First Love Casanova

First Love Casanova
Harukah Berakhir?


__ADS_3

Semakin hari sikap Abi semakin aneh. Bahkan kini setelah dua hari yang lalu saat Abi mengantar nya pulang dari mall saat itu Abi tak dapat dihubungi. Bahkan laki-laki itu tak sekolah selama dua hari ini. Hal itu membuat Ayumi semakin bingung dengan apa yang sebenar nya terjadi pada Abi.


“Kalian gak mau ngasih tau gue sebenar nya Abi kenapa?” tanya Ayumi pada ketiga laki-laki di depannya yang kini malah hanya diam saja mendengar pertanyaan Ayumi.


Ayumi yang sudah tak tahan dengan keanehan Abi akhirnya memutuskan untuk bertanya pada sahabat Abi. Ia berharap akan mendapatkan jawaban dari laki-laki di depannya itu. Namun semua tak seperti yang Ayumi dapatkan karena yang ia dapatkan kini mlah hanya kebisuan dari ketiga laki-laki itu.


“Abi cuma lagi sibuk dan ada masalah aja kali Yum. Nanti juga kalau dia udah baik-baik saja dia balik lagi kayak dulu tau dia jelasin ke lo,” ucap Ivan yang kini akhirnya menjawab pertanyaan Ayumi. Ayumi yang mendengar ucapan sahabat kekasih nya itu kini justru hanya terkekeh dengan senyuman sinis nya.


“Emang gak ada yang bisa diharapkan dari kalian,” ucap Ayumi sambil menggelengkan kepalanya dan menghembuskan nafas nya kasar. Setelah nya Ayumi memilih untuk pergi dari sana karena percuma saja ia berbicara dengan sahabat Abi yang sama saja dengan Abi menyembunyikan sesuatu dari Ayumi.


Ayumi kini merasa ada yang tak beres dan ada yang sedang disembunyikan oleh keempat laki-laki tersebut, entah apa yang sebenarnya terjadi hingga mereka menutup mulut mereka dengan rapat.


“Gue kasian liat Ayumi begitu,” ucap Dion yang dijawab dengan anggukan oleh sahabat nya yang lain.


“Kalau Abi aja gak mau Ayumi tau, kita bisa apa?” tanya Ivan yang dijawab dengan angukan oleh teman-temannya itu.


***


“Yum lo masih mikirin Abi ya?” tanya Kayana dengan tatapan serius nya pada Ayumi, ia begitu kasihan melihat sahabat nya itu yang kini sering murung karena pertengkarannya dengan Abi juga perubahan Abi belakangan ini.


Tak hanya Ayumi. Bahkan murid sekolah mereka pun merasa aneh pada Abi. Laki-laki itu memang begitu berbeda belakangan ini. Abi lebih rajin di kelas nya namun ia malah jarang masuk sekolah. Abi juga lebih cuek dan kasar. Meskipun Abi dulu suka sekali membully orang namun laki-laki itu tak pernah bersikap kasar pada orang. Dan orang yang pernah Abi bully pun hanya Ayumi dan itu karena Abi ingin mendekati Ayumi.


“Abi tuh aneh banget tau akhir-akhir ini,” ucap Ayumi dengan helaan nafas kasar.

__ADS_1


“Ngerti sih gue Yum. Kita aja ngerasa Abi aneh banget,” ucap Kitri sambil menepuk tangan Ayumi berusaha untuk menenangkan sahabat nya itu. Ayumi menghembuskan nafas nya kasar.


“Nanti gue coba tanya ke mama nya aja kali ya. Gue dateng ke rumah nya?” tanya Ayumi meminta persetujuan dari sahabat nya itu.


“Ide bagus sih. Nanti gue temenin ya,” ucap Kitri.


“Gue juga,” kini Kayana juga ikut menimpali. Ayumi menganggukkan kepalanya mendengar ucapan sahabat nya itu. Ia bersyukur karena shabat nya itu mau untuk menemanina dan selalu menghibur nya.


 “Thanks ya,” ucap Ayumi dengan senyumannya yang dijawab dengan anggukan oleh sahabat nya itu.


