Dr Clara

Dr Clara
Prov David Setya Mayndra


__ADS_3

Dikala Melliza sedang berusaha mengubah identitas baru dan tempat baru agar tidak terjangkau lagi oleh David, tapi ditempat lain terdapat seorang pria dewasa yang masih terlelap dalam tidurnya tanpa menggunakan pakaian yang hanya tertutup oleh selimut dan sedang memeluk sebuah bantal guling.


Tubuhnya mulai menunjukkan adanya pergerakan dengan tangannya yang meraba raba ke semua sisi ranjang di sebelahnya. Matanya langsung membuka dan ekspresi datar itu langsung tampak di wajahnya.


David: "Jadi kau sungguh meninggalkan mas dan memisahkan mas dari calon anak kita Clara?"


David: "Sudah mas katakan jangan percaya akan semua perkatan orang disekitarmu bahkan bukan hanya kakekmu yang brengsek itu tapi juga teman yang kau anggap saudara itu"


Ku raih ponselku untuk menghubungi seseorang. Tapi pergerakan tanganku terhenti saat melihat wajah lelap istri tercintaku.


David: "Daddy akan menemukanmu mommy bahkan dengan cara apapun"


David: "Hallo.. bagaimana perintah yang aku berikan?"


"Pak.. istri anda kemarin pergi ke bandara Halim Perdanakusuma bersama seorang pria, sepertinya mereka...


David: "Dia istriku aku percaya dia tidak akan selingkuh, sebutkan saja kemana tujuannya"


"Maaf pak.. mereka menggunakan penerbangan menuju Malang"


Sudah ku duga, Surya selalu dibalik masalah yang membuat aku dan Clara bertentangan batinku.


David: "Baiklah, terima kasih sudah membantu"


"Sama sama pak dokter"


Keanehan yang muncul setelah Clara marah marah dan menimpakan semua kesalahan padaku lalu berubah ingin menemuiku bahkan di apartemen membuat aku sangat ragu. Pasalnya aku sangat paham betul dengan sifatnya yang susah dibujuk dan keras kepala. Dan akhirnya aku putuskan untuk berjaga jaga meminta bantuan pada salah satu intelijen Kapolda untuk mengawasi Clara dan benar apa adanya dengan dugaanku.


Clara yang bersikap manis, merayu, menggoda jelas ada maksud tersendiri. Ingin rasanya aku menolak minuman itu agar aku bisa terjaga terus untuk mengawasinya, tapi istri tercintaku ini keras kepala jika aku tidak meminumnya dia pasti akan meminumnya dan itu akan membahayakan janin dalam perutnya.


David: "Bahkan sebelum pergi kau sempat sempatnya menghapus foto mu Clara?" aku tersenyum miris pasalnya serentetan foto yang biasa aku lihat sebelum tertidur saat aku tidak tidur denganya telah tidak ada lagi di layar ponselku.


Hanya menyisakan satu yaitu foto yang ku jadikan wallpaper.


David: "Seharusnya dulu aku mencopot langsung jantungmu bukan hanya ginjalmu jika tahu kau akan menjadi penghalang hubunganku dengan wanita yang aku cintai"


Aku memakai kembali pakaianku dan hendak menemui seseorang yang juga ambil alih dalam penyebab kepergian Clara.


David: "Apa sekarang kau puas?!" bentakku setelah menemui wanita yang telah membuat Clara hampir menangis setiap hari dan telah menamparnya.


Vanessha: "Itu bukan keinginanku, aku terpaksa pak David"


David: "Kenapa kamu dan pacar kamu itu terlalu bodoh hingga masuk dalam jebakannya Surya? dan kenapa kamu malah memberikan bukti yang membuat aku tidak bisa mengancamnya lagi!"


Vanessha: "Aku minta maaf, tolong selamatkan pacarku bagaimana nasib anak ini jika tidak ada sosok ayah disampingnya?"


Jadi Surya mengiming imingi kedua pasangan bodoh ini dengan sejumlah uang tapi dengan syarat harus membuat Vanessha mengandung. Setelah Vanessha benar benar hamil, Surya menyandera pacar Vanessha dan mengajukan tuntutan agar mencari bukti yang aku miliki.

