First Love Casanova

First Love Casanova
Abi Yang Berubah


__ADS_3

Sudah dua hari Abi tidak dapat dihubungi. Dan sudah dua hari juga Vanya belum juga bertemu dengan Abi. Sahabat Abi yang berkata akan mencari tahu tentang Abi sampai saat ini pun belum ada kabar. Bahkan selama dua hari ini Abi gak masuk sekolah yang membuat Ayumi semakin khawatir pada laki-laki itu.


Ayumi bahkan kini sudah datang begitu pagi ke sekolah. Tujuannya hanya satu, yaitu dia ingin menemui kepala sekolah mereka yang tak lain adalah paman Abi. Ayumi sudah sempat datang ke rumah Abi. Namun ia sama sekali tidak mendapati Abi maupun anggota keluarganya. Para pembantu pun malah bungkam saat di tanyakan keberadaan Abi.


“Buat orang khawatir aja,” ucap Ayumi dengan menggerutu kesal pada Abi yang tak ada kabar selama dua hari ini.


Ayumi kini berjalan di koridor dengan langkah cepat nya. Semoga saja sang kepala sekolah sudah datang agar Ayumi bisa bertanya keberadaan Abi pada kepala sekolah nya itu.


Bertepatan dengan Ayumi yang akan menuju ke ruang kepala sekolah ternyata laki-laki yang dicarinya kini berada di depan ruangannya.


“Selamat pagi pak,” sapa Ayumi pada kepala sekolah nya itu yang kini menaikkan sebelah alisnya melihat murid nya yang kini berada di depannya. Ayumi segera menyalami tangan pria tersebut yang kini masih kebingungan mendapati dirinya yang kini berada di sana.


“Ayumi? Kenapa nak?” tanya Sony dengan menaikkan sebelah alisnya bingung melihat keberadaan Ayumi.


“Pak, belakangan ini Ayumi gak pernah kelihatan Abi. Bahkan Abi susah dihubungi. Bapak tau gak Abi kemana?” tanya Ayumi dengan tatapan penuh tanya dan penuh harap nya gar pria di depannya itu mau membritahu nya di mana keberadaan Abi.


Namun bukannya menjawab pertanyaan Ayumi kini pria paruh baya itu mulai tampak kebingungan. Ayumi yang melihat hal itu kini malah semakin curiga jika ada yang tidak beres yang telah terjadi pada kekasih nya itu.


Perasaan khawatir Ayumi kini kian bertambah bahkan kini ingin sekali rasanya ia menangis saking khawatir pada Abi yang sampai saat ini tak juga menghubunginya.


“Itu Abi,” ucap Sony yang kini sontak membuat Ayumi segera membalikkan  badannya hingga kini ia melihat Abi yang tengah berjalan ke arahnya dengan wajah datar nya. Benar ia tak salah lihat itu adalah Abi namun kini ada yang berbeda dengan laki-laki itu.

__ADS_1


Ayumi berusaha untuk mengabaikannya ia segera menuju ke arah Abi dan segera memeluk laki-laki tersebut menyatakan kerinduannya pada Abi.


“Kamu kemana aja sih Bi? Aku khawatir banget sama kamu,” ucap Ayumi yang kini mengungkapkan kerinduannya ada Abi. Namun tak ada respon dari Abi. Abi hanya diam saja tanpa membalas pelukan Ayumi.


Ayumi kini mengurai pelukan Abi. Dan menatap Abi dengan tatapan khawatir juga bingung nya.


“Kamu gak papa Bi?” tanya Ayumi pada Abi dengan tatapan penuh tanya nya.


“Gak papa,” ucap Abi singkat yang kini membuat Ayumi mengerutkan kening nya bingung.


“Kamu kenapa?” tanya Ayumi bingung melihat sikap Abi sekarang.


“Udah aku bilang kan. Aku gak papa,” ucap Abi dengan ucapan tegas dan ketus nya pada Ayumi. Ayumi yang mendengar itu bahkan terkejut. Karena Abi bahkan sebelumnya tak pernah berbicara kasar seperti itu pada Ayumi.


