First Love Casanova

First Love Casanova
S2 Halicopter


__ADS_3

Yang telah dijanjikan oleh Abqa  kini laki-laki tersebut sudah berada di rumah Ayumi begitu pagi untuk mengajak  gadis tersebut jalan-jalan. Mereka yang kini sudah sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing membuat mereka jarang bertemu oleh karena itu Abqa  memutuskan untuk mengajak Ayumi jalan-jalan hari ini.


“Pagi banget,”  tanya Ayumi yang kini baru saja menuruni tangga dari kamarnya dan baju juga arah ruang tamu yang sudah ada Abqa  yang sudah menunggunya sedari tadi.


“Kamu aja yang bangunnya siang dan sekarang malah nyariin aku datang ke bagian,”  jawab Abqa  sambil menggerutu pada Ayumi yang kini hanya tersenyum mendengar gerutuan dari laki-laki yang berada di ruang tamu rumah nya dan tengah berbincang dengan Ibu nya itu.


“Iya deh iya maaf,  Jadi apa sudah siap tuan putri?”  tanya Abqa pada Ayumi yang kini hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya karena memang ia sudah siap.


“Tante, Abqa izin bawa Ayumi jalan-jalan dulu ya,” pamit Abqa pada Ibu Ayumi sekaligus meminta izin pada wanita yang masih terlihat begitu cantik itu kalau umur nya sudah tak lagi muda.


“Iya. Kalian hati-hati ya. Pulang nya jalan kemalaman,” pesan Ibu Ayumi yang di jawab dengan anggukan setuju oleh Abqa.


Setelah nya mereka secara bergantian menyalami tangan Ibu Ayumi untuk berpamitan. Mereka kini berjalan menuju ke arah mobil ABqa yang sudah terparkir dengan begitu indah nya di depan rumah Ayumi. Ayumi dengan segera masuk ke dalam mobilnya begitupun dengan Abqa. Hingga tak beberapa lama kini akhirnya mobil Abqa mulai melaju meninggalkan pekarangan rumah Ayumi dengan kecepatan sedangnya.


“Ini kita mau kemana?” tanya Ayumi penasaran kemana Abqa kana membawa nya kali ini jalan-jalan.


“Rahasia,” jawab Abqa yang membuat Ayumi kini hanya berdecih mendengar nya.


“Sok rahasia, kaya bagus kamu misterius begitu,” kesal Ayumi. Abqa yang mendengar ucapan Ayumi kini hanya tertawa sambil mengedikkan bahu nya.


“Baguslah kan emang cowok misterius itu yang paling disukain sama cewek,”  jawab Abqa dengan  senyuman bangganya yang gini malah membuat bajunya hanya berbagi melihat ucapan dari sahabatnya tersebut.

__ADS_1


“Iyain udah, kayak yang paling bener aja,”  ucap Ayumi yang setelahnya dunianya tertawa mendengar ucapan dari laki-laki di  sampingnya itu.


“Emang kalau sama calon pacar itu emang harus nurut,”  goda Abqa.  Ayunia mendengar ucapan laki-laki tersebut kini hanya menyantapnya dengan tatapan datarnya sedangkan Abqa  kini sudah tertawa  melihat reaksi Ayumi.


“Santai dong,”  ucap Abqa. Ayunia mendengarnya kini hanya menghembuskan nafasnya kasar.


Bukannya tanpa alasan hanya saja saat Abqa tengah membahas hal seperti itu Ayumi merasa bersalah pada laki-laki tersebut. Sudah 4 tahun berlalu dan Engkaulah yang selalu berada disisinya namun suatu saat hanya belum bisa membalas perasaan laki-laki tersebut dan masih stack pada Abi.


“Bercandanya nggak lucu,” sungut Ayumi yang membuat Abqa kini menoleh ke arah Ayumi sambil menganggukkan kepalanya mengerti jika Ayumi masih memerlukan waktu. Dan ia pun akan terus menunggu Ayumi.


“Oke maaf,”  ucap Abqa  dengan tatapan penuh rasa bersalah nya pada Ayumi yang kini menghembuskan nafas nya sambil menganggukkan kepalanya mengerti jika kini Abqa hanya bercanda. Malah ia lah yang merasa bersalah pada Abqa karena sampai saat ini ia masih belum bisa untuk menyukai Abqa. Atau malah, Ayumi hanya tak sadar saja jika ia menyukai Abqa?


