
Suara monitor dari berbagai alat medis kini menjadi pengisi dari keheningan yang berada di sebuah ruangan. Dokter yang tengah memeriksa kondisi laki-laki yang kini tak sadar kan diri itu bekerja dalam diam.
Di luar ruangan kini keluarga Abi juga sahabat laki-laki itu tengah menunggunya dengan harap-harap cemas. Monika yang kini sudah menangis dalam pelukan suaminya. Abqa sedari tadi tak hentinya mondar mandir menunggu dokter yang memeriksa.
“Gak ada lagi Abi yang sekolah atau keluar dari rumah sakit meskipun dalam pengawasan dokter sampai dia sembuh,” ucap Abqa dengan tegas nya. Kini ia begitu mengkhawatirkan kembarannya itu. Abqa memang begitu posesif pada kembarannya itu. Ia memang begitu menjaga adiknya itu. Apa lagi dengan keadaan Abi saat ini. Jadi wajar saja kini laki-laki itu paling protektif pada Abi.
“Sudah lah Abqa gak perlu saling menyalahkan. Lebih baik sekarang kita berdoa saja untuk kesembuhan Abi,” ucap Ayah mereka yang kini akhirnya menengahi.
Ivan yang baru saja datang mengantar Ayumi kini terlihat berlari dengan terburu-buru menuju ke arah sahabatnya yang lain.
“Gimana keadaan Abi?” tanya Ivan pada Dino yang kini duduk bersama dengan Tian.
“Masih diperiksa,” jawab Dino yang kini membuat Ivan menghembuskan nafas nya kasar mendengar ucapan sahabat nya itu. Kini akhirnya ia memilih untuk ikut duduk di samping Dino.
Hingga tak lama kini akhirnya dokter yang memeriksa Abi keluar dari ruangan Abi. Melihat itu sontak membuat orang yang berada di sana kini segera menuju ke arah dokter tersebut untuk menanyakan kondisi Abi.
“Bagaimana keadaan anak saya dok?” tanya Monika yang kini mewakili pertanyaan dari yang lainnya.
“Tuan muda masih butuh untuk istirahat. Keadaan nya tadi begitu buruk namun kini sudah mulai stabil. Namun tetap tuan Abi masih harus berada dibawah pengawasan dokter,” ucap dokter tersebut yang kini membuat mereka menghembuskan nafas nya kasar.
“Kami boleh masuk?” tanya Abqa meminta izin.
“Jangan terlalu banyak. Karena pasien harus istirahat,” ucap dokter tersebut yang membuat mereka semua mengangguk mendengar nya.
“Kalian masuk duluan aja, kalian juga harus pulang dan istirahat buat besok sekolah,” ucap Abqa memberikan saran.
Ketiga sahabat Abi hanya mengangguk setelah nya mereka memilih untuk segera masuk ke dalam ruangan Abi. Sedangkan keluarga Abi kini memilih untuk menunggu di luar. Mereka akan masuk setelah sahabat Abi selesai menjenguk Abi.
__ADS_1
***
Ayumi kini tampak tak tenang. Karena sudah dua hari sejak Abi yang mimisan dan mengeluh kelelahan laki-laki itu tak kunjung masuk sekolah. Sahabat Abi pun juga tak terlihat membuat Ayumi kini bingung harus bertanya pada siapa.
Abi dihubungi sama sekali tidak ada jawaban yang semakin membuat Ayumi khawatir dengan kekasih nya itu. Ayumi sudah datang ke rumah Abi untuk menanyakan kabar laki-laki tersebut namun lagi-lagi ia tak menemukan jawaban dan tidak mendapati laki-laki itu ataupun keluarga Abi di rumah nya yang kini semakin membuat Ayumi khawatir.
“Ayumi.” suara teriakan tersebut membuat Ayumi yang kini tengah menelungkupkan wajah nya di atas meja nya segera membuat Ayumi mendongak dan melihat sahabat nya yang kini berjalan ke arahnya dengan terburu-buru.
“kenapa?” tanya Ayumi dengan tatapan lelah nya.
“Tadi gue liat sahabat Abi, tapi gue gak lihat Abi sih. Lo bisa tanya Abi ke mereka,” ucap Kayana pada Ayumi yang kini langsung membuat Ayumi bangun dari posisinya.