***


Sesuai yang telah mereka sepakati kini Ayumi dan kedua habat nya yang menemani Ayumi untuk menuju ke arah Abi tengah dalam perjalanan. Dengan Kitri yang kini mengemudi. Mereka kini tengah menggunakan mobil milik Kitri karena Kayana dan Ayumi tidak ada yang membawa kendaraan.


“Kalian tunggu sini aja. Gue tanya ke satpam nya dulu. Soalnya gue kesini gak pernah ada orang,” ucap Ayumi menjelaskan pada sahabat nya itu. Karena memang ini bukan kali pertama Ayumi datang namun tetap saja ia tak pernah menemukan anggota keluarga Abi.


Ayumi segera keluar dari mobil dan berjalan ke arah pos satpam di rumah Abil.


“Permisi pak,” sapa Ayumi pada satpam yang berjaga di depan rumah Abi.


“Neng Ayumi? Cari Tuan muda? Tuan Muda gak ada neng?” ucap Satpam tersebut yang Ayumi balas dengan anggukan.


“Kalau tante Monika?” tanya Ayumi lagi.

__ADS_1


“Nyonya juga tak ada Neng,” ucap Satpam tersebut yang kini membuat Ayumi menghela nafasnya kasar sambil menganggukkan kepalanya mendengar ucapan tersebut.


“Makasih ya Pak, kalau gitu saya permisi,” ucap Ayumi dengan senyumannya yang setelah nya segera pergi dari sana dan segera masuk ke dalam mobil Kitri dengan sendu.


“Gak ada kan,” ucap Ayumi dengan senyuman getir nya. Kayana dan Kitri tak bisa melakukan apapun selain menenangkan sahabat nya itu untuk saat ini. Kayana mengelus pundak Ayumi berusaha untuk menenangkan Ayumi.


Namun pada akhirnya kini air mata gadis itu tumpah. Untuk pertama kali nya setelah Abi yang berubah, Ayumi tak pernah menumpahkan air matanya namun kini pada akhirnya ia kalah juga dan akhirnya ia menumpahkan tangis nya.


“Sabar ya Yum. Gue tau pasti ini juga sulit buat lo tapi kita juga gak bisa ngelakuin apa-apa,” ucap Kayana pada Ayumi yang kini menganggukkan kepalanya mendengar ucapan sahabat nya itu.


“Gue udah capek sama Abi yang kayak gini. Mending putus aja,” ucap Ayumi dengan tangis nya yang membuat sahabat nya itu terkejut mendengar nya.


“Yum lo yakin? Lo tau kan kalian tuh saling sayang banget,” ucap Kitri pada sahabat nya itu agar Ayumi tidak gegabah dalam mengambil keputusan. Mereka tahu pasti Ayumi sudah lelah dengan sikap Abi namun mereka juga tak ingin jika pada akhirnya Ayumi akan menyesal.


“Gue udah capek sama dia,” ucap Ayumi sambil menghapus air matanya. Kitri kini segera membawa sahabatnya itu dalam pelukannya.


“Semua keputusan ada di tangan lo Yum. Kita bakalan dukung lo tapi gue harap lo bisa pikirin ini dengan baik dan jangan berpikir dalam keadaan marah,” saran Kayana sambil mengelus punggung Ayumi.


“Gue capek kayak gini mulu. Abi udah banyak ingkar gue malah kayak gak mengenali Abi yang sekarang. Perasaan gue pun rasanya hambar, gue kangen Abi yang dulu,” ucap Ayumi di sela tangis nya. Sahabat nya kini hanya bisa untuk menenangkan sahabat nya itu.


“Lo tenangin diri dulu ya. Nangis aja gak papa,” ucap Kitri yang dijawab dengan anggukan setuju oleh Kayana.


Hingga mereka akhirnya memilih untuk menemani Ayumi menangis. Hingga sahabat nya itu tenang baru lah mereka pergi dari sana. Ayumi merasa begitu beruntung karena diberikan sahabat yang begitu baik seperti sahabat-sahabat nya itu.

__ADS_1


***


__ADS_2