
Hari minggu ini Ayumi rasanya begitu bosan. Selama ini Ayumi hanya menghabiskan waktu nya di rumah saja. Semenjak Abi yang berubah, Ayumi lebih banyak menghabiskan waktunya hanya di rumah saja karena tak ada yang mengajak nya jalan.
Meskipun sesekali temannya mengajak jalan namun Ayumi malah menolak. Pertengkarannya dengan Abi dan hubungan nya dengan Abi yang tidak baik-baik saja benar-benar mempengaruhi Ayumi. Apa lagi foto Abi yang datang ke rumah sakit bersama dengan sahabat-sahabat nya beberapa hari lalu yang Niclas berikan untuk nya.
Awal nya Ayumi tak terlalu memikirkannya karena mengira mereka tengah menjenguk teman mereka yang sedang sakit. Namun saat Niclas menyelidikinya ternyata laki-laki itu tak mendapat apapun. Hal itulah yang membuat Ayumi kini semakin bingung.
“Ayo Ayumi. Turunin ego lo. Mending sekarang ngajak Abi jalan sekalian belanja bulanan,” ucap Ayumi pada dirinya sendiri.
Ayumi kini memilih untuk bersiap-siap. Ia begitu berharap Abi akan mau dan saat Abi datang ia sudah siap jadi ia memilih untuk bersiap-siap dulu baru setelah nya ia akan menghubungi Abi.
Ayumi yang awalnya hanya merebahkan tubuhnya di ranjang king size nya kini segera bangun dan berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya lalu baru ia akan menghubungi Abi.
Tak membutuhkan waktu lama bagi Ayumi untuk membersihkan tubuhnya. Setelah selesai Ayumi segera bersiap sambil berusaha menghubungi Abi. Butuh waktu lama untuk Abi menjawab panggilan dari Ayumi. Ayumi kini memang harus bisa lebih bersabar dalam menghadapi kekasih nya itu.
Hingga setelah percobaan ketiga kini Abi menjawab panggilannya yang membuat senyuman Ayumi mengembang. Kini keadaan benar-benar berbalik. Jika biasanya Abi yang begitu bucin pada Ayumi maka kini Ayumi lah yang bucin pada Abi. Ia benar-benar ingin Abi nya yang dulu kembali. Ia merindukan Abi yang dulu.
“Halo Abi,” sapa Ayumi setelah panggilannya terjawab.
“Kenapa?” tanya Abi yang terdengar begitu jelas jika laki-laki itu sedikit kesal. Jujur saja Ayumi begitu kecewa mendengar nada suara Abi. Namun ia masih tetap menampilkan senyum nya meskipun Abi tak mendengar nya.
“Bisa temenin aku ke mall gak? Ada yang mau aku beli nih,” ajak Ayumi pada Abi dengan masih bersemangat.
“Gue sibuk. Lo sendiri aja,” ucap Abi yang dengan tegas nya. Baru saja Ayumi akan menjawab ucapan Abi, tapi laki-laki itu sudah lebih dulu menutup panggilannya. Ayumi kini hanya memejamkan matanya sambil tersenyum sinis.
__ADS_1
“Tarik nafas yang panjang, hembuskan,” ucap Ayumi yang kini tengah menginterupsi dirinya sendiri.
“Lo sebenar nya kenapa Bi?” tanya Ayumi dengan lelah nya melihat Abi yang semakin hari malah semakin aneh. Ia begitu merindukan Abi nya yang dulu.
“Ajak Niclas aja lah. Udah siap gini masak gak jadi pergi? Sekalian nenangin diri,” ucap Ayumi yang akhirnya kini memilih untuk menghubungi Niclas. Berharap laki-laki itu mau untuk menemaninya.
Tak membutuhkan waktu lama bagi Niclas untuk menjawab panggilan dari Ayumi bahkan hanya di dering kedua laki-laki itu sudah menjawabnya.
“Ada apa Ayumi?” tanya Niclas to the point saat menjawab panggilan Ayumi.
“Temani aku berbelanja, ada yang ingin aku beli dan Abi tidak bisa mengantar ku,” ucap Ayumi dengan nada suara nya yang terdengar sedih. Semua itu terdengar jelas bagi Niclas. Dari nada suara nya Niclas tahu jika kini sahabat nya itu sedang tak baik-baik saja. Tak ingin bertanya lebih lanjut di telepon tentang keadaan sahabat nya itu akhirnya Niclas hanya menyetujui.
