
Ku pandangi wajahnya lekat lekat saat berada diatas wajahku yang masih berbaring diatas ranjang rumah sakit.
Melliza: "Kenapa kamu disini?" tanyaku dingin setelah kesaranku terkumpul sepenuhnya.
David: "Karna istri mas membutuhkan keberadaan suaminya" jawabnya dengan mengelus puncak kepalaku.
Melliza: "Aku bukan istrimu lagi" sahutku berusaha menepis tanganya.
Dia hanya tersenyum masam.
Suara tangisan bayi mengalihkan perhatian kita untuk melihat asal suara itu.
Mbak Nada dengan senyumannya berjalan mendekati ranjangku dengan membawa bayi dalam gendongannya.
Bayi berjenis kelamin perempuan dengan panjang 49cm dengan berat badan 3,1kg berhasil aku lahirkan selama kurang lebih waktu dua belas sampai tiga belas jam.
Nada: "Bayinya sempurna tidak ada cacat sedikitpun" katanya dengan menyerahkan baby mungilku kedalam gendonganku.
Mataku melebar saat melihat baby yang baru saja berada digendonganku.
Mengapa?
Mengapa wajahnya berdominan mirip mas David?
Mengapa hanya bulu mata yang lentik dan bibirnya yang mungil itu yang mirip denganku?
Mengapa bentuk mata, alis bahkan rahangnya sangat mirip dengan mas David?
Mommy yang mengandungmu sayang, mommy juga yang berjuang hidup dan mati hanya demi kehidupanmu. Tapi kenapa fisikmu berdomian menyerupai daddymu?
Nada: "Kau harus memberikan ASI pertamanya Verna"
Aku memang ingin segera memberikan ASI untuk pertama kalinya dalam hidupku, tapi arah pandanganku lebih tertarik melihat mas David yang sedang tersenyum bahagia melihat baby dalam gendonganku.
Nada: "Verna?"
Melliza: "Aku tidak ingin ada dia disini mbak, aku tidak ingin baby ku terkontaminasi virus kekejamannya" kataku sinis saat melihatnya.
Mata mas David langsung meredup, dia menarik nafas lalu memngembuskanya perlahan.
David: "Sayang.. maafkan daddy mu ini ya sayang, daddy tidak bisa menjaga mommy mu sepenuhnya. Daddy janji daddy akan datang lagi dan membuat sebuah keluarga bahagia bersama peri kecil daddy, kamu jangan rewel yah selama daddy tidak ada" katanya sambil mengelus pipinya menggunakan jari telunjuknya.
Melliza: "Jangan menciumku!" tolakku menghindar saat mas David hendak mencium puncak kepalaku.
David: "Mas akan kembali lagi, entah kamu suka atau tidak tapi mas akan tetap datang dan menempati posisi sebagai suami sekaligus daddy untuk anak kita. Entah dengan cara apa tapi mas pastikan akan membuat Clara kembali lagi menjadi istri mas, menjadi istri sah dan menjadi satu satunya. Hanya satu satunya"
David: "Meski nanti mungkin mas akan berbuat jahat mas tidak perduli jika itu jalan yang harus mas gapai agar dapat memiliki kalian, khususnya memiliki mom"
Mas David melangkah pergi sesudah mencium kening baby yang aku gendong dalam pangkuanku.
David: "Aku titip mereka lagi untuk sementara waktu ya mbak" kata mas David saat berpapasan dengan mbak Nada.
Setelah kepergian mas David hampir semua yang aku kenal masuk kedalam ruangan yang aku tempati. Dan ada juga kak Haris yang datang mengucapkan selamat serta membawa balon bertuliskan maksud selamat datangnya sang baby yang baru aku lahirkan.
Jihan: "Masya Allah cucu buyutku ayu tenan toh yoo" pujinya dalam bahasa Jawa.
Mustofa: "Lah iya toh bu.. wong neng Verna juga cakep masa anaknya jelek" sahut Mus.
Jadi keluarga dari mamahku itu beraliran orang Jawa dan meraka menganut agama Islam, tidak seperti diriku yang sudah terbiasa mengikuti kakek jadi aku ikut juga dengan keyakinannya.
Awalnya aku sedikit kesulitan saat memberikan ASI pada baby girl, tapi untung ada mbak Nada yang mengajariku dan membimbingku agar aku dan baby merasa nyaman.
Dia cukup kuat menyedotnya, sedikit membuatku teringat akan seseorang yang dulu sangat hobi nete dan memainkan payudaraku sebelum tidurnya.
Bukan hanya rupamu yang menyerupainya sayang, ternyata kamu juga sangat suka nete sama sepertinya batinku sambil mengelus pipi cubby nya yang mulai tertidur.
Nada: "Jadi Verna akan memberikan nama baby ini siapa?" tanyanya disaat aku berusaha melepas put*ngku dari hisapannya.
