Dr Clara

Dr Clara
Episode 9


__ADS_3

Ku amati terus sebuah pesan yang masuk ke ponselku tadi malam sebelum tidur.


Selamat malam Clara


itulah kata yang tertera dari pesan yang cukup membingungkan untukku.


"Clara?"


"Siapa yang memanggilku Clara?"


"Jangan jangan pak Arman, dia kan suka main kucing kucingan"


"Ah syukurlah untung tadi malam tidak aku balas"


Aku merenung sendirian diruanganku dengan segelas coklat panas ditangan kananku. Yang lain sedang libur, apalagi Marsya dia pasti saat ini sedang mendengkur belum bangun dari tidurnya.


Sedangkan aku?


Aku malah harus nongkrong di Rumah Sakit menunggu ibu yang hendak lahiran tapi masih pembukaan 3 rancauku dalam batin.


Tenang Melliza, sabar pekerjaanmu adalah pekerjaan yang mulia tidak semua orang dapat melakukannya batinku untuk menyemangati diriku sendiri.


Tok. Tok. Tok.


"iya masuk" kataku sedikit berteriak agar orang yang berada diluar bisa mendengarku.


"Permisi" kata seorang pria yang umurnya kira kira seusia ku dengan seragam perawat yang digunakannya.


"dr. Melliza yah?" tanyanya masih diambang pintu.


Melliza: "Iya betul, mari masuk" kataku pada salah satu perawat pria di Rumah Sakit ini.


Dia pun masuk dan berjalan mendekat kearah mejaku.


Melliza: "Anda siapa yah?" tanyaku pada perawat itu karna tak kunjung angkat bicara perihal maksud kedatangannya.


Perawat: "Saya perawat yang biasa mengikuti jalannya operasi dr. David" katanya dengan sedikit menyunggingkan senyuman di bibirnya.


dr. David?


Apa maksud dia dokter bertampang datar itu?


Kenapa di hari tenang seperti ini pun aku harus mendengar namanya?


Perawat: "Begini dr. Melliza, dr. David berpesan pada saya untuk menyampaikan bahwa apabila dr. Melliza sudah selesai dengan urusan di Rumah Sakit, anda disuruh datang ke rumahnya" jelas perawat pria itu.


Melliza: "Ke rumahnya?" tanyaku terheran heran.


Perawat: "Iya dr. Melliza, karna hari ini dr. David libur maka...

__ADS_1


Melliza: "Iya saya tau hari ini dia libur, tapi maksud saya ada urusan apa sampai saya harus datang ke rumahnya?" kataku memotong bicara perawat itu.


Perawat: "Kalau soal itu saya tidak tau dr. Melliza, saya tidak ada hak untuk mempertanyakannya" jawab perawat itu dengan sedikit menundukkan kepalanya.


Melliza: "Baiklah nanti saya usahakan akan datang kerumah dr. David" kataku meski agak sedikit enggan karna harus bertemu dengannya, apalagi dengan wajah datarnya.


Perawat: "Baiklah kalau begitu saya permisi keluar dulu dr. Melliza"


Aku hanya mengangguk untuk mengiyakan ucapan perawat muda tersebut.


Ada urusan apa dia memanggilku ke rumahnya?


Apa mungkin dia masih belum puas menyudutkanku kemarin?


Baiklah jika dia ingin berdebat lagi dengan Melliza Clara Utomo, maka saya dengan senang hati akan melayaninya.


Waktu terus berjalan, persalinan yang baru saja selesai aku hadapi membuatku sedikit lemas karna untuk pertama kalinya aku harus mengalamai operasi selama 4 jam.


Aku terduduk di kursi depan ruang UGD melepas masker yang menutupi sebagian wajahku, dan melepas jas yang membuatku penat saat ini.


Ku senderkan kepala belakangku ke arah dinding rumah sakit, memejamkan mata dan mengatur nafas serelaks mungkin agar aku tidak terlalu tertekan.


