
Melliza: "Sakit kenapa tidak bilang sama aku?"
David: "Tidak mau memaksa kamu lagi" sahutnya dingin yang sudah duduk bersandar dikepala ranjang.
Melliza: "Kenapa tidak menelponku atau membalas pesanku?"
David: "Tidak mau memaksa kamu lagi"
Aku hembusan nafas kasar, ini pasti masih marah persoalan weekend kemarin.
Aku mendekat kearahnya yang sedang mengotak ngatik ponselnya, kusentuh keningnya lalu lehernya memang sedikit demam.
Melliza: "Sudah minum obat?" tanyaku yang memang sedari tadi tak nampak satu butir obat pun diatas meja sebelah ranjang.
David: "Tidak ada obatnya" sahutnya singkat tak beralih dari ponselnya.
Melliza: "Yang dirasa apa?"
David: "Sakit!" jawabnya dingin.
Melliza: "Sakit?! dibagian mana yang sakit?" tanyaku khawatir akan kondisinya.
Mas David tidak menjawab dan lebih fokus pada ponselnya, entah apa yang sedang dia lakukan dengan ponselnya itu sampai mengacuhkan istri tercintanya ini.
Melliza: "Kalau ada yang tanya dijawab! jangan diam saja" kataku mulai emosi dan merebut paksa ponselnya.
Melliza: "Bagian mana yang sakit?!" mas David tetap diam dan tak mau menoleh kearahku.
Melliza: "Jawab dong mas! mau aku balik keapartemen atau sekalian ke Malang" ancamanku berhasil mengalihkan perhatiannya tapi mas David juga tetap bungkam tak mau mengatakan apapun perihal rasa sakit yang dia rasakan.
David: "Ya sudah pulang sana.. Aku tidak mau dibilang suka memaksa kamu lagi" sahutnya dengan membuang muka.
Sabar Melliza.. Sabar, suamimu ini sedang merajuk dia itu pengin dibujuk bukan malah ditantang batinku sambil membuang nafas dan mengatur ekspresi mukaku kembali.
Melliza: "Maas.. yang sakit sebelah mana, biar aku periksa" kataku lembut.
Cara lembut tetap tidak ditanggapi, selanjutnya cara menstrim pasti ini akan mempan untuk seorang suami yang notabenya memiliki kemesuman tingkat dewa seperti mas David.
Perlahan aku membuka kancing bajuku satu persatu lalu ku lepas kemejaku dan ku letakkan sembarang tempat. Aku juga membuka celana jeans pendek sebatas paha yang memilik variasi sobek sobek dibagian ujung celana.
Aku yang tidak pernah sekalipun dalam seumur hidup menggoda seorang pria aka mencoba peruntungan merayu suamiku ini.
__ADS_1
Seharusnya sepasang CD dan bra yang memiliki warna senada yaitu warna pink harusnya bisa meluluh lantahkan sifat ngambek mas David ini.
Aku merangkak naik dan duduk dipangkuannya. Terus berusaha mendekat hingga aku mulai merasakan duduk diatas adek kecilnya.
Ku cepit rambutku agar tidak membuat penghalang bagi mas David melihat gundukan favoritnya yang masih tersembunyi.
Pandangan boleh ke yang lain, tapi itu jakun kenapa naik turun batinku tersenyum melihat tingkah mas David yang masih memiliki ego tinggi.
Melliza: "Maaaashh.. bobok yuk, Clara kelonin" kataku dengan nada super sexy yang dibuat buat.
David: "Ga ngantuk!" sahutnya singkat.
Semangat Melliza.. bayimu ini lagi ngambek tidak nete hampir seminggu batinku.
Ku lepas pengait bra ku yang memang berada didepan, aku sekarang lebih suka memakai bra yang memiliki pengait didepan supaya agar bayiku ini minta nen*n tidak susah susah saat membukanya, terlebih mas David ini kadang tidak sabar.
