
Jadilah diri sendiri malam ini dan lupakan semuanya
Rasa rindu akan sebuah penantian akhirnya sirna.
Bibir kami yang saling menghisap satu sama lain, lidah yang berkeluh karna tak lama jumpa menjadi hal pertama yang aku dan mas David lakukan saat masih duduk diatas sofa.
Aku ingin menikmatinya dan melupakan semuanya untuk sementara waktu saat sedang berdua denganya batinku.
Kita yang terus mencari posisi wajah ternyaman dengan memiring kekiri dan kekanan serta mata yang saling terpejam benar benar sedang berusaha menikmati gerimis di sore hari.
Saling menukar saliva, kerinduan dan rasa yang begitu terpendam setelah sekian lama akhirnya bisa merasakannya satu persatu.
Ada kerinduan dan penuh nafsu membara disetiap gigitan kecil yang mas David layangkan pada bibirku.
Tangan kami pula saling menjelajah tubuh pasangan, menelisik setiap inci kulit yang dulu selalu bersentuhan.
Betapa lembutnya sentuhannya, mengelus dari paha naik turun terus lalu naik menuju pinggang kemudian ke kedua lengan dielusnya terus sambil mencecap bibirku.
Ku lepas pagutannya karna kehabisan nafas, baru terlepas tapi mas David berusaha menangkap bibirku kembali dalam matanya yang terpejam.
Melliza: "Nanti dulu" kataku lirih sembari mengambil oksigen.
David: "Huuuh.. Calraaah.. mas sangat merindukanmu sayang" gumamnya dengan mengecupi rahang sampai leherku naik turun.
Mataku trus terpejam saat mas David mengecupinya kecil kecil dengan penuh kelembutan disetiap leherku.
Ku tarik kaos hitamnya yang langsung menunjukan dada bidangnya. Mas David juga melepas cardigan tipis yang aku kenakan.
David: "Mas ingin kamu sekarang sayang" bisiknya dengan menggerakkan pinggulku agar menggesek miliknya.
Aku menghentikan tangannya lalu aku turun kebawah berusaha membuka celananya hingga menyisakan CD berwarna cream polos dengan tulisan merek dibagian karetnya.
Ku duduk kembali dipankuannya dan mulai menggesek miliknya.
David: "Uuuuh... mommy, miliki daddy sudah tegang mom" rancaunya sambil *** pantatku dan berusaha membuka CD ku.
Ku ciumi dan ku jilati lehernya saat usahanya melepas CD ku. Tanganku juga menelusup masuk memainkan miliknya yang kian membesar dan kelihatannya semakin panjang.
Aku yang memainkan miliknya dengan terus mengocoknya dan mas yang memasukan jari tanganya dengan aku yang bertumpu pada lututku sedikit dengan posisi kaki melebar membuat dia trus leluasa mencelupkan jarinya dengan ritmenya.
Gerahamnya dan desahanku menjadi satu saling bersautan.
David: "Mas tidak kuat lagi sayang.. ayo masukkan Clara" pintanya yang sudah tegang.
Mas David pun mengarahkan miliknya pada milikku yang duduk diatasnya.
"Aaaaaahhh" sakit saat mas David menekan pinggulku agar turun dan miliknya bisa masuk kedalam sarangnya.
David: "Uuuh mommy.. kamu tetap enak mom, meski sudah sedikit longgar"
Mas David mulai menggerakkan pinggulku agar aku mulai menggenjotnya.
David: "Terus mom.. faster mom, faster" pintanya dengan mencengkram pinggulku kuat.
Aku yang terus naik turun dengan berpegangan pada kedua bahunya mulai mempercepat gerakanku diatas tubuhnya.
Melliza: "Aaah.. mommy tidak kuat dad" kataku karna baru mendapat pelepasan yang membuat tubuhku lemas.
Meski aku masih berada diatas pangkuannya tapi permainan dikuasai olehnya.
Mas David terus menarik turunkan pinggulku membuat aku mendesah terus sambil memeluk lehernya dan mejambak rambutnya.
Melliza: "Aaah.. daaadhh" pelepasnku terus terjadi dan disusul oleh mas David.
David: "Aaahhh.. daddy udah muncrat mom"
Melliza: "Pakai bahasanya yang bener dong dad" omelku menepuk bahunya.
David: "Terus apa? Crott?"
Melliza: "DADDY!!" bentakku.
David: "Iya mommy.. iyaaaa"
Mas David berdiri dengan menggendongku seperti koala.
