
Para murid yang kelaparan kini tengah memenuhi kantin dengan kegaduhan yang tengah mereka buat. Saling berlomba dengan suara mereka masing-masing.
Di meja bagian tengah kantin sudah berkumpul empat remaja laki-laki yang tengah sibuk tertawa entah apa yang tengah mereka tertawakan. Sesekali menjadi pusat perhatian, tak membuat keempat laki-laki itu peduli. Terlebih memang banyak di antara kaum hawa yang memang sering curi pandang ke arah mereka, menatap penuh kagum pada laki-laki populer tersebut.
"Parah sih tuh bocah gay gitu jijik gue," celetuk Dion sambil bergidik geli mengingat adik kelas mereka yang suka sekali berlaga seperti wanita, berteman dengan para gadis, dan yang lebih parah adik kelas itu diketahui adalah seorang gay.
"Gue lebih jijik anjir, mana yang dia sukain gue lagi," ucap Abi mengingat adik kelasnya itu yang sering datang untuk menemuinya. Nyatanya tak hanya perempuan bahkan pesona Abi bisa sampai pada laki-laki juga.
"Udah sih terima cewek lo kan udah banyak jadi buat sejarah baru lah sama tuh bocah," canda Ivan dengan kekehannya yang langsung mendapatkan tatapan datar dan tajam dari Abi yang langsung mengundang tawa sahabatnya yang lain.
"Nah bener tuh," ucap Tian menyetujui ucapan Ivan masih dengan sisa tawanya.
"Bonyok gue capek-capek buat gue pake bismillah biar menghasilkan bibit unggul bukan buat jadi gay," kesal Abi dengan ucapannya yang sudah melantur kemana-mana.
"Sayang," suara teriakan manja itu membuat Abi mengalihkan tatapannya pada gadis yang kini tengah berjalan ke arah nya dengan wajahnya yang di tekuk.
Setelah sampai di tempat Abi bersama sahabatnya dengan segera gadis itu duduk di samping Abi sambil bergelayut manja di lengan kokoh Abi.
"Kenapa?" tanya Abi dengan menampilkan senyumannya pada salah satu kekasihnya yang tak diketahui namanya itu.
Jangan salahkan Abi yang melupakan nama kekasihnya mengingat ia begitu banyak memiliki kekasih bahkan jika ia ingin membuat sebuah desa akan memenuhi persyaratan jumlah masyarakat yang begitu banyak.
"Kamu sekarang kok jarang banget sih nemuin aku," ucap gadis itu mengingat Abi yang kini memang jarang menemui kekasihnya. Kini fokusnya ada pada Ayumi gadis yang sangat menarik perhatian Abi itu. Juga gadis yang begitu keras menolaknya, dan tak terpengaruh oleh pesonanya.
"Aku lagi sibuk," ucap Abi sambil mengelus puncak kepala kekasihnya itu membuat kekasihnya itu mengerucutkan bibirnya kesal mendengar ucapan Abi. Padahal yang ia tahu Abi selalu saja mengganggu atau menjadi ekor Ayumi.
Bukan rahasia umum lagi jika seorang Abigail Athala Samudera kini tengah dengan gencarnya mengejar Ayumi, gadis pindahan yang begitu cantik juga ramah. Namun juga gadis yang begitu keras menolak Abi.
__ADS_1
"Eh Dawny nempel mulu lo udah kayak cicak," komentar Tian yang duduk bersebelahan dengan Abi. Tian memang sangat tidak menyukai kekasih Abi yang satu itu. Karena menurutnya kekasih Abi yang ia panggil Dawny itu hanya memanfaatkan kekayaan Abi, bahkan tak jarang gadis itu meminta barang-barang mewah pada Abi, ya walau rata-rata kekasih Abi memanglah hanya tertarik pada kekayan, popularitas, juga wajah tampan Abi.
Sahabatnya pun tak yakin jika salah satu kekasih Abi ada yang benar-benar mencintai Abi. Mereka semua hanya maiun-main sama seperti Abi.
"Nama gue Rawnie bukan Dawny," sungut Rawny yang tak di hiraukan oleh Tian yang kini fokus mengobrol dengan sahabatnya yang lain menghiraukan kehadiran Rawniy. Abi hanya menggeleng melihat sikap sahabatnya itu.
"Kamu juga sibuk apa sih? yang aku liat kamu cuma ngintilin atau gangguin anak baru itu," papar Rawniy dengan begitu tak terima membuat Abi tersenyum sinis.
"Ya itu lo tau kesibukan gue apaan. Terus mau lo apa? Mau putus? Ya ayo lo pikir gue peduli? Mau gue deketin siapapun itu urusan gue, resiko lo pacaran sama gue padahal udah tahu lo bukan satu-satunya," ucap Abi dengan begitu santainya yang setelahnya langsung pergi meninggalkan Rawniy yang sudah menahan kekesalannya.
"Abi woy tungguin gue, jangan tinggalin gue sama lele kadal ini," ucap Tian yang langsung pergi menyusul Abi di ikuti sahabatnya yang lain.
