
Sosok laki-laki yang begitu gagah itu berjalan dengan santai melewati kelas yang dilaluinya padahal kini sudah masuk jam pelajaran tapi laki-laki tersebut masih dengan santai berkeliaran di depan kelas tanpa takut ketahuan oleh guru.
Saat berjalan di koridor yang dekat dengan lapangan tak sengaja matanya menatap gadis yang akhir-akhir ini menarik perhatiannya tengah duduk berselonjor sambil mendengarkan arahan guru olah raganya untuk kegiatan olah raga mereka.
Senyuman Abi yang awalnya merekah dengan begitu indah saat melihat gadis nya itu sekita langsung berubah keras dengan tatapan yang begitu tajam mengarah pada guru olahraga gadis nya itu saat mendengar apa yang guru itu katakan.
"Hari ini akan saya tes untuk ketahanan daya tahan tubuh jadi nanti akan ada push up, sit up, back up, kalian bisa memilih pasangan masing-masing. Ayumi kamu bisa dengan saya," ucapan guru tersebut berhasil membuat Abi mengepalkan tangannya mendengar hal itu.
Entah mengapa hatinya terasa panas saat mendengarnya, sebelumnya ia belum pernah merasakan hal ini namun gadis itu kini berhasil membuat hatinya bergejolak hanya karena mendengar ucapan guru olahraga tersebut.
"Bapak belum pernah ditabok Abi nih pasti," ucap salah satu siswa yang cukup sadar diri atau lebih tepatnya takut untuk mendekati Ayumi. Banyak yang menyukai Ayumi namun mereka terlalu takut pada Abi. Memperingatkan guru tersebut agar tidak mengganggu milik Abi.
"Gak papa pak gas aja, Abi mah banyak ceweknya," ucap Kayana yang mendukung hubungan murid dan guru tersebut. Abi yang mendengar ucapan sahabat gadisnya itu memelototkan matanya, lihat saja ia akan membuat perhitungan nanti pada gadis tersebut.
"Saya juga ikhlas kok pak, kalau bapak sama Ayumi," ucap Kitri dengan wajah sedihnya, Abi yang mendengar hal tersebut hanya memutar bola matanya. Memang harusnya ia membuat perhitungan pada kedua sahabat Ayumi tersebut.
"Sudah-sudah, apa yang kalian bicarakan ini? Ayo cepat kita mulai penilaian nya," ucap pak Putra dengan tegasnya membuat mereka berhenti bersuara dan mulai penilaian dengan tenang.
Saat mereka sudah memulai penilaian mereka Abi segara berjalan ke arah lapangan saat melihat Ayumi yang tengah sit up dan di bantu oleh guru muda tersebut yang memegang kaki gadis nya itu sambil melihat gadisnya dengan tatapan yang bisa Abi artikan jika guru tersebut menyukainya.
Dengan emosi yang sudah memuncak tanpa memikirkan jika orang yang kini ia tarik adalah gurunya, dengan segara Abi memukul wajah guru tersebut membuat murid yang melihatnya langsung memekik kaget.
"Abi," teriak Ayumi yang langsung berdiri dan menarik laki-laki tersebut namun dengan segara Abi menghempaskan tangan Ayumi dan kembali memukuli Putra.
"Abi berhenti apa yang lo lakuin," ucap Ayumi berusaha menghentikan Abi yang sama sekali tak menghiraukan.
__ADS_1
Siswa-siswi yang berada di sana hanya bisa menonton tanpa bisa membantu memisahkan karena mereka takut jika mereka yang akan menjadi sasaran laki-laki tersebut. Sampai seorang guru datang dan langsung memisahkan mereka.
"Gue peringatin buat lo berhenti buat nyentuh cewe gue," ucap Abi dengan deru nafasnya yang memburu.
Serang guru bk langsung membawa Abi sedangkan beberapa guru yang lain langsung membawa Putra ke uks untuk mengobati luka guru tersebut.
Ayumi yang bingung dengan apa yang terjadi segera menyusul Putra untuk melihat keadaan guru tersebut, bagaimanapun guru tersebut mengalami banyak luka karena dirinya. Kedua sahabat Ayumi juga mengikuti gadis tersebut.
