First Love Casanova

First Love Casanova
Abi Kembali


__ADS_3

“Tetep disini, gak usah belaga rajin lo ya masih sakit mau sekolah. Biar gue yang sekolah. Nilai lo aman,” ucap Abqa dengan kekesalannya pada Abi yang kini malah memaksa untuk bersekolah. Abqa jelas menentang nya dengan begitu tegas. Namun Abi malah tetap saja memaksa agar ia bisa ke sekolah hari ini.


Sudah tiga hari ia sadar dari koma nya dan kini ia sudah begitu merindukan kekasih nya yang sudah lama tak ia lihat itu, jadi kini Abi ingin sekolah dan menemui kekasih nya. Entah apa yang sebenar nya Abqa lakukan pada kekasih nya itu jadi kini Abi ingin melihat kekasih nya itu sendiri.


“Ini bukan tentang nilai. Tapi tentang Ayumi, gue mau sekolah biar ketemu dia. Lagian gue bosen di sini terus,” ucap Abi pada kembarannya itu, kini Abi sudah rapi dengan seragam sekolah nya sedangkan Abqa kini masih memakai pakaian santainya. Kini si sana tak hanya ada Abi dan Abqa namun juga ada orang tua mereka juga sahabat Abi yang saat ini berada di sana atas perintah Abi.


“Pacar lo pikirin. Kesehatan lo dulu tuh pikirin,” ucap Abqa dengan kekesalannya pada kembarannya itu yang kini malah mengabaikannya.


“Ma, kenapa diem aja sih? Bantuin dong. Anak mama yang ini badung banget,” ucap Abqa yang kini mengadu pada ibunya itu. Monika yang mendengar nya hanya menggeleng sambil terkekeh mendengar pertengkaran kedua anaknya itu.


“Udah biarin aja. Nanti mama siapin dokter juga buat jagain dia,” ucap Monika yang membuat kedua anaknya itu membelalakkan matanya mendengar ucapan ibu mereka.


“Mah kok di ijinin?” tanya Abqa dengan tatapan tak percaya nya pada ibunya itu yang malah membiarkan Abi untuk sekolah padahal kondisinya masih belum membaik.


“Mama kok bawa dokter segela sih?” tanya Abi yang juga tidak terima dengan keputusan ibu nya itu.


“Udah lah kalian tuh banyak protes nya. Abqa kamu nanti juga jagain adik kamu dari jauh. Dion, Ivan, Tian, tante minta tolong buat jagain Abi ya,” ucap Monika pada sahabat anaknya itu.


“Siap tante,” ucap Dion dengan senyumannya yang membuat mereka semua terkekeh sambil menggeleng melihat nya.


“Udah sana berangkat,” ucap Monika yang di jawab dengan anggukan oleh remaja tersebut yang kini segera menyalami tangan Monika juga ayah Abi.


Setelah nya mereka segera pergi dari sana. Namun berbeda dengan Abqa yang kini masih berada di sana dan menatap ibunya itu dengan tatapan tajamnya.

__ADS_1


“Papa minta dokter buat jaga Abi dulu,” ucap ayah mereka yang setelah nya segera pergi dari sana. Memberikan waktu untuk ibu dan anak itu berbicara.


“Kamu masih gak terima sama keputusan Mama?” tebak Monika sambil menatap anaknya itu dengan senyuman manisnya.


Monika begitu tahu bagaimana anak pertanyaannya itu yang memang selalu saja menjaga adiknya dengan begitu baik.


“Karena mama pengen memberikan apa yang membuat Abi bahagia untuk saat ini,” ucap Monika pada anaknya itu dengan tatapan sendu nya. Abqa yang mendengar ucapan ibunya itu mengerutkan kening nya dan menatap ibunya itu dengan tatapan penuh tanya nya.


“Apa maksud mama?” tanya Abqa dengan begitu serius pada ibunya itu.