__ADS_1


Surya semakin bertingkah dengan mengajukan tuntutan ke dua yaitu membuat Clara salah paham dengan menyuruh Vanessha keluar dari kamarku dengan bertelanjang seakan sehabis melakukan hubungan yang tentunya sudah diperkirakan waktunya oleh Vanessha dan anak buah suruhan Surya.


Tidak hanya disitu saat aku hendak mengancamnya ternyata dengan kebodohan yang kesekian kalinya Vanessha telah menyerahkan bukti nyataku pada Surya yang berisi tentang pengakuan Surya secara tegas bahwa dia telah memperkosa ibu angkatku.


Surya semakin menjadi karna memiliki kekuasaan, dia mengancamku dan akan melenyapkan pacar Vanessha jika aku memberi tahu pada Clara yang sebenarnya tentang anak siapa yang Vanessha kandung. Dan aku harus bersikap layaknya suami siaga pada seorang istri yang tengah mengandung membuat Clara semakin menjauh dan menjaga jarak dariku.


Aku tidak stres memikirkan semuanya, aku frustasi setiap melihat Clara seolah tak mau disentuh olehku bahkan saat dia mengatakan tak mau dicium bibirnya olehku karna aku telah mencium wanita lain rasanya begitu sakit karna pada kenyataanya aku hanya melakukannya dengan Clara tidak dengan wanita lain bahkan dulu dengan Vanessha pun aku belum pernah mencium bibirnya.


Akhirnya pikiran nekad itu langsung datang menghampiri. Aku tidak perduli lagi akan perjanjianku dengan Clara, yang aku pikirkan adalah aku harus membuat Clara hamil anakku agar Surya berhenti berusaha memisahkanku dari Clara.


Sebenarnya dari awal pernikahanku dengan Clara aku selalu sengaja hendak menumpahkan didalam vaginanya tapi Clara selalu tahu dan berhasil mencegah tindakanku.


Dan pada akhirnya saat aku mendengar Clara hendak bertemu orang tua Bagas karna Bagas katanya benar benar ingin menikahi Clara membuat aku semakin tak terkendali.


Germecik api cemburu bersatu dengan segala usaha Surya membuat aku benar benar nekad ingin menghamili Clara secara paksa.


Aku bahkan memperkosanya secara keji demi membuat benihku masuk seutuhnya dan menjadi sebuah janin.


Aku bahkan buta saat melihat Clara menangis meraung raung merasakan sakit akibat ulahku, aku seperti kesetanan setelah memberikan perangsangan pada senjata pamungkasku seakan tak pernah puas setelah mencapai klimaks berkali kali.


Dan akhirnya aku yang selalu mengamati Clara menjadi yakin bahwa wanitaku sedang mengandung darah dagingku. Aku berusaha ingin tahu dengan memintanya mengeceknya tapi dengan tipu dayanya yang tak berhasil menipuku dengan cara menukar tespek yang aku berikan membuat aku semakin yakin dia sedang hamil.


Karna apa?


Karna tespek yang aku berikan sudah aku beri tanda sebelum memberikannya pada Clara.


Mengajak berbicara pada janinnya meski hanya lewat batinku.


Menciuminya dan merasakan kebahagian bahwa sebentar lagi aku akan menjadi seorang ayah, aku akan dipanggil daddy.


David: "Bukan hanya calon anakmu.. apa kau tidak berfikir bagaimana nasib calon anakku yang sekarang Clara kandung?"


Vanessha: "Melliza hamil?" Vanessha nampak terkejut.


Sepertinya Surya tidak memberitahunya atau mungkin Surya belum tahu tentang kehamilan Clara.


David: "Ya! dia hamil anakku, darah dagingku dan karna kebodohanmu sekarang aku terpisah dari istri dan calon anakku"


Setelah mengutarakan semua rasa kecewa dan sesalkan pada wanita yang telah membuat kondisiku dan Clara sekarang menjauh. Aku langsung melakukan penerbangan menuju kota Malang hendak memberi perhitungan pada Surya dan juga hendak menjemput istri dan calon anakku.


Tujuan utamaku adalah Rumah Sakit Surya Cipto Utomo tempat pria tua brengsek itu dirawat.


