Dr Clara

Dr Clara
Episode 44


__ADS_3

Dengan perlahan mas David membuka dress putih gading polosku lalu membuka bra dan CD ku hingga menampilkan tubuh polos dengan beberapa tanda merah atas ulahnya dibeberapa titik seperti leher dan dadaku.


Aku hanya diam karna merasa malu meski ini bukan kali pertama aku telanjang dihadapannya tapi status baru yang sudah menyandang diriku sebagai istri dari David Setya Mayndra meski hanya istri gelapnya tetap membuat aku merasa tidak enak apalagi dengan pandangan mata mas David yang mengabsen seluruh permukaan kulitku.


Melliza: "Buruan deh mas David, nanti keburu dingin" protesku karna mas David tak kunjung melakukan niatan awalnya.


David: "Yang bikin lama itu kamu sendiri Clara" jawabnya datar.


Melliza: "Loh kok jadi aku?"


David: "Ya iya kamu lah.. Mas sudah membuka baju kamu, tapi kamu?"


Melliza: "Tapi aku apa?" tanyaku heran.


David: "Mas masih pakai baju Clara, apa mas perlu ingetin kamu untuk membuka baju mas?"


Ya ampun ribet banget sih mas David ini batinku memutar bola mata malas tapi tak urung aku pun membukanya.


Ku buka kemeja yang lengannya dilipat sampai dibatas siku karna kegiatan memasak mas David tadi yang mengharuskan untuk melipatnya agar tidak kotor. Satu persatu kancingnya aku lepas sampai menampilkan dada bidang yang kuat dan kokoh.


Tanganku mulai bergerak turun membuka gespernya.


"Emhh"


Lenguhan terdengar dari mulut mas David saat aku tak sengaja menyenggol senjata pamungkas mas David. Ku lihat mas David menengadah melihat kearah atas sambil memejamkan matanya.


Aku terus melihat ekspresi wajahnya dengan tanganku yang terus bergerak membuka pengait dan menurunkan retsleting.


"Sshhh haaah"


Aku mulai paham akan perasaan yang sedang dialami mas David saat ini, ternyata adek kecil yang selalu menjadi lolipop favoritku dulu sudah menegang dibalik CD nya.


David: "Jangan menatap mas seperti itu Clara, mas tidak ingin memperawanimu didalam kamar mandi" katanya saat pandangan kita saling bertemu.


Apa yang salah?


Aku hanya melihat dia yang sedang tersiksa dengan wajah polosku.


Shower dinyalakan oleh mas David yang sudah polos juga sepertiku, air hangat itu langsung mengguyur tubuhku tanpa membasahi rambutku.


Melliza: "Mas apa yang..


David: "Sudah anteng, mas mau memandikanmu" potongnya saat aku belum selesai berbicara.

__ADS_1


Mas David dengan liciknya menghimpit tubuhku agar mau memeluknya, dan aku lebih risih saat mas David berusaha memposisikan diri mensejajarkan tubuhnya denganku agar adek kecilnya dapat berada diantara selangkanganku.


Dia menggosok punggungku merata ke setiap permukaan termasuk dua bongkahan indah yaitu bokongku yang diremas remas gemas olehnya.


Bagaimana dengan diriku?


Jelas aku hanya menurut termasuk menuruti keinginannya yang juga meminta digosok punggungnya tapi bedanya aku tidak meremas bokongnya melainkan menaboknya cukup kuat sampai si empunya mengaduh.


David: "Balik badan" perintahnya mutlak setelah memberikan sabun dibagian punggungku.


Aku hanya menurut dan merasa lega saat adek kecilnya mas David menjauh dari area selangkangku yang tadi cukup terangsang dibuatnya.


Aku kira ini hanya mandi memandikan tapi nyatanya ini memang yang namanya mandi pengantin baru, aku yang mengira berbalik badan mempunggungi mas David sudah aman tapi nyatanya sama saja bahkan lebih menyiksa.


Mas David lagi lagi menyelipkan adek kecilnya agar dihimpit oleh ke dua selangkanganku. Entahlah padahal jelas jelas tinggi kita juga lumayan jauh dengan aku yang sebahunya jika berdampingan tapi itu tidak membuat mas David sulit agar menyelipkan adek kecilnya meski iya harus sedikit menekuk lututnya agar sejajar tigganya sepertiku.


Ke dua tanyanya mulai menyabuni permukaan kulit badan depanku, semua permukaan tanpa terkecuali termasuk dua gundukan yang kini mulai bertambah besar. Mas David meremasnya memainkannya dengan busa sabun, kadang menarik put*ngku pelan lalu mencapit put*ingnya dan menarik nariknya.


