
Ayumi dengan senyumannya kini berjalan menuju ke arah kelas Abi. Kini kelas nya sudah diperbolehkan untuk pulang meskipun bel baru akan berbunyi lima menit lagi. Akhirnya kini Ayumi menuju ke arah kelas Abi lebih dulu untuk menemui kekasih nya itu.
Saat sampai di kelas Abi bersamaan dengan kelas laki-laki itu yang kini baru saja keluar. Ayumi kini memilih menunggu kekasih nya itu. Hingga tak lama terlihat Abqa yang keluar bersama dengan sahabat nya lain.
“Ayo pulang, aku ada acara setelah ini,” ucap Abqa pada Ayumi yang kini membuat Ayumi langsung melunturkan senyum nya.
“Kenapa?” tanya Abqa saat melihat reaksi dari kekasih adiknya itu.
“Aku pengen ke mall sih sebenarnya,” ucap Ayumi pada Abqa. Ia datang begitu bersemangat sebenarnya ingin mengajak Abqa ke mall karena harus ada yang ia beli namun kini Abqa malah mengatakan jika ia memiliki urusan.
“Besok ya, hari ini aku ada urusan yang gak bisa aku tinggal,” ucap Abqa pada Ayumi. Ayumi yang tak ingin untuk menjadi beban dari kekasih nya itu. Kini akhirnya hanya bisa menganggukkan kepalanya.
“Ya udah lah, nanti aku pergi sendiri aja. Kamu anter aku ke mall aja deh,” ucap Ayumi pada Abqa. Abqa tampak berpikir sejenak sebelum akhirnya ia menganggukkan kepalanya mendengar ucapan Ayumi.
“Ya udah ayo,” ucap Abqa pada Ayumi.
Hingga setelahnya ia segera berjalan bersama menuju ke arah parkiran. Selama di perjalanan tak ada yang memulai pembicaraan. Hingga mobil yang mereka tumpangi kini mulai melaju pun tak ada yang memulai pembicaraan. Mereka saling terdiam.
Melihat perubahan sikap Abi sebenar nya membuat Ayumi penasaran apa yang sebenarnya terjadi kekasih nya itu. Abi yang selalu menemani nya seolah berbeda saat sedang di chat juga saat sedang bertatapan langsung seperti ini. Terkadang Ayumi berpikir jika Abi adalah orang yang berbeda namun Ayumi berusaha untuk mengabaikan pikirannya itu karena tak mungkin hal itu terjadi.
“Nanti malem kamu sibuk?” tanya Ayumi pada Abi yang kini sontak membuat Abqa menoleh ke arah Ayumi sekilas dengan menaikkan sebelah alisnya.
“Kenapa?” tanya Abqa pada Ayumi dengan menaikkan sebelah alisnya.
“Pengen aja sih kamu temenin aku jalan malem lagi,” ucap Ayumi pada Abqa. Abqa yang mendengar nya terdiam sejenak.
“Sorry ya tapi aku kalau malem selalu sibuk,” ucap Abqa dengan tatapan bersalah nya pada Ayumi yang mendengar itu hanya mendengus. Abqa bukannya tak mau hanya saja malam adalah waktu untuk Abi bisa bercerita pada Ayumi dan ia tak ingin mengambil waktu adik nya itu.
“Tapi perasaan kamu setiap malem vc aku deh,” ucap Ayumi pada Abqa yang kini membuat Abqa menggaruk tengkuknya yang tak gatal karena bingung harus menjawab apa.
__ADS_1
“Aku ngeluangin waktu aja,” ucap Abqa yang membuat Ayumi kini menatapnya dengan aneh. Namun tetap saja akhirnya ia menganggukkan kepalanya mendengar ucapan Abqa.
Setelah tak ada lagi pembicaraan di antara mereka. Mereka kini saling terdiam hingga tak lama mereka akhirnya sampai di mall.
“Hati-hati ya, sorry gak bisa nemenin,” ucap Abqa pada Ayumi yang kini hanya menganggukkan kepalanya. Setelah nya Ayumi segera keluar dari mobil Abqa. Setelah Ayumi mulai memasuki mall kini Abqa segera melajukan mobil untuk pergi dari sana.
