
Tak seperti pagi sebelumnya, Abqa yang tak pernah menjemput Ayumi kini malah sudah berada di depan rumah Ayumi untuk menjemput gadis tersebut. Ia begitu merasa bersalah pada kembarannya itu saat ia harus membuat hubungan kembarannya kini malah hancur karena ego nya sendiri.
Ayumi yang baru saja keluar dari rumah nya kini bahkan mengerutkan kening nya bingung saat kini ia mendapati Abqa yang ia pikir adalah Abi berada di depan rumah nya.
“Abi?” tanya Ayumi dengan menaikkan sebelah alisnya melihat kedatangan laki-laki itu., karena setelah satu bulan lebih ini pertama kalinya Abi kembali menjemput nya. Tentu saja kini Ayumi merasa bingung.
Apa setelah Ayumi kemarin mengatakan untuk mengakhiri hubungan mereka akhirnya Abi bisa berubah? Pikir Ayumi. Ayumi kini jadi merasa jika Abi memang harus digertak dulu baru sadar. Ayumi hanya tak tahu saja jika kini yang berdiri di depannya itu bukanlah kekasih nya.
“Tumben banget jemput,” ucap Ayumi dengan wajah datar nya pada Abi yang kini menghembuskan nafasnya kasar mendengar ucapan Ayumi.
“Aku pengen memperbaiki semua nya,” ucap Abqa pada Ayumi yang kini hanya mengangguk mendengar nya. Meskipun Ayumi kemarin mengatakan jika ia butuh waktu namun kini Ayumi memilih untuk memaafkan Abi saja karena tak ingin untuk kehilangan kesempatan memperbaiki hubungannya.
Katakan saja jika ia bodoh dan terlalu diperbudak oleh cinta. Namun ini cinta pertama untuk Ayumi jadi ia tak ingin jika cinta pertama nya malah akan menjadi mengenas kan seperti ini. Ia ingin untuk tetap menjaga hubungannya itu tetap baik.
Abi kini segera membantu Ayumi untuk masuk. Setelah nya Abqa segera menuju ke arah kemudi. Setelah dirasa aman dengan segera Abqa segera melajukan mobil nya meninggalkan rumah tersebut. Selama di perjalanan mereka hanya saling terdiam saja. Abqa yang memang tak terbiasa memulai pembicaraan lebih dulu memang begitu berbeda dengan Abi yang selalu saja memiliki topik pembicaraan.
Ayumi pun kini merasakan perbedaanya. Namun setidaknya kini ia beruntung karena Abi perlahan mulai kembali. Ia tak masalah jika Abi kii masih sulit untuk terbuka dengannya dan hanya diam saja selama di perjalanan.
Saat sampai di sekolah nya. Ayumi dengan segera turun lebih dulu dari Abqa. Abqa segera menuju ke arah Ayumi dan berjalan beriringan bersama gadis tersebut. Pemandangan yang sudah lama tak pernah dilihat oleh murid SMA Samudra kini akhirnya bisa mereka lihat lihat.
Meskipun Ayumi dan Abqa hanya berjalan bersisian tanpa bergandengan tangan dan tanpa membuka suara namun pemandangan tersebut sudah berhasil membuat heboh sekolah.
“Nanti pulang sekolah mau nemenin aku liat senja lagi?” tanya Ayumi saat mereka sudah berada di depan kelas Ayumi.
“Aku usahain,” ucap Abqa pada Ayumi yang akhirnya Ayumi balas dengan anggukan.
__ADS_1
Avqa sebenarnya ingin segera kembali dan menemani Abi namun untuk kali ini ia akan usaha untuk menemani Ayumi agar gadis itu tak lagi mengatakan untuk meminta putus dan membuat nya merasa bersalah pagi Abi.
“Aku ke kelas dulu,” ucap Ayumi yang hanya Abqa balas dengan anggukan. Abqa menghembuskan nafas kasar lalu segera pergi dari sana.
Sedangkan Ayumi kini langsung disambut dengan kehebohan oleh sahabat nya. Saat mereka melihat Ayumi yang kini di antar oleh Abqa.
“Ciee udah baikan ya?” tanya Kitri dengan senyumannya. Ia ikut senang saat mendengar jika Abi tak ingin putus dan ingin memperbaiki hubungan nya dengan Ayumi.
