
Sampai saat ini ucapan ibunya masih saja memenuhi pikiran Ayumi sedari pagi ia benar-benar tak fokus melakukan aktivitasnya. Tatapan gadis tersebut kini hanya menatap fokus ke arah depan di mana kaca kini menampilkan penampilan dirinya yang masih berantakan padahal beberapa menit lagi ia sudah harus berangkat ke rumah sakit.
Suara ketukan pintu dari luar kamarnya kini mengganggu Ayumi dan membuyarkan Lamunan gadis tersebut. Dengan helaan nafas kasarnya Ayumi menoleh ke arah pintu rumah nya.
“Abqa udah nunggu di bawah cepet keluar,” Ucap orang yang berada di luar sana yang tak lain adalah ibu Ayumi. Ayumi gini kembali menghembuskan nafasnya kasar sebelum akhirnya ia segera untuk bersiap dan merapikan dirinya yang masih saja terlihat berantakan.
Setelah selesai barulah kini gadis tersebut segera keluar dari kamarnya untuk menuju ke arah ruang makan Di mana kini Abqa juga ibunya sudah menunggu gadis tersebut. Saat sampai di ruang makan benar saja kini Abqa sudah menunggunya dengan senyuman yang kini terlukis dengan indah di wajah laki-laki tersebut Sedangkan ibunya kini terlihat mengabaikannya hal nafas kasar terdengar dari garis tersebut saat melihat ibunya yang memilih untuk mengabaikannya sepertinya ibunya itu masih marah kepadanya tentang pertengkaran mereka tadi malam.
Ayumi kini segera menuju ke arah kursi yang berada di depan Abqa Ar sedangkan ibunya berada di kepala meja. Baru saja wanita tersebut akan mengambilkan makanan untuk anaknya itu namun Ayumi kini dengan cepat menahannya.
“Biar aku saja,” ucap Ayumi yang sama sekali tidak mendapatkan tanggapan dari ibunya yang kini memilih Acuh dan duduk kembali di tempatnya sambil memakan makanannya. Abqa jelas merasa ada yang aneh dengan kedua perempuan tersebut karena tak bisanya mereka saling bersikap dingin seperti ini.
Abqa bahkan dapat merasakan udara disana kini sudah berubah dingin. Namun laki-laki tersebut memilih untuk diam dan melanjutkan makannya karena tak ingin terlalu lancang.
“Aku sudah selesai,” ucap Ayumi saat ini ia sudah selesai dengan makanannya. Abqa yang mendengar nya kini bahkan mengerjapkan mata nya beberapa kali. Padahal biasanya gadis tersebut begitu lama saat sedang makan.
“Aku juga udah,” ucap Abqa padahal kini jelas makanan yang berada di piringnya masih belum habis Namun karena tidak ingin membuat suasana kini semakin canggung akhirnya laki-laki tersebut memilih untuk menyudahi makanannya.
“Loh makanannya nggak dihabisin nak?” tanya ibu Ayumi pada Abqa yang kini tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
“Udah kenyang Tan. Makasih ya Tan makanannya,” ucap Abqa yang dijawab dengan anggukan oleh Ibu Ayumi. Sedangkan Ayumi kini hanya diam melihat adegan di depannya itu.
Setelahnya kini mereka saling bergantian menyalami tangan Ibu Ayumi untuk berpamitan berangkat ke tempat mereka bekerja.
“Assalamualaikum,” ucap Abqa juga Ayumi berpamitan kepada Ibu Ayumi setelah mereka menyelami tangan wanita tersebut.
“Hati-hati,” pesan wanita tersebut yang kini dijawab dengan anggukan oleh Abqa Sedangkan Ayumi kini sudah berjalan terlebih dahulu meninggalkan Abqa.
__ADS_1
Saat berada di mobil Ayumi hanya diam saja hal tersebut tentu saja membuat Abqa merasa jika ada yang aneh pada Ayumi. Mobil berwarna hitam tersebut kini melaju dengan kecepatan sedang meninggalkan rumah Ayumi.
