
Ayumi kini berlari dengan terburu-buru nafasnya kini makan sudah tidak beraturan namun Ia tetap saja berlari untuk menuju ke arah UGD. Tadi Saat ia Tengah memeriksa pasien bersama dengan dokter seniornya yang lain ia malah mendapatkan kabar dari dokter UGD jika Abqa berada di sana.
Mendengar Abqa yang berada di UGD tentu saja membuat Ayumi rasanya begitu kacau. Bagaimana ia tidak terkejut jika Abqa yang tadi pagi masih bisa mengantarnya untuk pergi ke rumah sakit kini malah berada di UGD. Iya benar-benar takut terjadi sesuatu kepada Abqa.
“Aku mohon jangan tinggalkan aku kayak Abi ninggalin aku,” pinta Ayumi sambil terus saja melafalkan doa agar Abqa baik-baik saja.
Hingga tak beberapa lama kini akhirnya ia sampai ke depan UGD ia langsung masuk ke dalam ruangan UGD untuk memastikan jika Abqa baik-baik saja. Nafasnya yang memburu kini merusak diatur matanya sudah mencari keberadaan Abqa dari satu tirai ke tirai lainnya hingga kini ia dapat melihat Abqa tengah di infus. Dan sana Ayumi melihat jika Abqa tidak sendiri melainkan bersama dengan sekretaris nya. Ayumi melihatnya dengan tatapan sinisnya. Entah mengapa ia merasa memiliki feeling tidak baik dengan sekretaris Abqa.
__ADS_1
“Abqa kamu kenapa? Kenapa bisa gini?” tanya Ayumi masa kini ia sudah berada di depan Abqa. Abqa yang melihat wajah khawatir Ayumi kini dengan segera menundukkan tubuhnya yang dibantu oleh Ayumi. Gadis tersebut kini tampak melihat-lihat luka apa saja yang dialami oleh laki-laki tersebut hingga ia menghembuskan nafasnya lega karena tak melihat luka lain selain di kepalanya.
“Kamu tahu aku khawatir banget pas tahu kamu ada disini,” ucap Ayumi pada Abqa. Ayumi kini segera memeluk Abqa, Abqa yang mendapatkan serangan mendadak seperti itu begitu terkejut namun pada akhirnya ia juga membalas pelukan Ayumi tak kalah erat nya.
“Udah jangan sedih aku nggak papa kok, Lagian tuh tadi aku cuma nggak sengaja hampir nabrak kucing jadinya aku banting setir ya dan akhirnya kayak gini deh. Nggak ada hal Serius jadi kamu nggak perlu khawatir, hm?” pinta Abqa pada Ayuni yang kali ini menghembuskan nafasnya kasar dan melepaskan pelukannya dari Abqa. Hingga Abqa kini berhasil dibuat terkejut melihat Ayumi yang sudah meneteskan air matanya.
“Aku takut, aku takut kalau kamu bakalan ninggalin aku kayak Abi, kamu tahu gimana rasanya takutnya aku dan khawatir aku pas aku dengar kalau kamu ada di sini? Aku takut Abqa,” aduh Ayumi pada Abqa yang kini membuat laki-laki tersebut menghembuskan nafasnya kasar lalu membawa Ayuni untuk melihat ke arahnya. Ayumi gini hanya terdiam sambil melihat ke arah Abqa yang kini juga melihat ke arahnya.
__ADS_1
“Aku nggak papa oke, sekarang kamu tenang,” pinta Abqa yang membuat Ayumi berusaha mengontrol dirinya dan menetralkan dirinya untuk terlihat baik-baik saja dan menghapus air matanya.
“Udah jangan nangis lagi. Aku baik-baik saja, bukannya aku udah bilang kalau aku gak akan ninggalin kamu? Percaya sama aku, apapun yang terjadi aku gak akan ninggalin kamu. Aku akan terus ada untuk kamu,” ucap Abqa dengan begitu lembut nbya pada Ayumi yang kini menganggukkan kepalanya mendengar ucapan Abqa.
Dinara yang sedari tadi berada di sana merasa kesal melihat adegan di depannya akhirnya memilih untuk pergi karena entah mengapa ia merasa kesal melihat adegan tersebut. Apalagi saat melihat Abi yang begitu lembut pada Ayumi. Sebuah sikap yang tak pernah Abqa tunjukkan pada siapapun dan hanya Ayumi yang berhak mendapatkannya.
***
__ADS_1