“Kalian serius?” tanya Ayumi dengan tatapan tak percaya nya pada sahabat nya itu yang kini menganggukkan kepalanya mendengar ucapan Ayumi.
Mendengar itu Ayumi segera berlari keluar dari kelas nya. Sahabat nya yang melihat nya kini dibuat menganga melihat tingkah Ayumi. Namun mereka juga mengerti pasti Ayumi hanya tengah khawatir dan takut terjadi sesuatu pada Abi yang akhir akhir ini memang begitu aneh.
Dengan terburu-buru kini Ayumi segera mencari sahabat Abi. Ia bahkan sampai lupa menanyakan di mana sahabat nya itu melihat sahabat Abi karena ia terlalu bersemangat. Ayumi memutuskan mengirim pesan pada sahabat nya itu.
Ayumi
Ayumi menunggu balasan pesan dari sahabat nya itu dengan tak tenang karena sahabat nya lama menjawab nya.
Kayana
Kantin sih tadi kita liat
Setelah mendapatkan jawaban itu. Ayumi kini dengan terburu-buru berlari ke arah kantin. Bahkan orang yang melihat Ayumi kini berlari ke arah kantin kebingungan
__ADS_1
Setelah sampai di kantin kini Ayumi segera mencari keberadaan sahabat Abi. Setelah menemukannya senyuman Ayumi mengembang dan segera ia menuju ke arah sahabat Abi.
“Lama gak keliatan,” ucap Ayumi saat sampai di depan sahabat Abi yang kini seolah menatap Ayumi dengan tatapan terkejut nya. Sebenarnya tanpa Ayumi tahu jika sahabat Abi selama ini bolos sekolah untuk menghindari Ayumi.
Mereka bingung harus mengatakan apa saat Ayumi menanyakan tentang Abi. Sedangkan Abqa kini sudah tak mau menggantikan Abi dan lebih memilih untuk merawat Abi. Apa lagi Abi sampai saat ini belum sadar kan diri.
“Eh Ayumi, apa kabar Yum?” tanya Dino dengan senyumannya pada Ayumi yang kini malah hanya menatapnya dengan tatapan datar nya.
“Baik,” ucap Ayumi singkat.
“Gue mau tanya….” belum sempat Ayumi melanjutkan ucapannya kini Ivan malah lebih dulu memotong ucapan Ayumi.
“Eh gue lupa sekarang kini di panggil pak Sony,” ucap Ivan pada sahabat-sahabat nya itu yang membuat mereka mengangguk dengan kompak.
“Kalian pergi berarti ada yang kalian sembunyikan dari gue,” ucap Ayumi dengan begitu tegas nya pada sahabat Abi yang kini sontak kembali mendudukkan dirinya di kursi mereka.
“Kenapa Yum? Kita beneran dipanggil kok. tapi ya udah, lo mau tanya apa?” tanya Dion pada Ayumi yang kali ini menghembuskan nafas nya mendengar ucapan Dino.
“Abi kemana? Dia gak papa kan? Kenapa setelah ngelus capek dan mimisan waktu itu dia gak ada masuk? Gue juga gak bisa ngehubungin dia,” ucap Ayumi pada sahabat Abi yang kini tampak terkejut mendengar ucapan Ayumi.
“Abi mimisan?” tanya mereka dengan tatapan terkejut nya karena mereka sebenarnya juga tak tahu separah apa kondisi Abi. Namun jika Abi sudah mimisan dan kemarin ia malah pingsan kini mereka semakin khawatir pada Abi. Apalagi kini Abi malah belum juga sadarkan dirinya.
“Abi gak papa kok Yum. Dia cuma lagi ada urusan keluarga aja. Kalau udah kelar juga dia balik,” ucap Tian yang kali ini memberitahu kekasih sahabat nya itu.
“Kalian gak lagi bohongin gue kan?” tanya Ayumi dengan tatapan menyelidiknya pada ketiga laki-laki di depannya itu.
“Enggak Yum, udah ya kita pergi dulu,” ucap Ivan yang kini segera mengajak sahabat nya itu pergi dari sana. Sebenarnya mereka tak tega jika harus kembali membohongi Ayumi lagi. Namun mau bagaimana lagi. Abi pun tak ingin membeirtahu Ayumi.
__ADS_1
Ayumi kini hanya bisa menghela nafas nya kasar karena lagi-lagi ia tak mendapatkan sebuah jawaban tentang keberadaan Abi saat ini.
***