
“Makasih karena sudah menjaga Abqa,” ucap Ayumi pada Dinara saat kini ia berjalan bersama dengan Abqa keluar dari rumah sakit. Karena tak ada masalah serius akhirnya kini Abqa boleh pulang. Dan sedari tadi Dinara masih berada di sana menunggu Abqa.
“Makasih ya Dinara. Oh iya, sebaiknya kamu pulang saja. Kasihan anak kamu sudah menunggu,” perintah Abqa yang kini sudah berada dalam rengkuhan Ayumi.
“Baik pak, kalau begitu saya pergi dulu. Selamat beristirahat dan semoga lekas pulih,” ucap Dinara berpamitan. Ayumi dan Abqa hanya menganggukkan kepalanya. Setelah nya kini Dinara segera pergi dari sana walau dengan berat hati karena harus pergi dari sana.
“Tunggu aku ambil barang-barang dan izin pulang dulu,” ucap Ayumi memerintah yan kini Abqa balas dengan anggukan.
“Kamu tunggu sini aja,” perintah Ayumi dan lagi-lagi kini dibalas dengan anggukan oleh Abqa. Ayumi mengelus puncak kepala Abqa dengan begitu lembut nya.
“Good boy,” ucap Ayumi dengan senyumanmu mengejeknya pada Abqa aka yang kali ini malah menggalakkan matanya mendengar ucapan dari Ayumi. Namun tidak dapat dimakan kiri jika kini ia merasa bahagia melihat senyuman tersebut bahkan tampak ia sadari kini seolah kupu-kupu sudah terbang di perutnya.
Ayumi kini memilih untuk segera menuju ke arah ruangannya berada untuk memberitahukan pada seniornya Jika ia harus pulang lebih awal juga mengambil barang-barangnya. Awalnya dokter senior yang berada di atasnya merasa bingung namun saat Ia menjelaskan jika ia harus mengantar Abqa yang baru saja selesai kecelakaan akhirnya mau tak mau dokter senior tersebut mengizinkannya, karena ia tahu dengan jelas bagaimana posisi Abqa.
Setelah selesai mengambil barang-barangnya kini dengan segera Ayumi menuju ke arah Abqa kembali di mana kini laki-laki tersebut tengah menunggunya di UGD. Ayumi terburu-buru berjalan ke arah UGD dan beruntung saat ia baru saja sampai di depan ruang UGD ternyata Abqa sudah menunggu di sana duduk di salah satu kursi yang berada di depan UGD.
“ Maaf ya lama, Ayo kita pulang,” aja Ayumi sambil membantu Abqa untuk berdiri dan menatap laki-laki tersebut menuju ke arah luar gedung rumah Sakit tersebut.
__ADS_1
“Kamu bawa kendaraan?” tanya Ayumi dengan begitu hebohnya karena kini ia bingung harus naik apa untuk pulang mengingat Ia pun tidak membawa kendaraan dan selalu diantar oleh Abqa.
“Mobil aku nggak ada di bengkel lah,” ucap Abqa pada Ayumi yang kini membuat gadis tersebut menepuk keningnya melupakan hal tersebut.
“Ya udah kita pakai taksi,” ucap Ayumi pada akhirnya. Mereka kini melihat taksi yang lewat namun tak satupun kini yang lewat. Entah sudah keberapa kali ini Ayumi menghembuskan nafasnya kasar, Abqa yang mendengarnya kini bahkan menggelengkan kepalanya.
Hingga tak lama kini sebuah mobil sedan berwarna putih berarti tepat di depan mereka, sang pengendara langsung saja membuka kaca jendela mobilnya hingga kini terlihat asisten apakah yang mengendarai mobil tersebut.
“Apa Saya perlu turun juga pak?” tanya asisten Abqa tersebut yang kini malah terdengar begitu arogan. Abqa yang mendengarnya kini bahkan hanya bisa berdecih sambil menggelengkan kepala. Setelahnya kini ia dengan segera memasuki mobil bersama dengan Ayumi yang kini membantunya.
