Dr Clara

Dr Clara
Episode 68


__ADS_3

Andai lo semua tahu gue disini selaku autor selalu tertawa ngakak setiap membaca komentar komentar yang sadis bin menyeramkan yang tertujukan untuk dr. David.


Mungkin setelah membaca episode ini kalian bukan hanya ingin menjambak saja tapi mungkin readers pecinta dr. Clara ingin sekali membunuhnya atau mungkin ingin memotong miliknya itu hingga tidak dapat difungsikan kembali.


Dan sebelum membaca part ini gue selaku author mengingatkan dan meminta maaf bahwasannya alur yang gue buat tidak sesuai dengan apa yang kalian pikirkan dan kalian inginkan.


Meski ini bukan kisah nyata atau diambil dari pengalaman hidup seseorang, meski ini hanya sekedar bayangan awam yang gue ciptakan tapi gue ingin memberikan sensasi nyata agar readers sekalian dapat mengambil hikmah dan manfaat dari novel ini.


Meski alur ini memiliki masalah yang bertumpuk tumpuk tapi gue tidak mungkin tidak menyiapkan penyelesaiannya. Penyelesaian itu akan terjadi pada waktunya bahkan penyelesaian itu akan diikuti dengan kejutan kejutan yang tidak akan pernah kalian pikirkan sebelumnya.


Salam ndk. id


Happy reading 😘


.


.


.


.


.


Sebulan sudah kejadian perkelahian antara mas David dan kak Bagas.


Dan sebulan pula hubunganku dan mas David menjadi lebih baik. Meski tidak sebaik dulu, meski tidak seromantis dulu, dan meski tidak selalu bermalam bersama tapi aku selalu mencoba untuk mempercayai perkataannya aku selalu mencoba untuk menerima kenyataan dan aku selalu mencoba untuk menerimanya meskipun keterpaksaan yang aku miliki sekarang juga didasari oleh rasa cinta.


Dan sebulan ini pula mas David tak pernah sekalipun menginap di apartemen ku dia hanya datang saat mengantarku pulang dan meminta jatahnya kemudian di waktu malam hari menjelang dia akan berpamitan dengan beralasan memiliki urusan yang tidak bisa dilewatkan.


Aku terus berusaha untuk mempercayainya hingga akhirnya aku tahu alasan yang selalu dia buat dikala dia hendak meninggalkanku sendiri setelah dia cumbu hingga puas.


Melliza: "Aku ingin mas David menceraikanku" kataku penuh derai air mata.


David: "Mas tidak akan pernah menceraikanmu sampai kapan pun itu"


Tubuhku terjatuh ke lantai setelah mendengar jawabannya yang tidak akan pernah melepasku.


Aku menangis meratapi nasib yang begitu menyedihkan. Aku tak pernah berfikir bahwa mas David akan memperlakukanku serendah ini, sekarang aku mulai berfikir bahwa cinta yang selalu dia katakan padaku itu semua hanyalah omong kosong belaka.


Melihat aku yang menangis dan duduk tertunduk dilantai apartemenku mas David bukannya mencoba untuk menenangkan ku atau memberi penjelasan padaku tapi dia malah menggendongku dan membawaku ke dalam kamar.


Aku dibaringkan olehnya di atas ranjangku perlahan, lalu dengan entengnya mas David ingin melakuan hubungan intim dikala aku sedang menangis karnanya.


Mas David melepaskan pakaiannya hingga tertinggal CD yang masih melekat menutupi adek kecilnya.


Dia merangkak naik keatas tubuhku dan membuka kancing kemejaku tapi tidak melepaskannya, lalu mas David membuka pengait bra ku yang memang berada didepan.


Dia menatapku yang masih menangis dalam diam. Aku sudah sesegukan tapi tidak membuat mas David mengurungkan niat awalnya.

__ADS_1


Aku menghindar kekiri dikala mas David ingin menciumku, dan aku menghindar terus ketika mas David mulai memaksa. Tapi itu tidak membuat dia gencar, dia kali ini benar benar memaksa ingin mencium dan melumatnya.


Terbukti dengan aksinya yang mulai dengan lihainya mencecap bibirku bergantian. Mas David menelusupkan lidahnya mencoba mempertemukan lidah kami yang sudah cukup lama tidak bertemu dan saling menyapa.


Tangannya juga ikut ambil alih dalam permainannya. Setalah celana jeans pendek berwarna hitam dan CD itu dilepas olehnya, mas David langsung menggesekkan miliknya yang masih terbungkus.


Bibir kami masih saling berpautan, tangan kirinya *** salah satu payudaraku dengan lembut sedangkan tangan kanannya mencoba menjamah lubang labia penuh kenikmatannya dan adek kecilnya yang sudah terbuka terus berusaha digeseknya dengan pahaku.


