
Melliza: "Aku harus bagaimana Ji?" tangisku dengan memeluknya.
Jihan: "Maaf ya neng.. semua ini karna tadi saya lalai menjaga baby Celine, andai tadi saya lebih waspada orang itu pasti tidak akan mengambil Celine" sahutnya juga dengan derai air mata.
v
Jihan: "Apa tidak sebaiknya neng terima tawaran David, Aku melihat neng Melliza masih memiliki perasaan terhadapnya"
Melliza: "Huh? Apa maksudmu Ji?" tanyaku bingung dan melepas pelukannya.
Jihan: "Seharusnya jika neng Melliza memang sudah tak mencintai David tak perlu lagi menjadikan foto David sebagai welpeper ponsel neng, maaf sebelumnya karna saya tidak sopan melihatnya"
Semenjak ku putuskan untuk meninggalkannya, aku sempat mengambil fotonya saat sedang tertidur sambil memeluk perutku yang telah mengandung Celine.
Betapa polos wajahnya tak memiliki sisi kedataran atau sikap jahatnya, hanya terlihat seperti seorang suami yang sangat menyayangi istrinya.
Dan foto itu telah menjadi welpeperku sejak aku meninggalkannya. Tidak dipungkiri bahwa sampai saat ini aku masih mencintainya.
Jihan: "Neng.. coba lah jadi diri neng sendiri, sebenarnya neng Melliza itu mau atau tidak kembali dengan pak David? tolong lupakan masa lalu agar tidak menghambat masa depan neng Melliza terutama Celine. Saya lihat David ini sangat menyayangi neng Melliza apa tidak iyakan saja ajakannya"
Akhirnya aku putuskan untuk menyetujui tuntutannya dan melayaninya.
David: "Clara menyetujuinya?" tanyanya disebrang sana.
Melliza: "Katakan kau ingin aku datang ke hotel mana dan ruangan berapa? ingat hanya satu malam"
David: "Hotel? no.. no.. kita lakukan dikamarmu, diranjangamu sayang"
Aku hembuskan nafasku dan memngembuskanya kasar.
Melliza: "Baiklah.. aku tunggu kamu malam ini"
David: "Berpenampilan sesexy mungkin karna itu akan mempengaruhi lancarnya kepulangan Celine pada Clara"
.
.
.
__ADS_1
Perjanjian akan melakukannya malam hari tapi ini mas David dijam tiga sore sudah datang dan memaksa masuk kedalam kamarku ingin menemuiku.
Kaos hitam polos dipadukan dengan jogger pant dan beralaskan dengan salah satu prodak sandal kulit ternama di Indonesia Birkenstock semakin melengkapi kesederhanaannya dalam berpenampilan.
Melliza: "Perjanjiannya malam mas, kenapa kamu datangnya sekarang"
David: "Sekarang atau nanti malam apa bedanya tetap kita akan melakukannya, iya kan?" jawab mas David lalu duduk disofa panjang yang berada di ruangan Tv kamarku.
David: "Kenapa masih belum ganti baju? Clara sungguh akan melayani mas kan malam ini?"
Aku hembuskan nafasku kasar tapi tetap juga melangkah menuju deretan lemari yang berada disampingnya.
David: "Yang sexy Clara.. kamu harus ingat itu" ocehnya yang membuat telingaku panas.
Melliza: "Iya Iya.. berisik banget sih" omelku.
Aku berjalan menuju arah kamar mandi dengan membawa entah ini disebut baju atau dalaman tapi sudahlah kalau tidak pria mesum itu akan membuat aku bolak balik kamar mandi jika penampilanku tidak sesuai hadapannya.
Ku buka pintu kamar mandi dan berjalan kerahnya yang menatapku dari pantulan cermin didepannya. Dia sunggingkan senyuman saat melihat kemolekan tubuhku yang terus mendekat kearahnya.
David: "Duduk sayang" perintahnya menepuk kedua pahanya.
Aku masih diam menatapnya, antara yakin dan tidak yakin akan melakukannya lagi degan mas David.
David: "Kamu sexy mom" bisiknya dengan mengelus kedua pahaku.
Bagaimana tidak sexy.. ini adalah salah satu Strappy Lace Cheeky Panty terbaru pengeluaran Victoria Secret yang harganya cukup fantastis.