“Sepertinya setelah ini saya harus mengurangi gaji kamu,” ucap Abqa pada sang asisten yang kini malah menampilkan deretan gigi putihnya mendengar ucapan dari atasannya tersebut yang lebih tepatnya disebut sebagai sebuah ancaman.
Seolah ia sudah terbiasa dengan pertengkaran tersebut. Mobil pun kini perlahan melaju meninggalkan lobby rumah sakit dengan kecepatan sedang.
“Markus, bagaimana kamu ada di sini?” tanya Ayumi pada Markus yang kini fokus menyetir.
“Saya baru saja datang dari bengkel untuk mengurus mobil tuan, Karena saya takut jika kalian tidak mendapatkan angkutan Akhirnya saya memilih untuk menjemput kalian.” jelas Markus yang kini dibalas dengan anggapan oleh Ayumi.
__ADS_1
“Kita ke rumah kamu aja dulu, aku mau nemenin kamu di sana,” ucap Ayumi meminta pada Abqa yang kini seolah menatap Ayumi dengan tatapan tak percayanya. Jelas saja iya tak percaya dan keheranan mendengar ucapan dari Ayumi, pasalnya setelah Abi meninggal gadis tersebut selalu saja menolak jika Abqa mengajaknya untuk datang ke rumah. Jika Abqa sudah memaksa dan juga Ibu mereka sudah menyiksa barulah Ayuni akan pergi.
Dan kali ini gadis tersebut mau pergi dengan kehendaknya sendiri. Sebenarnya Abqa tidak perlu masalah jika Ayumi belum siap untuk datang ke rumahnya lagi karena alasan Abi, Oleh karena itu ia tidak pernah membicarakan masalah ini kepada Ayumi.
Dan kini Abqa rasanya begitu senang karena akhirnya Ayumi mau datang ke rumahnya.
“Kenapa? Aneh ya?” tanya Ayumi yang kini menatap Abqa dengan tatapan seriusnya mencari sebuah jawaban dari catatan laki-laki tersebut dan kini langsung saja menganggukkan kepalanya menyetujui ucapan Ayumi.
“Aku rasa terus berada di zona yang gelap bukan hal yang bagus. Untuk bisa keluar bukannya aku juga harus melawan?” tanya Ayumi meminta persetujuan Abqa yang kini tersenyum sambil menganggukkan kepalanya setuju.
“Kamu benar, jika kamu ingin keluar dari zona yang menurutmu gelap dan hanya mengurungmu kamu lebih baik untuk keluar dari sana, memang banyak pengorbanan yang harus kamu lakukan termasuk dengan melawan semua itu, Tapi kamu harus percaya kamu nggak sendiri. Di belakang kamu banyak sekali orang-orang yang mendukung kamu, cuman aku rasa kamu itu karena di sana terlalu gelap,” ucap Abqa pada Ayuni yang kini hanya terdiam Menunggu ucapan dari laki-laki tersebut. Karena apa yang baru saja dikatakan oleh Abqa memang ada benarnya.
“Udah jangan dipikirin lagi, Biarkan saja semua berjalan sesuai dengan kehendak Yang di atas kita sebagai sang pemain Hanya bisa mengikuti takdir yang sudah ditulis. Udah ya kamu jangan sedih lagi percaya sama aku kalau di belakang kamu masih banyak orang yang mendukungmu,” tegas Abqa yang membuat senyuman Ayumi kini mengambang dengan begitu indahnya.
Setelah nya di perjalanan kini banyak yang mereka perbincangkan dan bercerita tentang kecelakaan yang Abqa lalui. Ayumi pun bercerita bagaimana takut nya ia saat mengetahui jika Abqa berada di rumah sakit. Tadi ada petugas UGD yang memberitahunya, Ayumi yang kebetulan sedang tidak melakukan apapun langsung saja menyusul Abqa setelah mendengar apa yang terjadi pada laki-laki tersebut.
Hingga tak lama kini Mereka pun sampai di depan rumah besar milik keluarga Samudra.
__ADS_1
***