David: "Dimana istriku!" bentakku setalah membuka pintu yang didalamnya terdapat 3 orang didalamnya.


Tapi sebelum itu aku harus menghadapi 5 bodyguard yang tadi berjaga didepan pintu.


Surya: "Wow.. senang bisa bertemu dengan musuh lama" kata kata penyambutannya.

__ADS_1


David: "Dimana Clara?!!" bentakku hendak mendekatinya tapi dihalau oleh seorang pria.


Surya: "Clara? aku tidak kenal siapa itu Clara"


David: "Jangan pura pura bodoh kau Surya!!! DIMANA MELLIZA CLARA ISTRIKU!" bentakku penuh emosi.


Surya: "Melliza Clara.. U. to.mo"


Surya: "Kau harus ingat David namanya Melliza Clara Utomo dan dia cucuku"


David: "Dimana istri dan calon anakku Surya atau aku akan mendedel kembali isi perutmu dan mencabik cabik jantung dan semua organ fitalmu akan aku copot dari tubuhmu" ancamanku begitu kental.


Surya: "Aku sudah tidak takut lagi seperti dulu, silahkan saja kau jadikan tubuh yang pernah kau katai sudah berbau tanah ini menjadi kelinci percibaanmu. Intinya aku tidak akan memberitahukan keberadaan cucuku pada pria psikopat sepertimu"


Surya: "Kau hanya ingin balas dendam bukan padaku melalu cucuku?"


David: "Harus berapa kali aku bilang.. Aku mencintai cucumu, aku mencintai Clara bahkan sebelum tau bahwa dia memilki hubungan darah dengan seorang pria pemerkosa seperti dirimu. AKU SUNGGUH MENCINTAINYA!"


Surya: "Tapi sayangnya aku telah menikahkan cucuku itu dengan pria baik baik yang akan menjaganya dan melindunginya. Yang pastinya hanya akan menjadikannya satu satunya tidak sepertimu menjadikan cucuku sebagai istri kedua"


David: "Aku akan menjadikannya istri sah ku saat aku tahu Vanessha hamil tapi KAU.. kau dengan liciknya menyandra ayah dari anak yang Vanessha hamil dan mengancamku untuk berperan sebagai ayah pengganti"


Surya: "Itu bukan licik.. itu namanya cerdik"


David: "Jika kau memang menyayangi cucumu seharusnya kau biarkan dia bahagia bersama pria yang dicintainya bukan malah memisahkan kami apalagi sudah ada janin didalam rahimnya"


Surya: "Aku memang sudah membuat cucuku bahagia dengan pria yang dicintainya, dan untuk soal janin itu aku telah meminta padanya untuk membuang anak haram yang tak pernah dia harapkan"


David: "SURYA!!! BERANINYA KAMU!"


David: "Clara tidak mungkin melakukan itu! aku akan mencarinya meski tanpa diberitahu olehmu"


Surua: "Carilah kau tidak akan menemukannya.. Aku bahkan siap menjadi pria tua jahat jika itu menyangkut cucu kesayanganku"


David: "Tidak ada tempat yang tidak bisa aku gapai Surya jika disana ada Istri dan anakku"


David: "Dan kau" tanyaku menunjuk wanita yang sedari tadi hanya diam memperhatikan perdebatanku dengan kakeknya Clara.


David: "Aku tak menyangka kau adalah seorang teman bahkan sudah dianggap saudara olehnya tapi sepertinya kau lebih suka melihat temanmu itu menangis akan kesalahpahaman yah dr. Marsya"


David: "Sangat disayangkan sekali istriku harus dikelilingi dengan segerombolan manusia yang tak memiliki perasaan empati terhadapnya, dia yang selalu memikirkan kalian, memikirkan harga diri kalian sampai rela dan memohon dinikahi secara rahasia hanya demi menjaga nama baik keluarga yang sekarang membuatnya sangat tersiksa"


David: "Jika nanti aku sudah menemuinya akan aku copot marganya dan kuubah menjadi Mayndra diakhir namanya"


Surya: "Kau tidak akan menemukannya"


David: "Kita lihat saja nanti.. itu pun jika kau masih bisa melihatnya dari dunia ini"

__ADS_1


__ADS_2