First Love Casanova

First Love Casanova
Nasihan Ayah


__ADS_3

 Abi kini tengah berada di rooftop sambil menyesap nikotinnya. Kini ia masih saja memikirkan perbincangannya dengan Ayumi tadi. Entah lah namun kini Abi merasa perasaannya begitu tulus untuk Ayumi. Namun ia masih bimbang saja ini memang sebuah perasaan cinta atau sekedar ingin memiliki.


“Papa gak nyekolahin kamu untuk merokok di sekolah,” suara tegas di belakang Abi yang tak lain dari ayah nya itu membuat Abi kini langsung menginjak rokoknya dan kini membalikkan tubuh nya ke arah belakang untuk  melihat ayahnya yang kini sudah menatapnya dengan tatapan datar.


“Kenapa kamu?” tanya ayah laki-laki itu yang kini menatap anaknya dengan tatapan penuh tanya.


“Bukan masalah besar,” ucap Abi yang kini sudah kembali mendudukkan dirinya di kursi yang berada di rooftop.


Ayah Abi kini juga ikut duduk di samping anaknya itu sambil melihat pemandangan dari atas gedung tinggi itu.


“Papa udah ngeliat apa yang kamu lakuin sama cewek itu. Kamu salah menarik perhatian dia sama semua kenakalan dan kejahilan yang kamu lakuin ke dia. Cara menarik perhatian itu dengan diikuti bukan di jailin,”  ucap ayah nya yang kini tengah memberikan nasihat untuk anaknya itu. Abi yang mendengar ucapan ayahnya itu kini terdiam mendengar nya.


“Kalau kamu gangguin bukannya suka malah ilfeel, sekali ngeliat dia aja papa tahu kalau dia bukan kayak cewek kamu yang lain. Dia gak gila harta kayak pacar-pacar kamu itu. Lagi pula kamu nembak dia di saat kamu punya pacar, ya mana mau dia,” ucap ayah nya itu yang kini semakin membuat Abi terdiam mendengar nya.  ucapan ayahnya itu. Memang benar apa yang ayahnya itu ucapkan Ayumi berbeda dengan gadis lainnya.


“Papa juga yakin. Perasaan kamu ke dia bukan perasaan sekedar suka dan ingin memiliki. Tapi juga cinta. Jadi saran papa, kamu putusin pacar kamu dan kamu kejar dia lagi dengan cara yang benar. Perlakukan dia dia baik dan jangan buat dia kecewa sama kamu,” ucap ayah Abi yang lagi-lagi menasehati. Abi kini masih saja terdiam mendengar nya.


“Papa turun. Jangan merokok lagi sebelum Papa juga pasang CCTV di sini dan kamu bakalan Papa bilangin ke Mama,” ancam ayah nya yang membuat Abi dengan berdecak sambil menatap kesal ke arah ayahnya itu.


“Dasar tukang ngadu,” sungut Abi dengan kesal. Ayah nya yang masih belum jauh dari sana kini membelalakkan matanya mendengar ucapan ayah nya itu.

__ADS_1


“Ngomong apa kamu hm?” tanya Ayah nya yang kini membuat Abi menggeleng sambil tersenyum ke arah ayah nya itu.


“Gak ada Pa, bercanda doang,” ucap  Abi dengan cengiran nya yang membuat ayah nya itu kini malah menunjukkan kepalan tangannya pada anaknya itu yang kini hanya menyengir menampilkan deretan gigi putih nya.


Setelah kepergian dari ayahnya kini Abi terus memikirkan tentang ucapan ayahnya itu namun sepertinya memang setelah ini ia harus memutuskan hubungannya dengan kekasih nya yang lain dan ia juga harus berjuang lebih awal lagi untuk mendapatkan hati Ayumi. Melakukannya dengan cara yang benar.


Abi kini memilih untuk segera berdiri dan berjalan keluar dari rooftop tersebut untuk mencari kekasih nya yang lain dan berniat untuk memutuskan mereka semua.


