
Lelah, itulah yang saat ini dirasakan oleh Ayumi karena sendiri pagi ia begitu banyak pasien yang harus ditangani oleh dokter yang berada di atas nya. Tak hanya banyak kedatangan pasien namun juga banyak pasien rawat yang harus merekap periksa.
Dan juga ada satu operasi yang tadi harus dijalani meskipun ia tidak ikut menjalankan operasi tersebut Namun dokter memintanya untuk melihat jalannya operasi sekaligus belajar.
“Yum Ayo makan dulu,” ajak salah satu dokter magang yang merupakan teman Ayumi namun Ayumi kini menggelengkan kepalanya karena ia sudah memiliki janji dengan Abqa untuk makan bersama.
“Sorry ya kayaknya sekarang aku nggak ikut dulu, aku udah janji sama Abqa buat makan bareng,” ucap Ayumi menjelaskan pada teman magangnya tersebut yang kini tersenyum sambil melakukan kepalanya mengerti dengan Ayumi.
“Ya udah kalau gitu kita duluan ya, kamu hati-hati,” pesan Mita, yang kini Ayumi balas dengan anggukan.
Setelah nya kini Mita segera menuju pergi bersama dengan satu dokter magang lainnya. Sedangkan Ayumi kini memilih untuk menunggu Abqa yang mengatakan jika ia akan menjemput Ayumi. Karena mereka akan makan di cafe samping rumah sakit.
Tak beberapa lama ia menunggu kini pintu ruangannya dibuka dan menampilkan dokter tampan yang sebelumnya belum pernah ia kenal. Ayumi menaikkan sebelah alisnya menatap dokter di depannya itu dengan tatapan penuh tanya nya.
“Eh sorry, aku cuma mau ambil berkas untuk rapat dokter,” jelas dokter tersebut yang membuat Ayumi kini menganggukkan kepalanya.
“Kamu dokter magang?” tanya dokter laki-laki tersebut yang kini Ayumi balas dengan senyuman dan anggukannya.
“Hm Ayumi,” ucap Ayumi memperkenalkan dirinya.
“Aku Heksa, dokter residen bedah umum,” jelas nya yang kini juga memperkenalkan diri. Ayumi yang mendengar nya kini menganggukkan kepalanya.
“Salam kenal dokter,” sapa Ayumi yang di balas dengan anggukan oleh dokter tersebut.
__ADS_1
“Oh iya gue anter ini dulu ya, jangan lupa setelah magang di sini juga magang di bedah umum,” ucap Heksa yang membuat Ayumi tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.
Setelah nya ia segera pergi dari sana meninggalkan Ayumi yang kini masih menunggu Abqa yang berkata akan menjemput nya. Tak lama pintu kini terbuka dan menampilkan Abqa yang datang dengan terburu-buru. Bahkan nafas gadis tersebut kini sudah tidak beraturan.
“Aku telat?” tanya Abqa setelah laki-laki tersebut berhasil mengontrol nafas nya. Ayumi yang melihat nya kini malah tertawa kecil sambil menggelengkan kepalanya.
“Kamu sibuk? Harus nya kalau kamu sibuk kamu bisa batalin loh,” ucap Ayumi yang kini merasa kasihan melihat Abqa. Namun laki-laki tersebut malah menjawabnya dengan gelengan.
“Udah gak papa. Aku emang baru selesai meeting di kantor Papa yang lain aja. Sekarang udah di sini kan,” ucap Abqa. Ayumi yang mendengar ucapan Abqa tentu saja merasa kagum dan juga merasa tersipu melihat bagaimana Abqa memperlakukannya.
Bahkan di saat sibuk seperti ini pun Abqa masih menepati janji nya pada Ayumi.
“Lain kali kalau kamu sibuk jangan terlalu di paksa ya,” ucap Ayumi meminta pada Abqa yang malah menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Ayumi.