“Proses, karena Abi pun masih cuek,” ucap Ayumi pada sahabat nya.
“Kayak nya yang itu emang berlaku ke semua orang deh Yum,” ucap Kayana yang kini dibalas dengan anggukan oleh Ayumi. Karena menurut mereka kini Abi memang banyak berubah nya.
“Gue harus menyesuaikan lagi dengan sikap gue dengan sikap dia yang sekarang,” ucap Ayumi pada sahabat nya yang membuat mereka tersenyum sambil menepuk pundak Ayumi.
“Yang sabar ya Yum. Ikutan aja dulu,” ucap Kitri pada Ayumi yang kini hanya menjawab nya dengan anggukan.
***
“Gue lihat tadi lo berangkat bareng Ayumi,” ucap Ivan pada Abqa yang kini menjawab nya dengan anggukan.
“Mau gimana lagi, dari pada beneran putus nanti gue yang disalahin sama Abi,” ucap Abqa dengan kekehannya saat ia mengingat bagaimana Abi jika ia terbangun nanti dan malah mengetahui jika kembarananya itu malah merusak hubungannya dengan Ayumi.
“Emang keadaan Abi gimana sekarang?” tanya Dion dengan tatapan sendu nya. Saat pertama kali mereka mengetahui jika Abi tengah terbaring di rumah sakit. Mereka rasanya begitu hancur. Mereka sudah seperti saudara dan sahabat melihat sahabat nya malah berada di rumah sakit membuat mereka begitu kacau dan khawatir pada Abi.
“Belum ada perkembangan,” ucap Abqa dengan helaan nafas kasar nya.
__ADS_1
“Sekarang kini berdoa aja semoga Abi cepet pulih,” ucap Tian yang di jawab dengan anggukan oleh sahabat na yang lain. Mereka juga berharap agar Abi segera sadar.
“Gue kasihan lihat Ayumi. Dia gak tau kalau pacar nya sekarang lagi ada di rumah sakit,” ucap Dion dengan helaan nafas nya.
“Mau gimana lagi, Abi aja gak bolehin Abqa buat ngasih tau Ayumi,” ucap Ivan menimpali. Sebenarnya ia juga merasa kasihan pada Ayumi namun mereka juga tak bisa untuk memberitahu gadis tersebut karena permintaan Abi.
“Tau kalau bakalan begini gue temenin dia jemput Ayumi,” ucap Ivan dengan penyesalannya.
“Udah lah udah lewat juga. Sekarang semua udah terjadi jadi kita fokus buat kesembuhan Abi aja sekaran,” ucap Dion menasehati yang dijawab dengan anggukan setuju oleh Tian.
Tak lama suara dering dari ponsel Abqa membuat mereka menoleh ke arah Abqa. Melihat nama yang menelponnya ternyata adalah Mama nya dengan segera Abqa menjawab panggilan tersebut.
“Kenapa Ma?” tanya Abqa setelah panggilannya terjawab.
“Abi sudah sadar,” ucap Monika yang kini berhasil membuat Abqa terdiam mendengar nya. Hingga senyuman laki-laki itu mengembang mendengar ucapan Mama nya yang kini terdengar begitu senang.
“Abqa ke rumah sakit sekarang,” ucap Abqa pada ibu nya itu. Setelah nya Abqa segera menutup panggilan ponsel nya lalu ia segera menoleh ke arah sahabat nya yang kini menatapnya dengan tatapan penuh tanya.
“Kenapa Ab?” tanya Ivan yang kali ini bertanya mewakili sahabat nya yang lain.
“Abi sadar,” ucap Abqa yang membuat mereka membelalakkan mata nya. Mereka kini tak kalah bahagianya.
“Kita langsung ke rumah sakit,” ucap Ivan dengan begitu tegas nya dan begitu bersemangat nya yang membuat temannya yang lain menganggukkan kepalanya setuju.
“ke Ayumi dulu, tadi gue janji nganter dia soalnya. Mau gue batalin dulu,” ucap Abqa yang dijawab dengan anggukan oleh sahabat nya yang lain. Setelah nya mereka segera menuju ke arah kelas Ayumi sebelum akhirnya mereka memutuskan untuk segera menuju ke arah rumah sakit dan menemui Abi.
__ADS_1
***