First Love Casanova

First Love Casanova
Awal


__ADS_3

“Ada rencana apa lagi lo Bi?” tanya Dion pada sahabat nya itu yang kini tengah bermain game di ponselnya.


Mereka kini tengah berada di kelas, hanya saja guru yang mengajar kini sedang tidak masuk jadi mereka hanya diberi tugas. Namun jelas saja Abi tak akan mengerjakannya dan lebih memilih mengerjakannya di rumah saja, agar Ayah nya melihat jika ia belajar meskipun hanya mengerjakan tugas yang sebenarnya sudah dari sekolah.


“Rencana apapun?” tanya Abi dengan menaikkan sebelah alisnya tak mengerti dengan pertanyaan dari sahabat nya itu.


“Gue liat lo putusin semua pacar lo terus udah gitu lo juga udah dua hari gak gangguin Ayumi,” ucap Dion menjelaskan. Abi yang mendengar nya hanya menganggukan kepalanya tanpa menjawab [pertanyaan dari sahabat nya itu.


“Gue anya woy,” kesal Dion saat Abi malah tak menjawab pertanyaannya.


“Males aja sih gue, mau coba ngerasain jomblo sekali,” ucap Abi yang jelas jika semua itu hanya alibi saja. Karena ia masih belum ingin memberitahu sahabat nya tentang ucapan ayah nya juga perasaan pada Ayumi. Bisa di tertawakan dia oleh sahabat nya itu, apalagi jika Ayumi kembali menolaknya. Sebelum berhasil mendapatkan Ayumi ia tak akan memberitahu apapun pada teman-temannya itu.


“Bosen di kelas. Kantin aja lah yok,” ajak Tian yang kini meregangkan otot nya, setelah sedari tadi hanya sibuk dengan ponselnya saja.


“Ayolah. Bentar lagi juga mau istirahat,” ajak Ivan juga menyetujui ajakan dari sahabat nya itu yang kini menganggukkan kepalanya.


“Lagian kita ngapain dah rajin bener gak ada guru tetep di kelas?” tanya Tian pada teman-temannya itu.


“Lo juga ngapain gak ngide dari tadi buat keluar?” tanya Abi dengan tatapan menantang nya pada Tian yang kini malah hanya menyengir mendengar nya.


“Gak tau juga sih,” ucap Tian dengan senyuman lebar nya menampilkan deretan gigi putih nya pada sahabat nya, yang kini hanya memutar bola matanya malas mendengar ucapan sahabat nya yang satu itu.


“Ayolah langsung gas aja. Malah ngebacot dulu lagi,” ucap Ivan menengahi pertengkaran sahabat nya itu yang kini masih saja berjalan.


Mereka akhirnya memilih untuk segera menuju kantin daripada melanjutkan pertengkaran mereka. Namun saat baru saja mereka berjalan beberapa langkah dari kelas mereka. Kini dapat mereka lihat kerumunan yang tengah terjadi apa di koridor.


“Apaan dah tuh rame-rame? lagi ada pembagian sembako ya?” tanya Tian dengan begitu bodoh nya yang kini membuat teman-temannya menatap Tiap dengan tatapan datar nya.


“Kalau bisa digadaikan udah udah gadaikan lo,” sungut Dion dengan kekesalannya.

__ADS_1


“Itu Ayumi gak sih yang basah-basahan di tengah tuh?” tanya Ivan dengan kerutan di kening nya.


Abi yang mendengar nama Ayumi di sebut kini menajamkan penglihatannya hingga kini ia dapat melihat Ayumi dengan pakaiannya yang basah kuyup Menampak kan dengan jelas lekuk tubuh serta dalam gadis itu. Namun beruntung Ayumi kini juga memakai tanktop di dalam nya.


Abi yang melihat itu kini berjalan dengan wajah tegas nya serta tatapan nya yang begitu tajam. Tangannya kini sudah membuka satu persatu kancing baju nya. Hingga saat hampir sampai di dekat Ayumi. Ada yang hendak membuka seragam Ayumi namun Abi lebih dulu menepis nya dan memberikan sebuah tamparan untuk gadis itu.


Abi segera memakaikan seragam nya pada Ayumi. Tatapannya kini begitu tajam menatap satu persatu orang yang berada di sana.


“Siap-siap nerima surat DO buat kalian yang terlibat,” tegas Abi yang kini berhasil membuat mereka yang terlihat kini merasa ketakutan mendengar ucapan Abi yang begitu tegas.


Sahabat Abi yang sedari tadi mengikuti hanya terdiam juga terkejut melihat nya. Mereka pikir Abi akan ikut membully Ayumi namun kini malah berbanding terbalik dengan apa yang mereka pikirkan.


“Hapus cepet buat yang ngerekam. Atau kalian juga bakalan di DO. Buat yang udah nyebarin siap-siap juga buat di DO,” ucap Ivan yang kali ini ikut menghampiri kerumunan yang kini masih begitu ramai. Padahal kini Ayumi dan Abi sudah pergi dari sana. Sahabat Abi akhirnya juga segera pergi dari sana. Mereka memilih untuk segera menuju kantin dan biarkan Abi juga Ayumi kini memiliki waktu mereka sendiri.


