Dr Clara

Dr Clara
Episode 53


__ADS_3

"Aaaaa..."


Melliza: "Ah! Panas mas Daviiiid!" pekikku dikala mas David sedang berusaha menyuapiku sup.


Ya seperti waktu pertama aku menjadi istrinya, lagi lagi keinginanku untuk memakan makanan kesukanku yang langung dibuat sang mamang harus tergantikan dengan tangan kekar mas David yang telaten memasaknya tadi.


Sup Kimlo salah satu makanan khas Palembang yang sudah menjadi kegemaranku sejak menapakkan kaki di ibu kota Jakarta ini. Sup yang menjadi kesukaanku karna jamur kupingnya yang menyatu menjadi satu dengan rempah rempah dan bahan lainnya seperti daging ayam dan soun membuat aku ketagihan. Entah karna sang mamang yang pandai meracik atau memang lidahku yang pertama kali merasakan makanan asal kota Palembang itu.


Melliza: "Aaaaa.." aku membuka mulutku lebar meminta diisi mulutku karna tak tahan lagi mencium aroma bawang goreng yang bercampur dengan daun bawang dan daun seledri itu.


David: "Sabar Clara ini masih panas, nanti bibir kamu kepanasan lagi bagaimana?"


Jangan bayangkan mas David akan seromantis pria pria lain yang akan meniup makanan pasangannya karna masih panas, kita yang sama sama berprofesi sebagai dokter jelas tau apa imbasnya jika kita meniup makanan yang masih panas.


Makanan yang masih panas pasti identik dengan mengeluarkan asap kecil yang sebenarnya itu adalah uap air.


Uap air yang bereaksi dengan CO2 atau lebih dikenal dengan Karbondioksida akan membentuk senyawa asam karbonat (Carbonic acid). Karna bersifat asam hal ini bisa memicu ketidak seimbangannya pH dalam darah.


Melliza: "Emmmm.. asiiin" aku merem merem merasakan sup kimlo ku rasanya jauh dari ekspektasi yang aku bayangkan.


Heran, waktu itu masak nasi goreng enak banget ini kenapa rasanya melenceng dari yang aku bayangkan batinku masih menatap sup kimlo ku yang malang.


David: "Mas udah kebelet kawin Clara, jadi tadi keasinan"


Membuat alasanya tidak jauh dari hal hal yang dipenuhi kemesuman.


Melliza: "Iiih.. Mas David apa apaan siiiih" aku mengelap ujung bibirku.


Jika pria diluar sana mengelap sisa makanan diujung bibir wanitanya dengan ibu jarinya, beda halnya dengan suami mesumku ini.


Mas David malah dengan santainya menjilatnya bahkan sekalian mencium bibirku.


David: "Bobok yuk!" ajaknya.


Melliza: "Baru makan tidak boleh langung tidur" jawabku ketus karna masih kecewa.


David: "Siapa bilang mau langsung tidur, kita olah raga malam dulu sayang. Membakar kalori malam malam itu bagus terlebih kalau ada jeritan jeritan suara kenikmatan" mas David menyeringai saat mengatakannya.


Melliza: "Mesum!"


Meski awalnya penuh penolakan tapi tetap saja berakhir dengan diranjang.


Melliza: "Mas aku cape" keluhku yang sudah letih karna melakukan pelepasan beberapa kali.


David: "Sekali lagi"


Belum sempat menolak mas David sudah memposisikan dirinya kembali dan memasukan senjatanya.


David: "Mas main santai ya" setelah mengatakan itu mas David memaju mundurkan adik kecilnya dengan ritme yang sama.


Aku yang dibawah kuasanya hanya bisa menerima dan merasakan tanpa bisa menolak.


Melliza: "Mas?" panggilku lirih disela kegiatan kami.


David: "Hmm?"


Melliza: "Mas David sama kakekku ada masalah apa? dan ancaman apa yang mas David pernah bahas waktu itu?"

__ADS_1


Mas David diam dengan tatapan masih menatapku yang berada di bawahnya.