Selama di perjalanan tidak ada yang memulai pembicaraan mereka saling terdiam dengan pemikiran mereka masing-masing. Dengan Ayumi Yang Masih memikirkan tentang ucapan ibunya sedangkan Abqa yang kini masih bingung tentang apa yang terjadi pada gadis tersebut memilih untuk diam.
Hingga hal nafas kasar kini terdengar dari Ayumi. Abqa jelas tahu jika kini ada yang tidak beres dengan gadis tersebut.
“Kamu kenapa?” tanya apa yang kini akhirnya membuka suaranya untuk bertanya kepada Ayumi karena ia sudah tak tahan lagi melihat gadis tersebut yang sedari tadi hanya diam. Tentu saja Ayumi yang hanya diam mengganggu pikiran Abqa. Abqa hanya tak ingin jika hal tersebut mempengaruhi kesehatan Ayumi.
“Bukan masalah besar,” jawab Ayumi yang tidak ingin memberitahu apa yang terjadi. Apalagi masalah ini berkaitan dengan laki-laki tersebut.
“Kalau ada hal yang mengganggu kamu kamu harus bilang ke aku Jangan disimpan sendiri aku nggak pengen Kalau akhirnya hal ini malah mempengaruhi kesehatan kamu,” ucap Abqa dengan begitu perhatiannya yang kini semakin membuat Ayumi merasa tidak tenang ia Malah semakin merasa bersalah kepada laki-laki tersebut.
Dengan wajah seriusnya gini Ayumi menatap angka yang malah membuat Afka menaikkan sebelah alisnya merasa bingung dengan apa yang terjadi pada gadis di sampingnya itu.
“Kenapa hm?” ada yang mau kamu bicarakan sama aku?” tanya Afka pada Ayumi yang kali ini menganggukkan kepalanya mendengar pertanyaan dari laki-laki di sampingnya tersebut. Apa yang mendengar ucapan Ayumi kini menganggukkan kepalanya lalu tak lama ia menghentikan Mobilnya di dekat taman yang tak jauh dari rumah sakit tempat mereka bekerja.
“Kamu capek nunggu aku?” tanya Ayumi tiba-tiba yang kini malah membuat peka menaikkan sebelah alisnya mendengar pertanyaan dari gadis di sampingnya tersebut hingga tawa ringan kini terdengar dari laki-laki tersebut.
“ Kenapa nanya kayak gitu hm?” tanya apa dengan menaikkan sebelah alisnya menatap Ayumi dengan tatapan penuh tanya.
“Hm nggak apa-apa sih aku cuma nanya aja,” jelas Ayumi yang membuat Apakah kini melakukan kepalanya menurut pertanyaan gadis tersebut.
“Apa Mama kamu ada ngomong sesuatu sama kamu tentang masalah ini?” tebak Abqa yang salah bisa melihat situasi saat ini Ayumi mendengar pertanyaan Abqa kini hanya diam sambil menundukkan kepalanya yang membuat afk merasa yakin jika permasalahan antara gadis tersebut dengan ibunya adalah dirinya.
“ Kalau mama kamu bicara tentang masalah ini nggak usah kamu pikirin aku udah bilang kan kalau aku bakalan terus nunggu kamu sampai Kamu siap kapan pun itu,” jelas Abqa pada Ayumi yang kini sudah tak dapat lagi membendung air matanya hingga tetesan kristal tersebut mengalir menjatuhi pipi putih bersih gadis tersebut.
Abqa yang melihat Ayumi yang kini malah menangis malah ke lagapan dan ia juga tidak menyukai saat ia harus melihat gadis yang ia cintai tersebut menangis.
__ADS_1
“Loh kok nangis? Jangan nangis dong aku nggak suka lihat kamu menangis dan Abi pun pasti nggak akan suka kalau sampai kamu nangis nanti aku lho yang disayang sama Abi udah bikin gadis cantik kita ini nangis,” ucap Abqa pada Ayumi sambil tersenyum menenangkan dan mengelus tangan Ayumi dengan begitu lembut nya.