“Apa nih gue gak salah liat?”


“Abi nolongin Ayumi?”


“Wah jangan-jangan alasan Abi mutusin pacarnya karena ini”


“Gila gue ketinggalan banyak berita”


Masih banyak lagi ucapan yang kini terdengar membicarakan Ayumi juga Abi. Tentu saja apa yang kini Abi lakukan akan menjadi berita besar. Dan hidup Ayumi akan berubah lagi.


Abi dan Ayumi kini tengah berada di kamarmandi. Lebih tepat nya Ayumi yang kini tengah berada di kamar mandi dan Abi yang menunggu di depan kamar mandi perempuan.


Tak lama seorang laki-laki paruh baya yang merupakan pengawal Abi yang biasanya selalu Ayah nya kirim untuk mengawasi Abi kini menghampoiri Abi. Laki-laki yang seharusnya mengawasi Abi sembunyi-sembunyi namun karena Abi sudah mengetahuinya jadi laki-laki itu malah sudah seperti asisten Abi.


“Ini Tuan muda,” ucap laki-laki itu sambil menyerahkan sebuah tote bag untuk Abi.

__ADS_1


Abi segera menerima nya, laki-laki tadi segera pergi. Abi kini memasuki kamar mandi perempuan yang begitu sepi, persetan jika ia harus di hukum nantinya. Abi mengetuk pintu bilik kamar mandi.


“Ay, gue bawain seragam sama daleman baru nih sekalian pengering rambut juga,” ucap Abi sambil mengetuk pintu bilik kamar mandi.


Ayumi segera membukanya lalu mengambil apa yang Abi berikan untuknya. Ia kini  begitu malu karena Abi bahkan sampai membelikan dalaman untuk nya.


Setelah tak beberapa lama akhirnya Ayumi keluar dari bilik kamar ,mandi dengan rambut nya yang sudah kering. Kini gadis itu sudah tampak rapi lagi.


“Makasih ya Bi,” ucap Ayumi dengan tatapan tulkusnya pada Abi yang kini tersenyum sambil menganggukkan kepalanya mendengar ucapan Ayumi.


“Gak perlu makasih. Semua ini juga karena gue. Harusnya gue perlu sampek nge bully elo biar yang lain gak ikutan. Sorry ya Ay,” ucap Abi dengan tatapan penuh rasa bersalahnya pada Ayumi yang kini hanya mengangguk.


“Gue juga salah karena udah ngasih tau ke semua orang kalau lo takut kucing,” ucap Ayumi dengan kekehannya yang kini membuat Abi membelalakkan matanya mendengar ucapan Ayumi.


“Gak takut. Cuma geli,” ucap Abi yang kini malah membuat tawa Ayumi terlihat begitu tulis. Tawa yang begitu indah yang bahkan mampu menghipnotis Abi. Tersadar akan apa yang ia lakukan kini Ayumi menghentikan tawanya sambil berdehem.


“Sorry,” ucap Ayumi yang kini malah membuat Abi tersenyum.


“It’s ok. Tawa lo indah,” ucap Abi yang terdengar begitu tulus. Ayumi yang mendengar nya kini malah tersipu malu.


“Untuk semua yang udah berlalu maaf banget ya Ay,” ucap Abi yang kini membuat Ayumi mengangguk mendengar nya.


“Kita mulai tanpa permusuhan,” ucap Ayumi sambil mengulurkan tangannya pada Abi yang kini segera menjawabnya dengan senyuman yang tak kalah indah nya.


“Tapi perlu lo tahu Ay. Kalau gue mutusin pacar gue karena elo. Karena gue tulus sama lo. Jadi kasih gue kesempatan buat ngebuktiin ke lo kalau gue gak main-main,” ucap Abi pada Ayumi setelah jabatan tangan mereka terlepas. Ayumi yang mendengar itu kini hanya terdiam.Ia juga bingung kini harus menjawab apa pada Abi karena ia pun kini masih ragu dengan perasaannya sendiri.


Ia tak tahu apa yang terjadi padanya saat ini namun melihat semua kebaikan Abi juga ucapan laki-laki itu membuat nya merasa ada perasaan aneh yang ia rasakan pada Abi. Terbiasa dengan kehadiran laki-laki itu juga membuat Ayumi aneh saat laki-laki itu tak menghampirinya dua hari ini apa lagi setelah pembicaraan mereka saat itu.


“Gak perlu dipikirin Ay, jangan jadiin perasaan gue beban buat lo. Kalau lo juga ada cowok yang lo suka ya gak papa. Gue juga mau nunjukin effort gue ke lo aja,” ucap Abi sambil tersenyum dengan begitu tulusnya pada Ayumi yang kini ikut tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


“Balik ke kelas yuk, bentar lagi masuk,” ucap Abi pada Ayumi yang kini hanya menganggukkan kepalanya. Setelah nya mereka memilih untuk menuju ke arah kelas mereka masing-masing.


***


__ADS_2