
Ayumi kini mengerutkan kening nya saat melihat Abi yang kini berada di depan kelas nya. Tak seperti beberapa hari belakang ini. Abi yang tidak pernah datang ke kelas nya kini malah sudah berada di depan kelas nya.
Apa lagi setelah pertengkaran mereka dua hari yang lalu. Abi dan Ayumi bahkan dirumorkan putus karena tak satupun dari mereka yang memulai interaksi. Ayumi yang mulai lelah dan kesal pada Abi pun juga memilih untuk diam saja. Jika Abi tak datang maka ia juga tak akan datang pada laki-laki itu. Sudah cukup beberapa minggu belakangan ini Ayumi mengalah dari Abi.
“Abi?” tanya Ayumi dengan mengerutkan kening nya bingung melihat ke datangan Abi.
“Jas lab nya. Mama kamu tadi telpon katanya jas lab kamu ketinggalan,” ucap Abi sambil memberikan paper bag yang di bawahnya pada Ayumi. Ayumi yang mendengar itu hanya mengangguk sambil mengambil paper bag yang diberikan oleh Abi padanya.
“Tadi kamu kerumah aku?” tanya Ayumi yang Abi balas dengan anggukan.
“Kebetulan belum jalan,” jawab Abi yang Ayumi balas dengan anggukan.
“Mau ke kantin bareng?” tawar Ayumi dengan senyumannya. Meskipun sebelumnya ia begitu kesal pada Abi. Namun kini ia kembali menurunkan ego nya demi Abi. Ia tak ingin jika hubungan mereka yang baru berjalan beberapa bulan harus kandas begitu saja. Apalagi kini Ayumi sudah begitu jatuh pada cinta Abi. Jadi ia tak ingin melepaskan Abi begitu saja.
“Kamu aja,” ucap Abi yang setelah nya langsung pergi dari sana. Ayumi yang melihat itu hanya tersenyum getir. Ia pikir Abi sudah berubah namun nyatanya tidak. Abi malah semakin menghindarinya.
“Gue kangen lo yang dulu Bi,” ucap Ayumi dengan tatapan nanar nya menatap Abi yang kini mulai berjalan menjauh dari sana. Sahabat Ayumi yang melihat itu menepuk pundak Ayumi berusaha untuk menenangkan sahabat nya itu. Ia tahu pasti berat bagi Ayumi untuk beradaptasi dengan semua ini.
“Apa Abi dulu juga gitu sama pacar nya yang lain?” tanya Ayumi dengan tatapan sedih nya dan senyumannya yang terlihat begitu sendu.
“Udah lah Yum. Nanti juga berubah lagi dia,” ucap Kitri sambil menepuk pundak Ayumi. Ayumi yang mendengar nya menghembuskan nafasnya kasar.
‘Semoga,” ucap Ayumi yang kini masih saja menatap punggung Abi yang sudah menjauh.
__ADS_1
Abi kini memilih untuk berada di kelas nya dan membaca buku tentang bisnis milik nya. Di sana juga ada sahabat nya yang tengah bermain game di ponsel miliknya.
“Gue liat lo menghindar dari Ayumi. Lo kenapa Bi? Ada masalah sama Ayumi?” tanya Ivan yang kali ini lebih dulu membuka pembicaraan. Abi yang mendengar ucapan Ivan kini menutup buku nya dan menatap Ivan dengan tatapan penuh tanya.
“Gue baru tau lo mulai suka ngurusin urusan orang Van,” ucap Abi pada Ivan yang kini menatap Abi dengan menaikkan sebelah alisnya. Ivan memang bukan orang yang suka mengurus urusan orang lain. Mamun melihat hubungan yang sahbat nya perjuangkan dari awal kini malah terlihat renggang ia merasa kasihan juga melihat Ayumi dan tak ingin jika Abi akan menyesal akhirnya.
“Karena gue ngerasa ada yang beda sama lo Bi,” ucap Ivan dengan tatapan seriusnya pada Abi yang kii menganggukkan kepalanya mendengar ucapan Ivan.