***
Abi kini masih duduk di ruang kepala sekolah dengan tatapan angkuhnya. Sang kepala sekolah yang tak lain adalah pamannya sendiri kini menghembuskan nafasnya kasar melihat tingkah keponakannya itu.
“Kamu gak capek selalu dimarahi opa kamu?” tanya Soni pada keponakannya itu yang kini menatap ke arah nya dengan tatapan datar nya sambil menggelengkan kepalanya. Mendengar jawaban keponakannya itu kini malah Sony yang dibuat menggelengkan kepalanya sambil memijat pangkal hidungnya.
“Dia juga megang-megang pacar aku,” sungut Abi dengan kekesalannya yang terdengar begitu jelas. Soni memejamkan matanya berusaha untuk tetap sabar menghadapi keponakannya yang satu itu.
“Tumben banget kamu peduli sama pacar kamu? Lagian pacar kamu yang mana sih yang dia pegang? Om udah pernah bilang kan kalau pacar kamu itu cuma ngincer harta kamu, untuk apa kamu sampai semarah ini? Apa kamu mau aset kamu disita hanya karena pacar kamu yang gila harta itu?” tanya Sony dengan begitu tegas nya pada keponakannya itu.
Soni memang sudah begitu mengenal anak dari kakak nya itu, laki-laki yang banyak memiliki kekasih.
“Yang ini beda om. Om gak dengar info terbaru? Pacar aku udah dua, tapi yang satu masih aku kejar sih. Nah ini yang di pegang sama si Putra itu,” ucap Abi yang kini malah curhat pada pada pamannya. Sony yang mendengar nya menaikan sebelah alisnya. Bertanya-tanya siapa yang dimaksud keponakannya itu.
“Siapa?” tanya Sony yang kini sudah duduk di depan Abi untuk mendengar siapa yang begitu digilai oleh keponakannya itu.
“Ayumi,” ucap Abi yang kini mengatakannya sambil tersenyum. Sony yang melihat gelagat aneh dari keponakannya itu menaikkan sebelah alisnya sambil tersenyum karena merasa asing dengan laki-laki yang berada di depannya saat ini.
__ADS_1
“Sudah menemukan pelabuhan hm?” tanya Sony dengan kekehannya yang kini membuat Abi menghembuskan nafasnya kasar dan merosotkan tubuh nya di sandaran sofa.
“Tapi dia gak mau sama aku, om,” ucap Abi yang kali ini berhasil membuat Soni tertawa mendengar nya. Ia tak percaya jika ada perempuan yang bisa menolak keponakannya itu.
“Apa yang kalian tertawakan?” suara tegas itu membuat Abi dan Soni kini sontak bangun dan menatap pria yang baru saja memasuki ruangan mereka.
“Ulah apa lagi yang sekarang kamu lakukan? Kamu gak bosen buat masalah terus?” tanya laki-laki di depan mereka dengan ketegasan dalam ucapannya.
“Dan kamu Soni. Bukannya tegas malah tertawa saat keponakan kamu berbuat salah,” marah laki-laki tersebut pada kedua laki-laki yang kini berada di depannya itu.
“Ini beda Pa, ini memang Putra itu yang salah. Dia pegang-pegang pacar aku,” cerita Abi pada laki-laki di depannya yang ia panggil Papa itu.
“Gak beda jauh dari kamu kak. Posesif,” ucap Soni mengingatkan kakak ipar nya itu yang kini memelototkan matanya mendengar ucapan Soni. Laki-laki itu sangat tidak bisa untuk diajak kerja sama menutup aib nya di saat seperti ini.
“Kamu papa score selama satu minggu. Dan sekarang kamu ke UKS. Minta maaf sama Pak Putra,” ucap Mario, ayah Abi dengan begitu tegas nya.
“Ogah, lagian Papa kayak gak pernah muda ada,” kesal Abi yang setelah nya memilih untuk pergi. Namun baru saja membuka pintu, suara ayah nya langsung meng intrusinya.
“Minta maaf atau semua aset dan kartu Atm kamu papa sita selama satu bulan,” tegas Mario yang kali ini tak bisa lagi untuk Abi bantah.
Akhirnya ia hanya bisa menuruti ucapan Mario dan menuju ke UKS untuk meminta maaf pada guru nya itu. Mario dan Soni juga mengikuti Abi, takut jika laki-laki malah tak mau meminta maaf dan kabur.
***
__ADS_1