Melliza: "Celine" jawabku tersenyum pada baby yang aku gendong.
__ADS_1
Jihan: "Celine? bagus juga, neng Verna sudah menyiapkannya sejak lama yah?"
Melliza: "Hanya panggilannya saja yang aku siapkan, nama belakangnya belum" sahutku tersenyum malu.
Melliza: "Mbak Nada memiliki usulan nama?" tanyaku meminta pendapatnya.
Nada: "Verna meminta pendapatku?" aku hanya tersenyum dan mengangguk pasalnya mbak Nada sudah sangat aku anggap sebagai kakakku sendiri.
Nada: "Siapa yah? aku tak pandangi memberi nama, putraku saja papah yang memberinya nama"
Melliza: "Aku juga masih bingung tapi yang pasti marganya Ut..
"Mayndra!"
Kata seseorang balik tubuh Jihan dan Mus.
"Bayi itu harus bermarga Mayndra"
Nada: "Papah?" gumamnya yang terlihat terkejut.
Jordan: "Mamaaah" pekik Jordan yang menghamburkan pelukan pada mbak Nada.
Nada: "Jangan teriak teriak nanti baby nya bangun" kata mbak Nada lirih.
Jordan: "BABY?! mana baby nya mah? kata kakek adik aku sudah lahir ya mah?" sorak Jordan kegirangan.
Nada: "Maaf ya Jordan memang sangat antusias dengan bayi"
"Bayi itu memang adiknya Nada, adik Jordan" suara tegas itu nampak memenuhi ruangan.
Nada: "Pah!"
"Dia harus tau Nad! dia harus paham betul bahwa bayi itu tidak hanya memiliki darahnya, tapi juga darah keturunan Mayndra. Jadi dia wajib dan harus memberi nama Mayndra dibelakang nama bayi itu sebagai marganya"
Haris: "Anda siapa yah? mohon maaf sebelumnya tapi bisakah orang luar tidak usah ikut campur? Bukan maksud saya tidak sopan pada orang tua hanya saja nama Mayndra hanya masa lalu dalam hidup Verna..
"Melliza!"
Aku yang sedari tadi diam berusaha mencerna apa perkatan dari papahnya mbak Nada.
Tapi setelah mengetahui bahwa papah mbak Nada mengetahui identitas asliku disini aku mulai bingung, sangat sangat bingung.
Nada: "Pah! sudahlah pah, biarkan David yang menjelaskannya"
"Iya pah, nanti malah Melliza salah paham lagi terhadap David" sahut sang suami mbak Nada.
"Tidak bisa Nad.. Dia bisa saja memberikan nama Utomo pada bayi itu jika papah tidak mencegahnya, bayi iti harus bermarga Mayndra Nad. HARUS!" sangkal sang papah.
Melliza: "Sebenarnya kalian ada hubungan apa dengan keluarga Mayndra?"
"Pertanyaanmu salah.. yang benar ada hubungan apa antara kami dengan David, itu yang benar" sahut papahnya mbak Nada.
"David Setya Mayndra suamimu dan ayah dari bayi yang kamu gendong itu adalah putra bungsuku, putra dari mantan perwira TNI AD Jendral Junaidi Mayndra"
"Dan Nada yang selalu membantu perkembangan proses kehamilanmu ini adalah kakak iparmu.. kakak kandung suamimu"
Aku masih tak percaya akan ucapannya, benarkah itu yang sebenarnya?
Jadi selama ini aku dalam pengawasan mas David dan keluarganya?
Nada: "Maaf Melliza atas sandiwara yang dulu kami buat, aku hanya ingin membantu adikku yang sangat tergila gila karna mencintaimu"
Junaidi: "Dia sungguh mencintaimu, sakin cintanya dia berbuat bodoh dengan tidak keluar langsung dan memberi tahu yang sebenarnya terjadi antara kakekmu dan dirinya agar kamu tidak lari lagi dari pengawasannya"
Junaidi: "Aku sudah putuskan bayi itu akan aku beri nama..
Celine Veronica Mayndra
Junaidi: "Harapan sebagai kakeknya hanya satu, berharap dengan kejadiannya dapat menyatukan kembali cinta kasih antara kedua orang tuanya. Karna bagaimanapun sikap egoismu yang mirip dengan kakekmu itu nantinya hanya akan membuat bayi ini menderita karna terjauh dari papah kandungnya yang sungguh mencintainya"
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Yaaaaah...
Kartu As gue kebuka lagi satu deh,
Bahagianya dapat notifikasi dr. Clara tiga kali.
Besok ada kejutan loh dari dr. David.
Hayo tebak..
Jadiiii
dr. David akan kembali lagi pada dr. Clara,
Tapi dengan cara apa coba?
Yang bisa jawab aku follow akunnya.
Happy reading gaes 😘😘😘
__ADS_1
ndk.id