David: "Cium daddy dong mom" pintanya memanyungkan bibirnya saat berjalan menggendongku menuju ruang tidurku yang ada ranjangnya.
CUP
David: "Lagi!"
CUP
David: "Lagi!"
Melliza: "Cukup!"
David: "Lagi!"
CUP
Mas David menurunkanku dan menghimpit tubuhku hingga tersentuh cermin.
David: "Sambil berdiri" katanya langsung menarik kaki kiriku.
Melliza: "Aahhh.. DAD!! masukinnya pelan pelan dong!" pekikku merasakan sakit karna mas David langsung saja menusuknya.
Mas David tak menjawab dia lebih serius mencari kesenangannya dan terus menggerakan pinggulnya.
Mas David melepasnya lalu membalikan tubuhku agar memunggunginya.
Melliza: "Aahhhh.. DADDY!!!"
David: "Maaf mom, daddy tidak tahan lagi.. uh. uh. uh.."
__ADS_1
Mas David menghentakaknya cepat dan semakin cepat.
David: "Mom.. lihat uh. uh.. di cermin mom"
Mas David menarik tubuhku agar berdiri sejajar denganya lalu melepas pengait bra ku dan *** payudaraku.
Tapi tiba tiba saja mas David melepas miliknya dari dalam tubuhku dan berjalan kearah ruangan satu tempat tadi pertama kita bercinta.
Dia kembali lagi dengan membawa ponsel dalam gengamannya.
"Aaaahh"
Kali ini mas David melakukannya sungguh pelan.
Melliza: "Untuk apa itu?" tanyaku heran.
Melliza: "Daddy ingin merekamnya? tidak cukupkah daddy melihat sekumpulan video porno itu?"
David: "Daddy hanya ingin menfotonya sayang"
Mas David pun memposisikan tangan kiriku agar berpegangan pada lengannya yang memegangi klitorisku, dan tangan kananku dituntunnya agar memegangi rahangnya saat kita sedang saling berciuman dengan milik kita yang masih menyatu dengan gaya seperti ini berhasil mengisi beberapa jepretan di galeri ponselnya.
Setelah merasa puas mas David membaringkan tubuhku diranjang dan dia merangkak naik dan hendak memasukiku kembali.
Melliza: "Ah! pelan sedikit dad"
David: "Tidak bisa mom.. daddy harus cepat agar keluarnya banyak"
Melliza: "Ssshhh.. emmmhh sakit daddy"
Aku terus merintih saat mas David terus menekan miliknya hingga tersentuh dinding rahimku.
David: "Tahan mom"
David: "Ah.. uh.. ah.. eh. eh. eh.eh. ayo cepatlah ah ah ah"
David: "Aaaaaahh"
Begitu terasa miliknya mengalir didalam tubuhku.
Mas David ambruk dengan nafas putus putus.
Melliza: "Masih mau lagi?" tanyaku heran pasalnya sudah lama permainan kami tadi dan keringatnya juga sudah membanjiri kening serta lehernya dan badannya.
David: "Hanya ingin posisi seperti ini mommy.. daddy juga capek" sahutnya.
Mas David paling suka keintiman setelah berhubungan. Dia selalu memiringkan tubuhku lalu memasukan miliknya dari belakang dan memeluk tubuhku dari belakang. Jika tidak seperti itu mas David hanya akan nete sampai akhirnya nanti dia tertidur.
Melliza: "Jadi... kapan Celine akan pulang kemari"
David: "Secepatnya tapi jangan sekarang dulu"
Melliza: "Dia butuh ASI mas!" bentakku membalikan badan dan melepas miliknya.
Mas David tersenyum dan malah memposisikan diri hendak menyedot put*ngku.
David: "Tidak lagi" sahutnya menahan punggungku dan langsung melahap salah satu put*ngku.
Melliza: "Kamu sudah daddy! gantian sama anaknya dong" ocehku tapi tetap saja mas David mengemutnya.
David: "Jadi begini rasanya ASI? enak juga" mas David menyedot put*ngku yang satu lagi.
Melliza: "Daddy!" bentakku.
David: "Apa sih mommy ku tercinta?"
Melliza: "Ini punya Celine daddy Daviiid" jawabku mencubit pipinya yang masih saja menyedot.