Hingga kini di dalam perjalanan mereka hanya saling bercerita tentang bagaimana pekerjaan mereka selama beberapa hari belakangan ini yang memang begitu sibuk.


“Kita ngapain kesini?”  tanya aja mendingan tatapan matanya Abqa  yang kini malahannya tersenyum menjawab pertanyaan ini.


Tak lama suara yang begitu keras berasal dari atasnya gini membuat Ayumi segera menoleh ke arah atas hingga tatapan ingin membelalak saat melihat helikopter yang berjalan mendekat ke arah mereka.


“Hari ini aku mau ngajak kamu melihat indahnya pemandangan dari atas,”   jelas Abqa  yang membuat Ayuni kini membelakan matanya sambil menganga mendengar ucapan Abqa  masih tak percaya jika laki-laki tersebut akan mengajakmu melihat pemandangan dari atas yang sudah menjadi apa yang ia inginkan selama ini.


“Ini beneran?”  tanya Ayumi dengan tatapan tak percayanya ia masih tak menyangka jika apa ia inginkan selama ini akan terwujud juga.

__ADS_1


“Menurut kamu? Lagian ngapain aku ngajak kamu ke sini kalau kita nggak jalan-jalan dan nilai pemandangan dari atas sana padahal di depan kita sudah ada helikopter yang menunggu,”  ucap Abqa  dengan senyumannya pada akhirnya jadi malah membuka mulutnya tak percaya Katanya gini mana tapi yang benar pada laki-laki rupanya tersebut.


“Abqa kok aku jadi terharu,” ucap Ayuni  langsung memeluk Abqa. Abqa  yang mendapatkan serangan mendadak dari Ayumi kini terdiam namun tak lamanya juga membuat puding tersebut dan minta kalau eratnya.


“Udah ayo mending kita langsung naik aja,”  ajak Abqa  setelah mereka melepaskan kebaikan mereka.  akhirnya hingga mereka ini Berjalan bersamamu helikopter tersebut untuk menaikinya.


Abqa kini membantu Ayumi untuk naik ke atas helikopter tersebut. Setelah nya baru lah ia ikut naik. Pilot di depan mereka memberikan sebuah penutup telinga. Abqa segera menerima nya dan memakaikannya pada Ayumi.


“Biar gak berisik,” jelas Abqa yang membuat Ayumi kini hanya mengangguk patuh. Ini pertama kalinya ia akan jalan-jalan dengan melihat pemandangan dari atas. Jelas saja kini Ayumi merasa begitu senang hingga ia begitu menurut pada Abqa.


Tak beberapa lama kini helikopter yang mereka naiki mulai bergerak dan perlahan kini terbang. Senyuman Ayumi kini mengembang saat melihat pemandangan di depannya tak bisa dipungkiri kini ia begitu bahagia.


“Wah Abqa  indah banget  Makasih ya udah ngajak aku buat jalan-jalan datang lipat terkini,”  ucapan begitu bersemangat dan terus saja melihat ke arah luar jendela melihat pemandangan di bawahnya yang kini tampak begitu indah.


“ Apapun buat kamu,” ucap Abqa dengan senyumannya  juga dibalas dengan senyuman oleh Ayumi.


Melihat senyuman ayunan yang kini terlihat begitu indah dan kembali cerah membuat Abqa  rasanya begitu bersyukur dan berterima kasih pada ide dari asistennya yang menyarankan Abqa  untuk mengajak pagi ini jalan-jalan seperti ini.


Ayumi gini terus saja melihat pemandangan di bawah sana hingga tatapannya kini tertuju pada sebuah danau yang tampak begitu indah.


“Liat deh danaunya indah ya?”  ucap Ayumi pada laki-laki di sampingnya  yang juga menoleh ke arah danau yang ditunjuk oleh Ayumi dan menganggukkan kepalanya. Gadis tersebut tampak begitu bersemangat Bahkan ia sesekali mengatakan yang dilihatnya pada Abqa.

__ADS_1


***


__ADS_2