***


Istirahat kali ini Ayumi memilih untuk tetap berada di kelasnya. Kini ia begitu malas jika harus berada di sekeliling orang yang selalu saja mencari masalah dengannya. Jadi lebih baik kali ini ia tetap berada di kelas. Setidak nya jika Abi datang untuk mengganggunya maka hanya Abi saja yang mengganggu nya. Ia tak perlu untuk berhadapan dengan yang lain.


“Lo bener gak papa gue tinggal dulu?” tanya Kitri pada sahabat nya itu yang kini membuat Ayumi tersenyum akan perhatian dari sahabat nya itu.


“Kalau gitu gue pergi dulu ya. Lo baik-baik di sini. Kalau ada apa-apa langsung hubungin gue,” ucap Kayana berpesan pada sahabat nya itu yang kini menjawabnya dengan senyuman dan anggukan.


Setelah kepergian sahabat nya itu kini Vanya memilih untuk membaca novel yang sudah di bawanya. Menikmati waktunya dengan membaca Novel.


Terlalu asik dengan novel nya kini bahkan Ayumi sampai tak sadar jika kini kedua sahabat nya sudah kembali dari kantin. Karena memang mereka hanya berbelanja dan memilih memakan makananya di kelas karena tak ingin meninggalkan Ayumi sendiri terlalu lama. Ayumi merasa begitu beruntung karena ia memiliki sahabat sebaik Kitri juga Kayana. Padahal mereka bersahabat bahkan baru sebentar namun mereka sudah begitu baik pada Ayumi.

__ADS_1


“Yum lo gak papa kan ya?” tanya Kayana yang kini mulai duduk di kursi ny yang berada di depan Ayumi.


“Gak papa kok, sans aja,” ucap Ayumi dengan senyumannya yang kini membuat Kayana dan Kitri menghembuskan nafasnya lega mendengar nya.


“Abi juga lagi sibuk sih kayaknya, gak ada waktu dia buat jahilin lo,” ucap Kitri yang kini membuat kening Ayumi mengerut mendengar nya dengan menaikkan sebelah alisnya.


“Gue denger dia lagi mutusin pacar-pacar nya. Semua, habis tidak tersisa,” ucap Kayana yang kini cukup membuat Ayumu terkejut mendengar nya. Ia tak menyangka jika Abi akan melakukan semua itu. Abi tidak memiliki kekasih? Terdengar begitu aneh.


“Paling juga di sisain satu,” ucap Ayumi mengingat jika yang lalu pun begitu. Ada satu yang tersisa.


“Gak ada Yum. Yang kal in benar-bener abis,” ucap Kitri meyakikan Ayumi. Ayumi mengerutkan kening nya semua ini terdengar begitu aneh. Apa kali ini lagi-lagi untuk nya? Namun rasanya tak mungkin, bahkan kini Abi sudah begitu membenci nya. Lalu bagaimana mungkin Abi melakukan ini karena nya.


“Emang mau taubat aja kali,” ucap Ayumi dengan acuh dan kini kembali membaca Novel nya walaupun kini ia yang pikirnya tuju tetap nya apa yang akan Abi lakukan. Ucapan Abi kemarin juga masih mempengaruhinya. Apa lagi sedari pagi tadi Abi tidak mengganggunya. Semua terasa aneh bagi Ayumi.


Sekuat apapun Ayumi mengenyahkan Abi dari pikirannya namun kini Abi selalu saja memenuhi pikirannya. Ayumi beberapa kali menghembuskan nafasnya kasar dan berusaha untuk menenangkan dirinya sendiri. Dan semua itu tak lepas dari perhatian temannya yang kini menatap Ayumi dengan tatapan penuh tanya.


“Lo gak kenapa-napa kan Yum?” tanya Kitri dengan tatapan khawatirnya yang akhirnya membuyarkan lamunan Ayumu.


“Eh gak papa kok,” ucap Ayum.

__ADS_1


Ayumi memejamkan matanya sambil menggelengkan kepalanya. Berharap Abi tak lagi muncul di kepalanya. Kini ia memilih untuk fokus dengan novel nya saja.


***


__ADS_2