“Lo emang paling peka,” ucap Abi pada Ivan. Sahabat mereka yang awalnya fokus dengan kegiatan mereka sendiri kini menutup ponsel mereka dan menetap Abi dengan tatapan bingung nya.
“Gak cuma Ivan Bi. Tapi kita juga ngerasain perubahan lo. Lo beda banget Bi,” ucap Dion yang kini justru membuat Abi tersenyum dengan begitu sinis mendengar nya.
“Lo emang berubah Bi. Lo berubah dalam banyak hal. Gue gak masalah Bi. Tapi dengan Ayumi? Lo terlalu jahat Bi, lo yang dulu ngejar dia segitu nya sekarang kenapa harus lo sakitin pas udah dapet?” tanya Ivan yang kali ini kembali mengutarakan pendapat nya.
Kini Abi melihat Ivan dengan senyuman smirknya.
“Gue juga gak mau begini, tapi gue juga gak punya pilihan lain,” ucap Abi dengan senyuman sendunya yang membuat sahabat nya kini semakin kebingungan mendengar ucapan Abi.
“Apa maksud lo Bi?” tanya Dion pada sahabat nya itu dengan tatapan penuh tanya nya.
“Ikut gue pulang sekolah kalau pengen tau,” ucap Abi yang setelah nya segera kembali fokus pada buku miliknya membuat sahabat nya semakin bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi. Namun untuk kini mereka terpaksa harus menahan rasa penasaran mereka karena Abi mengatakan baru akan memberi tahu saat pulang sekolah nanti.
Pembelajaran terakhir mereka membuat keempat laki-laki itu kini tak fokus dengan pembelajaran mereka. Bahkan Abi pun kini merasa gelisah.
__ADS_1
Hingga saat waktu pulang tiba. Abi benar-benar membawa sahabatnya itu sepulang sekolah untuk memberitahu apa yang sebenarnya terjadi padanya.
“Ayumi gak di ajak sekalian biar kesalah pahaman kalian juga selesai biar gak berantem mulu,” ucap Ivan memberikan saran pada sahabat nya itu yang kini menjawabnya dengan gelengan.
“Belum saatnya dan bukan hak gue,” ucap Abi yang kini menaikkan sebelah alisnya mendengar ucapan Abi.
“Maksud lo apa Bi?” tanya Tian yang bingung dengan ucapan Abi.
“Udah lah, lo ikut aja,” ucap Abi dengan kesal pada sahabat nya itu yang akhirnya hanya mengangguk.
Hingga setelah nya kini Abi lebih dulu pergi dengan motornya yang diikuti oleh sahabat nya yang lain.
Tak lama motor mereka mulai melaju meninggalkan parkiran sekolah. Abi membawa motornya dengan kecepatan sedang membelah jalanan di depannya.
Hingga tak lama mereka kini sudah sampai di sebuah rumah sakit. Abi segera turun dari motornya begitupun dengan sahabatnya yang kini juga mengikuti Abi.
“Rumah sakit?” tanya mereka kompak pada Abi sambil menatap bangunan di depannya. Mendengar ucapan tersebut kini Abi menganggukkan kepalanya dengan tatapan nya yang begitu sendu.
“Ini alasan gue berubah,” ucap Abi dengan senyuman sendunya yang kini semakin membuat sahabat nya itu mengerutkan kening nya bingung.
“Ayo,” ajak Abi yang setelah nya segera mengajak sahabat nya itu untuk memasuki rumah sakit tersebut.
Tanpa mereka ketahui sebenar nya sedari tadi ada yang terus menatap ke arah mereka dengan tatapan bingung nya. Melihat Abi juga teman-temannya kini memasuki rumah sakit itu.
__ADS_1
Hingga setelahnya orang tersebut memilih untuk memotret nya dan mengirimkannya pada sahabat nya. Orang tersebut tak lain adalah Niclas yang baru saja pulang dari kantor nya saat ia tak sengaja melewati rumah sakit dan melihat Abi serta temannya yang lain kini memasuki rumah sakit tersebut.
***