“Kondisi adik kamu gak baik-baik aja. Benturan di kepala Abi berakibat begitu fatal,” ucap Monika yang setelah nya mulai menjelaskan apa saja yan dokter jelaskan padanya. Hal itu membuat Abqa tentu terkejut juga tak percaya mendengar nya. Semua yang ibunya katakan bagai sebuah tamparan untuk Abqa.


***


“Umi, Abi dateng,” ucap Abi berteriak dengan heboh nya saat ia memasuki kelas Ayumi.


Sahabat nya yang melihat tingkah Abi kini menggelengkan kepalanya. Baru saja keluar dari rumah sakit. Juga sekolah membawa dokter pun kini Abi sudah begitu bersemangat.


“Pantes aja Ayumi culture shock sama Abqa. Abi aja modelan begini,” ucap Dion sambil menggelengkan kepalanya yang kini dijawab dengan angukan setuju oleh sahabat nya yang lain.


Ayumi yang kini tengah berbincang dengan sahabat nya kini dikejutkan dengan teriakan Abi. Mereka kini bahkan terbengong melihat tingkah Abi yang kini begitu aneh.


“Apa orang bisa berubah dalam semalem?” tanya Kayana yang kini menatap Abi dengan wajah terbengong nya. Abi kini berjalan ke arah Ayumi dengan wajah manja nya lalu ia segera memeluk Ayumi. Ayumi yang melihat itu tentu saja merasa bingung namun tetap saja ia membalas pelukan Abi dan mengelus puncak laki-laki itu.

__ADS_1


“Kamu kenapa?” tanya Ayumi pada Abi dengan tatapan bingung nya setelah laki-laki itu melepaskan pelukannya.


“Kangen aja,” ucap Abi dengan menampilkan deretan gigi putih nya pada Ayumi yang kini mengerutkan kening nya. Namun tak bisa Ayumi pungkiri meskipun kini ia bingung dengan tingkah Abi. Namun ia senang karena kini Abi sudah kembali seperti Abi yang dulu. Dan saat berada dalam pelukan Abi ia menemukan nyaman yang selama ini ia cari.


“Baru kangen sekarang? Kemarin kemarin kemana aja hm? Sok jadi orang cuek terus dingin lagi,” ucap Ayumi sambil menggerutu pada Abi yang kini malah menyengir mendengar ucapan Ayumi.


“Ya maaf, tapi nanti aku jelasin,” ucap Abi dengan senyumannya. Ayumi menaikkan sebelah alisnya sebelum akhirnya ia menganggukkan keopalanya mendengar ucapan Abi.


“Nanti temenin aku bolos yuk. Kita ke rooftop, aku pengen ngabisin waktu lebih banyak sama kamu,” pinta Abi pada Ayumi dengan tatapan memohonnya. Ayumi yang mendengar itu mengerutkan kening nya. Namun kini entah mengapa Ayumi ingin menuruti permintaan dari kekasih nya itu. Akhirnya ia menganggukkan kepalanya.


“Nanti izinin aja gue sama Ayumi ke UKS,” ucap Abi pada sahabat Ayumi. Ayumi kini mengerutkan kening nya mendengar ucapan Abi.


“Kok bilang gitu?” tanya Ayumi pada Abi dengan tatapan tak suka.


“Alesan bolos doang Ay,” ucap Abi pada Ayumi.


“Tetep aja gak boleh. Nanti kalau sakit beneran gimana?” tanya Ayumi dengan tatapan seriusnya pada Abi. Sahabat Abi yang mendengar itu saling pandang.


“Udah lah kalian tenang aja, masalah guru ada kita yang bisa ngomong,” ucap Ivan yang kali ini angkat suara. Ia mengerti mengapa Abi meminta agar di izinin dengan alasan UKS karena kini beberapa guru memang sudah mengetahui tentang keadaan Abi.


“Udah aman kan? Jadi kamu tenang aja,” ucap Abi pada Ayumi dengan senyumannya. Ayumi yang mendengar itu akhirnya hanya menganggukkan kepalanya setuju.


Lagi pula sudah lama juga Abi tak bersikap seperti ini. Ia juga merindukan kekasih nya dengan sikap seperti ini.

__ADS_1


***


__ADS_2