Rawniy yang melihat itu hanya mengepalkan tangannya kesal dengan sikap Abi yang kini malah meninggalkannya. Padahal sebelumnya ia adalah kekasih Abi yang paling sering Abi datangi dan ajak jalan karena wajah cantik nya dan tubuh indah nya.
***
"Yum lihat noh pacar lo lagi sama kadal," adu Kitri pada Ayumi sambil menunjuk Abi dengan dagunya. Kedua sahabat Ayumi itu sudah seperti intel yang suka sekali mengawasi Abi lalu melaporkannya pada Ayu.
Padahal Ayumi sama sekali tidak peduli dengan apa yang dilakukan pada laki-laki yang sudah begitu Ayumi tahu bagaimana tabiat nya itu.
"Emang dasar Crocodile jadi gak usah herman," ucap Ayumi dengan senyuman sinisnya sambil menatap Abi yang sedang digeluti oleh seorang gadis dengan pakaiannya yang terlalu minim.
"Herman mah nama supir gue," ucap Kayana sambil tertawa.
"Lidah gue kepleset jadi ya sorry kalo Typo," ucap Ayumi dengan cengiran polos nya.
"Itu si Rawniy bisa betah gitu ya pacaran sama Abi, Abi juga betah gitu pacaran sama Rawniy paling lama pacar Abi tuh cewek kan?" ucap Kitri yang kini kembali membahas laki-laki buaya itu. Ayumi menatap malas pada Kitri dan melanjutkan makannya tanpa siapapun tahu sebenarnya gadis itu tengah memasang telinganya dengan baik untuk mendengarkan pembicaraan tersebut.
__ADS_1
"Hooh si Rawniy yang paling lama," ucap Kayana menanggapi ucapan Kitri. Ayumi sesekali melihat ke arah Abi untuk melihat laki-laki yang tengah berbicara pada Rawniy hingga tiba-tiba laki-laki itu pergi meninggalkan Rawniy yang selanjutnya diikuti oleh sahabatnya yang lain.
"Abis ini juga Ayumi yang paling lama, iya gak yum?" tanya Kitri menggoda sahabatnya itu dengan menaikkan alisnya membuat Ayumi yang mendengarnya memelototkan matanya jengah mendengar ucapan sahabatnya yang satu itu.
"Harus berapa kali sih gue bilang, dia bukan pacar gue," ucap Ayumi kesal membuat sahabatnya itu hanya terkekeh mendengar ucapan Ayumi.
"Udah lah Yum terima aja kesian," ucap Kayana membuat Ayumi menggeleng tegas. Apapun alasannya Ayumi tak akan menerima laki-laki crocodile itu.
"Ogah banget gue punya pacar buaya jantan," sungut Ayumi membuat sahabatnya hanya menggeleng melihat sikap Ayumi yang begitu anti dengan Abi.
"Ati-ati loh Yum. Benci sama cinta itu beda tipis, dan lo tau kenapa habis huruf B ada C? karena abis benci ya cinta," ucap Kayana masih dengan sisa tawanya membuat Ayumi tersenyum sinis mendengar nya.
"Lo tau kenapa habis hurus C ada huruf D?" tanya Ayumi yang di balas gelengan oleh kedua sahabatnya itu.
"Karena abis Cinta ya kebanyakan Ditinggal, dan gue gak mau ujungnya kalo gue udah cinta dan nyaman dia malah pergi ninggalin gue apa lagi kalian tahu gimana sifat tuh bocah," lanjut Ayumi yang langsung membuat kedua sahabatnya itu terdiam.
Ayumi benar terlalu banyak kisah yang berakhir menyedihkan, setelah cinta hadir dan menyapa ujungnya kepergian yang menggiring untuk menjauh. Entah takdir kembali membawanya kepada sang pencipta atau takdir mengirimnya untuk menemui sang pemilik yang sesungguhnya.
Tak ada yang bisa menampik ucapan Ayumi, mereka sadar mereka tengah berada di dunia nyata bukan di dunia perfilman ataupun novel yang banyak membuahkan hasil yang bahagia.
"Semua balik lagi ke lo, karena ini hidup lo tapi semoga lo dapet yang terbaik," ucap Kitri dengan senyumannya yang di balas senyuman juga oleh Kayana dan juga Ayumi yangs udah mengangguk setuju.
Kini yang Ayumi inginkan adalah yang terbaik untuk nya. Tak hanya Ayumi, namun Ayumi yakin banyak perempuan diluar sana yang menginginkan yang terbaik.
"Balik kuy bentar lagi udah kelar istirahatnya," ajak Kayana yang dijawab dengan anggukan oleh kedua temannya. Dan akhirnya mereka mulai berjalan beriringan menuju kelas mereka sebelum bel berbunyi yang menandakan jika pelajaran akan kembali dimulai, setelah memberi waktu tiga puluh menit untuk muridnya beristirahat dengan segala pelajaran yang jelas memusingkan karena mereka hanya mempelajari banyak pelajaran sekaligus.
***
__ADS_1