“Ok, tunggu lah aku otw,” ucap Niclas. Setelah mendapatkan jawaban dari Niclas, Ayumi segera menutup panggilan telepon.
Tak membutuhkan waktu lama. Dari atas kamar nya kini Ayumi dapat melihat mobil Niclas yang memasuki pekarangan rumah nya. Melihat itu Ayumi dengan segera beranjak dari tempat nya dan kini ia berjalan turun dari kamar nya.
“Ma, Ayumi jalan sama Niclas dulu,” pamit Ayumi sambil menyalami tangan ibunya itu.
“Gak sama Abi?” tanya ibu gadis tersebut. Apa lagi melihat Abi yang belakangan ini tak pernah datang ke rumah mereka sebenar nya membuat ibu gadis tersebut merasa ada yang aneh dengan hubungan anaknya itu. Abi yang biasanya tak ingin pulang ke rumah nya sendiri kini malah sama sekali tidak pernah datang ke rumah mereka.
“Engga, Abi lagi sibuk,” ucap Ayumi pada ibu nya itu.
Setelah nya Ayumi segera menyalami tangan ibunya itu dan ia segera pergi dari sana. Ibu Ayumi yang melihat itu hanya menghembuskan nafas nya kasar. Ia tahu ada kekecewaan dan rasa sedih saat ia menanyakan tentang Abi ke anaknya itu. Entah apa yang terjadi pada anaknya juga kekasih anaknya itu.
__ADS_1
Ayumi kini segera menghamoiri Niclas yang sudah menunggu di depan mobilnya. Senyuman laki-laki itu mengembang melihat Ayumi yang kini berjalan ke arah nya. Niclas membantu Ayumi untuk masuk dengan membukakan pintu.
Selama perjalanan Ayumi hanya diam sambil melihat ke arah luar jendela. Begitupun dengan Niclas yang kini memilih diam karena tidak ingin membuat Ayumi semakin kacau. Ia memberikan waktu pada Ayumi agar gadis itu menenangkan dirinya.
Sampai tak beberapa lama mereka akhirnya sampai di mall. Ayumi segera turun begitupun dengan Niclas yang kini juga mengikuti Ayumi keluar dari mobil dan berjalan memasuki mall.
“Mau berbelanja apa?” tanya Niclas dengan menaikkan sebelah alisnya pada Ayumi.
“Aku ingin membeli keperluan bulanan ku yang habis,” ucap Ayumi yang kini dijawab dengan anggukan oleh Niclas.
“Kau dan Abi masih bertengkar?” tanya Niclas yang kini akhirnya membuka suara untuk hubungan Ayumi dan Abi. Ayumi yang mendengar ucapan sahabat nya itu menghembuskan nafasnya.
“Entah lah. Aku sudah lelah dengan sikap Abi belakangan ini,” ucap Ayumi dengan helaan nafas kasar nya. Niclas yang mendengar ucapan sahabat nya itu hanya bisa menepuk pundak Ayumi. Bisa ia tebak jika Ayumi baru saja bertengkar dengan Abi.
“Dia masih mengabaikan mu?” tanya Niclas lagi yang Ayumi balas dengan anggukan.
“Sudah lah. Tak perlu memusingkannya lagi. Lebih baik sekarang kita menghabiskan waktu kita dengan senang-senang,” ucap Niclas sambil menarik sudut bibir Ayumi agar sahabat nya itu bisa tersenyum. Namun kini justru wajah Ayumi terlihat begitu menakutkan dengan wajah datar dan tatapan tajam namun bibirnya yang melengkung. Niclas bahkan meledakkan tawanya melihat gadis di depannya itu.
“Kau sangat lucu Ayumu,” uap Niclas dengan tawanya yang kini membuat Ayumi segera mengejarnya dan memukuli sahabat nya itu dengan kekesalannya. Sedangkan Niclas kini sudah memasuki lift lebih dulu dan segera disusul oleh Ayumi.
Hari itu setelah beberapa hari hanya menampilkan wajah murung nya akhirnya kini Niclas berhasil mengembalikan senyuman Ayumi.
***
__ADS_1