Tujuan Abqa kali ini adalah bandara. Dengan kecepatan sedang lak-laki tersebut melajukan mobilnya itu menuju ke arah bandara. Hingga tak membutuhkan waktu lama kini akhirnya ia sampai di bandara. Tatapannya kini menjelajah mencari seorang gadis.
“Abqara,” suara teriakan tersebut membuat Abqa menoleh ke arah samping nya hingga senyumannya mengambang saat melihat gadis cantik yang kini berlari ke arah nya. Abqa sudah merentangkan tangannya agar gadis tersebut memeluknya.
“Aku sangat merindukan mu Abqara,” ucap gadis tersebut setelah melepaskan pelukannya.
“Aku juga merindukanmu,” ucap Abqa dengan senyumannya setelah nya ia segera membantu gadis tersebut untuk membawa koper nya.
Aba segera membantu gadis tersebut dengan berjalan bersisian menuju ke arah mobil nya. Setelah membantu meletakkan koper milik gadis tersebut kini Abqa segera membukakan pintu untuk gadis tersebut.
“Ok kita makan dulu,” ucap Abqa membuat gadis di samping nya itu tersebut sambil menganggukkan kepalanya.
“Kamu tau selama gak ada kamu. Maxi selalu gangguin aku,” ucap gadis tersebut dengan wajah nya yang cemberut. Hal itu membuat Abqa terkekeh mendengar nya.
“Kamu aja yang gampang di gangguin Shyla,” ucap Abqa pada sahabat nya itu yang memang mudah sekali untuk merajuk hanya untuk masalah kecil. Shyla yang mendengar ucapan Abqa kini hanya berdecak.
“Kamu memang sama saja,” ucap Shyla dengan kekesalannya.
Selama di perjalanan gadis tersebut banyak berbicara dan menceritakan banyak hal pada Abqa yang hanya mendengar kan dengan sesekali terkekeh mendengar cerita dari sahabat nya itu. Gadis yang selama ini menarik perhatiannya namun sayang kisah mereka terhalang oleh agama.
***
Di tempat lain kini Ayumi baru saja selesai dengan belanjaannya. Di tangannya kini sudah ada dua paper bag yang dibawanya. Senyumannya kini mengembang saat kini ia sudah selesai dengan belanjaannya.
__ADS_1
Kini Ayumi tengah menunggu taksi. Karena Abqa pun tak bisa menjemput nya.
“Duh laper lagi, makan dulu kali ya kasian juga cacing cacing di perut gue,” ucap Ayumi dengan kekehannya.
Akhirnya setelah mendapatkan Taksi Ayumi kini memilih untuk mampir ke cafe lebih dulu untuk mengisi perutnya yang terasa begitu lapar.
“Emang kalo abis belanja tuh bawaan nya laper mulu ya. Sepaket banget buat ngabisin duit,” ucap Ayumi dengan kekehannya.
Sopir taksi di depannya hanya diam melihat tingkah Ayumi. Hingga tak lama akhirnya Ayumi sampai di sebuah cafe. Ayumi memilih untuk segera turun dan membayar taksi yang ditumpanginya.
Suara ponselnya kini membuat Ayumi segera memeriksanya ternyata adalah pesan dari Abi. Senyuman Ayumi mengembang saat membawa pesan tersebut meskipun kini ia begitu kesal pada Abi yang tidak bisa untuk mengantar nya.
Abigail
Sudah sampai rumah belum Ay?
Pertanyaan itu membuat Ayumi berdecih. Apa Abi pikir berbelanja bisa dalam waktu singkat?
Ayumi
Kamu kira belanja bisa satset satset?
Tanya Ayumi dengan kekesalannya. Ayumi kini memilih mengabaikan ponselnya dan segera memasukkannya ke saku.
Setelahnya ia segera memasuki cafe tersebut dengan senyumannya. Namun baru saja Ayumi masuk mara nya kini langsung bersitatap dengan seorang laki-laki yang kini tampak terkejut melihat Ayumi. Tak hanya laki-laki tersebut Ayumi kini juga tampak terkejut melihat nya.
“Abi.” ucap Ayumi dengan tatapan tak percaya nya melihat kekasih nya yang kini tengah bersama dengan perempuan lain.
***
__ADS_1