David: "Celine harus mulai berbagi bukan sama daddy nya tapi juga sama adek adek nya nanti"
Aku tersenyum pasalnya tak cuma sekali dua kali mas David hoby mendusel dan menyedot put*ngku apalagi sekarang ada airnya ngalir makin bersemangatlah dirinya dalam upaya menyesapnya.
Melliza: "Celine nangis terus yah mas?" tanyaku sambil mengelus rambutnya.
David: "Siapa bilang? ga dong.. Celine kan anak daddy"
Melliza: "Jangan bohong deng mas.. buruan Celine bawa pulang"
Mas David merangkak mensejajarkan wajahku lalu melumat bibirku lembut sekilas.
Mas David meraih ponsel yang tadi dia letakan diatas kasur sebelah kita.
Ternyata kamu pun masih menjadikan foto ku sebagai welpeper mu mas batinku tersenyum melihat kearahnya yang sedang membuka sesuatu.
David: "Ini" katanya dengan menyodorkan ponselnya.
Melliza: "Apa?"
David: "Mommy lihat saja"
Aku langsung membetulkan posisi dudukku dan bersandar pada dadanya yang duduk dibelakangku dengan memeluk tubuhku dan menaruh dagunya di bahu kananku.
Sebuah video yang menampakkan wajah Celine sedang tersenyum bahagia membuat aku pun ikut tersenyum melihatnya.
Video
David: "Baby Cecel.. peri kecil daddy lagi apa?" katanya yang sedang mengajaknya bermain sambil merekamnya.
Celine hanya tersenyum dengan mengangkat kedua tanganya.
Lalu mas David dengan isengnya menaruh tisu untuk menutupi matanya tapi tidak sampai hidung.
David: "Baby Cecel mana yaaah?"
Dan reaksi Celine dia menggerak gerakan tangan dan kakinya bersama serta suara khas tawanya yang terlihat terhibur.
__ADS_1
David:" Baaaa.."
Awalnya Celine berjingkrak kaget tapi selanjutnya bukannya menangis dia malah tertawa perut untuk pertama kalinya kudengar.
Seperti itu terus sampai Celine mulai lelah dan tak tertarik lagi.
David: "Ceceeel.. daddy pergi sebentar yah, daddy mau ketemu mommy dulu minta jatah nanti kita main lagi sama mommy juga.. ok?"
David: "Cecel sayang mommy kan?"
Celine langsung diam dan melihat mas David tanpa berkedip.
David: "Cecel sayang daddy?"
Dan tanggapannya lebih mengejutkan, Celine dengan refleknya menggerak gerakan tangannya seperti kesenangan lalu mulai berkicau tak jelas yang belum aku mengerti.
Seperti itulah ringkasan isi videonya.
David: "Kan percaya Celine itu anak daddy bukan anak mommy"
Melliza: "Mommy yang mengandungnya mommy juga yang melahirkannya, daddy mau apa?!" tantanku.
David: "Kan cuma daddy yang usaha bikin Celine waktu itu, jadi jangan salahkan daddy dong kalau Cecel nantinya nemplok sama daddy"
Melliza: "Cecel?!"
David: "Iya.. itu panggilan manjanya dari daddy buat Celine"
Melliza: "Terus yang waktu itu nangis kencang kenapa coba?!"
David: "Itu kan rekaman waktu sama mommy bukan sama daddy"
Jadi yang aku kena jebakannya lagi batinku masih tak percaya.
Melliza: "Terus sekarang Celine sama siapa? dia tidak bisa bersama orang baru sembarangan dad yang belum Celine kenal" kataku berbalik melepaskan pelukannya.
David: "Iya daddy tau mommy.. mommy tenang yah kita puasin malam ini besok baru kita jemput Celine" mas David hendak memelukku.
Melliza: "Celine sama siapa dulu daddy.. mommy masih khawatir"
David: "Dia sama Jian mommy.. sekarang mommy bisa tenangkan?"
Jihan?
Melliza: "Ada hubungan apa antara daddy sama Jihan?"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Hayo ada hubungan apa antara daddy David sama Jihan?
Nah ini nih.
Kartu As terakhir gue yang akan muncul episode berikutnya.
Dan untuk beberapa pihak yang tidak setuju sama hubungan David dan Clara mohon maaf karna gue bukan tipe author yang terlalu sadis hingga memisahkan mereka yang telah memiliki story cinta begitu mendalam.
Dan lagi lagi.. selamat tertidur dengan rasa penasan tinggi😉
Happy reading gaes
TERUS PANTENGIN
__ADS_1
ndk.id