“Malam itu hujan. Kamu tau sendiri kan, gak mungkin aku menerobos hujan kan?” tanya Abi dengan wajah datarnya pada Ayumi. Ayumi kini semakin di buat keheranan dengan tingkah Abi. Abi yang ia kenal jelas bukan Abi yang kini berada di depannya.


“Kamu capek? Ok gak papa. Mending kamu langsung ke kelas. Aku juga bakalan ke kelas,” ucap Ayumi yang akhirnya memilih untuk mengalah. Meskipun kini ia begitu bingung dengan sikap Abi yang berubah terhadap nya.


Pikiran buruk Ayumi yang sebelumnya berpikir takut terjadi sesuatu pada Abi. Kini malah berubah. Justru yang ia takut kan kini adalah sesuatu yang akan terjadi pada hubungannya. Ayumi baru saja merasakan yang namanya cinta. Dan Abi adalah cinta pertamanya nya. Apa harus ia terluka pada cinta pertamanya? Tidak, Ayumi tidak menginginkan itu.


Tak ingin kembali menyulut amarah Abi akhirnya Ayumi memilih untuk segera pergi dari sana meskipun kini ia terus memikirkan tentang apa yang sebenarnya terjadi pada laki-laki tersebut.

__ADS_1


“Om gak suka cara kamu memperlakukan Ayumi. Bukan seperti itu cara nya,” ucap Sony yang sedari tadi menyaksikan adegan di depannya itu. Namun keponakannya yang kini berdiri depannya itu malah mengabaikan ucapan Sony dan segera pergi dari sana. Sony yang melihat itu hanya memejamkan matanya berusaha untuk menahan dirinya sendiri.


***


Perubahan Abi tak hanya dirasakan oleh Ayumi. Namun sahabat Abi pun kini merasa aneh dengan sikap Abi. Abi yang biasanya begitu malas dan suka bolos kini malah seharian berada di kelas sambil membaca buku nya. Sikap Abi bahkan juga berbeda. Abi yang biasanya banyak berbicara kini malah begitu bawel. Seolah memang ada yang aneh dengan laki-laki itu.


“Bi, tumben banget tadi lo istirahat gak nyari Ayumi. Biasanya udah kayak perangko,” ucap Tian yang kini menatap sahabatnya itu dengan tatapan penuh tanya nya.


“Buat apa? Dia udah gede kan?” tanya Abi dengan wajah datar nya. Sahabat Abi kini bahkan saling pandang melihat sikap Abi kali ini. Merasa merasa ada yang salah dengan laki-laki itu.


“Lo kenapa dah dari pagi gue liat aneh banget?” tanya Ivan dengan menaikkan sebelah alisnya menatap sahabat nya itu dengan tatapan penuh tanya nya.


“Gue gak papa. Lagian bener kan? Gue punya dunia gue sendiri, dunia gue bukan cuma tuh cewek,” uca Abi yang kini malah membuat sahabat nya menggeleng mendengar jawaban Abi. Jika biasanya Abi akan menjawab Ayumi adalah dunia nya kini laki-laki itu malah mengatakan hal sebaliknya.


“Wah gak beres nih. Lo abis kerasukan ya? Apa selama dua hari in lo bersemedi?” tanya Dion dengan menatap Abi dengan tatapan penuh tanya nya. Menatap tak percaya jika yang kini berada di depannya itu adalah sahabat nya.


“Gak pernah berubah ya lo, kurang-kurangin tuh sikap lo yang begitu,” ucap Abi yang kini malah membuat Dion menganga mendengar ucapan Abi.


“Fix kerasukan ini mah,” ucap Tian yang kali ini menanggapi. Sedang kan Ivan kini malah diam memperhatikan Abi. Bahkan laki-laki itu memperhatikan Abi dari atas sampai bawah


“Lo bukan Abi,” gumam Ivan dengan pelan yang tak bisa didengar oleh siapapun.

__ADS_1


***


__ADS_2