
Sebuah ruangan yang kini dipenuhi dengan dokter juga para perawat yang datang untuk memeriksa seorang laki-laki yang baru saja membuka matanya itu. Sahabat dan kembarannya yang baru saja datang kini langsung memasuki ruangan yang dijaga dengan ketat itu. Ibu Abi kini terlihat tak kuasa menahan air mata kebahagiaan nya karena akhirnya anak nya itu membuka matanya.
“Bagaimana keadaan anak saya dokter?” tanya Monika dengan tatapan haru nya saat melihat anaknya itu yang kini sudah sadar kan dirinya.
“Kita bisa bicarakan di ruangan saya pak, bu,” ucap dokter yang memeriksa Abi. Ibu Abi mengerutkan kening nya mendengar ucapan dokter tersebut namun akhirnya mereka hanya menganggukkan kepalanya dan mengikuti dokter tersebut. Kini mereka hanya berharap keadaan Abi baik-baik saja.
“Gue udah mati? Kenapa gue, ada di depan gue? Apa itu ruh gue?” tanya Abi dengan begitu bodoh nya saat ia baru saja melihat kembarannya yang kini berjalan mendekat ke arah nya.
“Ini otak nya ada salah posisi kayak nya,” Dion sambil menggeleng kan kepalanya mendengar ucapan sahabat nya yang satu itu.
“Lupa lo punya kembaran?” tanya Ivan dengan tatpan herannya pada Abi yang kini malah menyengir mendengar ucapan Ivan.
“Lah iya,” ucap Abi yang kini membuat mereka memutar bola matanya malas mendengar ucapan Abi.
“Lama banget lo Bi sadar nya, pacar lo udah minta putus juga,” ucap Tian yang kini sontak membuat Abi membelakan matanya mendengar ucapan sahabat nya itu.
Ia baru saja dari koma nya dan sahabat nya itu malah mengatakan jika kekasih nya meminta untuk putus. Apa kesalahannya? Padahal ia sudah meminta kembarannya itu untuk menjaga Ayumi.
“Lah kenapa?” tanya Abi dengan tatapan terkejut nya menatap satu persatu di antara sahabat juga kakak kembar nya itu dengan tatapan penuh tanya nya.
“Noh gara-gara kakak lo,” ucap Ivan sambil menunjuk Abqa yang kini malah hanya menampilkan wajah datar nya mendengar ucapan Ivan. Ia tahu ini memang salah nya namun ia juga sudah berusaha untuk memperbaikinya.
__ADS_1
Abi kini sontak menatap ke arah kembarannya itu dengan tatapan tajam nya sedangkan yang di tatapan kini hanya memutar bola matanya malas.
“Lo apain pacar gue?” tanya Abi dengan tatapan tajamnya pada kakaknya itu yang kini hanya menatapnya dengan tatapan datar nya.
“Pikirin dulu kondisi lo baru nanya pacar lo. Kalau udah pulih lo kejar lagi dah dia,” ucap Abqa menasihati kembarannya itu yang kini membuat Abi membelalakkan matanya mendengar ucapan Abqa.
“Wah lo kita dapetin dia kayak dapetin pacar gue sebelum nya? Yang ini susah dapatnya. Wah parah lo,” ucap Abi dengan tatapan kesal nya pada kembarannya itu.
“Gak putus Abi. Udah lah lo fokus sama kesembuhan lo dulu. Lagian juga kalau bukan karena dia lo gak bakalan ada di sini,” ucap Abqa dengan malas.
“Lo denger? Nah karena pikiran itu lah kembaran lo yang budiman ini jadi memperlakukan Ayumi kayak orang asing,” ucap Dion dengan kekesalannya pada Abqa.
“Pacar lo mana tahan sama dia. Lo yang biasanya bucin abis malah di ganti sama abang lo yang super dingin dan cuek gini ya minta putus lah,” ucap Ivan yang kali ini kembali menimpali ucapan dari sahabat nya itu.