Saat nafasku mulai teratur, hati dan pikiranku mulai tenang aku teringat bahwa aku harus datang kerumah dokter berwajah datar itu. Ku lihat jam tangan sport ku yang berada di saku jas menunjukan pukul 16:24 WIB.


Ku pegangi jas ku dan aku berjalan kearah ruanganku untuk bersiap hendak pulang tapi ya sebelum pulang aku harus mampir dulu kerumah seorang dokter yang menjadi dokter pembimbingku.


Aku masih setia berdiri di depan pintu tanpa mengetuk atau mengeluarkan suara.


"Apa anda tidak lelah sedari tadi hanya berdiri disitu?" kata seseorang membuatku tersadar.


Aku celingukan mencari sumber suara yang aku kenal.


Dimana?


Apa dia didalam?


Apa dia sudah mengetahui kehadiranku?


Aku bahkan belum mengetuk apalagi mengucapkan salam.


Tiba tiba saja pintu itu terbuka menampakkan sesosok pria dewasa yang hanya menggunakan kaos hitam dan celana kolor selutut.


Dari itu aku terkesima menyaksikan penampilan sederhana pak David yang terlihat menawan dari biasanya meski hanya menggunakan kaos dan kolor saja.


Aku mulai tersadar dan dengan cepat menggeleng menghilangkan fikiran yang akan menjerumuskanku kembali untuk mengagumi pria berwajah datar di hadapannya ini.


David: "Anda kenapa dr. Melliza?" tanyanya terheran melihatku.


Melliza: "Tidak!" jawabku singkat padat dan jelas.

__ADS_1


Melliza: "Ada urusan apa ya pak David sampai repot repot memanggil saya untuk datang kemari?" tanyaku langsung saat itu juga didepan pintu.


David: "Bahkan anda belum masuk dr. Melliza" katanya meninggalkan ku didepan pintu dan hendak duduk disalah satu sofa diruang tamu itu.


Melliza: "Apa sekarang anda ingin membahas mengenai etika bertamu dr. David?" tanyaku yang mulai masuk dan duduk di sofa lain.


David: "Itu bisa dibahas dilain waktu"


Melliza: "Lalu ada urusan apa anda memanggil saya? Apa ini mengenai masalah kemarin? Apa anda belum puas menyalahkan saya? Atau anda mau menyalahkan saya atas kesalahan yang lain?" tanyaku bertubi tubi, dan dia hanya berdiri dan hendak masuk kedalam.


David: "Anda ingin minum apa dr. Melliza?" tanyanya dari kejauhan.


Aku terheran heran, ini maksud pak David apa?


Melliza : "Tidak terima kasih, saya tidak haus" kataku sedikit lantang agar dia bisa mendengarnya.


Kemudian ku lihat kembali pak David yang berjalan dengan membawa segelas air berwarna merah kehitaman ditangan kanannya.


Ku amati dia yang hanya fokus pada minumannya dan seperti tidak memperdulikan keberadaanku.


Melliza: "Maksud pak David menyuruh saya datang kemari itu apa?" tanyaku mulai geram.


Dia tidak menjawab hanya menyesap minumannya dan aku?


Aku benar benar geram, emosiku menyulut naik karna tingkahnya. Aku berdiri dan hendak melangkah pergi tapi sebuah tangan kekar memegani tangan kananku dan itu menahan langkahku.


Aku ditarik dan membuat tubuhku yang kecil terkesiap.


CUP


"Aku mencintaimu Clara"


.


.


.


.


.


.


.


Jangan lupa ya mampir di karya ndk.id yang lain denga judul Wanita Yang Tak SEMPURNA ...


Dan terus dukung saya dengan like dan komentar kalian, and don't forget jadikan dr. Clara sebagai novel favorit kalian agar saya semakin bersemangat up episode setiap harinya.

__ADS_1


Happy reading gaes


__ADS_2