Namun bukannya menghentikan tangisannya Ayumi kini Malah semakin mengeraskan tangisannya yang membuat Abqa semakin kebingungan namun pada akhirnya ia langsung membawa Ayumi ke dalam pelukannya berusaha untuk menenangkan gadis yang begitu ia cintai itu.
“Udah ya jangan nangis lagi, ucapan Mama nggak perlu dipikirin. Aku nggak tahu apa yang Mama kamu bilang ke kamu tapi satu hal yang harus kamu tahu sampai kapanpun aku akan terus menunggu kamu dan bantu kamu untuk bisa move on dari api. Aku nggak minta kamu untuk melupakan Abi karena jelas aku nggak akan bisa untuk melakukan itu begitupun dengan kamu tapi aku akan berusaha buat kamu menempatkan aku di hati kamu dengan posisi yang enak untuk aku isi karena jelas Abi juga memiliki posisi tersendiri di hati Kamu dan aku nggak pernah ngelarang itu,” jelas Abqa yang kini semakin membuat Ayumi menangis dengan begitu keras.
Ayumi merasa begitu bersalah kepadaku melihat bagaimana baiknya laki-laki tersebut kepadanya namun ia malah dengan teganya menyakiti Abqa. Selama ia terpuruk Abqa lah yang selalu menemaninya dan juga menjaganya namun sampai saat ini ia belum bisa membalas perasaan laki-laki tersebut hal tersebut membuat Ayumi merasa begitu bersalah pada laki-laki tersebut.
“Kenapa kamu baik banget Abqa?” tanya membuat Ayumi yang kini membuat Afka malah terkekeh mendengar pertanyaan dari gadis di sampingnya tersebut.
“Karena aku sayang sama kamu, pegang omongan aku aku akan selalu menunggu kamu dan aku akan selalu sayang sama kamu jadi kamu nggak perlu khawatir jika suatu saat nanti aku bakalan ninggalin kamu untuk memilih orang lain,” papar Abqa yang kini sedikit membuat perasaan Ayumi lega karena Abqa masih mau menunggu nya. Karena tak bisa ia bohongi, ia begitu takut kehilangan Abqa. Ucapan Ibu nya tentang Abqa yang bisa saja meninggalkannya terus saja menghantui Ayumi. Apa Ayumi mulai menyukai Abqa? Itu juga lah yang membuat Ayumi berpikir keras. Namun ia merasa hal ini belum pasti dan ia tak ingin untuk mengatakannya saat ini. Ia ingin memastikannya lebih dulu.
“Makasih,” hanya itu yang akhirnya bisa Ayumi sampai kan pada Abqa yang kini menganggukkan kepalanya. Tak lama laki-laki tersebut segera melepaskan pelukannya dari Ayumi.
“Udah ya jangan nangis lagi,” ucap Abqa sambil menghapus sisa air mata Ayumi. Ayumi yang mendengarnya kini menganggukkan kepalanya.
“Sekarang pasti aku jadi jelek,” ucap Ayumi yang malah membuat Abqa kini terkait mendengar ucapan gadis di sampingnya tersebut dengan gemas kini ia mengajak rambut Ayumi.
“Ih Abqa, udah jelek malah tampak di buat berantakan,” gerutu Ayumi pada Abqa yang kini hanya tertawa mendengar nya.
“Udah jangan nangis lagi. Kamu jelek kalau nangis,” ucap Abqa yang hanya sebuah candaan.
“Ngeselin,” kesal Ayumi. Namun Abqa kini malah hanya diam dengan senyumannya sambil membenarkan rambut Ayumi.
“Aku mau benerin make up dulu jangan-jangan nanti malah ancur make up-nya,” pinta Ayumi yang dibalas dengan angkutan oleh laki-laki di sampingnya tersebut.
Setelahnya Ayumi kini memilih untuk membenarkan make up nya terlebih dahulu sebelum akhirnya meminta Abqa untuk segera melajukan mobilnya menuju ke arah rumah sakit karena hari yang semakin siang Takut jika akhirnya ia terlambat.
__ADS_1
***