Abi menghembuskan nafas nya kasar sambil menatap ke arah kakak nya itu dengan tatapan seriusnya.
“Ini bukan salah Ayumi Bang, gue aja yang gak hati-hati,” ucap Abi menjelaskan.
Saat itu ia memang sudah akan menjemput Ayumi setelah Ayumi menelponnya. Abi awal nya melajukan motornya dengan kecepatan sedang. Dan saat menjawab panggilan dari kakaknya saat itu pun Abi menghentikan motornya.
Namun saat melihat hujan yang mulai turun dengan deras nya bersamaan dengan petir yang menyambar akhirnya Abi melajukan motornya dengan kecepatan tinggi karena ia tahu kekasih nya itu begitu takut pada petir dan tak menyukai hujan.
__ADS_1
Karena jalanan yang licin dan Abi yang tak hati-hati ia motornya malah tergelincir dan menabrak bahu jalan. Saat Abi sudah terlempar dari motornya, motornya itu tetap melaju dan menabrak truk kontainer yang kebetulan lewat.
“Pacar lo juga manja banget segala kudu di jemput,” ucap Abqa yang masih saja tak menerima fakta yang telah disampaikan oleh adik nya itu.
“Bukannya manja bang. Tapi gue udah janji mau jemput dia dan gue malah kelupaan. Gue juga sih yang salah,” ucap Abi yang kini kembali berusaha menjelaskan p[ada kakak nya itu agara Abqa tak lagi menyalahkan Ayumi karena ini memang bukan lah kesalahan Ayumi.
Saat itu un sudah malam ia khawatir jika Ayumi harus pulang sendiri. Bisa ia tebak saat itu Ayumi pasti ketakutan juga marah dan kecewa pada nya. Ditambah dengan sikap Abqa yang malah memperlakukan kekasihnya itu dengan buruk. Pantas saja jika kekasih nya itu akhirnya malah meminta untuk mereka putus.
“Hp gue mana?” tanya Abi pada Abqa. Abqa merogoh saku celana nya dan memberikan ponsel milik Abi yang selama ini ia pegang untuk berjaga-jaga jika Ayumi menelponnya. Meskipun ia jarang menjawab nya namun tetap saja ia membawa nya.
“Lo gak mau ngasih tau Ayumi aja Bi tentang kondisi lo?” tanya Tian yang kali ini membuka suara nya bertanya pada Abi yang kini menjawabnya dengan gelengan.
“Gue gak mau di khawatir sama gue,” ucap Abi dengan senyumannya yang membuat Abi pada sahabat nya itu yang kini hanya bisa menghembuskan nafas nya mendengar ucapan dari sahabat nya itu.
“Dasar bucin,” hadir Abqa yang setelah nya memilih untuk menuju ke arah sofa yang berada di sana. Dimana kini sudah banyak buah dan makanan yang berada di sana. Orang tua mereka belum juga kembali. Akhirnya Abqa kini memilih memakan makananya. Tak bisa ia pungkiri kini ia begitu bahagia karena akhirnya kini saudara kembar nya itu telah sadarkan diri. Meskipun ia masih tak tahu bagaimana keadaan adik kembar nya itu.
Sahabat mereka kini tengah mengobrol pada Abi. Menceritakan bagaimana Ayumi dan Abqa selama ini. Bagaimana Abqa membuat Ayumi menangis. Abi bahkan beberapa kali mengumpat dan marah pada kakak nya itu namun Abqa memilih untuk diam dan mendengar kan saja pembicaraan tersebut. Kini makanan di depannya lebih menarik daripada pembicaraan sahabat dan saudara kembar nya yang tengah membicarakannya itu.
Kebahagiaan dan tawa kini terpancar jelas di ruangan rumah sakit tersebut. Semoga saja semua nya akan membaik dengan perlahan.
***
__ADS_1