Melliza: "Mas?! kamu benci kakekku?" tanyaku katanya mas David tak kunjung mengangkat bicara.


David: "Demi kamu mas tidak akan membencinya" sahutnya dingin.


"Emhhhh.." aku tersentak saat mas David menekannya dalam.


Melliza: "Tadi aku sehabis telpon kakek"


CUP


David: "Apa yang kalian biacaran?" tanyanya setelah mengecup bibirku.


Melliza: "Kakek ingin aku keluar dari Rumah Sakit dan pulang ke Malang"


Mas David langsung diam dan berhenti menggerakkannya didalam intiku.


David: "Jangan coba coba Clara, mas tidak akan membiarkan itu" wajah serius yang penuh kedataran langsung terpasang.


Melliza: "Maka jawab pertanyaanku, ada masalah apa antara mas David.. oh tunggu! ada masalah apa antara kakek dan keluarga mas David dan kak Bagas?"


David: "Apa kakekmu itu tidak menceritakan sesuatu padamu sayang?" mas David kembali menggerakkannya dengan tempo yang sama.


Melliza: "Tidak, kakek hanya bilang bahwa aku harus menjauhimu dan menjaga jarak darimu mas"


David: "Utomo ingin berusaha menjauhkanmu dari mas? Apa dia tidak takut aku akan membuka kasus lama?"


David: "Apa Clara sudah bercerita tentang pernikahan kita sampai dia menyuruh Clara menjauhi mas?"


Mas David terkekeh di kegiatan kita yang memang sangat santai.


David: "Dia baru tahu aku dokter pembimbingmu saja kakekmu sudah menyuruh Clara keluar dan pulang. Apalagi jika dia tau kalau cucu kesayangannya ini telah aku nikahi dan ku ambil madunya. Apa mungkin Utomo itu akan mengirim Clara keluar negri dan membunuh mas?"


David: "Kenapa Clara tidak ceritakan saja bahwa David Setya Mayndra ini telah menjadi cucu menantunya karna telah menikahi cucu kesayangannya"


Melliza: "Aku tidak akan mengatakannya" jawabku mantap menatap sepasang matanya.


David: "Kenapa?"


Melliza: "Karna aku tidak ingin membuatnya kecewa, aku tidak ingin membuatnya malu, aku tidak ingin kakekku membenciku"


Meski keputusanku sangat salah besar karna menikah dengan mas David, tetap saja aku tidak ingin membuat kakekku kecewa apalagi menanggung malu karna ku.


David: "Jika kamu memiliki pilihan.. mana yang kamu pilih, kakekmu atau mas?" tanyanya tiba tiba.


Melliza: "Kakek" jawabku menatap matanya dalam.


"Aaawhhh..


David: "Mas suamimu sekarang, kenapa kamu memilih kakekmu?" tanyanya setelah menekan miliknya dalam.


Melliza: "Karna dia kakekku"


David: "Aku suamimu!"


Melliza: "Aku cucunya mas!"

__ADS_1


David: "Cucunya bukan hanya kamu Clara!"


"eeemhh... ah!"


Melliza: "Aku kesayangannya mas"


David: "Kamu juga kesayangan mas Clara!"


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Ngapunten nggih author mau mencak mencak lagi.


Langsung pada intinya!


Mending kalian yang ga suka novel gue pada hempas deh sebelum gue semprot pestisida apa sekalian sianida.


Heran gue, di sinopsisnya udah terpampang jelas 21+ kalo lo pada ga suka ga usah mampir cah bocah,


Bilang novel gue unfaedah, ga ada manfaat yang bisa diambil.


Lo pada bilang unfaedah tapi lo doyan juga kan baca sampai adegan Clara sama David kuda kudaan. Mulut doang yang nyinyir tapi jempol tetap ngeskroll lanjut mata tetap membaca tiap kata mulut ngikut kata perkata yang gue sungguhkan.


ndk.id

__ADS_1


__ADS_2