memang melepaskan cekalannya, tapi sekarang yang dia lakukan malah semakin membuat aku gelagapan.
Melliza: "Eh mas David.. aduuh turunin mas" protesku karna digendong ala ala pengantin baru. (Ya emang pengantin baru kan)
David: "Nanti dituruninnya di kamar mandi" jawabnya masih melangkah menuju dalam kamarku.
Melliza: "Mau ngapain aku dibawa ke kamar mandi?" tanyaku menyelidik.
Mas David berhenti sesaat sebelum masuk lalu menatap wajahku, dan seketika itu pula wajah datarnya langsung menampakan senyum mengerikan yang langsung membuat aku merasa terancam.
David: "Mas mau mandi" jawabnya setelah masuk dan menurunkanku.
Melliza: "Eee.. anu kalau mas David mau mandi, mandi saja aku mau lanjut makan" aku berusaha hendak melewatinya tapi lenganku langsung dicekal olehnya.
David: "Mas mau dimandiin sama kamu Clara"
Melliza: "Hah? Apa?" tanyaku bingung meski sebenarnya aku tau apa maksud mas David.
David: "Mas ingin dimandikan sama kamu, dan mas juga ingin memandikanmu"
Melliza: "Ah?! tidak perlu tidak perlu" sahutku menggeleng dengan tangan yang menyilang di depan dada.
Melliza: "Eee... ituu.. anu aku masih lapar mas David, mandinya nanti saja" ku mencoba peruntungan melepaskan diri.
David: "Kamu jangan egois Clara.. Mas juga sudah lapar" sahutnya masih menahanku agar tidak pergi.
Melliza: "Ya sudah kalau begitu ayo kita makan berdua.. bagaimana?"
David: "Tidak.. mas saja yang makan kamu cukup merasakannya"
__ADS_1
Melliza: "Hah? maksudnya?"
David: "Mas sudah tidak tahan ingin memakanmu Clara.. jadi cepat buka bajumu mas akan memandikanmu sebelum memakanmu"