
Kabar tentang mas David benar benar lenyap tak bersisa.
Aku pun terus beraktifitas seperti biasanya.
Jika pagi aku selalu jalan berkeliling komplek kadang ditemani Jihan kadang pelayan yang lainnya. Setelah itu aku menyibukkan diri diperusahan penelitian Utomo group sampai sore menjelang petang.
Tidak banyak yang aku lakukan hanya memperhatikan beberapa dokter bedah yang sedang mengotopsi mayat yang kematiannya diakibatkan oleh virus yang belum ditemukan obat penawarnya. Contohnya HIV, penyakit yang marak di Negara Indonesia ini belum juga ditemukan solusi penyembuhannya. Selain karna kanker stadium awal bagi pengidap HIV tidak menunjukan tanda tanda dipertamnya, juga kanker ini akan mulai nampak jika sudah mulai menyebar.
Ku amati terus satu persatu dokter dokter lulusan terbaik yang telah menimba ilmu sebagai spesialis Bedah yang pastinya sudah memiliki kemampuan diatas rata rata.
Aku khawatir diantara mereka ada mas David yang sedang berpura pura menyamar.
Tapi hasilnya nihil, setelah memeriksa satu persatu dan melihat data serta profil para pekerja tidak ada satupun yang memiliki nama David atau memilki ciri ciri wajah khusus seperti mas David.
"Nona tidak boleh terlalu letih, kasihan kandungannya" kata seseorang dibelakangku.
Melliza: "Aku hanya ingin turun langsung melihat kondisinya" sahutku dan mulai berjalan beriringan dengannya menuju ruanganku.
"Sudah berapa bulan kehamilannya non?"
Melliza: "Sudah masuk bulan ke tujuh Yes"
Yesi adalah sekretarisku dan juga pembimbing awal saat aku pertama kali turun memegang perusahan ini.
"Ahh!!" pekikku sambil memegangi perutnya yang terasa sakit.
Yesi: "Non Verna kenapa non?!" tanyanya panik.
Melliza: "Entah rasanya begitu sakit" sahutku.
Yesi: "Kalau begitu lebih baik non Verna pulang saja untuk istirahat dan jangan lupa periksakan kondisi kandungan non takutnya terjadi sesuatu"
Selekasnya keluar dari pelataran perusahan aku mengajak supirku agar mampir menuju rumah sakit biasa yang selalu menjadi tempat pemeriksaan janinku.
"Aduh" keluhku hampir terjatuh saat seseorang menabrak bahuku.
"Maaf nak maaf.. bapak tidak sengaja" katanya dengan telapak tangan yang disatukan.
Seorang bapak bapak yang mungkin sekitar 70th atau kurang dengan penampilan sopan dan sedang menggandeng seorang anak kecil berjenis kelamin laki laki sekitar usia 7th.
"Kau sedang mengandung? sekali lagi saya minta maaf, karna kecerobohan saya hampir saja cah ayu ini jatuh"
Melliza: "Tidak apa pak, lain kali hati hati takutnya malah bapak yang terjatuh"
Aku pun melanjutkan langkahku menuju ruangan dr. Nada yang sebelumnya sudah ku beri tahu bahwa aku ingin pemeriksaan mendadak mengenai perutku yang tadi tiba tiba sakit takutnya terjadi sesuatu pada baby girl.
Melliza: "Jadi bagaimana dr. Nada? Apa terjadi sesuatu?" tanyaku setelah diperiksanya.
Nada: "Verna ini terlalu khawatir.. baby nya tidak apa apa, dia hanya sekarang sudah mulai aktif didalam"
Melliza: "Ooh begitu kah? aku hanya takut terjadi sesuatu padanya" aku pun bernafas lega.
Nada: "Mungkin baby nya tadi menendang nendang"
Melliza: "Menendang?"
Aku dulu memang tahu siklus pertumbuhan baby, tapi ini untuk pertama kalinya yang aku rasakan jadi begitu aneh.
"Mamaaaah" lengkingan suara anak kecil.
