
David: "Mas akan meminta izin untuk kita berdua seminggu kedepan jadi kamu tidak perlu lagi repot repot mencari alasan ingin datang ke Rumah Sakit"
What the hell?
Mas David berniat menggembor gemborkan pernikahan ini kesemua orang?
Tidak terbayang lagi respon para dokter terlebih Marsya yang pastinya akan membakarku dengan tatapan matanya yang menyala siap melenyapkanku kapan saja jika dia sampai tau kalau aku menikah dengan mas David.
David: "Ayo Clara.. waktu kita tidak banyak, setelah menemui kedua orang tuamu kita juga harus menemui ayah mas yang sekarang sedang bertugas di Aceh. Setelah itu baru kita mendaftar ke KUA"
Melliza: "Biar aku saja yang menemui keluargaku ya mas, bagaimana jika mereka menolakmu dengan cara yang menyakitkan" sahutku yang sudah duduk dengan melilitkan selimut dibagian bawahku.
David: "Kita saja belum mencobanya kenapa kamu sudah berfikir bahwa mas akan ditolak menjadi menantu mereka?"
Mereka pasti akan menolak lah terlebih dengan status mas David yang masih menjadi suami wanita lain.
David: "Mas akan pastikan kedua orang tuamu akan setuju mengizinkan mas David menjadi menantu mereka dan menjadi suami yang baik untukmu" katanya penuh keyakinan dengan membelai pipiku lembut.
Melliza: "Apa yang mau mas David lakukan kepada keluargaku?" kataku memalingkan wajah saat mas David hendak mencium bibirku.
David: "Apa pun akan mas lakukan demi menikahimu sayang termasuk mengancam keluargamu"
Mengancam dia bilang?
Apa mas David tidak tau kekuasan keluarga Utomo?
Melliza: "Me..Me.. mengancam? Apa mas yakin?"
Mas David belum juga menjawabku, dia malah tersenyum lalu membungkuk mensejajarkan wajahnya dihadapan ku.
David: "Awalnya mas ingin menyembunyikannya sampai kamu mau menceritakan tentang keluargamu tapi sepertinya mas harus mengatakannya sekarang"
David: "Melliza Clara adalah nama yang kamu bawa dikota ini tapi tanpa mereka sadari bahwa wanita berparas cantik yang sempurna ini adalah keturunan keluarga Utomo yang namanya membahana di pulau Jawa. Kamu adalah putri bungsu dari Andes Utomo cucu kesayangan Surya Cipto Utomo, dan mamahmu meninggal sesaat setelah melahirkanmu karna pendarahan. Apa mas David benar Clara?" tanyanya dengan menguraikan senyum penuh kemenangan.
Mas David sudah tau aku adalah keturunan keluarga Utomo?
Dari mana dia bisa mengetahuinya?
Setahuku kakek menutup rapat identitasku didalam Rumah Sakit.
David: "Apa Clara juga mau mendengar ancaman yang akan mas lontarkan jika keluargamu menolak mas?"
Melliza: "Apa.. Apa yang mas David ancamkan?" tanyaku menyelidik.
David: "Sepertinya kamu tidak perlu tau sayang, kamu cukup terus mencintai mas dengan menjadi istri yang baik untuk mas"
Aku tertunduk, ternyata mas David mengetahui semua tentangku. Jika aku pergi darinya dan bersembunyi dibalik nama keluarga Utomo tetap sama saja mas David akan mengancam keluargaku.
__ADS_1
Jika aku pergi tanpa membawa nama keluarga Utomo aku mau pergi kemana?
Pasti mas David juga akan mengganggu keluargaku meski mereka tidak mengetahui sama sekali tentang keberadaanku.
Tapi jika aku menerima permintaannya, aku ga akan sanggup jika terus disebut sebagai pelakor.
Apa yang harus aku lakukan?
Aku diam larut dalam pikiranku yang sedang mencari solusi yang terbaik agar tidak merugikan kakek dan papah, tapi mas David?
Mas David malah sedang asik mengecupi sekujur tubuh bagian atasku.
Melliza: "Mas?"
David: "Ya sayang?" sahutnya mendongak saat sedang nete didada kiriku.
Melliza: "Aku mau menikah dengan mas David, tapi aku memiliki tiga syarat yang harus mas David penuhi" kataku mencoba mengatakan beberapa ide yang bersemayam dalam otakku.
David: "Sebutkan saja asal bukan melarang mas melakukan hubungan intim denganmu semua mas akan turuti" katanya lalu duduk disebelahku.
Melliza: "Yang pertama aku ingin..
David: "Ingin apa sayang sebutkan saja"
Melliza: "Aku ingin pernikahan kita dirahasiakan dari semua orang termasuk kedua orang tua kita dan mbak Vanessha" ucapnya menyuarakan pendapatku.
Melliza: "Mas aku mohon" sahutku yang ikut bangkit mengekorinya yang akan masuk kedalam kamar mandi.