Melliza: "Jangan buat mainan mas Daviiiid" kataku mulai jengah.


David: "Bukan lagi dimainkan kok sayang... ini mas lagi bersihin siapa tahu kotor"


Mas David kira aku ini bocah apa sampai main kotor kotoran terlebih ini dibagian dada yang sekarang sudah mulai montok hasil kerja keras mas David dulu batinku.


Melliza: "Dada aku selalu terbungkus ya mas.. Kalaupun kotor itu pasti kotor karna mas David"


David: "Ya sudah mas pindah deh"


Melliza: "Ee..e.eh... Mas itu tidak usah" tanyaku langsung menahan tangannya yang lumayan kekar.


David: "Supaya bersih sayang" mas David tetap memaksa ingin membersihkan area terlarangku.


Melliza: "Aku bersihin sendiri saja mas" sahutku masih berusaha menahannya.


David: "Mas ini suamimu sayang.. jadi tugas ini sudah berpindah alih kepada mas"


Aku mengunci rapat rapat mulutku, memejamkan mataku secara paksa dan tanyaku menggenggam lengannya kuat saat mas David menggosok gosokan jari jemarinya dibibir labiaku.


Melliza: "Loh?! kok udahan?" aku mengernyit bingung saat mendapati shower sudah mati dan mas David berjalan mengambil handuk.


David: "Sudah terlalu malam jangan lama lama nanti kamu malah sakit, mas ga ingin lihat Clara nya mas ini sakit" jawabnya sambil mengelap tubuhku dengan handuk yang tadi mas David ambil.


Melliza: "Lah mas David ga mandi? mas David belum sabunan loh mas" kataku berusaha mengingatkannya yang malah menutup tubuh bagian bawahnya dengan handuk yang tadi dipakai untuk mengelap tubuhku.

__ADS_1


David: "Nanti juga keringetan lagi kan mau olah raga malam sama istri"


Benar benar ingin melakukannya malam ini mas David?


Tapi aku kan belum siap


Bagaimana jika besok aku tidak bisa jalan? kan besok sudah waktunya bagiku untuk kembali bertugas.


Aku yang sedang menerawang akan hari esok langsung buyar saat mas David mengangkat tubuhku kedalam gendongannya.


Melliza: "Mas David turunin aku!" perintahku tapi dengan tangan yang masih memeluk lehernya.


Mas David tidak mendengarkan perkataanku, dia tetap berjalan kerah ranjang dengan aku yang masih digendong olehnya.


Perlahan mas David naik keatas ranjang dengan masih menggendongku yang bertumpuan pada kedua lututnya.


Lalu menurunkan tubuhku ditengah ranjang.


Melliza: "Mas David curang!"


David: "Curang apa Clara sayang?" sahutnya lalu mencium sekilas bibirku.


Melliza: "Itu mas David di titipin handuk sedangkan aku? bagaimana kalau nanti aku kedinginan?" kataku memalingkan wajah tak mau melihatnya.


David: "Ada mas yang siap menghangatkanmu Clara dan lagi dia harus ditutup terlebih dahulu agar tidak langsung menyerangmu sayang, mas harus membuat becek terlebih dulu agar nanti kamu tidak sakit saat milik mas berusaha masuk" terangnya yang mulai melakukan pemanasan dari meremas salah satu payudaraku.


Melliza: "Mas David bisa tidak kita undur kegiatan ini?" tanyaku lirih.


David: "Kenapa harus diundur? memang apa bedanya sekarang atau nanti? kamu akan tetap kehilangan keperawananmu sayang tidak ada bedanya" jawanya lalu mulai memberikan kecupan kecupan lembut di area payudaraku.


Melliza: "Sekarang aku belum siap mas" kataku mencari alasan.


David: "Tidak perlu siap ga siap Clara.. tugas utamamu malam ini hanya cukup menikmati"


Melliza: "Tapi mas...


David: "Jangan banyak alasan Clara.. Mas sudah menunggu hari ini cukup lama, sejak kau setuju untuk duduk di pangkuan mas waktu itu.. Mas sudah bertekad ingin memilikimu seutuhnya. Jadi diam dan menurutlah"


Jadi karna waktu itu aku setuju untuk duduk dipangkuannya membuat mas David terobsesi ingin memilikiku?


Mungkin jika waktu itu aku tidak melakukannya, tidak mengiyakan hukuman yang aneh itu mungkin hari ini tidak akan pernah terjadi dalam hidup.


Tapi sayangnya nasi sudah berubah menjadi bubur, mau disesali percuma berusaha untuk tidak memikirkannya pun tetap pasti akan selalu mengganjal.

__ADS_1


__ADS_2