
Ayumi kini menggeliat dalam tidurnya merasakan sakit di perutnya. Tidurnya yang semula begitu nyenyak gini malah harus terbangun karena merasakan sakit di perutnya. garis tersebut kini segera membuka matanya dan berjalan ke arah lemari kecil yang berada di dekat meja belajarnya untuk mencari obat pereda nyeri.
Baris tersebut kini berusaha untuk memejamkan matanya menahan rasa sakit yang terus saja kini menyerangnya.
“Kenapa perutku sakit banget,” ucap Ayumi pada dirinya sendiri yang kini masih saja berusaha untuk menahan rasa sakitnya tersebut. Dengan langkahnya yang terseok-seok ini gadis tersebut mencari obat yang berada di nakas namun ternyata nihil ia telah menemukannya di sana.
“Aduh mana nggak ada lagi itu obat Mama juga lagi di luar kota,” ucap Ayumi merutuki kesialannya malam ini. Dengan langkah cepatnya kini ia memilih untuk mengambil ponselnya untuk meminta bantuan pada Abqa untuk datang dan membawakannya obat.
Tak membutuhkan waktu lama untuk Abqa menjawab panggilan dari Ayuni buktinya kini Abqa sudah menjawab panggilan dari gadisnya itu.
“Halo, kenapa Ay?” tanya Abqa setelah kini ia menjawab panggilan dari Ayumi. Lama Ayumi terdiam karena berusaha untuk mengontrol dirinya sendiri.
“Hey kamu kenapa?” tanya Abqa merasa khawatir pada Ayumi karena merasa ada yang aneh dengan gadis tersebut. Apa lagi kini Ayumi malah menghubunginya saat sudah jam 23.45.
“Qa, perut aku sakit banget. Maag aku kambuh kayaknya. Aku sendiri di rumah, Mama lagi ke luar kota dan Bibi lagi pulang ke rumah nya. Anak nya sakit,” jelas Ayumi yang kini berhasil membuat Abqa kelimpungan mendengar ucapan Ayumi.
“Aku kesana sekarang,” ucap Abqa dan seera mematikan teleponnya. Ayumi yang mendengar nya kini menghembuskan nafasnya lega. Setelah nya kini ia dengan segera menuju ke arah ranjang nya kembali berusaha untuk mengistirahatkan tubuh nya. Rasanya kini sakit di perut nya semakin menjadi-jadi.
Hingga tak lama kini Ayumi menunggu, suara ketukan di depan kamar nya. Dengan susah payah kini Ayumi berjalan ke arah pintu dan membukakan orang di luar sana pintu. Hingga terlihat kini Abqa dengan wajah khawatir nya berdiri di depan kamar Ayumi.
Abqa yang melihat wajah Ayumi yang kini sudah pucat kini segera merengkuh tubuh tersebut dalam pelukannya lalu setelah nya ia dengan segera membawa Ayumi menuju ke arah ranjang nya lalu mendudukkan Ayum di sana.
“Aku ambil air hangat dulu,” ucap Abqa yang Ayumi balas dengan anggukan.
__ADS_1
Setelah nya kini laki-laki tersebut dengan segera menuju ke arah dapur untuk membuat air hangat untuk Ayumi. Hingga tak membutuhkan waktu lama kini laki-laki tersebut sudah kembali dengan dengan membawa air hangat untuk Ayumi.
“Minum dulu obat nya,” ucap Abqa. Ayumi dengan segera bangun dibantu oleh Abqa dan meminum obat yang sudah diberikan oleh Abqa.
“Makasih udah dateng,” ucap Ayumi setelah kini ia berhasil meminum obatnya. Abqa yang mendengar nya kini mengelus puncak kepala Ayumi dengan begitu lembut nya.
“Udah, sekarang mending tidur lagi,” perintah Abqa yang Ayumi balas dengan anggukan. Setelah nya kini Abqa dengan segera membantu Ayumi untuk merebahkan tubuhnya dan menyelimuti gadis tersebut.
“Aku tidur di sofa, jagain kamu,” ucap Abqa lagi yang kini Ayumi balas dengan anggukan. Abqa merasa tak enak berada di sana, karena mereka pun belum memiliki hubungan yang sah. Namun ia juga tak bisa meninggalkan Ayumi karena takut terjadi sesuatu pada Ayumi saat ia pergi.
Ayumi kini tanpa sadar melihat ke arah Abqa dimana kini laki-laki tersebut sudah memejamkan mata nya. Sepertinya laki-laki tersebut kini begitu lelah, namun ia masih menyempatkan diri untuk datang dan menjaga Ayumi.
Melihat sikap Abqa yang seperti ini Ayumi merasa begitu bersalah karena sampai saat ini ia belum bisa membalas perasaan laki-laki sebaik Abqa. Entah belum bisa atau malah belum menyadarinya. Terlalu larut dalam kehilangan, dan Ayumi yang selalu meyakinkan dirinya jika ia belum bisa untuk melupakan Abi. Bisa saja hal tersebut lah yang menutup mata Ayumi, jika sebenarnya ia sudah menyukai Abqa. Namun tidak menyadarinya.
***
Adisti mengerjapkan mata nya beberapa kali sebelum akhirnya ia membuka matanya dan saat melihat ke sekitar ia sudah tidak menemukan Abqa di sana. Ayumi menghembuskan nafas nya kasar lalu setelah nya ia kini berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Tak membutuhkan waktu lama Ayumi kini sudah rapi dengan dress nya. Hari ini ia sudah izin tidak ke rumah sakit. Ayumi melihat ponsel nya yang ternyata ada pesan dari Abqa.
Abqa
Aku udah minta Bibi bikinin bubur untuk kamu
__ADS_1
Maaf ya aku pergi dulu karena sekarang harus ke kantor dan sore nanti
ada kelas.
Langsung makan jangan telat lagi, nanti sakit lagi
Begitu lah pesan yang kini sudah disampaikan oleh Abqa. Ayumi yang membacanya menghembuskan nafas nya lalu setelah nya ia kini segera menuju dapur untuk sarapan yang kesiangan karena kini jam sudah menunjukkan pukul 10.13.
Dengan langkah santai nya kini Ayumi berjalan ke arah ruang makan dan kini ia dapat melihat asisten rumah tangga nya tengah menyiapkan makan siang nya.
“Non katanya Aden sakit ya kemarin?” tanya Bi Mina pada Ayumi yang kini tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.
“Iya Bi, maag kambuh,” jelas Ayumi.
“Duh maaf ya Non, Bibi malah gak ada disini semalem,” ucap nya. Ayumi yang mendengar nya kini tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
“Gak papa Bi, ada Abqa kok,” ucap Ayumi.
“Oh iya Bi, ini makanannya di tempatin di tempat makan aja. Aku mau ke kantor Abqa, mau makan siang di sana,” ucap Ayumi sambil memakan roti dengan selai nanas kesukaannya.
“Iya Non. Bibi siapin dulu,” ucap Bi Mina. Lalu setelah nya kini asisten rumah tangga tersebut dengan segera menyiapkan makanan yang akan dibawa oleh Ayumi. Sedangkan Ayumi kini fokus dengan makannya. Kini ia ingin makan bersama dengan Abqa. Anggap saja sebagai ucapan terima kasih pada laki-laki tersebut karena sudah mau merawat Ayumi semalam.
Setelah selesai kini ia bergegas menuju ke arah mobil nya berada untuk menuju ke arah kantor Abqa. Saat ini Abqa tidak ada di rumah sakit karena Ayah nya masih ada di luar negri jadi ia harus mengecek kantor nya yang lain juga.
__ADS_1
***