Melliza: "Mas emutin dong.. gatel ini" aku menyodorkan put*ngku ke mulutnya menggesek gesekkan nya supaya mas David lekas melahapnya.
Ya ampun mas David kamu susah banget dibujuk sih batinku mulai frustasi.
Melliza: "Mas Daviiidhh.. punya aku sudah becek, celupin gih mas" bisikku dengan visual.
Setelah menyingkirkan tubuhku dari atas tubuhnya, mas David memiringkan badannya dan mempunggungiku.
Aku tidak menyerah begitu saja. Aku memeluk tubuhnya yang sedikit hangat itu dari belakang. Lalu tanganku berusaha memaksa menelusup kedalam celana dan mencari benda tumpul yang sepertinya sudah merindukan keberadaanku.
Bilangnya ngantuk tapi ini apa? burungnya sudah tegak minta dikeluarkan dari sarangnya.
Aku tarik tubuhnya agar terlentang menghadap keatas. Tidak ada penolakan sama sekali, matanya tertutup rapat seolah memaksa agar terlelap.
Setelah melepas CD yang kupakai, aku melepas celana dan juga CDnya.
Ku duduki miliknya dan menggeseknya perlahan.
Masih mau pura pura tidur?
Bagaimana dengan yang ini...
Aku angkat pantatku sedikit dan kuarahkan miliknya agar tepat berada dibawah lubang labia penuh kenikmatanku.
"Aaaahhhh"
__ADS_1
Satu kali hentakan kebawah berhasil membuat milik mas David masuk sepenuhnya.
Tapi itu tidak berlangsung lama, karna aku langung melepaskan miliknya begitu saja.
Melliza: "Baiklah.. mungkin mas David sedang tidak ingin melakukannya" ku pakaikan kembali CD dan celananya.
Tapi sebelum itu kuusap perlahan kepala adek kecilnya.
Sabar ya sayang.. Tidak akan lama lagi ko daddy akan membuat kamu masuk kesarangmu batinku sambil terus mengusapnya.
Ku baringkan tubuh polosku disebelahnya dengan menghadap kearahnya.
Sampai kapan kamu akan tahan mas David?
Aku mulai memejamkan mataku untuk mengelabuhi sasaranku. Cukup lama aku menunggu hingga mulai aku merasakan adanya sentuhan dibagian pantatku.
Dia mengelusnya dan sesekali memerasnya kecil.
Aku yang pura pura terusik membalikkan tubuhku dan membelakanginya.
Sebuah benda basah dan lembab berhasil meninggalkan jejak dibagian punggungku. Mas David menciumnya lalu membalikan tubuhku perlahan agar terlentang.
Saat adanya pergerakan dibawah sana mas David mulai membuka lebar kedua pahaku.
Ku intip sedikit saat tidak adanya tindakan lanjutan. Ternyata mas David sedang mencari sesuatu didalam lemari dan itu..adalah pelindung.
Syukurlah Mas David tidak senekat itu meski dia berfikiran bahwa aku ini sedang tidur batinku.
Dan proses celup mencelup sampai tusuk menusuk pun dimulai, mas David kadang berhenti dikala aku tiba tiba menggeliat karna tak kuat menahan. Tapi aku tetap dalam mode pura pura tidur agar mas David tidak merasa canggung dan yang terpenting jangan sampai dia ngambek lagi.
Tidak lama sepeti biasanya mungkin ini faktor karna mas David sedang sakit jadi tenaganya tidak terlalu sekuat hari hari biasanya.
Setelah mungkin sudah merasa cukup puas mas David membersihkan daerah kewanitaanku. Pertama dia menjilatinya lalu baru mengelapnya. Kemudian membaringkan tubuhnya kembali disebelahku.
Uluuuuuh.. bayiku cape yah? haus yah nyari put*ng sampai sebegitunya.
Cepet sembuh ya bayiku, jangan sakit sakit dan jangan ngambek ngambek lagi.
Aku sayang kamu mas
Aku cinta kamu, sangat cinta
__ADS_1