Awalnya aku tidak tahu apa kegunaan mengapa mrs. Angle memberikan ini untukku, tapi ternyata akan ada fungsinya juga terutama untuk memuat pria mesum dihadapanku ini puas.
Bisa dikatakan aku hanya menggunakan CD dan bra tapi dibungkus oleh sebuah cardigan yang super duper tipis bahkan bisa menembus warna senada dari CD dan bra yang berwarna merah terang.
Melliza: "Aku ingin cepat menyelesaikannya, jadi bisakah langsung pada inti permainnya?" kataku berusaha bangkit dari pengakuannya.
David: "Bisakah Clara menjadi diri Clara sendiri" sahutnya dingin dengan menahan pinggangku agar tetap duduk.
David: "Bisakah Clara jangan lagi memikirkan orang lain? dan hanya memikirkan diri sendiri cukup hanya malam ini saja" mas David menatap mataku dalam.
David: "Tutup matamu"
__ADS_1
Melliza: "Hah?!"
David: "Tutup mata sayang" katanya dengan menutup mataku menggunakan telapak tangan kanannya.
David: "Hanya malam ini, mas minta hanya malam ini lupakan semuanya. Semuanya termasuk Celine dan kakekmu" bisiknya ditelingaku yang telah menutup mata
David: "Jadilah Clara yang egois dan hanya ingin memiliki tubuh mas seorang diri. Jadilah Clara yang mencintai mas seperti dulu tanpa ada dendam sedikitpun. Jadilah Clara yang selalu melayani mas dengan sukarela tanpa adanya keterpaksaan. Jadilah Clara yang juga menikmati permainan mas dan saling memuaskan satu sama lain"
David: "Mas hanya minta malam ini jadilah Clara yang mas cintai dan mencintai mas"
Mas David membuka tangannya dan aku pula membuka kedua kelopak mataku dan langung tatapan kami bertemu saat itu juga.
David: "Bisa kan? hanya malam ini" katanya lirih.
Hatiku rasanya tersentuh saat itu juga.
Tak pernah aku pungkiri bahwa aku masih sangat mencintainya.
Ku peluk lehernya agar dia tahu betapa rindunya aku akan sosoknya selama ini.
Melliza: "Hiks.. kenapa mas David tak pernah menjemputku? Kenapa mas David membuat aku salah paham? Kenapa mas David sangat suka melihat aku semakin membenci mas David?"
Melliza: "Tahukah mas David bahwa aku sangat tersiksa? aku menahan rasa sakit itu sendirian. Aku terus berusaha kuat saat banyak gunjingan saat aku mengandung tapi tak memiliki suami. Aku juga ingin hiks.. hiks.. aku juga ingin mendapat perhatian dan dimanja saat masa kehamilanku, aku selalu membuat celah agar mas David menemukanku meski otak ini berkata menjauh tapi hatiku selalu membuat jalan agar mas David dapat cepat menemukanku"
Melliza: "Aku selalu menunggu, tapi kenapa mas David tak datang juga?"
Melliza: "Aku.. aku.. aku sangat bahagia saat tahu mas David berada disampingku menemaniku saat proses lahiran, tapi entah mengapa mulut ini malah berkata lain dan ingin mas David menjauh dariku"
Melliza: "Aku.. hiks.. hiks.. aku.. hiks.. aku kangen mas Daviiiiid" ocehku terus sambil terus memeluknya erat berharap dia tidak pergi lagi.
David: "Sssshhtt.. cup yah, sudah jangan menangis lagi" katanya berusaha menangkanku dengan mengelus kepalaku.
David: "Clara sekarang percayakan sama mas?"
Melliza: "Percaya apa?" tanyaku menatapnya setelah melepas pelukannya.
David: "Apa saja, semuanya! mas minta Clara percaya sama mas termasuk tentang almarhum kakekmu Clara percaya sama mas kan?"
Melliza: "Tapi mas yang telah membuat kakekku meninggal bukan?"
__ADS_1
David: "Dan Clara percaya?" aku hanya diam tak menjawab karna aku juga tidak yakin sepenuhnya.
David: "Mas akui mas pernah jadi psikopat tapi itu hanya pada kakekmu itu pun karna kakekmu yang membuat masalah terlebih dulu, mas tidak sejahat yang kamu pikirkan sayang"