First Love Casanova

First Love Casanova
S2 Magang Pertama


__ADS_3

Lelah, itu lah yang kini dirasakan oleh Ayumi. Seharian ini rasanya ia begitu lelah karena rumah sakit tempat nya magang kini begitu banyak pasien. Ayumi menghembuskan nafas nya kasar sambil menelungkupkan wajah nya di tangannya yang kini berada di atas meja yang berada di ruangan tempat istirahat dokter bedah saraf.


Hari pertama Ayumi magang memang ia memilih untuk magang pada divisi bedah saraf. Kini di divisi yang Ayumi pilih ada tiga dokter magang. Selain dirinya ada dua dokter lainnya.


“Capek banget,” eluh Ayumi sambil menggerutu.


“Bener, capek banget ini,” ucap teman megang nya yang lain. Yang kini menyetujui ucapan Ayumi. Seorang gadis dengan rambut ikal nya yang khas.


“Kalian kenapa masih di sini? Kalian nggak ada yang mau makan siang?”  tanya seorang dokter residen yang kini masuk ke dalam ruangan tersebut. Mendengar ucapan dari sang senior kini sontak saja membuat ketiga dokter magang tersebut menegakkan tubuhnya dan menoleh ke arah sang dokter residen sambil menggelengkan kepalanya.


Dokter Resident tadi menghembuskan nafasnya sambil menggelengkan kepalanya melihat wajah lelah yang ditampilkan oleh juniornya itu.


“Mending sekarang kita makan dulu,  kalian pasti capek dan laper. Setelah ini kita masih banyak pasien yang harus ditangani jadi kita harus mengisi tenaga, bahkan kita tidak tahu kapan pasien bisa saja datang,” Ucap Gita, dokter  Residence yang kini tengah menasehati juniornya tersebut.


“Kalian masih belum ada ya istirahat?”  seorang dokter yang merupakan dokter spesialis dari bedah saraf kini memasuki ruangan tersebut dan melihat keempat bawahannya yang masih berada di ruangan mereka.


“Ayo makan biar aku yang traktir,”  ucap dokter tersebut dengan senyumannya yang membuat kini para juniornya langsung bersemangat hingga akhirnya mereka berjalan bersama menuju ke arah kantin yang berada di rumah sakit tersebut.


Saat sampai di lift kini mereka malah tidak sengaja bertemu dengan atasan mereka yang merupakan pemilik dari rumah sakit tersebut. Melihat hal tersebut serta membuat mereka menunduk sedikit memberi hormat kepada atasannya itu.


“Baru makan?”  tanya laki-laki yang tak lain adalah Abqa  sambil menoleh ke arah Ayumi yang kini juga menoleh ke arahnya dan menggelengkan kepalanya. Dokter lain yang berada di sana kini tampak bingung dengan melihat keakraban keduanya. Malah mereka mengira jika Abqa dan Ayumi memiliki hubungan khusus.


“Iya, tadi banyak pasien. Kamu dari mana?” tanya Ayumi sambil melihat Abqa dengan menaikkan sebelah alisnya.


Bahkan kini mereka sudah berdiri saling berdekatan. Tanpa memperdulikan orang lain yang berada di sekitar mereka. Dunia seperti milik mereka saja.

__ADS_1


“Aku baru aja datang dari meeting,”  jelas Abqa yang membuat Ayumi kini menganggukkan kepalanya mengerti.


“Makan di ruangan aku aja,  aku udah beli makanan buat kita,”  pintar Abqa  namun  Ayumi kini menggelengkan kepalanya menolak ajakan dari laki-laki yang sudah dianggap sebagai sahabatnya itu.


“Aku sama mereka aja, lain kali deh kita makan bareng,” tolak Ayumi. Ayumi tak ingin membuat semuanya kini merasa tersingkirkan atau berpikir buruk pada Ayumi. Lagi pula ini adalah kali pertama Ayumi magang jadi ia ingin mencari teman dan relasi yang baik. Serta lingkungan yang baik untuk nya. Abqa yang mengerti kini akhirnya menganggukkan kepalanya.


“Nanti kalau sudah selesai langsung hubungi aku biar aku antar pulang ke rumah,”  pinta Abqa  yang Azumi balas dengan angkutan.


Hingga tak lama kini akhirnya mereka sampai di lantaikan kantin Ayumi bersama dengan temannya yang lain juga bersama dengan seniornya kini segera turun dari lift,  sebelum turun mereka menyempatkan diri untuk memberikan sedikit hormat pada atasannya tersebut Sampai akhirnya mereka segera menuju ke arah kantin dan memesan makanan mereka. Sedangkan Abqa  kini memilih untuk segera menuju ke arah ruangannya sendiri dan makan bersama dengan asistennya yang sedari tadi juga mengikutinya.


“Wah Ayumi kamu kenal sama pemilik Rumah Sakit ini? Atau kalian pacaran?”  selidik Dokter spesialis tersebut sambil menatap Ayumi dengan tatapan menggodanya.  Ayumi yang mendengar pertanyaan tersebut kini malah tertawa dengan begitu ringan sambil menggelengkan kepalanya.


Sudah sering Ia mendapatkan pertanyaan seperti ini yang menanyakan tentang hubungannya dengan Abqa  namun tetap saja jawabannya jika Abqa hanyalah sahabatnya.


“Kita cuman sahabatan kok,  atau lebih tepatnya kakak ipar yang gagal?”  ucap Ayumi dengan tawa ringannya yang malah kini membuat senior serta teman magangnya menaikan sebelah alisnya menatap bingung ke arah Ayumi tidak mengerti dengan apa yang Ayumi kini ucapkan.