Geramannya tertahan dimulutku, nafasnya mulai tak beraturan dan memiliki hawa panas saat tersentuh pipiku.


CUP


Setelah mengecup bibirku, dia berguling dan membuat aku berada diatasnya. Tidak, aku tidak melakukan apapun selain berdiam diri diatasnya.


Tapi perlahan mas David mengarahkan miliknya agar masuk kedalam vaginaku.


"Aahhh"


Aku melenguh saat mas David berusaha menurunkan pinggulku agar miliknya benar benar tertancap sempurna didalam.


Kedua tangannya mengelus seluruh permukaan punggungku. Kita yang saling tatap tidak berlangsung lama saat mas David mendorong punggungku agar dadaku mendekat kearah mulutnya.


Dilahapnya putingku dan disedotnya penuh nafsu.


Mas David juga berusaha menggerakkan pinggulku agar mulai mengurut miliknya yang berada didalam tubuhku.


Aku memang sekarang membencinya tapi jika sudah seperti ini mulutku sama sekali tidak bisa diam di saat mas David terus berusaha menjamahnya.


Aku bertumpu pada kedua sikuku yang berada diantara kepalanya yang sedang menyusu.


Kedua tangannya memandu pinggulku agar terus naik turun dalam tempo yang lama kelamaan semakin cepat.


"Aaaaaaahhh..


Desahnya tak tertahankan setelah melepas put*ngku.


Bahkan pinggulnya pun ikut bekerja sama dan menerima saat milikku naik turun.


Mas David terus menghentak hentakan miliknya.


Melliza: "Aaahhhhh" pelepasan pertamaku yang keluar semakin membuat milik mas David licin dan liar dibawah sana.


David: "Cium emhhh mas sayaangh"


Aku tak memperdulikan perkataannya, aku lebih fokus merasakan milikku yang mulai nyeri akibat permainan cepatnya


Tapi bukan mas David namanya jika tidak mendapatkan apa yang dia mau. Mas David mengangkat kepalanya dan menggigit bibir bawahku agar turun.


David: "Emmhhhh.. ssshhhh... aahhhh..

__ADS_1


Mas David langsung membalikkan tubuh kita hingga membuat dia berada diatas tubuhku tanpa melepaskan penyatuannya.


CUP


David: "Tahan ya sayang.. Mas akan lebih cepat dari biasanya" katanya sedikit terengah engah setelah mengecup bibirku.


Melliza: "Aahhh.. ah.. sa.. sakit.. emhh.. ahhh. ah"


David: "Eemhhh.. ssshhh. eehhh. eh. eh. eh.. sayaaang.. ahhh.. eh"


Miliknya begitu cepat keluar masuk didalam tubuhku, suara decakan itu pun semakin menyempurnakan kegiatannya.


David: " Aaaahh.. Claraah.. aah. Mas ingin kamu hamil aahh"


Aku langsung menarik milikku hingga adek kecilnya mas David pun keluar dan langsung menyemburkan larvanya diluar.


David: "Aahhh.. kenapa kau lepaskan sayang?"


Melliza: "Aku tidak ingin menyimpan benihmu"


Mas David menatapku lalu mengecup keningku lama dan penuh kelembutan.


David: "Mungkin tidak sekarang.. Tapi mas pastikan suatu saat usaha mas akan membuat adanya detak jantung kehidupan disini" katanya dengan mengelus perutku.


Setelah membersihkan diri dan berpakaian kembali mas David melangkah mendekat ke arahku yang masih berada diatas ranjang.


David: "Mas pergi dulu ya sayang, ada urusan lain yang membuat mas tidak bisa menginap disini"


CUP


Dia mencium keningku lama, sangat lama hingga aku mulai berucap..


Melliza: "Ya aku tahu.. karna istri pertamamu sedang mengandung maka kau harus lebih perhatian padanya dibanding istri simpananmu ini"


Mas David langusng melepaskan ciumannya pada keningku.


David: "Clara sudah tau?"


Melliza: "Kenapa?! ingin merahasiakannya dariku?" tanyaku sinis.


David: "Tidak.. jika Clara sudah tau maka itu bagus, mas bisa meminta tolong padamu untuk ikut menjaga kandungan Vanessha. Karna mas tidak ingin terjadi apapun pada kandungannya sampai dia melahirkan"


SAKIT


Melliza: "Selamat atas kehamilan istri pertammau" kataku yang langsung diderai air mata.


David: "Apa Clara iri padanya? mas bisa membuat Clara mengandung dan mas akan lebih perhatian pada Clara jika Clara menginginkannya"


Melliza: "Aku tidak tertarik menyimpan benihmu!"

__ADS_1


David: "Baiklah sayang.. kalau begitu mas pergi ya, jangan lupa kunci pintu"


David: "Dan ingat! mas mencintaimu Clara sampai kapan pun dan dimanapun, hanya kamu dan selamanya hanya namamu"


__ADS_2