
“Abqa makasih banget ya buat hari ini,” ucap Ayumi pada Abqa yang kini menganggukkan kepalanya. Kini mereka Tengah berada di depan rumah Ayumi. Hari sudah begitu larut namun mereka Baru saja sampai di rumah Ayumi setelah mereka menghabiskan waktu mereka untuk jalan-jalan dengan menaiki helikopter yang sudah Abqa siapkan.
“ Anything for you,” ucap Abqa pada Ayumi yang kini tersenyum mendengar ucapan dari Abqa.
“Masuk sana udah malem,” perintah Abqa yang dibalas dengan anggukan oleh Ayumi.
“Kamu gak mau mampir dulu?” tanya Ayumi yang di balas dengan gelengan oleh Abqa.
“Udah malam Lain kali aja aku mampirnya,” jawab Abqa yang kini dibalas dengan aku kan oleh gadis tersebut.
Ayumi segera keluar dari mobil Abqa setelah mendengar jawaban dari laki-laki tersebut.
“Hati-hati,” ucap Ayumi sambil Melambaikan tangannya yang kini dibalas dengan lambaian tangan juga oleh Abqa. Setelah memastikan kini Ayumi masuk ke dalam rumahnya dengan aman barulah kini Abqa melajukan mobilnya meninggalkan kediaman Ayumi.
Dengan langkah lelahnya kini Ayumi memasuki rumahnya yang sudah disambut oleh ibunya yang menunggunya.
__ADS_1
“Baru pulang sayang?” tanya ibu Ayumi pada gadis tersebut yang kini tersenyum sambil menganggukkan kepalanya dan menyalami tangan ibunya itu.
“Iya Mah tadi Abqa ngajak Ayumi buat jalan-jalan pakai helikopter keren banget kan Mah, cita-cita Ayumi sekarang benar-benar terwujud,” ucap Ayumi dengan begitu bahagianya menceritakan apa yang baru saja terjadi padanya. Sang ibu yang mendengar anaknya tersebut kini sudah kembali dengan senyumannya merasa begitu senang. Setelah Abi meninggal wanita tersebut belum pernah melihat anaknya kembali Bahagia seperti saat ini. Sepertinya ia harus berterima kasih pada Abqa yang sudah membuat anaknya kembali Bahagia seperti saat ini.
“Mama ikut senang melihat kamu bahagia kayak gini,” ucap Ibu Ayumi dengan senyumannya yang kini juga membuat Ayumi tersenyum dengan begitu bahagianya.
“ Semua berkat Abqa Mah, dia yang udah bikin Ayumi sebagian saat ini,” jelas Ayumi yang kini menganggukkan kepalanya mendengar ucapan dari anaknya tersebut.
Ayumi kini berjalan ke arah ibunya itu dan duduk di samping ibunya sambil memeluk wanita tersebut dengan begitu eratnya menyalurkan rasa sayangnya pada wanita yang telah melahirkan juga membesarkannya itu.
“Mama harap hubungan kalian akan baik-baik saja dan mama juga berharap kamu bisa cepat untuk menggantikan perasaan kamu kepada Abqa. Dia laki-laki yang baik Ayumi, Sulit buat mendapatkan laki-laki sebaik Abqa,” ucap Ibu Ayumi kepada anaknya tersebut memberikan nasehat kepada Ayumi agar ia tidak menyia-nyiakan laki-laki sebaik Abqa. Ayumi yang mendengar ucapan ibunya kini terdiam ia menyadari jika Abqa memanglah laki-laki yang baik namun untuk saat ini ia belum bisa membiarkan perasaannya diambil alih oleh laki-laki selain Abi. Egois memang namun biarlah kini Ayumi masih bermain dengan perasaannya tersebut.
“Kamu nggak bisa untuk terus bersikap egois kayak gini Ayumi. Menurut kamu gimana perasaan Abi saat tahu gadis yang dicintai kini malah terus-terusan sedih dan belum bisa untuk melupakannya?” tanya sang ibu yang kini berusaha untuk menyadarkan anaknya tersebut jika Abi sudah tidak lagi bersama dengan mereka.
“ Mah stop, Mama nggak akan ngerti perasaan aku Sulit buat aku lupain Abi mah aku mah,” ucap Ayumi yang kini sedikit meninggikan suaranya karena terlalu kesal mendengar ucapan ibunya itu.
__ADS_1
Ibu Ayumi yang melihat anaknya yang kini mulai merasa kesal menghembuskan nafas nya.
“Kamu tau kesempatan itu gak dateng berkali-kali. Jangan sampai kamu malah nyesel karena udah menyia-nyiakan Abqa. Karena perasaan orang bisa berubah kapan saja. Jangan berpikir jika Abqa bisa selalu mencintai kamu dengan sikap egois kamu begini,” ucap Ibu Ayumi yang kini juga sudah merasa kesal pada anaknya itu.
Wanita tersebut bukannya merasa kesal pada anaknya karena belum bisa melupakan Abi. Ia tahu pasti sulit untuk anaknya bisa melupakan Abi. Namun melihat Anaknya yang malah menyia-nyiakan Abqa selama empat tahun ini malah membuat nya kesal. Ibu Ayumi jelas adalah saksi bagaimana Abqa yang selalu menjaga Ayumi dan bagaimana Abqa yang selalu berada disisi Ayumi. Bahkan ia tahu pasti menjadi Abqa begitu terluka karena gadis yang ia cintai dan ia jaga selama ini malah masih mencintai Abi.
Berjuang dan bersaing untuk sesuatu yang sebenarnya tidak nyata. Abi hanyalah bayangan. Dan sampai saat ini Ayumi Malah belum menyadari jika apa yang ia lakukan malah menyakiti Abqa.
“Mama gak akan ngerti Ma,” ucap Ayumi yang setelah nya memilih untuk pergi dari sana. Meninggalkan Ibu nya yang kali ini hanya bisa menghembuskan nafas nya kasar melihat tingkah anaknya itu yang entah sampai kapan akan terus seperti itu dan tak bisa untuk melupakan Abi.
“Kamu harus sadar Ayumi, Abi sekarang udah gak disini. Mama cuma gak mau kamu nyesel nanti nya,” ucap Ibu Ayumi yang kini masih bisa didengar oleh Ayumi. Ayumi yang merasa muak dan kesal mendengar ucapan Ibu nya itu kini sontak membalikkan badannya menghadap sang Ibu.
“Mama gak ngerti Mah apa yang aku mau. Aku kayak gini ada alasannya. Mama mau aku menerima Abqa di saat aku sendiri masih mencintai Abi? Gak Mah, aku gak bisa sejahat itu sama Abqa,” ucap Ayumi yang membuat Ibunya kini malah tersenyum dengan sinis mendengar ucapan anaknya itu.
“Kamu pikir apa yang kamu lakuin sekarang gak egois dan menyakiti Abqa?” tanya Ibu Ayumi dengan tatapan penuh tanya pada anaknya itu.
__ADS_1
“Mah, aku gak bisa untuk menerima Abqa disaat aku masih mencintai Abi. Aku gak bisa ngelakuin itu. Aku gak mau kalau malah menganggap Abqa sebagai pengganti Abi. Mencari Abi di diri Abqa dan juga menyukai dan menerima Abqa karena wajah mereka kembar? Enggak Mah, aku gak bisa. Dan Mama tenang aja, aku tau apa yang terbaik untuk aku dan Abqa,” ucap Ayumi yang setelah nya benar-benar pergi dari sana. Sedangkan Ibu nya kini menghembuskan nafasnya dan mengusap wajah nya dengan gusar mendengar ucapan dari anaknya tersebut.
***