“Dulu aku sudah bertunangan dengan adik kembar Abqa,  namun Tuhan berkata lain karena Tuhan malah mengambil Abi lebih dulu untuk berada disisinya,”  jelas Ayumi senyuman gadis tersebut terulas dengan begitu indahnya namun berbeda dengan matanya yang kini tampak berkaca-kaca hingga membuat gadis tersebut mendongak


“Eh sorry ya, kita gak tau,” ucap Mita, salah satu teman magang Ayumi. Ayumi menggelengkan kepalanya. Setelah menghalang air mata tersebut turun kini Ayumi melihat ke arah mereka sambil menggelengkan kepalanya dan tersenyum manis.


“Nggak papa kok,  lagi pula kejadian itu sudah lama terjadi. 4 tahun aku aja yang sulit buat nerima,”  jelas Ayumi dengan senyumannya yang kini malah dijawab dengan gelengan oleh Sherina, dokter spesialis yang menjadi senior mereka.


“Mengikhlaskan orang itu bukan hal yang mudah jadi nggak papa kalau butuh waktu lama apalagi yang memisahkan bukan karena masalah kesalahpahaman, perbedaan pendapat, ataupun perselingkuhan. Namun karena alam yang memisahkan kalian. Jadi nggak papa kalau kamu sampai  saat ini masih sulit buat melupakan dia,  kamu sudah berjalan sejauh ini pun sudah baik,”  ucap Sherina yang membuat Ayumi kini menganggukkan kepalanya sambil tersenyum ke arah seniornya itu.


“Udah ah jangan melo gini lebih baik sekarang kita habiskan makanan kita karena setelah ini Kita juga harus kembali bekerja,”  ajak Sherina yang membuat juniornya kini melakukan kepalanya hingga akhirnya mereka kini memilih untuk menghabiskan makanan mereka sebelum ada panggilan darurat yang membutuhkan mereka.

__ADS_1


***


Ayumi gini Tengah menunggu Abqa  yang berkata akan mengantarnya pulang, gadis tersebut kini Abqa  di depan lobby rumah sakit. Hingga tak lama menunggu kini dapat ia melihat sebuah mobil berwarna putih yang melaju ke arahnya mobil yang sudah begitu ia kenali.


Setelah mobil tersebut sampai di depannya kini mobil tersebut berhenti membuat Ayumi dengan segera masuk ke dalam mobil  di depannya itu. Senyuman Ayumi kini mengembang melihat laki-laki yang kini juga tengah tersenyum ke arahnya.


“Mau langsung pulang?”  tawar Abqa  pada Ayumi yang kini tampak berpikir sebelum dengan ragu Ia menyampaikan keinginannya pada Abqa.


“Boleh nggak kalau aku minta mampir ke rumah Abi dulu? Aku pengen cerita hari pertama aku magang ke Abi,”  minta Ayumi dengan rasa tak enak hati pada Abqa  yang kini hanya tersenyum sambil melakukan kepalanya.


Selama 4 tahun ini  ia sudah menyimpan perasaannya pada Ayumi dan selalu saja ia terkadang merasa cemburu kepada Abi yang bahkan raganya sudah tidak berada di bumi lagi. Meski begitu Abqa  sering merasa cemburu karena Ayumi yang suka sekali bercerita banyak hal pada Abi atau lebih mementingkan Abi dan membanggakan laki-laki tersebut. Bahkan sampai saat ini perasaannya belum saja diterima oleh Ayumi dan semua itu karena Ayumi yang belum bisa melupakan Abi.


Namun Ia juga merasa senang karena Abi mendapatkan gadis seperti Ayumi yang bisa mencintainya dengan begitu tulus.


“ Emangnya gimana hari pertama kamu?”  tanya Abqa  yang kali ini juga ingin mendengar cerita dari gadis di sampingnya tersebut.  Ayumi yang mendengar pertanyaan Abqa  kini memposisikan dirinya untuk menghadap lurus ke arah Abqa.


“Kayaknya serius banget ya ceritanya?”  tanya Abqa  yang membuat Ayumi kini tertawa dengan kecil mendengar pertanyaan dari laki-laki di sampingnya tersebut.


“Hari pertamaku magang tuh kayaknya berat banget,  apalagi banyak banget pasien darurat yang tadi datang. Beruntung aku punya senior yang baik banget dan mau ngajarin aku dengan baik padahal tadi itu ada salah satu teman magang aku yang salah memahami maksud dari yang diminta dokter spesialis tapi dengan baiknya dia cuman memberikan nasehat saja tanpa memarahi teman magang aku,” jelas Ayumi pada Abqa.


“Emang kalian udah mulai praktek?  Aku kira cuman niat doang dan memperhatikan,” tanya Abqa  yang kini Ayumi balas dengan anggukan.


“ Emang lebih banyak memperhatikan dan nyatetnya,  cuman beberapa kali dokter juga ngajarin kita buat praktek langsung meskipun nggak banyak dan tetap aja diawasin sama mereka,”  jelas Ayumi yang kini dibalas dengan angkutan oleh laki-laki di sampingnya tersebut.


Setelahnya di perjalanan tersebut kini dipenuhi oleh cerita Ayumi yang baru pertama kali magang banyak cerita lucu yang kini Ayumi sampaikan oleh Abqa,  atau sekedar keluhan Jika ia merasa begitu lelah. Abqa dengan setia mendengarkan cerita tersebut dan beberapa kali juga ia memberikan semangat kepada Ayumi.

__ADS_1


***


__ADS_2