David: "Mas tidak cuma ingin memilikimu karna hanya sebatas nafsu ya Clara, mas benar benar mencintaimu dan ingin melindungimu" jawabnya dengan masih melenggang kearah wastafel.
Melliza: "Jika ingin melindungiku maka lindungi aku dari gunjingan orang orang, mas David ingin melihat aku stres karna mendapat cercaan dari banyak pihak karna menjadi orang ketiga?"
David: "Mas akan membungkam mulut mereka yang berani menyinggungmu" sahutnya lalu mencuci wajahnya.
Melliza: "Hati wanita itu rapuh mas, mungkin bagi mas David dengan membungkam mulut mereka sudah cukup tapi bagaimana dengan aku yang sudah terlanjur mendengarnya. Aku jelas akan merasakan sakit hati berkelanjut"
Melliza: "Mas.. Aku mohon" kataku memohon agar mas David setuju.
Kupeluk tubuhnya dari belakang, ku biarkan selimut yang menutupi tubuhku terjatuh agar kulitnya bisa merasakan kehangatan kulitku supaya mas David setuju akan permintaanku.
David: "Baiklah.. Tapi ini tidak menutup kemungkinan suatu saat mas akan meresmikan pernikahan kita, saat Vanessha sudah bersama kekasihnya maka mas akan langsung meresmikan hubungan kita" ucapnya yang langsung mendapat anggukan dariku.
David: "Lalu apa syarat yang kedua?" tanyanya yang berbalik badan melihat kearahku.
Melliza: "Aku ingin mas kawin 100 juta sebelum menikah dengan mas David"
David: "100?" tanyanya heran.
__ADS_1
David: "Kamu ini pintar membandrol harga ya" katanya mencubit pipiku gemas.
Melliza: "Bukankah mendapatkan apa yang kita mau itu harus dengan penuh perjuangan yah, terlebih aku ini masih perawan kan? pastinya mas David akan sangat senang bukan?" kataku sedikit malu malu.
David: "Baiklah baiklah.. semua untukmu istriku"
Melliza: "Tapi aku tetap ingin jatah bulanan yah"
David: "Asal pelayanannya bagus sayang" katanya dengan sedikit menggodaku.
Melliza: "Jangan mesum deh mas" kataku berusaha melepaskan pelukannya.
David: "Tapi untuk bulanan mas kasih setengahnya ya.. kan kamu sudah tidak perawan lagi" katanya dengan memelukku lagi lebih erat.
Tenang Melliza, adek kecilnya mas David tidak berfungsi dengan benar jadi mungkin hanya akan main sebentar tidak akan membuat kamu sampai pincang tidak bisa jalan batinku.
David: "Lalu apa syarat yang ke tiga?" tanyanya yang sedang menyembunyikan wajahnya ditengkukku.
Melliza: "Aku tidak ingin hamil"
David: "Apa tadi kamu bilang?" tanyanya langsung melepas pelukannya.
Melliza: "Aku tidak ma..
David: "Tidak!" sahutnya langsung sebelum aku menyelesaikan
Melliza: "Mas!"
David: "Mas bilang tidak ya tidak Clara" jawabnya tidak mau terbantahkan.
Melliza: "Akan diberi status apa jika aku melahirkan anak diluar nikah mas? Apa nanti kata orang orang jika aku hamil diluar nikah?" kataku berusaha meyakinkannya.
David: "Jelas mas akan memberinya nama Mayndra diakhir namanya. Mas menikahimu bukan karna ingin memuaskan nafsu biologis Clara, tapi mas juga ingin mendapat keturunan darimu. Membangun keluarga yang selalu mas harapkan" terangnya.
Melliza: "Mas bisa meminta keturunan pada mbak Vanessha saja kan?"
David: "Mas hanya ingin anak darimu, dari rahimmu yang dilahirkan olehmu Clara bukan wanita lain apalagi Vanessha" mas David terus kekeh dengan keputusannya.
Tidak aku tidak ingin hamil apalagi melahirkan anak diluar nikah, itu jelas akan mencoreng nama baik kakek. Aku tidak ingin mengecewakannya meski sebenarnya mengiyakan menikah dengan mas David dengan sembunyi sembunyi sudah mengecewakannya.
Melliza: "Ok tapi bisa kita tunda sampai kita resmi menikah?" tawarku coba membuat keputusan sebelum resmi menikah dengannya nanti.
David: "Tapi mas ga mau kamu meminum pil atau menyuntikkan segala sesuatu yang membuat kamu sulit mengandung nantinya"
Melliza: "Kalau tidak meminum pil bagaimana jika nanti aku kebobolan?" tanyaku dengan wajah memelas.
David: "Kamu tau pasti bukan resiko jika mengonsumsi pil dan menunda kehamilan menggunakan KB? Rahimmu akan kering dan sulit hamil nantinya kau mengerti itu?"
__ADS_1