“Udah ayo makan, jangan kelamaan di sini,” ajak Abqa yang membuat Ayumi menganggukkan kepalanya. Hingga tak lama akhirnya kini ia segera keluar dari ruangan tersebut. Saat mereka kini berjalan bersama. Banyak yang menatap mereka dengan tatapan penuh tanya nya. Apalagi dokter yang sudah mengetahui siapa Abqa. Bahkan pasien dan keluarga pasien kini banyak yang sudah melihat ke arah mereka dengan tatapan kagum, melihat ketampanan Abqa dan kecantikan Ayumi.
“Susah ya jalan sama orang ganteng, banyak yang liatin,” ucap Ayumi yang kini sengaja menggoda Abqa. Abqa yang mendengar nya kini hanya terkekeh.
“Kamu kali yang kelewat cantik mangkanya banyak yang liatin,” ucap Abqa yang kini malah balik menggoda Ayumi. Ayumi yang mendengar ucapan Abqa kini sontak blushing dengan pipi nya yang ini sudah memerah karena terlalu salting mendengar ucapan Abqa yang memujinya.
“Pipi kamu kenapa? Kebanyakan pakai blush on?” tanya Abqa yang kini malah semakin menggoda Ayumi. Ayumi yang mendengar nya kimni dengan kesal memukul Abqa.
“Diem gak?” kesal Ayumi yan kini malah membuat Abqa tertawa mendengar ucapan dari gadis di samping nya itu.
__ADS_1
Saat di dalam lift kini banyak yang menatap mereka dengan berbagai tatapan. Ada juga dokter yang kini menunduk hormat pada Abqa yang hanya dibalas dengan anggukan singkat dan wajah datar andalan laki-laki tersebut.
“Pulang nanti anterin aku dulu ya ke mall. Ada yang mau aku beli,” ajak Ayumi pada Abqa yang kini menaikkan sebelah alisnya.
“Ada keperluan aku yang habis,” jelas Ayumi saat melihat wajah bingung Abqa. Namun tetap saja akhirnya ia menganggukkan kepalanya mendengar ucapan Ayumi.
Orang di sekitar mereka kini banyak yang mengira jika mereka menjalin hubungan namun jelas mereka tak akan peduli dan lebih memilih untuk larut dalam pembicaraan mereka sendiri. Hingga tak lama kini akhirnya mereka bisa keluar dari lift dan berjalan menuju ke arah cafe yang berada di samping rumah sakit.
Ayumi tadi mengeluh pada Abqa karena bosan makanan di rumah sakit akhirnya Abqa kini mengajak Ayumi untuk ke cafe yang berada di samping rumah sakit.
“Wah rame banget ya, isi nya anak muda semua,” ucap Ayumi dengan senyuman nya saat kini ia memasuki cafe tersebut yang begitu banyak anak muda yang berada di sana.
“Kenapa? Manusia purba insecure ada di sini?” tanya Abqa menggoda Ayumi yang kini membuat Ayumi menatap datar ke arah Abqa yang malah terkekeh melihat ekspresi Ayumi saat ini.
“Bercanda doang, udah jangan ngambek,” ucap Abqa lalu setelah nya ia segera menggenggam tangan Ayumi menuju ke arah salah satu kursi kosong yang berada di sana.
“Ngeselin dasar,” kesal Ayumi yang kini hanya membuat Abqa kini juga tertawa lucu melihat tingkah Ayumi.
Namun setelah nya mereka segera memesan makanan mereka. Kini banyak yang melihat ke arah mereka. Apa lagi pada Abqa yang memang kini terlihat tampan dengan setelan jas formal nya. Dan entah mengapa Ayumi merasa kesal saat ada yang melihat Abqa seperti itu.
“Cepet makannya. Takut ada aku pasien setelah ini,” pinta Ayumi pada Abqa yang sebenar nya ia hanya lah takut jika semakin lama mereka berada di sana maka semakin banyak yang melihat Abqa. Namun Abqa yang tak menaruh curiga hanya mengangguk dengan patuh.
***
__ADS_1