
Seorang gadis kini berjalan seorang diri di sebuah pemakaman yang beberapa bulan ini selalu ia datangi.
Namun kini tak ada lagi air mata, hanya senyuman penutup luka yang kini gadis itu tampilkan saat datang ke makam tunangannya itu.
Sebuah lily putih kini ia letakkan di makan tersebut.
"Assalamualaikum ganteng. Cantik nya kamu dateng nih, udah seminggu nih aku baru sempat ke sini. Sekarang aku lagi sibuk OSPEK. Aku masuk ke kampus yang kamu mau, keren kan aku Bi," ucap gadis tersebut yang tak lain adalah Ayumi.
Kini Ayumi memang sudah mulai masuk kuliah. Ia kuliah di tempat yang dulu ia rencanakan bersama dengan Abi. Namun kini hanya Ayumi yang bisa berkuliah.
"Sesuai permintaan kamu. Abqa ngejaga aku dengan baik. Gak Abqa doang sih tapi juga sahabat kamu yang lain. Makasih ya Bi," ucap Ayumi lagi.
Bercerita dengan Abi memang selalu bisa untuk menaikkan mood nya. Meskipun ia tahu Abi tak akan menjawab ucapan dari tunangannya itu.
Ayumi kini menatap cincin yang masih melingkar di jari manis Ayumi. Ayumi masih enggan untuk melepaskannya. Baginya ia masih tunangan Abi.
"Aku sekarang udah jarang nangis loh Bi. Meskipun kadang kalau udah kelewat kangen aku bakalan nangis lagi," ucap Ayumi dengan kekehannya mendengar ucapannya sendiri.
Banyak hal yang kini Ayumi ceritakan pada Abi. Tentang nya juga tentang sahabat-sahabat mereka.
"Kamu tau OSPEK nya bikin capek. Bahkan Senior nya banyak yang ngajak ribut," kesal Ayumi yang kini mengerucutkan bibirnya lucu. Jika bisa kini mungkin Abi sudah mengacak rambut hadisnya itu karena terlalu gemas dengan gadisnya itu.
"Udah sore nih Bi. Aku pulang dulu ya. Tapi sebelum itu aku mau ngucapin makasih buat kamu. Makasih buat semua cerita nya Abi, kamu akan selalu punya posisi tersendiri untuk aku," ucap Ayumi dengan senyumannya. Sebuah ucapan yang tak pernah Ayumi lupa katakan setiap berziarah ke makam Abi.
Ya. Kini kisah mereka telah usai. Kisah Abi dan Ayumi kini nyatanya harus dipisahkan oleh takdir. Takdir yang membentang begitu tinggi. Pemisah di antara mereka kini adalah dunia yang berbeda. Sebuah cinta yang tak lagi memiliki harapan untuk bersama.
__ADS_1
Abi adalah sebuah cinta yang sesungguhnya. Laki-laki yang mengajarkan Ayumi banyak hal tentang cinta. Dan cinta bukan hanya tentang memiliki namun juga mengikhlaskan.
Untuknya mu sang Asteria.
Terima kasih atas cinta yang kau beri.
Kau adalah cinta sesungguhnya.
Namun takdir menentang cinta kita.
Memisahkan kita dengan memijak dunia yang berbeda.
Kau adalah buana untukku.
Entah semesta menentang, aku tak akan peduli.
Sayang, semesta malah bermain curang dengan memisahkan dunia kita.
Kini hanya atma mu yang mendekapku.
Melindungi ku dari tusukan rasa sakit yang semesta buat untuk ku.
Ragamu memang sudah tak lagi bersama ku.
Namun Atma mu selalu melindungi ku.
__ADS_1
Kita adalah cinta namun semesta memilih untuk menjadikannya sekedar sejarah.
Sebuah kisah yang tak lagi dapat aku ulang, indah nya.
Kita adalah cinta.
Namun harus berada di antara bahagia dan luka.
Kini mari kita lupakan luka serta lara.
Berbahagia lah walau dengan dunia yang tak sama.
Untuk nya cinta yang tak bisa lagi ku rasakan.
Raga yang tak bisa lagi ku dekap.
Tangan yang tak bisa lagi ku genggam.
Dan bahu yang tak bisa lagi ku ajak bahu membahu.
***
Hai semua. Makasih ya udah sabar nunggu cerita ini kelar.
Makasih ya selalu ngikutin cerita ini.
__ADS_1
Insyaallah bakalan aku lanjut S2 di buka berbeda ya. Stay tuned guys