__ADS_1
Nada: "Sayang? ko masuk kesini?" tanya sang dokter pada anak laki laki yang tenyata tapi berpapasan denganku.
"Habis mamah lama tidak keluar keluar jadi aku dan kakek masuk kedalam" oceh bocah itu.
Nada: "Maaf.. mamah masih memiliki pasien"
Melliza: "Maaf ya.. gara gara tante mamah kamu jadi telat menemuimu" kataku sedikit membungkuk.
"Sudah selesai Nad?" tanya seorang pria paruh baya yang baru saja masuk kedalam.
Nada: "Sudah pah" sahutnya.
Nada: "Kenalin ini anak semata wayangku Jordan dan beliau papahku"
Aku mengangguk memberi salam pada pria tua itu yang tenyata papah dari dr. Nada.
Melliza: "Salam kenal.. nama saya Verna" kataku mengenalkan diri.
"Ve.. Verna?" tanyanya sedikit aneh.
Jangan bilang papanya dr. Nada mengenali mbak Verna batinku merasa takut.
Melliza: "Iyaa... kenapa pak? bapak kenal saya?" tanyaku ragu.
"Oh tidak tidak, ini kan kita baru bertemu dua kalinya dan yang pertama itu tidak disengaja"
Jordan: "Mah.. ayo kita pulang mah, hari ini papah pulang tugas kan?"
Nada: "Iya iya nanti dulu sayang"
Terlihat begitu menyenangkan melihat Jordan merengek pada mamahnya.
Kamu juga nantinya pasti akan seperti dia kan baby, apalagi kamu perempuan pasti kamu lebih cerewet dari Jordan batinku membayangkan kelak baby kecilku akan bergelayut manja seperti yang dilakukan Jordan pada dr. Nada.
Melliza: "Saya bawa supir kok dok"
Nada: "Panggil saja mbak Nada biar lebih akrab ya, kalau kamu tidak ingin memanggilku Nada"
Melliza: "Iya mbak Nada"
"Kamu tidak diantar suamimu Verna?" tanya papah mbak Nada.
Melliza: "Tidak pak, suami sayaaa... dia sibuk" sahutku bohong.
"Sesibuk apapun seorang suami jika tahu istrinya sedang mengandung apalagi sudah hamil besar seharusnya menjaga dan mengawasinya, bagaimana jika terjadi kejadian seperti tadi. Pastinya kalian sebagai orang tua tidak ingin terjadi sesuatu dengan calon anak kalian kan?"
Nada: "Sudahlah pah, mungkin memang suaminya sibuk dan tidak bisa menemaninya"
"Sayaaang" suara dari arah pintu.
Aku membulatkan mataku masih tak percaya akan keberadaannya disini.
CUP
"Sudah selesai? bagaimana kondisinya? maaf daddy tadi kejebak macet dijalan"
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Gue ga marah...
Kalian saja yang membacanya dengan intonasi orang marah. Gue hanya menunjukan keluh kesah gue dan gue ingin kalian memahami gue dengan kesibukan, kemalasan dan kemauan gue.
Dan untuk beberapa pihak yang ilfil dan tidak suka akan cerita dan sifat gue.. silahkan mundur teratur, gue ingatkan!
gue ga pernah maksa satu orang pun untuk membaca novel gue.
dan untuk mengapa gue menggarap novel lain itu karna gue memilki banyak inspirasi jadi apa salahnya untuk dituangkan?
Maaf atas kelabilan sang author yang masih bocah dan tak memiliki banyak pengetahuan termasuk tentang bercinta.
Karna gue hanya gadis kecil yang masih berusia 21th.
Gue sengaja kasih episode lagi hari ini khusus untuk readers dr.Clara yang tetap memberi tanggapan positif meski kalian anggap gue lagi ngamuk.
Dan ada satu hal lagi.
Kartu As gue diperkirakan masih dua lagi jadi...
Terus pantengin ya gaes, kartu As terakhir akan membuat kalian ber oh ria
__ADS_1
Happy reading gaes
ndk.id